
Karena waktu Xu Jiming terbatas, Kiki dengan tulus membungkus beberapa hal baik untuk dibawa kakak sepupunya kembali ke kota Qingchen. Xu Jiming telah berada dalam perjalanan untuk kembali ke kota, selain membawa barang-barang untuk dikirim ke rumah paman, ada juga beberapa produk hand and body lotion yang dikatakan oleh Kiki sebelumnya.
Kiki menjelaskan, "Ini adalah produk baru, stoknya tidak banyak. Tapi karena kamu tidak perlu membaginya dengan desa, keuntungan dan kerugian adalah milikmu sendiri."
Kiki tersenyum dan melanjutkan, "Kakak, jika ini berhasil, maka aku harus berterima kasih kepadamu, kan?"
Xu Jiming tersenyum dan menjawab, "Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu jika ini berhasil. Ini bisa menjadi pendapatan sampingan yang bagus untuk keluarga kami."
Sambil melanjutkan pekerjaan membungkus, Kiki juga menambahkan beberapa permen dan beberapa batang coklat untuk dua keponakan di rumah. Sambil mengemas produk-produk itu, Kakak sepupunya menceritakan tentang kondisi rumah setelah Kiki pergi.
Dia menjelaskan, "Xu Jie benar-benar tinggal di pabrik besi dan baja. Itu tidak bisa disembunyikan dari telinga ibu tirinya, dan dia sangat marah. Dia berkata bahwa Kakak Kiki adalah serigala bermata putih, jelas dia sudah mendapatkan pekerjaan baru, dan itulah sebabnya dia berani mengeluarkan diri dari Kartu Keluarga."
Sementara itu, Xu Lin telah menggantikan kakaknya di pabrik dan diberi sepatu. Namun, cara kerjanya tidak begitu baik, karena sebenarnya dia tidak pernah bekerja sebelumnya. Dia kerap melakukan beberapa kesalahan di pabrik dan ditegur oleh atasan beberapa kali hanya dalam durasi 2 bulan bekerja saja.
Ayah kiki dan ibu tiri sering bertengkar karena ini, apalagi dua anak kandung sudah memisahkan diri karena hasutan ibu tiri.Mungkin Xu xin sudah mulai sadar kesalahan yang sudah dia buat tadi sayangnya itu sudah terlalu lamban.Hati anak-anak sudah pun dingin pada nya.
Kiki tersenyum mendengar kisah itu dan berkata dengan acuh tak acuh, "Ini adalah pembalasan bagi orang yang tidak tahu berterima kasih. Semoga ayah jelek itu tahu siapa orang yang baik dan siapa yang buruk dari kejadian ini."
Setelah mengemas semua barang yang bisa dibawa, Kiki dan kakak sepupunya berjalan kembali menuju tempat truk lintas provinsi tersebut berada. Tiba di depan pintu gerbang desa, mereka disambut dengan hangat oleh Kepala desa dan sekretaris desa.
Kepala desa segera memberitahu Xu Jiming bahwa semua produk sudah dipersiapkan dan dia berharap bisa terus bekerja sama untuk mendapatkan pemesanan di masa depan. Kakak sepupu Kiki tersenyum dan menjawab, "Aku juga berharap kerjasama ini akan berlanjut, dan tolong bantu aku untuk menjaga sepupuku di desa ini."
Sekretaris desa ikut berkomentar, "Kiki adalah gadis yang baik, karena dialah yang mengusulkan ide untuk mengembangkan produksi sabun ini dan mencari pendapatan baru untuk desa."
Kepala desa menambahkan, "Apa yang telah Kiki lakukan sesuai dengan visi pemerintah saat ketika membentuk tim pemuda pendidikan. Desa kami akan berkembang pesat jika ada lebih banyak orang dengan pemikiran seperti Kiki. Saat ini, berkat bantuan dan pemikiran Kiki, desa kami mendapatkan tambahan pendapatan yang berarti."
Xu Jiming tersenyum dan menyetujui, "Benar sekali, tapi perkembangan ini juga tidak bisa terwujud tanpa dukungan dari pihak desa. Aku sangat menghargai semua yang telah kalian dilakukan."
Setelah berbicara beberapa patah kata lagi, Xu Jiming akhirnya naik ke dalam mobil dan meninggalkan desa Qingyuan bersama dengan beberapa produk yang akan dijual di koperasi pemasukan dan pengadaan di kota Qingchen.
Setelah mengirimkan Kakak sepupunya pergi, Kiki merasa lega, namun tak disangka, beberapa Bibi yang ahli dalam gosip tiba-tiba mendekatinya. Salah satu dari mereka langsung bertanya dengan bersemangat, "Gadis Kiki,Apakah kakak sepupumu sudah memiliki pasangan?"
Kiki mendengar pertanyaan tersebut, dia segera menyadari apa yang sebenarnya mereka ingin tahu. Kiki menggelengkan kepala dan menjawab, "Kakak sepupuku sudah memiliki dua anak sekarang."
Jawaban ini membuat semangat para bibi di desa yang masih lajang meredup. Mereka masing-masing ingin memperkenalkan putri-putri mereka kepada kakak sepupu Kiki, siapa tahu dia mungkin tertarik.
Tapi sayangnya,dia sudah beristri dan memiliki anak-anak juga.
Sayang sekali.
Setelah meninggalkan kelompok wanita tua tersebut, Kiki tiba tiba saja melihat kehadiran San Mio dan San Mila yang berada di sudut paling jauh. Terlihat jelas bahwa kedua saudari ini ingin mendekat, tetapi mereka juga khawatir akan menimbulkan masalah.
Kiki memahami perasaan kedua saudari itu, jadi dia pura-pura tidak memiliki hubungan apapun dengan keduanya. Dia melewati keduanya tanpa sengaja, tetapi yang tidak diketahui oleh orang lain adalah bahwa saat Kiki lewat, dia berbisik ke telinga San Mio, "Temui aku di rumah jika ada waktu."
San Mio mendengar kata-kata itu, namun dia tidak memberikan jawaban langsung karena khawatir akan membuat orang mencurigai nya.Itulah sebabnya mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Kiki tidak lama kemudian, dengan menjaga kkedatangan mereka seperti seorang pencuri.
__ADS_1
Ling Jin, yang merupakan teman serumah Kiki, mengetahui kedatangan dua gadis itu karena dia yang membuka pintu.
Berhubung ini bukan urusannya, Ling jin memilih untuk tidak campur tangan. Namun begitu dia tertarik dengan apa yang sedang direncanakan oleh Kiki dengan kedua gadis desa yang memiliki reputasi buruk ini. Dia merasa ada sesuatu yang menarik yang akan terjadi dan dia jelas ingin tahu apa itu.
Setelah kedua saudari itu masuk, Kiki segera menanyakan kepada San Mio, "Aku sudah menunggu kehadiranmu beberapa hari ini, tapi kenapa kalian berdua tidak pernah datang?" Pertanyaan ini langsung dijawab dengan raut wajah yang malu oleh San Mio, "Aku ingin datang, tapi aku khawatir akan merusak reputasimu."
Kiki memahami kekhawatiran itu, tapi dia segera memegang tangan kedua saudari itu dan berkata untuk meyakinkan mereka, "Lupakan tentang masalah reputasi buruk. Mari kita bicara tentang apa yang bisa kalian lakukan untuk bisa mandiri."
San Mio dan San Mila tertunduk malu, tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Jujur, itu adalah pertanyaan yang selama ini yang ingin mereka tanyakan, namun mereka belum pernah memikirkannya secara serius.
Mereka keduanyalah gadis desa yang hanya tahu bekerja di ladang sepanjang hari. Bagaimana mungkin memiliki ide-ide yang di luar imajinasi mereka.
Melihat mereka yang bungkam, Kiki menganggap bahwa mungkin mereka berdua tidak memiliki ide untuk masa depan mereka.
Karena itu, dia bertanya lebih lanjut, "Aku memiliki beberapa ide yang bisa diaplikasikan sesuai dengan kondisi kalian yang istimewa. Tapi aku tidak tahu apakah kalian masih bisa bertahan.Ku pikir keuntungan nya tidak akan terlihat sekarang, tapi mungkin dalam dua atau tiga tahun ke depan." kata Kiki yang sebenarnya mengacu pada era di mana reformasi dan keterbukaan terbuka pada saat itu semua orang diizinkan untuk membuka usaha sendiri.
Tapi untuk sekarang mereka harus melakukannya secara diam-diam .Juga bisa maka sembunyikan juga masalah ini di depan mata keluarga sendiri.
Kakak dan adik ini saling pandang, namun jelas terpancar tekad yang kuat di mata mereka. Akhirnya, San Mio berkata dengan tegas, "Kami berdua siap menanggung semua kesulitan demi masa depan yang lebih baik daripada sekarang,"
"Aku juga"kata San Mila pula
Kiki tersenyum senang mendengar jawaban itu. Dia berkata, "Bagus, jika kalian sudah siap, aku memiliki beberapa ide yang sesuai dengan kondisi kalian saat ini."
Sementara mereka berbicara, ternyata Ling Jin, yang ada di dekat mereka, mendengarkan dengan penuh antusiasme. Dia juga ingin tahu apa ide-ide yang akan diusulkan oleh Kiki, dan melihat tekad dari kedua saudari ini membuatnya semakin penasaran.
Apalagi Ling jin berdiam diri dari awal sampai akhir.
Kiki yang saat ini sedang duduk di kursi bersama San Mio dan San Mila, lalu memberikan dua pilihan kepada mereka.
Dia menjelaskan dengan penuh perhatian, "Kalian memiliki dua pilihan yang bisa kalian pilih. Pilihan pertama adalah kursus kecantikan, di mana aku akan mengajari kalian bagaimana mengaplikasikan make-up pada seseorang. Ini bisa menjadi pekerjaan yang baik, seperti rias pengantin contoh nya."
Ada pekerjaan semacam itu di desa, jika mereka menekuni pekerjaan ini. Mungkin kelak mereka akan dipanggil setiap kali ada pernikahan. Jadi ini juga adalah sebuah pekerjaan yang cocok dilakukan oleh mereka berdua.
Sementara itu, Kiki menjelaskan pilihan kedua, "Pilihan kedua adalah membuat pernak-pernik vintage, seperti aksesoris kepala, sisir, cermin, dan sebagainya. Aku mungkin tidak tahu banyak tentang dunia fashion, tapi aku juga akan membantu jika kalian berminat untuk membuat pakaian. Aku sebenarnya memiliki sebuah mesin jahit di kamar,"
Mengenai penjualan produk mereka, Kiki memberi tahu kedua saudari ini bahwa dia sudah membicarakannya dengan kakak sepupunya. "Kakak sepupuku bersedia membantu mempromosikan produk-produk kita untuk dijual di koperasi pemasukan dan pengadaan di Qingchen," ujar Kiki.
San Mio memikirkan kedua pilihan itu dengan serius sebelum akhirnya memberikan keputusannya. "Pilihan pertama bagus, tapi jelas tidak akan bisa disembunyikan di mata keluarga. Jadi, pilihan kedua adalah yang paling cocok menurutku."
San Mila setuju dengan pilihan kakaknya, lalu menambahkan, "Aku setuju. Tapi, Kiki, apakah Kamu bersedia menyimpan uang yang akan kami hasilkan. Kami tidak bisa membiarkan keluarga tahu tentang ini, atau mereka akan mengambilnya tanpa menyisakan satu sen pun untuk kami nanti."
Kiki mengangguk setuju, dia cukup mengerti pentingnya menjaga rahasia ini dari keluarga mereka. Dengan keputusan yang telah dibuat, mereka pun mulai merencanakan langkah-langkah berikutnya untuk memulai bisnis pernak-pernik vintage.
Mari mulai dengan hal hal ringan terlebih dulu.
__ADS_1
Ling jin yang awalnya merasa ditinggalkan, akhirnya bergabung juga. Dia segera mengeluh dengan wajah cemberut, "Kiki, kita teman, kenapa kamu tidak memberikan kesempatan yang sama padaku?"
Kiki tersenyum melihat reaksi Ling jin dan menjawab, "Kupikir kamu mungkin tidak tertarik, dan ini juga harus menjadi pekerjaan yang rahasia."
Ling jin berubah wajahnya dan tersenyum manis, "Siapa bilang aku tidak tertarik? Siapa yang tidak mau uang?"
Hahahaha.. hahaha.
Semua orang akhirnya tertawa atas reaksi Ling jin ini.Pada akhirnya di sepakati lah jika Ling jin akan ikut serta sementara Kiki tidak ikut dalam kegiatan itu hanya bertindak sebagai seorang yang memberikan ide.
Sementara berhasil atau tidaknya ,itu tergantung dengan kreativitas mereka masing-masing.
Tapi kemudian, Kiki masuk ke kamarnya dan kembali lagi dengan beberapa produk. Ia menunjukkan cermin rias, beberapa ikat rambut, bendo, dan gelang yang dijalin dari tali temali.Semua produk tersebut terlihat begitu menarik.
Ling jin terkejut melihat barang-barang itu dan dengan antusias mengambil satu persatu, berkata, "Ini bagus sekali! Aku sudah jatuh cinta dengan produk ini."
Sebuah cermin kecil yang pas di tangan dan cocok di simpan di saku,ini bagus untuk di bawa kemana mana. Cermin kecil yang bisa di lipat sehingga tidak takut pecah.
Pasti akan laku jika di pasar kan.
Ohh lihat lah ikat rambut ini,ini cantik sekali.
Ah bendo dari kain juga cantik,ahh tali temali ini,wah di koperasi pemasukan dan pengadaan belum menjual produk ini. Sudah jelas produk ini , pasti akan laku jika dibuat.
San Mio dan San Mila juga tertarik, tetapi mereka tidak berani memegang barang-barang tersebut karena menyadari barang-barang itu pasti mahal.
Ling jin yang tersentuh bertanya dari mana Kiki mendapatkan barang-barang ini, dan Kiki menjawab dengan ceria, "Barang-barang ini didapatkan oleh Kakak sepupuku yang berkeliling negara dengan truk lintas provinsi."
Kiki tidak perlu mengungkapkan bahwa sebenarnya barang-barang tersebut adalah hadiah dari sistem check in setiap kali dia menyentuh Fang Xionan sebagai pria keberuntungan.
setiap kali Kiki menyentuh melihat keberuntungan dia akan mendapatkan hadiah-hadiah yang berasal dari dunia modern. itu sebabnya dia bisa memperkenalkan cermin rias dan sebagainya yang kata Ling jin adalah produk baru,karena memang belum diproduksi di tahun ini.
Terimakasih pada Fang xionan atas barang-barang nya.
Tapi ini sudah lama, mungkin sudah beberapa minggu sejak pertemuan terakhir mereka, jadi barang-barang dari era modern sudah menjadi barang yang langka bagi Kiki.
Mengingat bareng-bareng yang saat ini diberikan olehnya pada Ling jin,baru Kiki menyadari jika, Fang xionan sudah lama sekali tidak mampir.
Apa yang terjadi dengan pria itu sekarang.
Bagaimana kabarnya Apakah dia tidak menginginkan energi lagi?
Mengingat fang xionan yang sudah tidak memperlihatkan batang hidungnya, Entah kenapa Kiki merasa miris dan seperti ada rasa kehilangan.
Tapi segera pemikiran itu dialihkan kepada tiga gadis di depannya yang begitu bersemangat.
__ADS_1
Kiki dengan senang hati menunjukkan barang-barang tersebut kepada tiga gadis di depannya, menjadikannya sebagai referensi untuk produk yang akan mereka buat nantinya. Mereka semua terpesona oleh barang-barang tersebut karena menganggapnya sebagai barang baru dan menarik.
Segera dia lupa tentang keberadaan Fang xionan, Kiki mulai berbicara tentang pembuatan produk jadi dengan barang-barang ini sebagai referensi nya.