Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
60


__ADS_3

Kesialan yang dialami oleh Lin Xuni sebenarnya tidak sampai di situ. Setelah keluar dari ladang jagung, Lin Xuni kembali ke rumah di mana dia tinggal sebelumnya.


Kiki tidak ingin campur tangan dan mencari tahu apa yang terjadi, tetapi Ling Jin adalah orang yang suka menggosipkan dia akhir-akhir ini.


Malam hari setelah makan di tim pemuda pendidikan, Ling Jin kembali dengan gosip yang dia dapatkan.


"Oh Kiki, aku tidak ada di lokasi kejadian, tapi jika aku ada di sana, aku akan merobek mulutnya. Mengapa dia memburuk-burukkan namamu padahal kau tidak ada di tempat itu kan?"katanya


"Ah, sebenarnya kami di tim pemuda pendidikan juga sudah berpikir jika dia adalah gadis seperti itu. Bayangkan saja, dari mana dia bisa hidup bermewah-mewah dengan membeli beberapa hal di kota, padahal yang aku tahu, keluarganya juga bukanlah orang yang berstatus." sambung Ling jin lagi.


Kiki mendengarnya tapi pura-pura tidak tahu.


"Ya, semua orang punya rahasia sendiri. Siapa tahu, mungkin memang keluarganya yang mengirimnya agar dia tidak terlalu menderita di desa. Pikirkan saja, ayahku yang bau. Di rumah, dia ditekan oleh ibu tiri, tapi siapa yang menduga jika setelah sampai di desa, dia mulai mengirimkan aku barang-barang, jadi sebenarnya dia tidak terlalu buruk sebagai ayah," kata Kiki yang tidak buru-buru menjatuhkan Lin Xuni.


Apalagi Kiki juga selalu mendapatkan kiriman yang tidak jelas.


"Oh, benar, tapi kau tahu, dia juga pernah melakukan hal yang sama dengan Fang Yan. Bayangkan saja, dia adalah hooligan wanita. Jadi kami terkejut, tapi tidak ada satupun di antara kami yang mengatakannya. Apapun yang dia lakukan, itu tetap akan mencoreng nama baik tim pemuda pendidikan. Jadi kami tutup mulut, tapi lihat apa yang terjadi sekarang. Ckckck, pada akhirnya, tim pemuda pendidikan masih akan mendapatkan nama buruk karena apa yang dia lakukan," Ling Jin masih begitu jelas dengan kejadian hari itu.


 Untungnya, Fang Yan tidak terpengaruh sama sekali. Jika tidak, pasti Fang Yan juga harus bertanggung jawab atas perbuatan Lin Xuni.


"Ah benar kah ada kejadian seperti itu?"


Kiki terkejut mendapati jika Lin Xuni pernah menjadi hooligan wanita. Dia tidak mengerti isi pemikiran Lin Xuni.


Jika ini Kiki, dia pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi pribadi yang berbeda. Misalnya, menjadi kaya tanpa harus bergantung pada seorang pria.


Tapi Fang Yan menjadi ketergantungannya tanpa sebab, sehingga ini menghancurkan dirinya sendiri dan menghancurkan peluangnya untuk menjadi wanita hebat di masa depan.


Dengan begitu, Lin xuni benar-benar menyia-nyiakan peluang besar untuk hal yang tidak begitu penting.


"Kami sebenarnya tidak ingin menerima dia lagi di tim pemuda pendidikan. Tapi kami juga tidak bisa mengusirnya kan? Jadi semua anggota di tim pemuda pendidikan tidak lagi mengizinkan dia menjadi koki. Jadi, kami berpikir, setiap kami bisa memasak dan memasak sendiri mulai hari ini," kata Ling Jin dengan nada memelas.


Kiki yang awalnya bicara santai tiba-tiba mengangkat kepalanya. Apakah ini artinya mulai saat ini Ling Jin juga akan makan bersamanya di rumah?


Oh, bukankah ini bahaya terselubung?


Ling Jin merasa tidak enak dan berkata dengan gugup.


"Kiki, hem, aku tidak akan menyusahkanmu. Aku akan masak di Tim. Kami hanya perlu menunggu waktu untuk menggunakan panci."


Hanya ada dua panci di tim pemuda pendidikan, satu untuk menggoreng dan satu lagi untuk sup.


Jika mereka harus memasak secara terpisah, itu berarti mereka harus menggunakan panci secara bergantian.


Ini adalah masalah, tetapi masalah lainnya adalah bagaimana dengan pembagian garam, minyak dan sebagainya yang sudah terlanjur dicampur sebelumnya.


Kiki tidak menjawabnya bukan karena Kiki pelit, tetapi rahasianya akan cepat terbongkar.blBagaimana jika suatu hari Lingling menemukan bahwa sebenarnya kompor di rumah ini tidak pernah berasap. Kiki memiliki banyak hal yang bisa dimakan di dalam laci sistemnya, jadi bagaimana mungkin dia perlu memasak setelah itu kan.


Tapi jika dia menolak, masalah ini masih akan tersebar dan dia masih akan mendapatkan masalah lainnya yang tidak perlu.


Ling Jin masih menunggu Kiki, tapi setelah 5 menit tidak ada jawaban sama sekali, itu membuatnya yakin bahwa Kiki tidak ingin meminjam dapurnya sama sekali.


"Kiki, hem, kau sudah begitu baik untuk mengizinkan aku tinggal di sini. Apalagi bisa mendapatkan satu kamar sendirian. Kupikir tidak apa-apa jika aku masak di tim, hehe."

__ADS_1


Kiki menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"Bukan aku pelit, tapi kau harus tahu, saat ini betapa sulitnya untuk kita menemukan bahan makanan. Aku khawatir masalah akan datang jika kita bergabung seperti yang terjadi di tim pemuda pendidikan."


"Hem, tapi mari pikirkan. Rumah ini masih ada beberapa ruang. Oh, kamar tidurmu agak besar kan. Bagaimana jika kita mendesain ulang agar kamar tidur ini juga bisa difungsikan sebagai dapur yang akan kau gunakan sendiri?" Kata Kiki lagi, yang tiba-tiba membuat Ling Jin tersentak.


"Dapur sendiri?"


Kiki menjelaskan sedikit intrik. "Ayo buka beberapa dinding dan tambahkan dinding lain di ujung sana untuk membentuk sebuah dapur kecil. Agar asap tidak mengganggu, perlu sedikit pembukaan atau jendela kecil di sana. Setiap kali akan memasak, jendela perlu dibuka" kata Kiki lagi.


 Karena lokasinya masih di dalam kamar yang sama, ini tidak akan mengganggu Kiki sama sekali dan di saat yang sama, Ling Jin juga bisa menyimpan bahan makanannya sendiri tanpa khawatir ada seseorang yang mengambilnya.


"Apa bisa begitu?" katanya lagi, yang berpikir ulang.


Sebuah rencana yang bagus, tapi jika direalisasikan, apakah hal ini tidak terasa aneh?


"Kita adalah teman, tapi sesama teman juga bisa jadi musuh hanya gara-gara sesendok garam kan. Tapi aku hanya memberikan ide, tergantung padamu menerimanya atau tidak." kata kiki yang berkata sebenarnya


"Aku tahu. Oh, jika begitu, aku juga akan mencari kayu bakar sendiri. Hahaha, ini adalah rencana yang bagus. Kiki, sepertinya aku selalu berpikiran buruk tentangmu, tapi sekarang kita akan jadi teman baik."


Ling Jin sekarang juga memiliki beberapa pemasukan dari sabun yang dipesan ke desa, jadi dia tidak khawatir bisa mencari bumbu dapur sendiri di masa depan.


Tapi jika ingin membeli panci dan wajan, itu adalah masalah berbeda. Saat ini semua hal yang dibeli memerlukan tiket. Jika membeli wajan juga harus ada tiket besi dan baja.


Andai dia ingin membeli hal tersebut di pasar gelap, risikonya masih akan besar, dan biaya akan meningkat.


"Ah, aku khawatir dengan wajan dan panci."


"Hei, aku bisa menemukannya untukmu. Kau tahu, aku juga membelinya di pasar gelap. Jika kau mau, aku bisa menjual in untukmu. Ya, tapi sayang, aku kesulitan untuk menemukan ukuran yang kecil."


Jadi, bayangkan itu.


"Oh, seberapa besar itu?" kata Ling Jin tertarik.


"Hem, ayo pergi ke ruang serba-serbi. Aku menyimpannya di sana, jika tidak salah sih," kata Kiki yang menarik Ling Jin ke ruang serba-serbi.


Ini adalah kamar lain yang dialihfungsikan menjadi ruang serba-serbi. Biasanya bagi penduduk desa, mereka menggunakannya sebagai gudang bahan makanan.


 Dulu, Kiki hanya tinggal sendiri, dan dia tidak memperdulikan tentang segala sesuatu yang bisa digunakan menjadi gudang, tetapi karena keberadaan Ling Jin, dia harus membuatnya sebagai gudang untuk menipu mata Ling Jin.


Segera kedua pergi ke ruang yang di sebutkan tadi.Ling jin terkejut melihat gudang makanan Kiki ketika dia masuk ke dalamnya.


Kiki juga menerima jatah makanan seperti Ling jin tapi sekarang kenapa gudang makanan nya sedikit penuh.


Ratusan tongkol jagung kering, ubi jalar kering bahkan ada jamur liar kering, rebung kering dan beberapa hal lain.Ada juga tumpukan ubi jalar segar dan beberapa kantong yang seperti nya adalah beras.


Yang paling mengerikan adalah untaian sosis , bacon dan daging asap.Ini adalah dua hal yang di buat Kiki dalam waktu senggang nya.


Sosis di buat karena ada begitu banyak usus besar yang bisa dia dapatkan dari check in di stasiun pemotongan hewan.Agar tidak mubazir, Kiki lebih suka membuat sosis bacon dan daging asap.


Tapi sampai saat ini, Kiki belum tergerak untuk memakan nya.


Sebelumnya Ling jin mendengar jika Kiki akan mendapatkan kiriman beras dan beberapa hal bagus di kota tapi ini masih membuat Ling Jing terpana.

__ADS_1


"Kiki , dengan ini saja kau pasti tidak akan akan lapar setahun penuh kan"Bisik ling jing lagi.


"Hahaha ini adalah hal hal yang di tukar oleh warga dengan imbalan tiket.Kau juga bisa jika mau "kata kiki.


Warga juga suka menukar tiket dengan beberapa hal dan ini juga sudah di ketahui oleh umum . Jadi alasan ini sangat di benarkan sekali.


Ada wajan dan panci di satu sudut.Awalnya dia tidak ada di situ tapi Kiki memanfaatkan waktu Ling jin yang fokus pada makanan untuk mengeluarkan ini dari laci sistem nya.


"Wah besar banget ini mah, Kiki kok kau membeli produk sebesar ini sih "kata Ling jin terkejut. Ukuran paling kecil wajan nya adalah wajan dengan diameter 34 , panci nya juga berukuran besar sampai bisa merebus air untuk mandi.


"Ya waktu itu ,di pasar gelap,tidak ada yang membelinya jadi di jual tanpa tiket.Tanpa sadar aku menimbun banyak hahaha "


Bukan saja ada panci, tapi ini lengkap dengan set makan seperti mangkuk gelas sumpit dan piring juga.


Keseluuhan ini adalah set lengkap yang Kiki dapatkan setiap bulan nya.


Tapi set lain sudah di jual kemaren, yang ini adalah set lengkap yang baru dia dapat kan di kota kabupaten dan kota provinsi.


Tidak ada keuntungan untuk Kiki menimbun hal semacam ini di laci sistem nya.Jadi jual saja untuk menjadi kan uang.


Ling jin merasa sedang berbelanja di koperasi pemasukan dan pengadaan saja layaknya


Dia menukar uang dengan Kiki untuk dua wajan dan dua panci dengan ukiran yang paling kecil menurut nya.Bukan itu saja ,dia juga meminta Kiki untuk menjual sedikit biji bijian di gudang Kiki.


Kiki adalah Gadis yang berpantang menolak uang.Jadi dia setuju dengan ide itu.


Segera setengah isi gudangnya berpindah tangan.Lantaran kamarnya belum di renovasi, Ling jin meminjam setengah gudang Kiki .


Hari itu juga Ling jin pergi ke desa untuk mencari seseorang merenovasi kamarnya untuk dapur tambahan.


Dia membayangkan sejumlah uang untuk itu.Bahan membuat dapur juga di cari di gunung.


Beberapa pohon sebesar lengan pria dewasa di tarik ke rumah.Ini akan di jadi kan tiang sekaligus dinding nya.Mereka juga perlu jerami tambahan untuk membuat atap dapur.


Karena dapur ini,dinding kamar yang menghadap keluar perlu di bongkar.Tapi tidak besar ,bukaaan nya hanya satu meter saja yang akan mirip seperti sebuah pintu.


Di sanalah sebuah dinding tempelan di buka dengan bukanan tiga x dua meter persegi.


Ada juga rak di bagian paling atas.Ling jin akan meletakkan kayu bakar di sana.Tapi dia masih perlu menyimpan kayu bakar sendiri di dinding luar karena itu di sana kan di pasang kanopi dari jerami juga.


Karena orang desa sudah ahli membuat nya, hanya perlu setengah hari, dapur Ling jin sudah selesai.


Sekarang dia bisa meletakkan bahan makanan yang dia beli pada Kiki di sini.


Seperti yang dikatakan oleh Kiki, karena ini masih di kamarnya sendiri maka dia tidak perlu khawatir dengan kehilangan bahan.


"Kiki ini bagus sekali,aku suka ini"kata Ling jin yang sekarang jatuh cinta dengan dapur nya.Dua wajan dan dua panci.bahkan dapur nya juga nyaman .


"Ohh kau masih perlu ember kan, memasak selalu perlu air.Akan merepotkan jika kau perlu keluar masuk jika ingin memasak"kata Kiki pelan.


LIng jin menatap Kiki tapi Kiki segera menggelangkan kepalanya.Artinya Kiki tidak punya ember yang bisa di jual.


"Ohh aku akan membeli nya nanti,ahh lebih baik membangun tangki air yang langsung menghubungkan nya ke dapur kan"kata Ling jin yang mulai merasa jika dirinya jenius.Dia juga perlu meminta garam minyak dan cuka di tim pemuda pendidikan.

__ADS_1


Kiki tidak membantahnya, apapun itu, Kiki masih lega jika dia bisa menipu mata Ling jin.Mereka masih jsia rukun dimasa depan dengan cara seperti ini.


__ADS_2