
Setelah hari di mana Fang Xionan mengatakan kedaulatannya pada Kiki, dia memang melakukan tindakan yang mengarah ke arah itu.
Misalnya, ketika Kiki mendapatkan pekerjaan di ladang, bukannya mengerjakan tugas yang dialokasikan kepadanya terlebih dahulu, Fang Xionan malah membantu Kiki menyelesaikan pekerjaannya sampai selesai. Baru kemudian dia melakukan pekerjaan yang sudah dialokasikan.
Awalnya Kiki tidak nyaman, jadi dia pergi pada Yang Guiha.
"Bibi, tolong beritahu pada putramu jangan melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Aku hanya memberikan peringatan, tapi jangan salahkan aku jika aku melakukan tindakan yang ekstrem," kata Kiki pada waktu itu.
Yang Guiha adalah wanita tua, tetapi dia dinasehati oleh seorang gadis yang bahkan belum berusia 15 tahun. Ini adalah hal yang paling memalukan baginya.
Tapi karena Fang Xionan tidak mengindahkan nasihatnya, maka dia harus menelan rasa ketidaknyamanan ini ke dalam dada.
Apapun yang terjadi, Fang Xionan adalah putranya, jadi dia harus memenuhi permintaan putranya, meskipun permintaan itu sepertinya tidak masuk akal.
Jadi Yang Guiha melebarkan senyumnya dengan terpaksa dan berkata, "Nak Kiki, surat perjanjian itu mengatakan 100 meter, kan? Tapi sepertinya putraku tidak melanggar jarak itu. Lihat dia bekerja, dan hem... Ayo kita hitung, mungkin lebih dari 100 meter kali, ah."
Beberapa wanita tua yang mendengar itu juga merenung arti yang diungkap oleh bibi Fang. Setelah menyadari hal itu, mereka buru-buru mengatakan hal yang sama.
"Iya, benar, kupikir jaraknya lebih dari sini ke sana itu sudah lebih dari 100 meter. Jadi anak itu tidak melanggar aturan sama sekali."
"Kiki, mungkin ini adalah cara dia untuk bertanggung jawab padamu. Ah, kalian adalah pasangan muda yang malu-malu. Aku jadi ingat kami ketika muda dulu, hahaha."
"Ya, tapi tidak kusangka jika Xionan adalah pemuda yang bertanggung jawab. Kupikir dia berubah setelah menemukan targetnya."
"Kiki, tidak apa-apa, dia adalah calon laki-lakimu. Biarkan saja dia mengeluarkan tenaganya sedikit. Jika sudah menikah, laki-laki tidak akan seperti itu lagi di masa depan."
"Hei, bla... bla..."
Pada akhirnya, pembicaraan berfokus pada seberapa bertanggung jawabnya Fang Xionan dan betapa beruntungnya Kiki mendapatkan pasangan seperti itu. Hanya Kiki yang merasakan bahwa paru paru nya sekarang sudah penuh.
Benci banget.
Hanya perlu 2 jam bagi Fang Xionan untuk menyelesaikan pekerjaan lapangan untuk Kiki. Namun, tidak sampai 1 jam kemudian dia sudah datang lagi ke tempat Kiki, di mana gadis itu sedang beristirahat.
Faktanya, Kiki tidak sedang istirahat; dia hanya duduk-duduk santai di sana karena pekerjaannya sudah diambil alih oleh Fang Xionan. Pria yang baru saja dibicarakan oleh beberapa bibi ini nyatanya sudah berani duduk dengan jarak 2 meter dari gadis itu.
Kiki tidak tahu sebenarnya Fang Xionan berada dekat dengannya seolah-olah dia merasakan ada aura negatif yang berkeliaran. Meskipun tidak menambah energi, tapi kelelahan dan segala hal yang dialami oleh tubuh fisik segera hilang, dan dia merasa berenergi kembali.
Kenapa sekarang Fang Xionan tidak mematuhi batasan 100 meter itu?
"Istri, apa kau bawa makan siang?" kata Fang Xionan yang bahkan tidak menatapnya. Pria itu benar-benar menutup matanya seraya mengadakan tangan.
Tentu saja, Kiki tidak terima di sebut istri, ditambah lagi, pria ini datang untuk meminta makanan? Benar-benar sudah gila dia.
"Heh, makan siang apa? Aku bukan istrimu. Kalau kau lapar, pulang saja. Kenapa minta-minta di sini? Emangnya kau pengemis?" kata Kiki yang langsung marah.
Beberapa orang menyaksikan adegan itu, tapi mereka hanya membuang muka. Bagi mereka, sudah biasa bagi pasangan jika sesekali bertengkar. Sebagai orang luar, mereka juga tidak memiliki hak untuk ikut campur.
__ADS_1
"Istriku, jika bukan kau, istriku, siapa lagi? Ayo, cepatlah, aku lapar."
"Kau..."
Kiki pikir pria ini benar-benar gila dan tidak bisa di lawan. Jadi dia memutuskan untuk pergi dari situ, apalagi pekerjaannya juga sudah selesai.
Tapi siapa itu Fang Xionan, bagi penduduk desa, dia adalah pria kasar dan tidak tahu malu. Awalnya agak risih juga menyandang status seperti itu, tapi sekarang benar-benar memberikan jalan untuk mencari celah.
Kiki berjalan kesal, tapi beberapa langkah saja kakinya terpelintir dengan tiba-tiba. Akibatnya, dia jatuh ke tanah. Tapi sebelum ada rasa sakit di pantatnya, dia terkejut.
"Lho, kok nggak sakit?" pikirnya. Ketika dia membuka mata, betapa terkejutnya Kiki melihat sosok wajah yang diperbesar karena terlalu dekat.
"Ahh, Fang Xionan?? Lepaskanlah!"
Sementara Kiki menjerit, sistemnya juga menjerit dengan tidak kalah meriahnya.
("Selamat karena sudah menyentuh pria keberuntungan, dapatkan hadiah sepasang sepatu kats.")
Fang Xionan benar-benar melepaskannya setelah itu, namun kemudian dia menariknya untuk duduk kembali di bawah pohon. Niatnya sih untuk melihat apakah Kiki itu baik-baik saja atau terluka.
Bisa dikatakan Fang Xionan lah yang mengirimkan Kiki beberapa tetes air agar gadis itu jatuh dan bisa dia tangkap hanya demi untuk menyentuhnya sesaat. Sengaja atau tidak, yang jelas sejak Fang Xionan menarik Kiki ke bawah pohon, sudah ada beberapa pemberitahuan sistem yang berlanjut.
("Selamat karena sudah menyentuh pria keberuntungan, dapatkan sekotak keju.")
("Selamat karena sudah menyentuh pria keberuntungan, dapatkan sepotong madu Afrika liar.")
("Selamat karena sudah menyentuh pria keberuntungan, dapatkan jam tangan mode Swiss army.")
Di sisi Fang Xionan, dia merasa nyaman dengan keberadaan mereka yang begitu dekat. Secara bertahap, dia mulai merasakan kehangatan di bawah perutnya yang berputar-putar, meskipun tidak begitu kuat.
Semakin ke sini, dia semakin yakin jika Kiki adalah sumber energi yang diperlukan untuk terus meningkatkan kemampuannya. Namun, dia juga semakin sadar bahwa dia hanya akan menjadi hooligan nyata jika memperlakukan gadis ini dengan cara yang salah. Jadi, dia harus membujuk Kiki untuk menjadi pasangan resmi.
"Apa kau sudah baikan, istri?" tanyanya dengan serius. Kiki benar-benar akan menjadi istrinya di masa depan, jadi dia harus memperhatikan kondisi istrinya ini agar selalu fit. Tapi jika dilihat lagi, Fang Xionan tidak begitu menyukai tubuh kurusnya.
"Tidak perlu khawatir, aku akan mengirimkan dia uang dan daging, buat dia segemuk dewa dapur sebelum tahun baru," pikir Fang Xionan sambil tersenyum.
Dia pikir ini adalah senyum terbaiknya, tapi siapa sangka jika Kiki berpikir ini adalah senyum iblis yang beralih profesi menjadi malaikat?
"Fang Xionan, aku ke kantor polisi besok dan... dan...!"
Betapa inginnya Kiki mengatakan, "Dan kau akan segera membusuk di penjara." Tapi dia tidak jadi, karena dia adalah pria keberuntungan Kiki.
"Lapor saja, nanti aku keluar lagi, dan ini masih akan sama lagi. Oh, istri, hari ini tidak apa-apa, tapi besok bawa lebih banyak nasi. Jika tidak, aku akan makan siang di rumahmu," kata Fang Xionan yang tidak tahu malu.
"Tidak akan," jawab Kiki.
Segera...
__ADS_1
("Selamat karena menyentuh pria keberuntungan, dapatkan sebotol minuman bersoda rasa blueberry.")
Ini karena Fang Xionan sedang menepuk kepala Kiki. Baru setelah itu, Fang Xionan benar-benar pergi meninggalkan Kiki, di mana dia pada akhirnya menggunakan waktu tersebut untuk membantu ibunya sendiri.
Kebetulan sekali, Yang Guiha mendapatkan pekerjaan untuk mengikat barang yang satu tim dengan Lin Xuni dan Fang Yan.
Melihat putranya datang mendekat, dia berseru, "Oh, apakah pekerjaanmu sudah siap?"
"Sudah!" jawab Fang Xionan pendek sambil melirik Lin Xuni.
Lin Xuni takut dengan Fang Xionan sejak kejadian terakhir di gunung. Dia memperkecil bahunya dan bersembunyi di belakang punggung Fang Yan.
Yang Guiha mundur beberapa langkah untuk memberikan kesempatan bagi putranya mengambil pekerjaan. Seorang bibi yang dikenalnya menepuk bahunya dan berkata, "Ajaranmu pada dia tidak sia-sia. Kau sekarang memiliki putra yang berbakti."
Yang Guiha tersenyum senang lagi, tapi kemudian dia ingat jika putranya ini masih keras kepala. Dia juga melihat jika pagi-pagi sekali Fang Xionan sudah lebih dulu mengerjakan tugas Kiki. Jadi artinya dia belum menghentikan niatnya untuk mengejar gadis itu.
Sementara itu, Fang Yan sama sekali tidak senang dengan pujian orang-orang. Dulu, mungkin dia akan memberikan beberapa kata-kata untuk menenangkan, namun sekarang tidak ada pujian atau makian yang bisa dia keluarkan. Fang Yan adalah pria asli yang lahir di era ini, jadi secara sadar dia juga memiliki pemikiran dan ideologi yang sama seperti orang lain di tahun 70-an. Dia tidak akan pernah mengerti pemisahan antara pelecehan dan bantuan.
Bagi seorang pria seperti dia, Kiki bukan lagi gadis yang murni, kepolosannya benar-benar telah dilanggar. Cinta apa pun yang dia miliki untuk Kiki, hal ini masih mempengaruhi cara dia memikirkan apa yang akan dikatakan keluarganya nanti jika mereka mengetahui calon istri sebenarnya memiliki reputasi buruk di desa. Jadi dia mencoba menekan pemikirannya sendiri dan berpikir masih ada begitu banyak gadis yang memiliki reputasi baik. Jadi kenapa harus menunggu Kiki juga.
Lin Xuni mengerti jika pikiran Fang Yan sudah mulai teralihkan secara bertahap. Sambil bersembunyi dari pandangan Fang Xionan, dia berbisik kecil sehingga hanya Fang Yan saja yang bisa mendengar suaranya.
"Pantas Kiki tidak mau menikah, dia terlalu keras, terlalu menakutkan. Bulu kudukku merinding," bisik Lin Xuni.
"Jika kau lelah, pulang saja. Tidak ada yang menyuruhmu di ladang," kata Fang Yan ketus.
"Kakak, aku akan pulang, tapi katakan apa yang ingin kau makan untuk siang ini. Aku masih punya sepotong daging sisa semalam."
"Tidak perlu, aku akan mengurus makananku sendiri," kata Fang Yan lagi, yang membuat Lin Xuni kesal.
Dia berkata di dalam hati, "Jual mahal saja sekarang. Nanti jika kau sudah menjadi milikku, maka kau harus berlutut jika kau menginginkan sesuatu, hehehe." Tapi di permukaan, dia berkata, "Aku memberikan barang untuk orang yang aku suka, Kakak Fang. Mungkin tidak hari ini, tapi suatu hari aku yakin kau pasti akan mengerti betapa tulusnya aku kepadamu."
Setelah mengatakan seperti itu, dia kembali ke tim pemuda pendidikan. Lin Xuni tidak tinggal di tim pemuda pendidikan, tapi mereka masih makan bersama-sama. Sekarang semua orang sudah setuju jika dia akan menjadi koki eksklusif untuk tim pemuda pendidikan sejak saat itu. Jadi dia segera mengerahkan kemampuan memasaknya dan mendapat pujian.
Tidak sulit menaklukkan perut pemuda pendidikan di dalam tim mereka, tapi mengapa hal itu tidak berlaku untuk Fang Yan? Apakah Kiki memiliki sesuatu di tubuhnya sehingga dia sulit untuk ditolak?
"Sistem, aku ingin bertanya, apakah Kiki juga memiliki sistem yang sama?"
("Sistem Mall Masa Depan adalah satu-satunya sistem, dan tidak ada sistem yang seperti ini di dunia.")
"Ah, jadi hanya aku yang punya sistem? Tapi kenapa juga semuanya tidak mempan?" pikirnya heran.
Sistem Mall Masa Depan sebenarnya juga tidak bohong, memang hanya dia satu-satunya sistem yang mengadopsi Mall itu. Tapi ada sistem dengan karakter lain, seperti sekarang adalah sistem check-in milik Kiki.
Pada dasarnya, Lin Xuni sudah puas dengan jawaban itu, dan dia harus bersabar dan menahan beberapa waktu lagi untuk benar-benar mengambil hati Fang Yan.
Semua kejadian di desa terjadi seperti itu dan tidak ada yang berbeda.. Sampailah malam tiba, di mana ada bunyi gedebuk yang keras di halaman rumah Kiki. Ketika Kiki melihatnya dia jadi tercengang.
__ADS_1
Sepotong daging benar-benar tergeletak begitu saja di halamannya tanpa ada pemilik.
Siapa lagi pelakunya jika bukan Fang xionan.