Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
59


__ADS_3

Sebelum Kiki benar-benar tiba di lokasi dia mulai menata perasaannya agar tidak segugup yang terlihat di permukaan.


Beberapa keringat yang menetes di dahinya benar-benar membuat orang-orang berpikir jika dirinya sedang kelelahan karena perjalanan yang jauh.


Agar terlihat realistis dirinya menghentikan sepeda dan memarkirnya di pinggir jalan sebelum menepuk pundak bibi Hong yang juga hadir di lokasi.


"Bibi Kenapa rame-rame di sini?"


Bibi Hong yang pundaknya ditepuk membalikkan badan dan melihat Kiki. Tapi sifat penggosipnya tiba-tiba datang , ini terlihat ketika dia buru-buru berbicara.


"oh Kiki dari mana saja kau orang-orang sudah sibuk melihat hal yang luar biasa ini hehehe ,kupikir pemuda pendidikan adalah orang-orang terpelajar yang bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan oleh warga desa ckckck"


"Bibi meskipun kami adalah tim pemuda pendidikan tapi kami juga manusia kan. Tapi kenapa aku tidak mengerti apa yang bibi bicarakan ,kenapa ada kesibukan ini?" kata Kiki yang bertindak seperti tidak tau .


Bibi Hong menepuk dahinya karena dia mulai menyadari jika Kiki juga dari tim pemuda pendidikan .Namun dia baru saja tiba dengan sepedanya .Jadi wajar jika Kiki tidak mengetahui apa yang terjadi.


"ohh gadis maaf jika bibi terlalu emosi begini ya, tadi tuh kami..bla..bal...bla....


Bibi Hong berbicara panjang lebar menjelaskan duduk permasalahannya tapi dia tidak pernah mengecilkan suaranya sama sekali dan apa yang dia bicarakan juga didengar oleh orang lain.


Tidak ada yang perlu disembunyikan karena orang-orang yang berada di sini justru mengetahuinya sama seperti bibi Hong.


Kiki yang sedang tidak ingin diekspos memamerkan wajah terkejut dan tidak percaya.


Dia menutup mulutnya dengan satu tangan dan berkata "ah tidak mungkin.


Bibi wan juga hadir dan menatap Kiki dengan pandangan yang tidak terbaca.


"Ck ck ck pemuda pendidikan semuanya memang beda"


Bibi wan, mungkin kami sama-sama berasal dari tim pemuda pendidikan yang dikirim ke pedesaan tapi apa yang membuat Lin xuni sama dengan aku .Aku baru saja datang dari kota kabupaten dan tidak tahu apa-apa. Jadi jangan sangkut pautkan aku dan dirinya oke" kata Kiki yang tidak puas dengan pandangan itu.


"Hei aku tidak mengatakan jika kau sama dengan Lin xuni, tapi yang membuat kalian mirip adalah kalian sama-sama tidak tahu malu dan tidak bisa menjaga diri sendiri sebagai wanita hah, Ini benar-benar memalukan"


Setelah berkata begitu bibi wan menutup mulutnya dan kabur dengan alasan untuk melihat lebih dekat situasi yang terjadi.


Di dalam ladang jagung Lin xuni sudah kembali berpakaian lengkap tapi dia ditarik untuk ke pusat perhatian untuk diinterogasi.


Dua pemuda yang juga diadili sedikit bingung dengan situasi namun jika mereka mengakui ,ada hal tertentu yang sudah mereka rencanakan. Kemungkinan besar mereka juga akan ditangkap ke kantor polisi.


Karena tidak mau ditangkap keduanya mengakui satu hal yang membuat Lin xuni marah besar.


"Kawan-kawan semuanya, sebenarnya kami dan gadis ini adalah hal suka sama suka. dia...dia sudah sering melakukan ini atas imbalan uang hehehe "


Lin xuni terkejut dia ingin mencakar wajah pria busuk itu.Dia berkata Lin xuni sengaja semua nya demi uang.


"sialan kau...apa !!" Pekik Lin xuni.


Belum lagi dia bergerak, seorang bibi menariknya untuk tetap diam sampai menepuk kepalanya dengan keras.


Merasa akan jalan keluar , pria lain juga berkata,"Kami biasa nya tidak di sini tapi hari ini merasa tempat ini kosong jadi, hehehe , sesuai lah dengan bayarannya"


Lagi-lagi Lin xuni tersedak,dia tidak tahu kehidupan yang mengerikan sebelumnya akan tiba lebih cepat.


Di kehidupan sebelumnya ada bibi wanwan yang mendorong dia tapi di kehidupan ini ,dia sendiri yang membuat ini terjadi lebih cepat.


Selagi bersedih tiba-tiba saja dia melihat Kiki di antara kerumunan.Hati nya yang panas menjadi semakin mengelagak melihat nya.


Xxxxx


Tanpa pikir panjang, Lin xuni langsung menunjuk telunjuk nya pada Kiki.


"itu dia dia yang melakukan semua aku tidak bersalah Aku hanya lewat tadi"kata Lin xuni dengan serius.

__ADS_1


beberapa orang juga sudah menyaksikan jika Kiki baru saja kembali dari kota kabupaten dengan sepedanya dan ini sudah biasa dia lakukan setiap bulan pada tanggal-tanggal seperti ini.


Jadi mereka menganggap apa yang disebutkan oleh Lin xuni tadi hanyalah sebuah omong kosong belaka.


melihat beberapa warga tidak mempercayai apa yang dia, Lin xuni merasa kulit kepalanya terbakar dan dia berteriak lagi.


"aku tidak salah, tadi aku melihat di Kiki sedang bersama dengannya pria ini di ladang jagung .jadi.. jadi ..aku bersembunyi di sini dan tidak tahu apa yang terjadi .Kenapa bisa aku yang berada di sini .Kiki... aku yakin kau sedang melakukan sesuatu padaku, katakan mangaku sajalah kau"


Kiki yang ditunjuk hidungnya oleh Lin xuni tersenyum masam dalam hati dia berkata ,"kau ingin Aku mengakuinya apa Kau pikir aku bodoh?"


tapi untuk meyakinkan semua orang dia pura-pura mengernitkan dahinya tidak mengerti.


"Lin xuni jelas aku baru saja lewat, jika tidak percaya lihat dan tanya saja dengan semua orang. jadi kenapa masalah ini harus berkaitan dengan aku?" katanya.


Entah dari mana datangnya tapi tiba-tiba Line xuni mendapatkan kekuatan dan maju untuk merobek wajah cantik Kiki.


"ini kau ini benar-benar kau kenapa Kenapa kau melakukan ini padaku apa kau belum puas, hah"


Kiki berasal dari abad 21 dan dia memang tidak memiliki kemampuan apapun untuk bertahan dari serangan semacam itu tapi di abad 21 Semua sekolah menganjurkan olahraga dan kebetulan sekali olahraganya juga mengadakan seni tekwando.


Tapi pada saat itu dia meremehkan seni seperti itu .Karena itu dia belajar asal-asalan tapi untuk menghindari serangan buta dari Lin xuni, dia hanya perlu berkelit sedikit dan mundur di balik punggung seseorang.


Tidak berhasil Lin xuni kesal, Tapi ketikan dia melihat siapa orang yang sedang melindungi Kiki, dirinya segera mundur beberapa langkah.


"Fang xionan!!"pekik Lin xuni tertahan.


Tapi ini adalah hal yang akan menentukan masa depannya sendiri.Jadi Lin xuni pergi pada dua pria untuk konfirmasi.


"Kau... katakan jika kau bertemu dengan gadis itu kan, benar kan?" teriak Lin xuni dengan putus asa.


Dua pria ini saling pandang.


Tentu saja mereka mengenal Kiki tapi jika mereka mengakui itu maka , masalah akan semakin lebar dan mereka akan di tangkap dengan tuduhan holigan dan penjualan manusia.


Jadi keduanya menolak untuk mengakui.


"Saudari,apa yang kau katakan, kita punya janji di sini lalu siapa gadis ini?apa dia juga bisa di bayar seperti kau?"


"Ya dia juga tidak buruk,gadis apa kau juga mau, Kakak tidak akan gratis ,mari bicarakan harga nya terlebih dulu "


Segera Lin xuni berwajah sehitam pantat kuali.Sementara itu Kiki juga tidak senang jadi dia berkata dengan lantang.


"Kalian tidak tahu malu, Lin xuni ,kau..kau..ahh benar benar busuk kalian"


Fang xionan tidak bergerak tapi udara segera berembun seperti menjadi dingin secara tiba-tiba.


Ini adalah awal musim gugur tapi kenapa seperti sedang duduk di musim dingin.


"Ini adalah calon istri ku,kau bilang apa?"kata Fang xionan yang membuat tulang punggung dua pria jadi berkeringat dingin.


Melihat Fang xionan ,dua pria itu jadi ngeri,wajah tampan nya ,dimata mereka seperti iblis yang tersenyum.


"Kawan ehh..ini bukan kami,ini dia yang mengatakan nya"


Lin xuni juga terkejut dengan perubahan situasi.Dia ingin maju tapi mall masa depan memiliki lampu merah.


("Jauhi target, alarm pemutusan kontrak kerjasama secara paksa akan di mulai dengan hitungan mundur...")


Lin xuni lupa jika Kiki memiliki sesuatu yang tidak bisa ditolerir oleh mall masa depan.


Bukan Kiki saja, Fang xionan juga memiliki ini , hanya saja sistem masih bisa menerima kedekatan dia dan Fang xionan.


Jadi reaksinya akan terjadi pada waktu waktu tertentu saja.

__ADS_1


Ini lah salah satu sebab untuk Lin xuni membuat Fang xionan sebagai target keduanya jika gagal dengan Fang Yan.


Tapi kenapa, alarm mall masa depan sekarang semakin keras saja .Apakah Fang xionan sekuat itu.


Tidak mau mengambil resikonya, Lin xuni juga mundur beberapa langkah sampai mall masa depan tidak lagi berteriak.


Tapi mall masa depan jelas mengalami malfungsi yang serius.


("Saldo tuan rumah di perlukan untuk perbaikan karusakan parah, perbaikan di perlukan tiga ribu poin .Apakah Tuan rumah bersedia?")


Melihat Fang Xionan, dua pria itu menjadi ngeri. Wajah tampannya di mata mereka seakan iblis yang tersenyum.


"Kawan, ini bukan kami. Ini dia yang mengatakannya," kata Lin Xuni, juga terkejut dengan perubahan situasi. Dia ingin maju, tetapi "mall masa depan" memiliki lampu merah.


("Jauhi target. Alarm pemutusan kontrak kerjasama secara paksa akan dimulai dengan hitungan mundur...")


Lin Xuni lupa bahwa Kiki memiliki sesuatu yang tidak dapat ditolerir oleh "mall masa depan."


Bukan hanya Kiki, Fang Xionan juga memiliki hal serupa, hanya saja sistem masih bisa menerima kedekatan antara dia dan Fang Xionan.


Tapi reaksinya hanya terjadi pada waktu tertentu.


Ini adalah salah satu alasan mengapa Lin Xuni menjadikan Fang Xionan sebagai target kedua setelah gagal dengan Fang Yan.


Namun, mengapa alarm dari "mall masa depan" semakin keras? Apakah Fang Xionan begitu kuat?


Lin Xuni tidak ingin mengambil risiko, jadi dia mundur beberapa langkah sampai "mall masa depan" tidak berteriak lagi.


Tapi "mall masa depan" tampak mengalami malfungsi yang serius.


("Saldo tuan rumah diperlukan untuk perbaikan kerusakan parah. Perbaikan memerlukan tiga ribu poin. Apakah tuan rumah bersedia?")


Lin Xuni sudah mengalami dua kehidupan, jadi dia mengerti bagaimana hidup tanpa "mall masa depan." Dia harus bersedia mengorbankan poin saldo miliknya sendiri.


Saat ini Lin xuni memiliki 3.800 poin yang sudah dia kumpulkan dengan susah payah. jika 3000 dipotong maka dia hanya menyisakan 800 poin saja lagi.


Tapi tidak apa-apa, dia bisa mengambilnya lagi. Terlebih lagi dengan dua pria yang saat ini benar-benar membuat dirinya marah.


"Potong dan perbaiki," kata Lin Xuni dalam hati.


("Perbaikan dilakukan, saldo dipotong, "mall" akan hibernasi selama waktu yang tidak ditentukan.")


"Tapi, jika "mall" hibernasi, apakah aku masih bisa mencuri usia untuk poin saldo?" tanyanya.


("Mall" hibernasi, tapi sistem poin masih dapat dilakukan. Namun, perlu waktu untuk pembaruan lanjutan.")


Lin Xuni merasa lega. Yang paling ia khawatirkan adalah kehilangan kemampuan untuk mencuri usia seseorang dan mengubahnya menjadi poin saldo. Ternyata ia masih bisa melakukannya, hanya saja pembaruan akan dilakukan nanti setelah perbaikan selesai.


Setelah itu, pandangan Lin Xuni jatuh pada dua pria di depannya. Ia sangat ingin mencabut usia kedua pemuda bejat itu hingga tetes terakhir.


Namun, ia memandang Fang Xionan yang terus mengawasinya dengan waspada.


"Hmm, nasib kalian berdua masih cukup beruntung. Tapi ini hanya berlaku untuk hari ini. Jika kita bertemu lagi, ucapkan selamat tinggal pada dunia," kata Lin Xuni dengan geram.


Fang Xionan merasakan fluktuasi energi aneh yang berpendar pada tubuh Lin Xuni. Namun, fluktuasi itu semakin meredup dan akhirnya menghilang.


"Oke, karena ini adalah masalah suka sama suka, kita tidak bisa ikut campur. Tapi, kamerad Lin, kau harus dikritik besok dan menulis dokumen tentang ini sebanyak lima rangkap," kata kepala desa.


Lin Xuni tidak terima, tapi saat ini dia hanyalah ayam lemah yang tidak bisa berkutik. Sementara dua pria tadi dibebaskan begitu saja ,mereka berdua hanya perlu membayar denda, lagipula keduanya bukan berasal dari desa yang sama.


Setelah kepala desa menyelesaikan masalah dengan cara itu, semua orang, termasuk Kiki, juga bubar. Fang Xionan tidak banyak berbicara, tetapi dia juga pergi.


Kasus ini selesai dengan cara seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2