Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
63


__ADS_3

Sesuai kesepakatan, Kiki pulang lebih awal daripada orang lain ke rumahnya. Meski demikian, tidak ada yang mengatakan jika Kiki malas karena pekerjaannya yang diambil alih oleh Fang Xionan sudah selesai. Jadi, Kiki pulang ke rumah dengan santai.


Di rumah, Kiki mengemas makanan di panci dapurnya. Dia juga sengaja merebus air agar dapur memiliki asap. Dengan cara itu, tidak ada yang mengatakan jika Kiki tidak memasak sama sekali.


"Uhh, padahal aku bisa santai juga, aku sendirian di rumah kan. Tapi gara-gara Fang Xionan, aku harus mengundang Ling Jin untuk masuk," keluh Kiki.


Ini yang katanya melemparkan batu ke kaki sendiri. Tapi karena Ling Jin, Fang Xionan tidak datang lagi di malam hari. Jadi ini juga manfaat nyata dari kehadiran Ling Jin.


"Ya, susah dikit lah," kata Kiki dengan senyuman.


Kiki tidak malas, dia pergi ke tanah ladangnya. Hari ini dia memanen banyak bayam, sawi kol, dan wortel. Perlu beberapa waktu bagi Kiki untuk memanen semuanya dan menyimpannya di laci sistem agar lebih awet.


"Oke, sekarang giliran kapas. Aku ingin mengganti selimut dengan kapas yang baru. Jangan beku di musim dingin," kata Kiki dalam hati.


Ladang yang diberikan oleh sistem tidak besar, tapi dia bisa mendapatkan 5 atau 6 kg kapas ketika dia panen besok. Untuk penggunaan sendiri, kapas ini sudah cukup. Jadi ketika orang-orang berpikir Kiki sedang memasak, sebenarnya dia menyembuhkan diri di dalam ruangan itu. Beberapa hasil panen disimpan, dan dia mencangkul tanah lagi untuk menabur benih kapas.


Setelah menyelesaikan semuanya, tanpa sadar Kiki sudah menghabiskan waktu sekitar 2 jam, dan Ling Jin juga sudah pulang untuk memasak makanannya sendiri. Untungnya Kiki sudah keluar karena Kiki ingin pergi mandi dan mengganti pakaiannya yang penuh dengan keringat.


"Lingling, kau pulang?" sapanya pada Ling Jin.


"Hem, aku pulang. Kau sudah selesai memasak?" kata Ling Jin yang melihat pakaian Kiki basah oleh keringat. Dia pikir Kiki terlalu lelah memasak di dapurnya.


"Oh, sudah siap. Ahh, aku pengen pergi mandi dulu. Oke, nanti jika Gu Lenglei datang, minta dia ambil makanan sendiri di dapur."


Kiki sudah memasukkan makanan untuk pria itu dalam kotak makan siang, jadi tinggal ambil aja di sana.


"Baik lah," kata Ling Jin pelan.


Sementara itu, Kiki benar-benar mengambil pakaiannya dan pergi membersihkan diri. Tapi begitu dia keluar dari kamar mandi, Ling Jin mengatakan jika Gu Lenglei sudah datang mengambil makanannya, dan dia juga meninggalkan beberapa bahan makanan di dapur Kiki.


Kiki mengangguk dan pergi ke kamarnya sendiri. Dia akan makanan di kamarnya saja demi kenyamanan sendiri. Hari ini Kiki ingin makan, sepiring nasi putih dengan daging rebus kecap, sayur kangkung tumis, juga acar timun yang renyah, ada juga beberapa potong semangka dingin.


"Kiki, Fang Xionan datang," panggil Ling Jin pada Kiki. Lagi-lagi jadwal makan siangnya terganggu.


"Fang Xionan, ada apa?" kata Kiki ketika dia membuka pintu. Pria itu berdiri tegak seperti batu dan menatap Kiki dengan sedikit ragu.


"Aku makan siangnya di sini lalu pulang," kata nya.


Kiki biasanya membawa makan siang untuk pria ini jika dia akan pergi ke ladang nantinya, tapi tidak tahu apa yang dipikirkan oleh pria ini sehingga dia berkata seperti itu.


"Nanti juga aku akan membawa makanan mu ke ladang, jadi tidak perlu makan di sini juga," kata Kiki yang seperti berbisik.


Pria ini entah bodoh atau disengaja, tapi dia cuek saja ketika Kiki menolak atau membantah apa yang dia inginkan.


"Gu Lenglei datang, jadi kenapa aku tidak?"katanya


"Eh, dia cuma datang mengambil makan siang dan pergi, tapi tidak makan di sini. Oke, itu beda dengan kamu yang ingin makan di sini."


"Tidak, ini sama saja. Bagaimana jika dia bertanya dari mana kau mendapat daging?" tanya Fang Xionan.


"Eh, apa?" kata Kiki terkejut.


"Jika terlalu ramai orang, rahasiamu akan terbuka, jadi bila ada yang bertanya dari mana kau mendapat daging, katakan saja itu dari aku, jadi makan siangku ada di sini," kata Fang Xionan.

__ADS_1


"Kau..." Kiki tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh pria itu, tapi dari cara dia berbicara seolah-olah dia sudah mengetahui jika Kiki memiliki sesuatu di dalam dirinya yang bisa mendatangkan daging. Apakah Fang Xionan tahu jika dia memiliki sistem?


"Aku tahu rahasia mu, tapi cukup hanya aku yang tahu itu," kata Fang Xionan yang berbisik lagi dengan suara rendah. Jelas dia tidak ingin Ling Jin mendengar apa yang ingin dia bicarakan.


Pada hari kiamat, di mana zombie begitu banyak, kehidupan manusia sangat sulit, namun begitu beberapa kemampuan segera berkembang, termasuk kemampuan luar angkasa. Fang Xionan selalu berpikir ada yang aneh dengan Kiki, tapi ketika dia melihat Kiki pergi ke kandang sapi, dia berpikir ada hal yang ingin disembunyikan oleh gadis itu.


Satu kali tidak apa-apa, tapi dia menyadari Kiki datang ke sana dalam durasi tetap, misalnya 3 hari sekali. Terakhir kali melihat itu, Fang Xionan bergegas masuk ingin melihat apa yang dilakukan oleh Kiki.


Baru kemudian dia menyadari Kiki meninggalkan begitu banyak makanan untuk pria tua di kandang sapi. Dia sudah menyelidiki ini dan yakin jika apa yang dimiliki oleh Kiki adalah kemampuan luar angkasa.


Jika tidak bagaimana mungkin, Kiki yang datang dengan tangan kosong, bisa memberikan begitu banyak makanan untuk mereka yang tinggal di kandang sapi.Jika ada penjelasan,itu adalah karena ruang angkasa.


Fang xionan pada akhirnya menghubungkan ruang angkasa dengan fluktuasi energi yang sering bdia rasakan.


Orang lain tidak dapat menerima ini, tapi Fang Xionan justru bisa membantu Kiki untuk menyembunyikannya.


Kiki masih terpana dengan itu tapi dia tidak akan pernah mengakui ini.


"Fang xionan aku tidak tahu apa maksud mu tapi ku katakan sekali lagi, jangan makan di sini...


Fang xionan tidak menunggu tapi dia pergi ke dapur dan makan tanpa di minta di sana.


Kiki tercengang lagi, sungguh laki laki yang tidak tahu malu.


"Hem ini makanan yang sama di restoran milik negara bulan lalu.Apa bulan ini menu nya masih sama?"kata Fang xionan sengaja.


Biasanya pemilik ruang angkasa , mampu menyimpan begitu banyak barang di sana.Jadi wajar jika Kiki punya banyak hal.


Tapi bukan kah itu artinya Kiki harus membeli banyak makanan?


"Masih ada lagi?" tanya Fang Xionan pada Kiki, suaranya datar, tanpa ekspresi yang terlihat pada wajahnya.


Kiki menggeleng, "Sudah habis, aku hanya punya itu."


"Hanya ini saja? Ruanganmu kecil? Ayo, aku akan membayar dengan daging untuk malam ini," ujar Fang Xionan, tawaran ini dengan nada tegas.


Kiki merasa kebingungan dan takut. Tapi Fang Xionan sudah mulai menggandeng tangan Kiki yang menyebabkan sistem dalam dirinya berteriak dengan berbagai hadiah.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Kiki dengan suara yang gemetar.


Fang Xionan tertawa dan menggerakkan tangannya, memuncratkan beberapa tetes air yang mengambang di udara. "Kemampuan air?" gumam Kiki dengan ngeri.


Meskipun Kiki hidup di dunia modern, dia tak asing dengan konsep manusia yang memiliki kemampuan khusus.Dia suka membaca novel online.Meski demikian, dia masih merasa terkejut dan terancam oleh kemampuan yang ditunjukkan oleh Fang Xionan.


Fang Xionan membangkitkan kemampuan air. Jadi, dia bukan Fang Xionan yang asli. Dia... dia seorang traveler.


"Oh, kau tahu kan? Jadi jangan berpura-pura lagi. Kau dan aku sama saja," kata nya tanpa senyum.


Fang Xionan sudah terbiasa menganggap wanita sebagai pribadi yang tidak bisa dianggap lemah. Jika Kiki berasal dari dunia yang sama, jadi dia mungkin sedang menyembunyikan jati diri nya sendiri di balik topeng gadis kecil.


"Kau? Apa yang membuat kau berpikir aku dan kau adalah sama? Kalian orang yang tinggal di hari terakhir adalah para pembunuh tanpa hati nurani. Aku... Hahah, aku akui aku istimewa, tapi aku asli dari sini. Kau salah, kawan."


Fang Xionan gantian tercengang, kata-kata "kalian" jelas menyebutkan jika Kiki tidak berasal dari dunia yang sama. Jadi apa yang membuat Kiki berbeda.

__ADS_1


"Tapi kenapa kau tahu, hari kiamat? Zombie dan kau juga punya ruang kan?" kata Fang Xionan yang membuat analisis sendiri.


Fang Xionan menggenggam tangan Kiki dengan lebih erat, mendekatkan wajahnya, dan meneteskan airnya ke pipi Kiki. "Kau tahu, aku juga memiliki kemampuan, jadi katakan siapa kau, Hem" katanya pelan, suaranya seperti bisikan.


"Kau mau tahu?" kata Kiki.


Tidak perlu merahasiakan hal ini lagi. Lagipula Fang Xionan juga sudah membuka rahasia dirinya sendiri.


Fang Xionan menepuk tangan dan melepaskan pegangannya pada Kiki. Tapi dia masih ingin tahu.


"Kelahiran kembali, kau mengerti?"


"Apa? Kelahiran kembali? Kau... jadi ini beneran tubuhmu sendiri?" kata Fang Xionan tidak percaya.


Kiki tidak bohong, ini memang adalah tubuhnya sendiri. Tapi tubuh yang ditakdirkan untuk meninggal lebih awal.


Dia bisa dikatakan pulang ke tubuh lamanya hanya saja dia pulang dengan memori tentang kehidupan di abad dua satu.


Tapi untuk Fang Xionan, dia tidak perlu jujur amat.


Dengan begitu, Kiki menciptakan sebuah cerita.


"Aku seharusnya mati mengenaskan, dan itu terjadi dengan kejadian di kantor polisi."


Kiki membuat kebohongan lain dengan berkata,jika setelah mati, jiwanya pergi berkelana beberapa tahun. Tapi ingatan hantu tidak sekuat itu. Jadi dia melupakan beberapa hal dan ingat tentang beberapa hal setengahnya.


Tapi pada saat itu dia juga membaca buku yang berkaitan dengan kisah-kisah hari kiamat, manusia dengan kemampuan, dan juga zombie.


"Aku tidak tahu kau asli atau tidak, tapi ini bukan hari kiamat, jadi hiduplah dengan wajar, oke?" kata Kiki pelan dengan rasa bersalah karena sudah berbohong.


Dalam suasana ketegangan yang menyelimuti ruangan, Kiki dan Fang Xionan saling mengawasi satu sama lain, masing-masing menyimpan rahasia yang dapat mengubah segalanya.


"jadi bagaimana caranya kau mendapatkan ruang angkasa?"menurut Fang xionan, hanya orang orang yang tinggal di hari kiamat saja yang memungkinkan mereka memiliki kemampuan.Jika Kiki tidak berasal dari sana,dari mana datangnya kemampuan itu.


"Oh kupikir ini adalah hadiah kelahiran kembali aja, ku pikir dewa tidak begitu pelit"


Jadi Kiki dengan jujur mengatakan jika dia tidak punya ruang angkasa tapi sistem check in.Namun tidak dengan Kisah pria keberuntungan.


Fang Xionan tampak terkejut mendengarnya. "Kemampuanmu ini... memang khusus," gumamnya dalam hati.


Tanpa usaha bisa dapat hadiah, bukan kah ini hebat.


"Mungkin aku memang spesial, tapi ini bukan dunia bencana seperti yang kau kira, jadi santai saja dan ohh Lin xuni juga kelahiran kembali,ku pikir dia ada juga kemampuan takut tidak Taur apa itu," kata Kiki, berusaha menjelaskan kepadanya.


Kiki tahu bahwa dia tidak bisa selamanya merahasiakan kemampuannya, tetapi untuk saat ini, dia ingin mempertahankan identitasnya agar tidak menimbulkan kekacauan di antara mereka.


Fang xionan tercengang lagi, rupa nya Lin xuni juga?


Ah gila .


Xxxxx


Kiki, yang telah terjebak dalam situasi yang tak dapat dia kendalikan, mencoba menjelaskan dengan cepat, "Aku seharusnya sudah mati, tapi kemudian ada kejadian di kantor polisi..."

__ADS_1


Kiki menciptakan cerita baru, menyelubungi dirinya dalam misteri dan rasa bersalah. Dia berusaha menjaga identitas sejati tentang kemampuannya tetap tersembunyi.


__ADS_2