Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
31


__ADS_3

Fang xionan menatap ke arah Lin xuni yang pergi. Ia menyadari ada seseorang yang memiliki kemampuan yang belum dia ketahui. Dalam ingatannya, hari kiamat adalah saat di mana banyak kemampuan tersembunyi muncul, dan Fang xionan tidak yakin , kemampuan apa yang bisa dilakukan oleh gadis tersebut.


Yang jelas, energi yang dikeluarkannya tidak terasa baik. Kulit anak yang disentuhnya terlihat pucat dan itu menunjukkan bahwa energinya bukanlah sesuatu yang positif.


"Jadi dia juga memiliki kemampuan?" pikir Fang xionan dalam hati. "Tapi mengapa energinya terasa gelap? Apa yang sedang dia lakukan?"


Dalam hati, Fang xionan merasa bahwa ia telah mengunci targetnya. Ia tidak perlu terburu-buru untuk menyelidiki siapa gadis itu, karena mereka berdua masih berada di desa yang sama. Fang xionan memutar arah dan berjalan menuju sungai.


Tapi ini ,bukan sungai di desa yang biasa menjadi tujuannya. Saat ini dia menuju sungai di dalam gunung, tempat di mana Kiki sebelumnya melakukan check-in.


Saat ia tiba di sungai, Fang xionan merasa kagum dengan kesegaran udara pegunungan. Udara begitu jernih dan bersih, tanpa polusi udara yang mengganggu.


"Udara di sini begitu alami dan menyegarkan," batin Fang xionan. "Sangat berbeda dengan kehidupan di akhir dunia"


 Fang xionan merendam dirinya ke dalam sungai. Air yang menyentuh kulitnya memberinya sensasi nyaman dan menyenangkan.


Sebagai pemilik kemampuan air, ia merasa seperti kembali berada di rumah saat berada di dalam air. Seperti ikan, ia bergerak dan berenang dengan leluasa, menikmati kebebasannya.


"Apakah aku masih bisa mengendalikan air seperti dulu?" pikir Fang xionan. "Aku harus mencobanya"


 Fang xionan memutuskan untuk menguji sejauh mana kemampuan energi air yang dimilikinya sekarang. Ia mengubah posisi tubuhnya menjadi posisi bersemedi, membiarkan energi air mengalir ke dalam dirinya.


Setelah beberapa saat, ia membuka mata dan menghela nafas. "Hanya tingkat dasar," gumamnya dalam hati. Ia merasa bahwa kemampuan airnya jauh berbeda dari saat hari kiamat, di mana ia memiliki kemampuan di level 5.


"Haruskah aku berlatih lebih keras lagi?' batin Fang xionan. "Aku tidak boleh menyerah"


Fang xionan merenung sejenak, berpikir bagaimana ia bisa meningkatkan kemampuan energi airnya. Ia ingat bahwa pada saat hari kiamat, para zombie menghasilkan inti kristal yang meningkatkan kemampuan. Namun, sekarang ia tidak memiliki sumber tersebut.


"Inti kristal zombie... di mana aku bisa menemukan kekuatan yang setara dengan itu?"pikirnya.


Tapi Fang xionan kemudian menghentikan kekhawatirannya. Ia mengingat bahwa ia memiliki waktu seumur hidup untuk mengejar jawaban atas pertanyaan ini. Dengan pikiran yang tenang, ia membiarkan dirinya terapung di permukaan sungai dan merasakan kesegaran air mengelilinginya.


Saat ia berenang seperti ikan di dalam sungai, Fang xionan merasa kembali merasakan kedamaian yang pernah ia rasakan di masa lalu. Sudut bibirnya mengangkat senyum dan ia berpikir bahwa meskipun banyak hal yang berubah, ada juga yang tetap sama.


Fang xionan keluar dari air tapi di dalam kedua tangannya, dia membawa dua ekor ikan yang cukup besar. Ikan-ikan itu tampak segar dan berkilau, ukurannya jauh dari kata kecil. Air masih menetes dari tubuh Fang xionan saat ia mengangkat ikan-ikan tersebut


"pasti enak kan??"


Dengan cepat, tubuhnya menyerap sisa air yang menempel pada kulitnya, membuat pakaian basahnya menjadi kering. Tidak ada tanda-tanda sama sekali jika dia pernah berendam di dalam sungai.


Ikan-ikan yang ia bawa akan menjadi sup makan malam.


"daging yang kemarin masih ada jadi aku tidak perlu mencari daging lagi kali ini ,takut semuanya akan cepat busuk" pikir nya.


Fang xionan tidak peduli dengan apapun selagi masih ada hal yang bisa dia makan.

__ADS_1


Ketika dia melihat buah yang matang, dia juga memetiknya setengah untuk dibawa pulang dan setengah lagi dia makan sambil jalan.


"Ahh inilah yang namanya kehidupan!"pikirnya di dalam hati.


Selagi Fang xionan menikmati keindahan sungai di atas gunung, Lin xuni di Tim pemuda pendidikan sedang menangis.


Lin xuni duduk di kamar dalam rumah pemuda pendidikan,air matanya berlinang saat ia berkata, "Aku merasa diintimidasi oleh Fang xionan di gunung tadi. Padahal aku hanya sedang berbicara dengan anak-anak."


Ling jin yang duduk di sebelahnya mencoba membujuknya, "Mungkin kamu berprasangka saja, Lin. Setahu saya, Fang xionan jarang berinteraksi dengan warga desa."


Fang xionan memang orang yang memiliki karakter buruk dan Dia juga sering mencegah para gadis desa. Tapi itu dulu ketika dia masih bersama Kian.


 Kebelakang ini ada perubahan besar terjadi pada dirinya, bukan saja dia menjadi rajin .Bahkan sekarang kondisi kulitnya lebih baik jika dibandingkan dengan pemuda pendidikan yang berasal dari kota.


Tapi tidak ada alasan untuk Fang xionan mengintimidasi pemuda pendidikan.


Yang tidak diketahui oleh Ling jin adalah Lin xuni yang justru merasa khawatir dan takut saat melihat Fang xionan. Seolah-olah pria itu bisa melihat ada sesuatu di dalam dirinya. Dia menggigit bibirnya dengan cemas dan berpikir, "Apakah dia bisa melihat mall masa depan di dalam tubuhku? Ini tidak mungkin, pasti tidak mungkin!"


Tubuh nya mengigil tanpa sadar.Dia sudah mendapatkan peringatan pertama dari mall masa depan karena berinteraksi dengan Kiki, tapi sekarang dia memiliki ketakutan tersendiri dengan Fang Yan.


Apa ini.


Tidak jauh dari mereka, Gu lenglei ikut memberi pendapat, "Apakah mungkin kau memprovokasi Fang xionan terlebih dulu?"


"Tidak, aku tidak melakukan apapun, huhuhu ,aku..bahkan aku tidak pernah menyapanya, jadi..hiks ..jadi aku tidak tahu alasan mengapa Fang xionan bisa begitu marah."


Gu Lenglei mencoba meredakan situasi dengan berkata, "Tenang, Lin xuni. Aku akan bertanya pada Fang xionan nanti apa masalahnya denganmu."


 "Tidak usah, Gu Lenglei. Aku tidak ingin masalah ini semakin membesar dan membuat warga desa memiliki pemikiran buruk tentang tim pemuda pendidikan." kata Lin xuni dengan pura pura sedih.


Ling jin mencoba memberikan dukungan dengan memegang tangan Lin Xuni


"kamu tidak sendiri. Kami di sini untukmu. Jika ada masalah, kita akan mencoba mencarikan solusinya bersama."


Lin xuni mengangguk dengan air mata masih mengalir di pipinya.


Gu Lenglei menyarankan dengan bijak, "Sebaiknya Lin xuni, kamu menjauh dari pria itu. Reputasinya sudah lama hancur sebagai preman kampung"


Ling jin melirik Fang Yan yang tetap diam sejak tadi. Semua anggota tim pemuda pendidikan tahu akan ketertarikan Lin xuni terhadap Fang Yan.


Ling jin mengedipkan matanya kepada Gu Lenglei, dan tanpa kata-kata, Gu Lenglei langsung mengerti. Dia menyusun rencana dengan cepat, "Xuni, hari ini biarkan Ling jin yang pergi ke dapur. Kamu istirahat dulu. Oh, aku akan membantu Lingling memasak."


Ling jin segera setuju dan berkata, "Ada rebung musim semi yang kita dapatkan kemarin, jadi aku akan menggunakan itu untuk masakan hari ini."


Dengan satu isyarat dari Ling jin, mereka meninggalkan Lin xuni dan Fang Yan sendirian. Kepergian mereka memberi ruang bagi keduanya untuk saling mengenal dan mungkin menumbuhkan perasaan yang lebih dalam.

__ADS_1


Fang Yan tahu apa yang sedang dimainkan oleh Gu Lenglei dan Ling jin. Mereka ingin memberi kesempatan kepada Lin xuni dan Fang Yan tapi Fang Yan sendiri tidak memiliki perasaan khusus terhadap Lin xuni. Dengan diam-diam, dia meninggalkan tempat tersebut.


Sebelum benar-benar pergi, Lin xuni tiba-tiba berbicara, "Fang Yan."


Fang Yan berhenti sejenak dan menoleh ke arahnya dengan ekspresi acuh tak acuh.


Lin xuni berbicara dengan nada sedih, dan matanya basah oleh air mata. "Apakah kau membenci aku?"


Fang Yan menjawab dengan tegas, "Tidak."


Lin xuni lalu mengajukan pertanyaan lain, suaranya penuh keragu-raguan, "Jadi apakah kau menyukai Kiki?"


Pertanyaan itu membuat Fang Yan berbalik dan menatap gadis itu dengan tatapan tajam. Dia menjawab dengan nada yang dingin, "Apakah kau mengikutiku akhir-akhir ini?"


Lin xuni menggelengkan kepala dengan gerakan yang menunjukkan keputusasaan. Jika ini adalah pria lain, mungkin mereka akan tersentuh oleh kesedihan gadis seindah dan secantik Lin xuni yang menangis.Akan ada perasaan ingin melindungi si cantik. Tapi entah mengapa, gaya ini tidak mampu menyentuh hati Fang Yan sedikit pun.


"Kiki jelas menolak, tapi kenapa kau masih bersikeras untuk mengejarnya.Dia ..dia itu tidak layak sama sekali!"


Fang Yan merasa sedikit marah, tetapi dia tidak akan pernah memukul seorang wanita. Dengan nada tegas, dia berkata, "Ini bukan urusanmu sama sekali, dan jangan sekali-kali berpikir untuk mencampuri urusanku."


Fang Yan bergerak untuk meninggalkan tempat itu, tetapi tiba-tiba Lin xuni bangkit dan memeluknya dari belakang sambil menangis. Dia berbicara dengan suara bergetar, "Apa yang kurang dari diriku? Apakah aku tidak cantik? Katakan saja ,dan...dan aku akan berubah."


Fang Yan merasa bingung oleh tindakan ini. Dia tidak membenci Lin xuni, tetapi juga tidak merasakan perasaan khusus terhadapnya sebagai lawan jenis. Dia berusaha melepaskan pelukan Lin xuni dengan lembut dan berkata, "Hormati dirimu sebagai seorang wanita. Jangan pernah berpikir untuk merubah segalanya. Hati tidak bisa dipaksakan."


"Tidak mau "


Fang Yan melepaskan pelukan Lin xuni dengan paksa, tetapi Lin xuni tidak terima. Dia malah mempererat pelukan itu lebih erat. Fang Yan dengan suara sedikit meninggi berkata, "Aku tidak pernah memukul wanita tapi pasti akan ada pengecualian."


Kata-kata tersebut seolah menjadi sinyal, pelukan Lin xuni pun akhirnya terlepas dan Fang Yan segera berjalan meninggalkan tempat itu tanpa berbalik lagi.


"Ahhh Huhuhu...huhuhu..!"


Lin xuni terus menangis, kecewa dan patah hati. Dalam hatinya, dia bertanya-tanya, "Aku sudah berusaha, tapi mengapa masih gagal? Apa yang salah dengan diriku? Kenapa Fang Yan tidak bisa tergerak?"


Sementara Lin xuni masih terlalu larut dalam kesedihannya, gu Lenglei dan Ling jin diam-diam mengintip dari balik pintu dapur. Keduanya terkejut oleh adegan yang baru saja mereka saksikan.


Ling jin menutup mulutnya untuk menahan diri agar tidak berteriak kaget. Begitu juga dengan gu Lenglei, yang tidak menyangka bahwa situasi akan menjadi begitu rumit.


Di tahun 70-an ini, perilaku yang kasar atau hooliganisme dianggap sangat tidak pantas. Kontak fisik yang tidak diinginkan antara lawan jenis sering kali dianggap sebagai perilaku hooligan.


 Namun, biasanya hooliganisme melibatkan pria yang mesum dan kasar. Oleh karena itu, tindakan Lin xuni yang memeluk Fang Yan bisa dianggap sebagai perilaku hooliganisme, karena mereka bukan pasangan resmi atau memiliki hubungan yang diakui.


Jika di dunia modern, ini akan masuk dalam kasus pelecehan dan tindakan pemerkosaan dengan niat.


Tapi masalahnya adalah bahwa Lin xuni adalah seorang gadis dan Fang Yan adalah pria, sehingga situasinya menjadi semakin rumit.

__ADS_1


Tidak pernah ada laporan tentang hooliganisme yang dilakukan oleh seorang gadis sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa Ling jin dan gu Lenglei begitu terkejut dan hampir tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


__ADS_2