Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
71


__ADS_3

Ketika Kiki dan yang lain pergi bekerja di ladang seperti biasa, gosip segera menyebar dari mulut ke mulut. Katanya, Keluarga Fang berpisah karena penolakan Fang Jiasheng untuk mencari tahu ke mana Fang Xionan pergi.


Dan kau tahu kan, kenapa Fang xionan pergi?ini karena Kiki.


Kiki sebenarnya tidak ingin ikut campur dan juga tidak ingin mencari tahu, tapi seseorang mendatanginya dan berbicara tanpa berpikir lebih lanjut.


Hari ini , mereka masih penen kacang kedelai,jika sukses,maka besok mereka akan menjemur biji bijian.Setelah pengiriman ke stasiun pengumpulan biji-bijian, warga bisa mendapatkan bahan makanan yang Isa juga di tukar dengan tiket dan uang.


Jadi semua orang sedang bersemangat ,ketika seseorang datang pada Kiki dengan gerakan sok.


"Kiki, gadis kota, kan? Tapi kamu begitu sempurna menjadi cantik di sini," kata Song Dali, gadis yang kemarin tidak bisa membuat dapur di rumah Kiki.


"Kakak Song, Kiki... Kiki tidak tahu apa yang terjadi, kenapa Kakak libatkan dia dalam masalah ini?" kata Ling Jin.


Dia pergi ke ladang lebih awal dari Kiki, jadi dia sudah mendengar desas-desusnya, tapi Kiki, yang benar-benar tidak ingin berinteraksi dengan warga desa, tidak mengetahui kabar itu.


Baru saja Kiki mendengar nya tapi dia bersikap acuh tak acuh dan teruslah bekerja.


"Lingling, apa karena kamu tinggal di rumahnya, jadi kamu membela dia sekarang? Apa kamu tahu dia sekarang sudah mencemarkan reputasi dari tim pemuda pendidikan?" katanya dengan emosi.


"Kakak Song..."


Merusak reputasi pemuda pendidikan, adalah sebuah tuduhan yang tidak bisa dikatakan kecil.Jika Kiki masih tetap diam dengan tuduhan semacam ini maka dia akan ditekan di desa dan juga di bully oleh tim pemuda pendidikan.


Dia segera memotong pembicaraan Lingling.


"Kakak Song, aku melihat kamu lebih tua, tapi sekarang aku pikir kamu tidak layak sama sekali. Jika mereka melakukan pemisahan, apa hubungannya dengan aku?" kata Kiki yang tidak lagi diam.


Diam bukan berarti lemah. Oke, dia diam hanya tidak ingin membuat masalah menjadi lebih rumit, tapi ketika dia diam, orang malah menganggapnya penakut.


"Kiki, jangan pikir aku tidak tahu dengan pemikiranmu? Semua orang tahu dengan ideologimu di mana jika kamu akan merekrut. Kau gila, Kiki, gila. Fang Xionan pasti mendengarkanmu, jadi keluarga bahagia itu berpisah karena mu kan?"


Kiki baru saja mendengar kisah perpisahan keluarga itu, tapi sekarang dia dihubungkan dengan alasan perpisahan itu.


Bah,mereka hanya mencari masalah.


"Kakak Song, jaga ucapannya. Ada pepatah yang mengatakan mulutmu adalah harimaumu. Kupikir kamu ingin belajar dari pepatah itu, kan?" kata Kiki.


Dia tidak pernah berkelahi dengan wanita, bertarung dengan menarik rambut satu sama lain, dan berguling-guling di tanah. Itu bukan gayanya.


Berkat kerja keras di ladang, bukunya juga sudah keras, apalagi tekwando dasar yang dipelajari di SMA dulu. Meskipun tidak bisa melawan pria dewasa, tapi jika ini diarahkan sesama gadis, maka dia belum tentu kalah.


Tangannya sudah gatal.


"Apa? Apa kamu pikir aku takut? Aku, Song Dali, tidak takut dengan kapitalis. Kamu... kamu... Jangan pikir aku punya uang, jadi kamu bisa bersikap semaunya di sini?" pekik Song Dali dengan keras.


"Oh, bisa, aku bisa, Kakak. Takut tandanya salah, berani karena benar."


Pekerjaan di ladang baru saja dimulai setengah jam yang lalu, tapi pertengkaran sudah terjadi di sisi Kiki. Mau tidak mau, beberapa orang menarik kepala desa dan membuat Kapten juga datang untuk melerai.


"Kiki, jangan bikin masalah, oke?" kata kepala desa dengan kepala berat.

__ADS_1


Baru saja masalah perpisahan keluarga Fang berakhir, sekarang dia menghadapi masalah pertengkaran antara keduanya.


Ah, kapan pekerjaan menjadi kepala desa ini menjadi begitu berat.


Kiki menatap kepala desa dengan kaget. Dia berkata, "Kepala desa, rupanya kau sudah semakin tua, dan penilaianmu terhadap masalah juga semakin memburuk. Kau tidak memberikan pendudukmu solusi, tapi sudah menyalahkan tanpa bukti."


"Gadis Kiki, kepala desa tidak bermaksud seperti itu. Ini..."


Belum selesai kepala desa berbicara, tiba-tiba sebuah mobil polisi datang, mengagetkan semua orang.


Jelas ini adalah mobil polisi yang sama dengan yang datang kemarin dengan tuduhan Kiki sebagai spekulasi.


Tapi kenapa mereka datang lagi?


Mobil adalah sebuah transportasi yang jarang dilihat oleh warga desa, jadi beberapa anak segera turun mendekat dan berkerumun melihat keberadaan mobil itu, sementara orang yang berada di dalam mobil bergerak turun dari mobil seraya mengusir anak-anak pergi agar mobilnya tidak lecet.


Bukan karena sombong, tapi karena mobil memang mahal saat ini. Selain itu, ini adalah mobil negara, bukan mobil pribadi.


Kepala desa dan Kapten tim menggelengkan kepala lagi. Sepertinya pekerjaan mereka masih akan banyak karena kedatangan mobil polisi ini.


Namun, begitu keduanya mendekat dan memamerkan senyum keramahan.


"Pak polisi, ada apa datang ke desa kami? Sepertinya masalah kemarin sudah selesai, kan?"


Kebetulan sekali yang datang adalah polisi yang sama. Ada sedikit rasa malu dan penyesalan dalam senyumnya, tapi dia berkata, "Sebenarnya aku tidak ingin datang, tapi seseorang melaporkan jika saudari Kiki melakukan tindakan kapitalis. Ah, ini begitu merepotkan sekali, tapi karena sudah ada pelaporan, jadi kami harus datang untuk memeriksa."


Mendengar apa yang dikatakan oleh polisi, semua orang yang hadir mengelilingi mobil tersebut tercengang lagi.


Sementara itu, Kiki yang dianggap sebagai biang keroknya ternganga dan tidak percaya jika seseorang melaporkannya dengan tuduhan kapitalis. Dengan cepat, pandangan berubah menjadi Song Dali.


Wajah Song Dali yang tadinya muram tiba-tiba berubah menjadi cerah. Hanya dengan cara itu, dia mengakuinya dengan terang-terangan.


"Ini... tuduhan berat, tapi siapa yang melaporkannya?" kata kepala desa.


"Masih dari pemuda pendidikan juga. Dalam laporan disebutkan, Kiki makan daging setiap hari. Dia bahkan menjual kotak makan siang pada pemuda pendidikan lain," kata polisi, yang juga ingin memanggil pemuda pendidikan terkait, Gu Lenglei dan Fang Yan.


Membeli dan menjual artinya spekulasi, pembeli dan penjual juga akan dituntut dengan kesalahan dan hukuman yang sama.


"Pak polisi, aku bisa menjelaskan di tempat agar warga tidak salah paham," kata Kiki, yang langsung ada di depan polisi.


Polisi mengerutkan dahinya. Seharusnya tersangka dibawa ke kantor untuk diinterogasi lebih lanjut, tapi gadis ini ingin menjawab di tempat.


Tapi tidak apa-apa, ini malah akan lebih menghemat waktu dan tenaga.


Dia segera mengambil pulpen dan kertas untuk menulis laporan."Oke, lanjut kan"


"Aku makan daging itu benar, memberikan kotak makan siang pada pemuda pendidikan juga benar, Pak polisi," kata Kiki.


Polisi segera berhenti menulis. Dia pikir ini adalah pembelaan, ternyata ini adalah pengakuan terang-terangan.Ini benar-benar berani sekali.


"Ehem, ehem, lanjutkan," katanya.

__ADS_1


"Desa kami memang desa miskin, tapi sebenarnya kami kaya dengan harta di gunung. Pak, tahu tidak, ada masalah di tim pemuda pendidikan sehingga mereka tidak bisa memasak. Kebetulan sekali, dua pemuda pendidikan yang disebutkan tadi adalah orang yang dikirim bersamaan waktu denganku. Jadi, hubungan kami relatif baik, hanya saja mereka itu adalah para pria, dan aku ini adalah wanita."


Kiki memberikan alasan bahwa keduanya meletakkan jatah makan mereka di rumah Kiki, alih-alih di tim pemuda pendidikan, untuk menghindari perbedaan pendapat yang lebih besar. Tetapi karena perbedaan jenis kelamin, dia tidak bisa membiarkan mereka untuk memasak atau makan di rumahnya, akibatnya mereka memberikan dia jatah makan itu dan datang untuk mengambil kotak makan siang itu setelah Kiki selesai memasaknya.


Mengenai daging, itu juga benar, tetapi bukanlah daging seperti yang dibayangkan orang-orang.


"Mereka adalah pria besar, jadi setelah bekerja di ladang, mereka pergi ke gunung terkadang membawa sesuatu seperti ular, kodok, atau kelinci."


"Aku juga punya beberapa sayuran di kebun kecilku, dan itulah mengapa makanan dalam kotak makan siang itu beragam. Alasan mereka menyukainya karena aku pandai masak." kata Kiki lagi.


Segera, warga desa memberikan komentar satu per satu, dan melalui komentar mereka, diketahui bahwa ada masalah dengan tim pemuda pendidikan dalam beberapa waktu terakhir.


Segera Gu lenglei dan Fang Yan juga memberikan kesaksian yang sama sehingga masalah ini segera di selesai kan.


Awalnya hanya gu Lenglei saja tapi setelah kelezatan yang di rasakan, Fang Yan segera meminta kotak makanan siang juga.Dengan pesanan sabun,dia sekarang tidak lagi kekurangan uang.Jadi dia mau membayar sejumlah uang untuk makanan.


Bisa saja pergi ke kabupaten untuk makan di restoran milik negara tapi siapa yang mampu pergi ke kota setiap jam makan siang. Jadi pada dasarnya membeli sekotak makanan untuk 3 kali makan adalah hal yang lebih bagus, untung saja Kiki tidak menolak.


Tapi mereka segera mendiskusikan tentang alasan pengiriman kotak makan siang ,dan ini persis seperti yang di sebut oleh kiki.


Di katakan tidak ada penjualan dan pembelian di antara mereka.


"Oke, jika begitu, tidak ada masalah spekulasi kan, tapi masalah kapitalis juga adalah masalah besar. Ada kelompok Ban Merah yang akan memeriksa rumahmu. Oh, itu mereka datang," kata polisi lagi setelah mendengar dan mencatatnya.


Pada saat yang sama, beberapa orang yang mengendarai sepeda tiba di lokasi, dengan sikap yang arogan. Mereka adalah sekelompok anak muda yang mengikat pita merah di lengan masing-masing.


Kiki melirik kelompok ini dan berpikir bahwa masa depan mereka benar-benar suram.


Kelompok Ban Merah sebenarnya terdiri dari anak-anak yang seharusnya masih sekolah. Tetapi karena kelompok ini tidak dianggap melanggar hukum, mereka menyukainya dan ikut-ikutan begitu saja. Lagipula, dengan mengikuti kelompok ini, mereka bisa makan enak dan terkadang mendapatkan sedikit uang.


"Mana rumahnya, Kamerad Kiki?" kata salah satu dari mereka begitu turun dari sepeda.


Fang Yan dan Gu Lenglei segera pucat pasi. Masalah dengan polisi dan kelompok Ban Merah berbeda.


Ketika ada masalah dengan polisi, mereka harus menulis dan mencatat sesuatu mengenai sebab dan akibat penyerangan. Namun, jika ini melibatkan kelompok Ban Merah, mereka selalu arogan karena tindakan mereka tidak dianggap melanggar hukum.


Terkadang, ketika rumah seseorang dilaporkan dan kelompok Ban Merah datang ke rumah, rumah biasanya akan digeledah dan terkadang bahkan rusak. Tidak masalah apakah barang ditemukan sebagai bukti atau tidak, karena kelompok ini tidak akan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Bahkan jika tuan rumahnya terluka oleh mereka.


Karena itu, beberapa orang yang memiliki motif jahat terkadang membayar kelompok ini agar dapat menyalahkan orang lain. Mereka hanya perlu menaruh beberapa bukti palsu dan mengklaim bahwa bukti itu ditemukan di sana.


Jadi, kelompok ini jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan polisi. Namun, Kiki tidak takut. Dia maju untuk membiarkan kelompok ini dan polisi pergi ke rumahnya.


Ling Jin juga ikut serta, dan beberapa warga yang tadinya sedang bekerja juga mengikuti dari belakang. Mereka ingin tahu apakah Kiki benar-benar memiliki sikap kapitalis atau tidak.


"Pasti dia akan tertangkap karena dia mendapatkan kiriman paket yang cukup besar setiap bulan. Aku pikir kelompok Ban Merah akan menemukan barang-barang itu, bukankah itu bukti perilaku kapitalis?" kata seseorang.


"Iya, aku dulu pernah bilang kalau dia harus lebih berhati-hati dan berbagi makanan dengan kita, supaya kami tutup mulut. Tapi lihat saja, dia makan daging setiap hari," kata yang lain.


"Aku pernah melintas di depan rumahnya, dan bau daging itu sangat harum. Bagaimana mungkin itu bukan tanda kapitalis?" komentar yang lainnya.


Aku tidak tahu apa yang dipikirkan orang lain, tapi sebenarnya aku berpikir kapitalis adalah sikap yang menunjukkan seseorang kaya. Tidak masalah jika Anda kaya dan tidak memamerkannya. Namun, jika Anda tinggal di lingkungan orang miskin dan tampaknya satu-satunya yang kaya, itu akan dianggap sebagai perilaku kapitalis.

__ADS_1


Diantara mereka, sebenarnya Fang Xionan ada di sana, tetapi dia tidak bergerak sama sekali. Bukan karena dia tidak ingin membantu, tetapi justru karena dia tahu bahwa di rumah itu tidak akan ditemukan apa pun. Jika ada yang membuat Kiki terlihat seperti kapitalis, itu pasti ada dalam dirinya, bukan di rumah.


Kemanapun mereka pergi untuk menggeledah rumah itu, mereka pasti tidak akan pernah menemukan apapun.


__ADS_2