
Di tengah situasi ini, tak seorang pun menyadari bahwa Kiki, gadis berusia 14 tahun yang baru saja tiba di desa, sebenarnya adalah seseorang yang begitu kuat dan teguh dalam keputusannya. Kendati beberapa keluarga anggota kelompok pelaku telah mencoba merayu dan meminta dia untuk mempertimbangkan kembali pilihannya, Kiki tetap bersikeras pada pendiriannya. Bahkan saat ada yang memohon dan mencoba melupakan identitas mereka yang lebih tua, mereka tidak memiliki kekuatan untuk mengubah pikiran Kiki yang telah terjaga kuat untuk membawa masalah ini ke kantor polisi.
Namun, yang paling mencolok adalah bahwa kemarahan Kiki seakan-akan hanya ditujukan kepada Kian. Mungkin ia dapat memaafkan yang lain karena mereka tunduk pada perintah, tetapi tidak bagi Kian yang menjadi otak di balik kejadian tersebut. Sumber kemarahannya begitu jelas, dan rasa amarah itu membara di matanya, mencerminkan keteguhan hatinya.
Situasi yang rumit ini akhirnya tidak memiliki solusi yang memadai, dan perwakilan dari keluarga anggota kelompok pelaku akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Mereka merasa terpaksa menunggu datangnya pagi hari untuk menghadapi kenyataan bahwa Kian dan anak buahnya akan dibawa ke kantor polisi.
tidak ada hiburan di pedesaan saat ini Jadi jika ada kejadian seperti sekarang semua orang berlomba-lomba untuk melihat seolah-olah Itu adalah sebuah pertunjukan yang menyenangkan.
Yang lebih hebohnya lagi ,beberapa wanita desa membawa kursi dan membawa mangkuk sarapan mereka bersama.
Walaupun mereka akan menyaksikan kejadian secara langsung tapi mereka juga tidak ingin menghabiskan waktu untuk sarapan karena sebentar lagi mereka akan bertugas di lapangan.
"Ohh jadi begitu?lalu apa?"
"Ah di laporkan? tidakkah lebih baik Kiki menikah dari salah satu pelaku? Kenapa harus dilaporkan? bukankan ini akan merusak reputasi diri sendiri?"
"Ohh gadis-gadis kota pemikiran mereka berbeda dengan pemikiran kita. Kiki tetap nekat melaporkan dan tidak peduli dengan reputasi ckckck bagaimana bisa dia menikah di masa depan?"
Pagi itu, Nenek Kiyan tiba bersama dengan orang tua nya di rumah Kiki. Kiki menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kepala.
Seorang wanita tua dengan alis pedang masih tersisa rasa keegoisan di alisnya itu.
Mungkin jika Kiki tidak bersikeras membawa masalah ini ke kantor polisi maka mereka masih akan menertawainya dan meminta kompensasi.
Nenek Kiyan mulai berbicara dengan suara serak," kamerad , bisakah masalah ini jangan dibawa ke kantor polisi. kami akan membayar sejumlah uang untukmu dan kian akan diberi pelajaran di rumah, ya . ini sudah tua jadi Deni tidak tahan dengan kondisi Kian yang menyedihkan" katanya dengan permohonannya terucap di antara helaan nafas yang terputus-putus.
"Maaf, aku tidak mau kompensasi dan aku juga tidak memerlukan kata-kata maaf .aku hanya ingin orang yang bersalah dihukum dengan adil.Apakah itu salah?"
Tiba-tiba saja ada tindakan yang tak terduga dari Nenek Kiyan. Dengan tangan yang gemetar, dia jatuh ke tanah dan berguling-guling di tanah dengan isakan tangis yang menyayat hati.
"Oh cucuku, aku menunggu lama sebelum mendapatkan cuci ini dan sekarang dia akan ditangkap oleh polisi dan masa depannya akan sia-sia Huhuhu, Kenapa gadis ini tidak memiliki hati nurani?"
"Kenapa aku tidak bisa menikmati masa tuaku dengan nyaman huhuhu "
Tubuhnya terguncang-guncang oleh emosi yang tak terbendung, dan suara tangisannya memenuhi udara pagi yang masih sunyi. Adegan ini mengejutkan warga desa yang melihatnya, membuat mereka tercengang melihatnya dengan mata sendu dan raut prihatin. Bukan hanya Nenek Kiyan yang menangis, tetapi juga hati warga desa yang terenyuh oleh adegan ini.
Mereka pun berusaha membujuk Kiki untuk menghentikan rencana membawa masalah ini ke kantor polisi. "Tolong, Kiki, kita semua bagian dari desa ini. Apakah kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik saja? Mari kita cari jalan damai yang bisa membuat semua orang puas," ujar salah seorang warga desa dengan nada lembut.
Nenek Kiyan mengatakan dengan suara lirih, "Kian akan dikirim ke militer jika Kiki bersedia melepaskannya. Aku akan memastikan dia tidak akan menjadi penganggu lagi di masa depan."
Kian yang masih dalam kondisi terikat menyunggingkan senyumnya tanpa sadar. ini adalah jurus jitu neneknya setiap kali dia membuat masalah di desa.
Dan itu akan berhasil jika neneknya melakukan ini, sama sekali tidak pernah gagal.
Tapi Kiki adalah gadis berusia 14 tahun tapi memiliki usia mental yang lebih tua daripada itu.
__ADS_1
Ada begitu banyak cerita novel yang dibacanya yang membuat adegan semacam ini. mereka tidak serius ingin meminta bantuan tapi sebenarnya sedang mendesak dan mengancam dengan kata-kata hati nurani dan sebagainya.
Ketika orang sibuk membujuk Kiki, Kiki sebenarnya lari ke dapur dan kembali dengan sebilah pisau di tangan.
Bukan saja warga desa bahkan nenek tua yang tadinya sedang menangis dan berguling-guling di tanah itu tiba-tiba saja diam.
Kiki berjalan pelan dan tiba di depan Kian dan yang lain yang saat ini masih diikat. Dia mengacungkan pisau dapur di bawah hidung Kian.
"kalian bilang aku tidak memiliki hati nurani dan sekarang kalian tanyakan ke mana hati nurani kalian sebenarnya?"
"ada banyak kasus yang seperti ini dan ada banyak gadis yang rela bunuh diri dibandingkan menikah dengan pelakunya. Tapi aku berbeda ,aku tidak akan menikah dengan pelaku dan juga tidak akan bunuh diri"
" Oke jika masalah ini tidak dibawa ke kantor polisi, aku tahu kepala desa juga tidak menginginkan masalah ini dibawa ke kantor polisi.Oke tapi sebelum itu aku akan membunuh 6 pelaku ini di tempat dan juga siapapun yang mendekat. Hanya setelah itu aku akan menyerahkan diri ke kantor polisi. Sekarang aku mau lihat siapa yang berani mencegahku untuk membunuh pelaku yang kurang ajar ini"
sebenarnya kepala desa ada di tempat Begitu juga dengan para tetua lainnya tapi mereka berpikir tindakan nenek dengan atraksi berguling-gulingnya tadi pasti akan membuat masalah ini reda.
Tapi siapa tahu gadis 14 tahun di depannya ini berbeda dengan gadis desa yang pemalu pada umumnya.
Dia berani membawa pisau dan mengancam semua orang.
Kepala desa yang melihat kejadian itu langsung berkeringat dan kepalanya bahkan panas seperti ada api di atasnya.
Dia hanya tidak ingin masalah ini pergi ke kantor polisi tapi jika Kiki nekat bukannya hari ini akan ada 6 nyawa dan satu pembunuh dari desa Qingyuan.
"Kiki, bersabarlah jangan bertindak gegabah.Kita...
Kiki segera mengoreksi pisau tajam itu ke wajah kian, meskipun sedikit ada titik darah yang jelas ketika pisau itu melewati kulit Kian.
"Akhhhh.. nenek....
Nenek yang tadinya berguling-guling sekarang merangkak ke arah Kian.
"Ayo maju, sekali lagi kau maju aku bukan hanya akan menggores pipinya tapi langsung ke lehernya"
Nenek yang awalnya merangkak berhenti dan mundur dua langkah ke belakang.
Ayah dari Kian maju mengambil ibunya.
"Kiki...
"jangan, jangan pernah bujuk aku lagi, bibi bilang apa,hah ?aku memanggilmu bibi karena aku menghormati tapi kalian semua tidak tahu menghargai orang sama sekali. aku adalah korban tapi aku juga harus membayar? pantas saja penduduk desa tidak pernah maju karena kalian semua tidak memiliki pikiran!"
Sebenarnya kiki hanya menggertak saja jumlah warga desa yang hadir lebih dari 20-an.Jika mereka bersikeras mungkin Kiki sama sekali tidak bisa melawan.
Tapi itulah warga desa mereka hanya macan kertas yang tahu mengaum tapi tidak akan pernah makan orang.
__ADS_1
Pada akhirnya kepala desa tidak bisa berkata apa-apa. Jadi dia dengan terpaksa menarik semua pelaku dan Kiki sebagai pelapor pergi ke kantor polisi.
Di kantor polisi Kiki sama sekali tidak menyembunyikan apapun dia menceritakan secara detail .jika pada awalnya dia bahkan tidak mengenal siapa itu Kian dan tidak pernah berinteraksi dengannya sama sekali.
"Tapi kau, memiliki perilaku kapitalis, mencongkel sudut sosialisme.Kemaren kau mendapatkan kiriman barang dari keluargamu dan itu benar-benar perilaku kapitalis" kata ibu Kian yang masih tidak terima.
Polisi masih mencatat ini dan perilaku kapitalis bisa ditindak dengan tuntutan mencongkel sudut sosialisme. ini bukan tuntutan kecil bahkan kejahatannya masih setara dengan kasus Hooligan.
Pada tahun 70-an ini begitu banyak persyaratan dan undang-undang yang ketat dari negara.
Tindakan jual beli di luar jalur dikatakan sebagai spekulasi yang juga bisa dihukum mati.
Hukum kapitalis juga lebih parah lagi.
Misalnya ketika anda berpakaian lebih bagus dan itu dilakukan setiap hari maka ini akan masih akan disamakan dengan hidup kapitalis.
Hidup seorang tuan tanah di masa lalu.
Kau tahu seorang tuan tanah di masa lalu sekarang didiskreditkan sebagai penjahat sosial.
ada juga pengaturan tidak tertulis di mana para gadis tidak boleh memperpanjang rambut jika pun diperpanjang itu harus dikepang dua jika anda melepaskannya dan membiayanya berkibar di luar maka anda juga akan disebut sebagai kapitalis.
Bahkan jika seorang gadis itu terlihat cantik Meskipun tidak berpakaian modis itu masih dikatakan sebagai Vixen.
Ini tidak akan di kantor polisi kan tapi akan menjadi buah bibir dan kehidupan Gadis itu tidak akan pernah nyaman.
Jadi lah rendah hati tidak boleh terlihat terlalu kaya tapi juga tidak boleh terlalu miskin. jika anda tidak boleh terlihat jelek tapi juga tidak boleh terlihat cantik.
Sama juga dengan makanan ,ketika anda memiliki kemampuan untuk makan nasi .Maka pergilah menghindar jangan pernah menunjukkan ke depan.
Itulah kenapa Kiki memilih untuk tinggal sendiri alih-alih bersama dengan pemuda pendidikan.
"Pak polisi, kiriman dari keluargaku bahkan dibongkar oleh warga desa tanpa izin. Aku tidak mempermasalahkannya. Tapi ini adalah kiriman keluargaku yang terakhir pertama tapi juga mungkin yang terakhir"Kiki mulai menunjukkan aktingnya yang tidak bisa disebut dengan luar biasa tapi dia bisa berakting sedih bukan.
Secara langsung ,dia menceritakan keburukan ibu tiri. Yng membuat dirinya dimasukkan ke dalam daftar barisan pemuda pendidikan yang dikirim ke pedesaan.
"Oh kasian, pantas saja aku tadi bertanya-tanya kenapa pemuda pendidikan tapi masih begitu muda ckckck rupanya punya ibu tiri di rumah"
Dengan cepat situasi berbalik dan para polisi merasa prihatin dengan latar belakang Kiki. Bisa dikatakan Kiki sebagai pemuda pendidikan 14 tahun adalah pemuda pendidikan paling muda yang pernah dikirim ke pedesaan.
Jika bukan karena tidak disukai di rumah bagaimana mungkin 14 tahun ini dikirim ke desa yang bahkan jauh dari rumah.
"tidak apa-apa pak polisi, paling tidak aku bisa menghindar dari ibu tiriku yang kejam .Hanya saja kupikir warga desa akan berbeda huhuhu. Aku adalah gadis kecil yang digertak oleh satu desa sekaligus huhuhu"
Kesedihannya asli di mata para polisi dan orang tua dari 6 pelaku juga tidak bisa berbicara apapun.
__ADS_1
Kiki adalah gadis 14 tahun yang dikirim ke pedesaan tapi juga mendapatkan pelecehan dan sekarang dipaksa untuk menikah dengan pelaku.
Jika itu dilakukan maka Kiki pasti akan lebih menderita dari ketika dia tinggal bersama ibu tiri.