
Desa Qingyuan tidak mengalami pergolakan apa pun, meskipun para pemuda pendidikan bersaing sengit untuk menjual sabun-sabun yang mereka bawa kembali ke kota kelahiran.
Kiki, salah satu pencetus ide pembuatan sabun mandi ini, merasa kurang produktif sekarang. Semua benih telah selesai ditanam dan saat ini mereka hanya perlu menunggu agar tanaman tumbuh. Satu-satunya pekerjaan di ladang adalah memastikan tidak ada kekeringan selama musim panas ini.
Namun, Kiki tetap mempertahankan rutin bulanannya pergi ke kota, mengklaim bahwa dia hanya mengambil paket-paket, padahal dia sebenarnya sedang menghabiskan poin sistem yang telah dia tabung.
Pada saat itulah, dia mulai mendapatkan banyak hadiah dari sistem check in favoritnya, di antaranya adalah uang.
Fang Yan, Lin Xuni, Ling Jin, dan seorang pria dari tim pemuda pendidikan lainnya kembali satu bulan kemudian.
Mereka membawa pulang pemesanan yang cukup besar, yang membuat kepala desa tersenyum lebar. Ling Jin, yang saat ini tinggal di rumah Kiki, memiliki banyak waktu untuk berbicara dengan Kiki tentang produk tersebut.
"Awalnya, 50 batang sabun ini saya rencanakan hanya untuk digunakan oleh keluarga kami sendiri. Kami memiliki banyak kerabat di desa dan beberapa teman yang sudah bekerja di sana. Tapi, siapa sangka sebelum saya pulang, mereka buru-buru memesan beberapa sabun untuk kami kirimkan kembali."
Bahkan, pemimpin koperasi pemasok dan pengadaan di kota mereka juga tertarik dengan ide ini dan meminta beberapa batang sabun lain untuk dijadikan contoh.
"Jika pemimpin koperasi tertarik, saya optimis sabun ini akan mendapat sambutan yang baik."
Ling Jin, yang juga bukan dari keluarga kaya, sangat menghargai potensi keuntungan yang akan dia dapatkan dari pemesanan besar ini.
"Saya bisa menyisihkan beberapa sen untuk dikirimkan kembali ke desa jika ada pesanan besar-besaran hahaha."
Kiki tidak mengatakan banyak, tetapi dia merasa puas karena dapat memberikan kontribusi positif pada desanya. Awalnya dia mungkin ingin mengambil keuntungan sendiri, tetapi sekarang dia merasa lebih baik jika desanya juga mendapatkan manfaat yang sama.
Perubahan yang mencolok terjadi di desa Qingyuan adalah pandangan penduduk terhadap Kiki. Awalnya, beberapa warga desa menganggap pemikiran Kiki terlalu berbeda dengan cara mereka berpikir. Namun, sekarang mereka mulai melihat Kiki sebagai seseorang yang mampu membawa perubahan positif pada desa ini melalui pemikirannya yang inovatif.
Hampir semua warga desa yang awalnya skeptis terhadapnya sekarang bersedia memanggilnya dengan ramah dan menyapanya ketika bertemu. Misalnya, saat Kiki sedang menuju ke ladang, dia dipanggil oleh bibi Wang, yang sebelumnya tidak pernah bersikap akrab.
"Gadis, bibi juga akan pergi ke ladang. Ayo pergi bersama-sama," kata bibi Wang.
Kiki merasa terkejut mendengar sapaan hangat itu, tetapi dia tersenyum dan menjawab, "Oke, ayo pergi bersama-sama."
Selama perjalanan ke ladang, beberapa bibi lainnya juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berbicara dengan Kiki.
"Pemuda pendidikan dikirim oleh negara ke pedesaan untuk membantu membangun desa, dan dulu kami berpikir itu hanya alasan. Namun, setelah melihat apa yang telah kamu lakukan, Kiki, kami percaya bahwa kamu benar-benar membawa perubahan positif," ujar salah seorang bibi.
"Bahkan anak muda sekarang memiliki pemikiran yang sangat optimis dan berbeda dari generasi kami. Mereka bahkan bisa menghasilkan uang dari hal-hal yang tidak pernah kami bayangkan. Misalnya, mereka bisa memetik bunga di gunung dan menjualnya," tambah bibi lainnya.
"Ya, cucuku setelah mencari makanan babi, dia pergi ke gunung untuk memetik bunga dan itu masih dihargai dengan beberapa sen oleh kepala desa. Apakah ini bukan pekerjaan yang layak, daripada anak-anak hanya diminta bermain tanpa menghasilkan uang," sambung bibi yang lain.
Semua bibi ini menganggap Kiki sebagai seseorang yang mampu membawa kemakmuran dan pendapatan tambahan bagi mereka. Kiki hanya tersenyum dan merespons dengan santai terhadap pujian berlebihan tersebut, karena dia memahami perbedaan pemikiran antara generasinya yang modern dan generasi yang masih terikat oleh tradisi.
Jika perubahan itu mulai kentara ,bagi Kiki yang tidak berubah adalah perlakuan Fang xionan.
Karena saat ini adalah musim panas, ladang membutuhkan air dengan agar tidak kering.
Beberapa laki-laki kuat ditugaskan untuk memikul air dan para wanita bertugas untuk mengisi air dari sumur ke tong besar yang di pikul .
__ADS_1
Fang Xionan memiliki kekuatan lebih jadi dia mendapatkan giliran untuk memikul air. Sementara Kiki juga mendapatkan tugas di sumur untuk mengisi tong air.
Semua warga desa bekerja keras dengan cara seperti itu. Wajah wajah mereka terpancar oleh keringat dan matahari yang menyinari langit biru cerah.
Fang Xionan mendekati Kiki dengan tong yang kosong, matanya yang penuh kehangatan menatapnya. "Kiki, ini adalah pekerjaan berat, biar aku saja"
Kiki mengangkat ember yang penuh dengan air dari sumur dan menatap Fang Xionan dengan ekspresi serius. "ladang adalah harapan semua orang untuk bisa makan, jadi tentu saja, kita harus memastikan tanaman-tanaman ini tetap hidup. Tapi mengapa kamu begitu keras kepala, Fang Xionan? aku dan kau tidak ada hubungan apa-apa, tidakkah kau bisa mengerti bahasa manusia?"
Fang Xionan tersenyum, lalu dengan lembut meraih ember dari tangan Kiki. "Karena aku ingin melakukan ini bersamamu. Aku ingin berada di sampingmu, bahkan dalam pekerjaan seberat ini. Kiki, aku peduli padamu."
"Peduli apa? jika bukan lingkaran kenyamanan yang pernah kau katakan, apa mungkin kau masih akan bersedia berdiri di sekitarku sepanjang waktu?"kata kiki yang tidak peduli dengan Fang xionan.
"Kiki Hem, jangan begitu serius juga. jika kau tidak bisa menganggapku sebagai pasangan maka anggap saja aku sebagai kakak tertuamu, Oke"
Kiki terdiam sejenak, matanya menatap Fang Xionan dengan penuh keanehan.Kenapa Fang xionan berbeda?
Kenapa hanya dia yang bisa menjadi pria keberuntungan?
Sementara itu, Lin Xuni yang sedang memantau dari kejauhan merasa cemburu. Dia tahu bahwa Fang Xionan adalah pria yang menarik, dan melihatnya mendekati Kiki membuat hatinya berdesir.
"Dulu Fang xionan tidak setampan ini. bahkan di kehidupan sebelumnya dia bukanlah orang yang mengungkapkan rasa kehadiran.Ahh sekarang , Fang Yan saja tidak bisa dibandingkan dengan dia?"
"Tapi kenapa ada begitu banyak perubahan yang terjadi? di kehidupan sebelumnya hal semacam ini tidak terjadi sama sekali.Fang xionan seharusnya masih bodoh sampai aku pergi meninggalkan desa "
Tiba tiba saja dia berpikir, jika Fang Yan tidak bisa di genggam, mungkin Fang xionan bisa .
Matanya mulai berkeliaran ke mana mana. Sejak kembali dari kota Fang Yan benar-benar menjauhkan diri sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk menjalin hubungan.
Sekarang Lin xuni berpikir untuk menciptakan sendiri calon orang kaya baru di tahun 70-an melalui pengetahuannya tentang perubahan secara.
Calon target adalah Fang xionan ,ini karena pria itu memiliki kekuatan di luar nalar dan ketampanannya semakin bersinar saja setiap harinya.
Ah Fang Yan saja lewat.
Namun, melihat kedekatan antara Fang Xionan dan Kiki, Lin Xuni mulai berpikir dengan bijak.
"Fang xionan adalah rencana B jika rencana asli tidak jalan. Walau bagaimanapun Fang Yan adalah orang kaya yang sudah pasti.jadi dia adalah prioritas utama.Tapi Fang xionan adalah rencana B yang masih harus mendapatkan perhatian positif nya"
Jika Kiki bisa menikah dengan Fang xionan mungkin itu adalah saat yang tepat untuk melepaskan rencana B. Dia ingin mencari cara agar Kiki mau menerima Fang Xionan sebagai pasangannya.
Hanya setelah itu , Fang Yan akan berpaling padanya.Tapi Fang xionan harus nya juga tidak akan lepas juga.Fang xionan terlalu bagus untuk nya.
Jadi mari pilih kandidat lain untuk si ja**Ng itu.
Keesokan harinya Lin xuni izin setengah hari untuk pergi ke kota dengan alasan sakit kepala.
Tentu saja kepala desa memberikan dia izin tapi kepala desa tidak akan pernah tahu jika sebenarnya tujuan asli dari Gadis itu bukanlah pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
Tapi dia pergi ke sebuah gang sempit di Kota kabupaten.
Di kehidupan sebelumnya karena dia adalah seorang wanita simpanan beberapa pria.lin Xuni bisa mengenali beberapa orang yang kelak menjadi penjahat kambuhan.
Seperti pria yang sedang di carinya sekarang.
Sebut dia dengan panggilan, Bos mo.
kelak dia akan membangun sebuah geng yang benar-benar meresahkan negara. beberapa bawahannya bertindak sebagai penjual manusia dan juga penjual narkoba secara besar-besaran.
Mereka juga membuat resah beberapa pedagang dari meminta uang perlindungan.
Pria ini juga terkait dengan beberapa pembunuhan namun bisa lepas dari kejaran pihak polisi karena koneksi yang dia miliki dan uang tentunya.
Hal ini akan terjadi beberapa tahun mendatang. Tapi untuk saat ini ,pria yang sekarang dia cari ,masih berupa pria kurus yang terkenal dengan kesukaannya membuat onar.
Lin xuni sudah bertemu dengan dia kemarin dan menjanjikan sebuah bisnis dengan upah yang lumayan.
Dan di sinilah mereka sekarang.
"Ayo, ini fotonya dan jika berhasil aku akan membayar sisa uangnya"kata Lin xuni dengan suara yang di samar kan.
Saat ini lin xuni datang dengan penyamaran yang begitu ekstrem .Dia tahu pekerjaan ini pasti berbahaya dan tidak ingin dilibatkan dalam masalah itu nantinya, jadi dia tidak ingin wajahnya diekspos.
Pria kurus ini tidak akan bisa mengenali dia sebagai Lin xuni.
"Hem dia cantik juga hehehe"kata pria kurus itu yang hampir saja meneteskan air liurnya melihat foto Kiki.
Lin xuni tidak tidak tahu bagaimana yang jelas dia memiliki foto Kiki di tangan nya.
"Hei tahan air liur mu, pastikan saja pekerjaan kalian selesai, oke"kata Lin xuni yang meletakkan beberapa uang kertas di tangan pria kurus.
"Oke tapi pastikan uang sisanya, jangan pikir kau berpakaian seperti ini ,aku tidak bisa mengenali mu.Seandainya kau menjadi abu pun aku pasti akan mengenalmu hahaha"
Lin xuni sedikit tersentak mendengarnya.Tapi kemudian dia bisa tersenyum karena setahunya pria ini hanya pria yang mengandalkan tenaga bukan otak.
Dia adalah tipe orang yang akan cepat lupa.
Lin xuni bersentuhan dengan dia sebentar tapi sebenarnya sedang mencuri usia pria itu beberapa tahun.
Lin xuni sama sekali tidak merasa bersalah tentang itu.
"usianya hanya akan digunakan untuk menyusahkan orang lain dan aku dianggap berjasa untuk mengurangi momok negara" pikir nya dengan senyum.
Dengan begitu Lin xuni pulang dengan rencana bagus untuk besok.
Dan Kiki, selamat tinggal dengan masa bahagia mu, hahaha.
__ADS_1