
Kiki yang penuh dengan ide-ide menulis rencananya di sebuah buku khusus. Tanpa disadarinya, waktu berlalu hingga ia telah menghabiskan hampir satu jam menulis rencana-rencananya.
"Baiklah, sekarang saatnya makan. Setelah makan, saya akan pergi ke kepala desa untuk meminta surat pengantar ke kota kabupaten. Saya harus membeli soda api jika ingin membuat sabun," gumam Kiki pada dirinya sendiri.
Ketika Kiki berbicara tentang makan, ia hanya perlu mengakses sistem gaji, di mana ada berbagai hidangan yang bisa dia pilih. Meskipun dirinya hanya satu-satunya pelanggan, dia tetap memilih makanan dari berbagai menu yang tersedia.
"Oke, hari ini saya akan makan nasi putih, daging sapi lada hitam, sup lentil dengan kacang kedelai, dan juga acar timun," pikir Kiki sambil mengambil semua hidangan tersebut dan meletakkannya di atas meja.
"tapi sup ayam dengan jamur sepertinya menggugah selera juga nih"jadi dia mengambil mangkuk paling besar dan meletakkannya di meja makan juga.
Pada saat ini jika anda memasak daging ,usahakan untuk aromanya tidak tercium sampai keluar rumah.
Ada beberapa kasus menunjukkan situasi tidak bagus ,hanya karena aroma makanan dari rumahmu tercium oleh tetangga sebelah.
Karena tidak ingin mengalami masalah yang sama jadi Kiki sudah terbiasa menutup pintu dan jendela ketika dia akan makan.
Tetapi ketika ia hendak menutup jendela, tiba-tiba saja dia terkejut oleh kehadiran seseorang yang tidak diundang.
"Fang xionan? Apa yang kamu lakukan di sini?" ucap Kiki dengan terkejut.
Di dalam hati, Kiki merasa kesal sendiri. apa kata penduduk desa jika melihat pria bau ini sedang berdiri di jendela rumahnya."Ini bukan Pria Keberuntungan, tapi sepertinya adalah monyet kesialan."
Fang xionan sebenarnya ingin berbicara dengan Kiki, tetapi dia mencium aroma makanan yang menggoda dan tidak bisa menahan diri. Ia langsung melompat masuk dari jendela dan menemukan meja makan yang sudah penuh dengan bahan makanan.
Tanpa bertanya lagi Fang xionan, menarik kursi makan dan mulai mengisi piring juga mangkok dengan makanan sebanyak yang ia bisa.
Jika kau pernah merasakan lapar kau juga akan melakukan hal tindakan yang sama Fang xionan.
Fang xionan baru akan mulai beradaptasi dengan dunianya dan mungkin seperti seseorang yang mendapatkan mobil baru.
Awalnya mereka akan antusias tapi pada akhirnya mereka juga akan bosan dan tidak akan seantusias itu lagi .
Jadi jangan berpikir jika pemeran pria kita yang satu ini akan berperilaku yang sama di bab-bab selanjutnya oke.
Kiki hanya bisa terpaku, merasa seakan-akan dia telah menyaksikan sosok bukan manusia, tetapi hantu lapar yang tiba-tiba muncul di rumahnya. Dia merasa perlu menghentikan "serangan" makanan ini.
"Hey, apakah kamu seorang perampok?" tanya Kiki dengan suara keras sambil mengetuk meja makan dengan jarinya, berharap dapat menghentikan Fang xionan yang sedang asyik mengunyah makanan. Tindakan ini berhasil membuat Fang xionan menghentikan aktivitas makannya.
Fang xionan segera menyadari bahwa perilakunya tidak sesuai dengan situasi, jadi ia meletakkan sumpitnya dan berdiri dari kursi makan.
"Maaf, seharusnya saya tidak begitu. Tapi saya pikir kita adalah pasangan dan pasangan biasanya berbagi makanan. Selain itu, makanan sebanyak ini tidak mungkin bisa kamu habiskan sendirian, jadi..."
"Siapa yang mau jadi pasangan dengan mu,pergilah dari rumahku, dan jangan datang lagi!" kata Kiki dengan tegas, sambil menunjuk ke arah pintu, memberi tahu Fang xionan untuk pergi melalui pintu tersebut.
Fang xionan menggelengkan kepala dengan rasa malu yang memuncak. Ia tidak pernah berniat untuk merampok makanan seorang gadis kecil, tetapi godaan sekeping daging benar-benar membuatnya lupa diri.
Kau mungkin tidak tahu, tapi jangankan sekeping daging,di hari kiamat, sebungkus mie instan pun bisa membuat orang-orang bertengkar dan saling bunuh dan itu termasuk dengan Fang xionan sendiri.
Fang xionan sudah mulai berinteraksi dengan era 70an ini.Tapi terkadang, mencium aroma makanan bisa membuatnya lupa akan segalanya.
__ADS_1
Karena merasa malu, Fang xionan tidak tahu harus berkata apa,dia bangkit dari kursi tapi kemudian ia melihat ada sesuatu di atas meja yang tidak jauh dan dia membacanya hanya dengan sekali lihat.
"Oh, Kiki, apa kau ingin membuat sabun? Jadi kau ingin mencari cetakan?" kata Fang xionan dengan nada yang masih terlalu lancang, lalu mengambil kertas yang ditulis oleh Kiki tadi.
"Kenapa kau membaca tulisanku tanpa izin? Kurang ajar! Rupanya kau memang benar-benar pria yang tidak bisa di ajak bicara baik-baik. Aku... Aku akan melaporkanmu ke kantor polisi sore ini juga!" kata Kiki, yang berbicara dengan suara yang keras dan tegas. ini adalah batasan terakhir yang dia berikan pada Fang xionan.
Kali ini, Fang xionan merasa bersalah lagi. Dia meletakkan resep itu di atas meja dan mengambil kesempatan saat kemarahan Kiki untuk menggenggam tangan gadis itu, membuatnya tidak bisa bergerak.
Kiki benar-benar marah saat ini, dan meskipun sistem terus berteriak dengan kata-kata hadiah,Kiki tidak peduli dengan itu. Baginya, pria keberuntungan benar-benar merusak pemandangannya saat ini.
Kiki berteriak dengan kebencian dan rasa jijik"Lepaskan tanganku, lepaskan!"
Tapi Fang xionan menyela, "Aku ingin berbicara baik-baik. Jika kau diam dan patuh, maka aku akan melepaskannya."
"Kau adalah pria yang tidak bisa dipercaya, aku tidak akan pernah percaya padamu ,lepaskan tanganku sekarang juga, jika tidak aku akan teriak"
Fang xionan segera melepaskan kiki dan membiarkan Gadis itu tenang lebih dulu.Dia juga berjalan ke sudut ruangan yang paling jauh agar Gadis itu tidak merasa sedang diintimidasi.
Seorang gadis kecil yang bersendirian di dalam rumah ,tiba-tiba didatangi oleh pria dewasa lewat jendela.
Kau pikir gadis mana yang tidak.
"oke sekarang aku sudah berdiri lebih jauh dan kau bisa tenang kemudian kita bisa berbicara"kata Fang xionan lagi.
Kiki tidak bisa melakukan apa-apa selain mengangguk, memberikan pria itu kesempatan untuk menjelaskan permasalahan mereka berdua.
"Hantu lapar," dengus Kiki.
Fang xionan yang memiliki telinga sensitif tentu saja mendengarnya dan wajahnya memerah karena malu.
Dia berkata, "Aku akan mengganti makananmu nanti, jadi itu harusnya dua kali lipat."
Kiki, yang baru saja duduk, langsung menggoyangkan jarinya dan berkata, "Tidak perlu diganti. Aku tidak memerlukan itu, tapi aku ingin kau menjauh sejauh mungkin."
Fang xionan juga mengambil kursi yang lain, dan Kiki memberikan pandangan yang rumit sebelum dia berkata, "Itulah yang ingin aku bicarakan saat ini. Aku ingin menikahimu dengan jujur tanpa imbalan apapun. Dan aku berjanji akan melayanimu dengan baik, makanan dan pakaian tidak perlu dikhawatirkan, dan..."
Belum selesai, Kiki menghentikannya dengan berteriak, "Aku tidak perlu semua itu. Aku bisa mencarinya sendiri, makanan macam apa yang tidak bisa aku makan saat ini? Kau tidak akan memberi, tapi akan menghabiskan makananku seperti ini, kau hantu lapar."
Kata-kata "hantu lapar" kembali membuat Fang xionan merasa malu.
Fang xionan adalah orang yang tinggal di hari-hari di mana para zombie berkeliaran. Pada waktu itu tidak ada lagi yang namanya hati nurani, semua orang hidup untuk diri mereka sendiri. Tidak ada yang peduli dengan anak, istri, pasangan resmi, apalagi dengan orang tua.Mereka hanya peduli dengan makanan,kekuatan dan ****.
Karena itu, Fang xionan semakin lupa jika di dunia sebelumnya ada yang disebut hati nurani dan juga romantisme dalam hubungan pasangan. Tapi ketika dia berubah menjadi pria tahun ini, dia benar-benar merasakan apa itu hidup, apa artinya keluarga dengan seorang ibu yang menyayanginya setulus hati.
Cinta antara pria dan wanita sebenarnya tidak sepenting makanan dan pakaian. Tapi sekarang, dengan kata-kata "hantu lapar," hati nuraninya tergerak, dan dia merasakan sesuatu yang namanya malu, sebuah hal yang sudah lama dia lupakan.
"Ehem ehem, Kiki, bagaimana aku bisa membayar itu? Sebutkan," kata Fang xionan dengan pelan, matanya yang panjang menutupi bulu matanya yang panjang.
Kiki, yang merasa bahwa pria ini sudah cukup merasa bersalah, sepertinya cukup puas dengan permintaan maafnya. Lagipula, dia tidak kekurangan bahan makanan dalam laci sistemnya. Jadi dia berkata, "Sudahlah, jangan pikirkan itu lagi. Yang penting, tidak ada yang kedua kalinya setelah ini."
__ADS_1
Namun, Fang xionan merasa perlu untuk menjelaskan niatnya lebih lanjut. "Tapi kemudian dia teringat dengan serius tentang pertanyaan, apa tujuannya ingin menikah denganku? Jangan sebutkan masalah reputasi. Oke, aku bukan gadis yang mementingkan reputasi seperti yang kau pikirkan, jadi sebutkan alasan sebenarnya di balik niat pernikahanmu."
Fang xionan mengedipkan matanya berkali-kali dan merasa percaya diri kembali. Gadis di depannya sepertinya memiliki hati nurani yang baik dan tidak mempermasalahkan masalah beberapa mangkuk nasi.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya dia menjawab, "Sebenarnya tidak ada tujuan khusus, tapi aku melihat sisi positif jika memiliki kamu sebagai istriku."
Kiki tertawa dengan nada bercanda dan mengejek "Hahaha, apakah maksudmu dengan keuntungan seperti makanan dan tempat tinggal?"
Fang xionan merasa tersindir, tetapi dia tidak ingin mengakuinya. Dia berkata, "Bukan seperti itu. Setiap kali aku mendekatimu, aku merasa ada energi yang menarik aku untuk mendekat, dan ada aura yang menyegarkan di sekitarmu. Aku tidak tahu apakah orang lain merasakannya juga, tapi yang jelas aku menyukainya. Apakah kau memakai sesuatu yang membuat aura semacam ini pada tubuhmu?"
Kiki tercengang mendengar jawabannya, tidak pernah berpikir bahwa itu mungkin alasan pria ini mengajukan lamaran. Kemudian dia mulai memikirkan apakah sistem check in yang membuatnya memiliki aura positif dan energi yang menarik seperti yang dijelaskan oleh Fang xionan.
"Apa gara gara sistim?"pikir nya.
"Sejak kapan kau merasa kan seperti itu?"kata Kiki gugup.
Fang xionan juga gugup tapi dia harus mencari alasan kenapa dia bertindak agresif, tapi juga tidak mungkin menjelaskan tentang energi yang di rasakan nya pada Kiki.
"Hem sepertinya pertama kali aku melihatnya di gunung, beberapa kali kulihat auranya menguat tapi beberapa kali akan melemah seperti saat ini namun begitu aura tetap ada dan baunya harum dan menyegarkan" kata Fang xionan .
Dia menjelaskan dengan sedikit kejujuran dan sedikit kebohongan.Tapi itu malah membuat kiki menggigil karena dari penjelasan itu,Fang xionan sebenarnya merasakan ada getaran sistem di dalam tubuhnya.
Di desa Qingyuan ini,masih ada beberapa simbol check in yang bisa dia masuki tapi dia lebih sering menghabiskan poinnya di gunung.
Jadi jelas ketika aura menguat itu artinya Kiki sedang melakukan transaksi check in dan melemah jika dia tidak melakukannya.
Tapi kenapa bisa begitu.
Apakah ini yang membuat dia sebagai pria keberuntungan.
Sekarang giliran Kiki yang tidak tau harus berkata apa.
"Ah jadi ini semuanya gara-gara sistem, sistem benar-benar bisa menarik pria keberuntungan untuk datang lebih dekat" pikir nya
Wajah Kiki memerah, tidak tahu harus berkata apa, tetapi Fang xionan justru merasa bahwa reaksi malu ini adalah hal yang wajar untuk seorang gadis remaja. Fang xionan juga tampaknya tidak malu-malu lagi.
"Syukurlah jika kau mengerti apa yang aku maksudkan. Jadi, apakah kau memaafkanku sekarang?" kata Fang xionan tanpa ragu.
"Belum. Aku hanya akan memaafkanmu jika kau tidak melakukannya lagi," tegas Kiki.
Fang xionan mengangguk, "Baiklah, lain kali aku akan minta izin terlebih dahulu. Tapi sekarang mari aku jelaskan lagi. Aku tidak meminta jawaban atau persetujuanmu. Aku hanya ingin memberikan penegasan bahwa mulai saat ini, aku akan melakukan segala sesuatu untukmu karena aku merasa nyaman dekat denganmu. Tolong jangan tolak bantuan ini, dan jangan anggap ini sebagai pemaksaan atas hubungan kita yang belum jelas."
"Maksudmu kau akan melakukan ini lagi bahkan jika aku tidak membutuhkannya?" tanya Kiki dengan ekspresi tidak percaya.
Fang xionan tersenyum, "Ya suka atau tidak suka, terima saja. Jika kita memang berjodoh, maka kau pasti akan jatuh cinta padaku. Tapi jika tidak, aku akan tetap melakukan ini karena berterima kasih. Paling tidak, duduk di dekatmu akan membuatku nyaman dan menghilangkan semua kelelahan."
Setelah berkata demikian, Fang xionan kembali melompat keluar dari jendela dan menghilang. Sebelum dia beneran pergi, Fang xionan berjanji untuk membuat cetakan yang diperlukan untuk Kiki.
Kiki yang ditinggal sendiri, masih duduk di atas kursi, merenung dan mencoba mencerna semua yang telah dia dengar tadi.
__ADS_1