
Yang Guiha tiba di rumah Yang sebelum jam makan siang. Keluarga Yang berada di kabupaten yang sama tapi di pisahkan dengan beberapa desa.
Dengan jarak tempuh seperti itu, Yang Guiha yang berjalan kaki, menghabiskan waktu dua jam lebih untuk bisa tiba di rumahnya.
Jadi ketika dia tiba, cerobong asap dapur di rumah warga juga sudah berasap. Artinya mereka sedang memasak di sana.
"Bibi! Bibi datang!"
Keponakan laki-laki nya yang bernama Yang Ming segera menyapa ketika dia melihat Yang Guiha berdiri di pintu masuk.
Karena itu, beberapa orang yang juga ada di sana melihat ke arahnya dan memandang dengan heran.
Kau tahu, seorang wanita yang sudah menikah jarang sekali bisa kembali ke rumahnya dengan santai. Jika pun kembali, kebanyakan adalah hari setelah hari Imlek. Kedatangannya pun akan membawa beberapa barang di tangan yang mengabarkan jika kehidupannya di rumah suami baik-baik saja. Semakin baik barang yang dibawa, maka semakin baik pula kehidupan wanita yang sudah menikah itu.
Tapi ini bukan hari Imlek, jadi kenapa Yang Guiha datang sekarang.
"Ibu, aku hanya ingin tanya, apakah Xionan datang ke sini?" tanya nya pelan.
"Apa dia pergi lagi? Hah baru kemarin ku dengar dia sudah berubah, tapi apa sekarang Hem?" kata kakak ipar dengan masam.
"Ibu... ayah...
"Dia tidak kesini, kapan dia pergi dari rumah?" Tanya pak tua Yang yang melihat kesedihan putri satu-satunya ini.
Betapa sulitnya membesarkan anak-anak tanpa seorang suami.
"Dia pergi kemarin sore, aku sudah minta Jiasheng menanyakan kabar tapi tidak ada berita sama sekali," keluh Yang Guiha pelan.
"Apa dia pergi mencari kabar atau istri nya melarang? Guier, aku tahu kau lemah tapi kau tidak bisa mengatur menantu perempuan satu-satunya di rumah? Ini memalukan sekali," kata ibunya lagi dengan geram.
Yang Guiha keras seperti besi tapi dia lembut di dalam. Makanya dia tidak bisa berbicara di rumahnya sendiri. Jika dia mau berkeras sedikit mungkin tidak akan jadi seperti ini.
"Ibu, aku tahu salah tapi dia juga sudah berbakti jadi...
"Guier, kukatakan, biarkan dia pulang ke rumahnya untuk merenung. Dia tidak suka menikah dengan putra mu, dia pikir kita memaksakan nya, huh dia pikir hanya dia wanita di dunia ini?" kata ibunya lagi.
Kejadian ini sudah lama sekali, rasa tidak puas menantu perempuan yang hidup dalam kemiskinan sudah dia toleransikan tapi ini malah membuat menantu perempuan semakin arogan. Dia bisa melarang suaminya untuk tidak pergi mencari Fang Xionan.
Jadi dengan cara seperti ini, dia berusaha untuk menekan jika dia adalah Tuan rumah . posisi Putra pertamanya juga agak canggung di sini dia ingin membela ibu kandungnya tapi juga tidak ingin menyinggung istrinya.
Ketika Yang guiha meminta dia mencari informasi, di permukaan dia mengatakan Oke ,tapi sebenarnya dia tidak bergerak sama sekali.
Yang guiha juga tahu itu dan dia kecewa dengan putranya itu. Dalam hidup ini, dia hanya bisa menjaga dua putranya. Yang satu takut dengan istri , sementara yang satu lagi karakternya bengkok.
Apa yang harus dia lakukan ketika dia sebenarnya masih memiliki satu Putri lagi yang tidak tahu bagaimana caranya untuk hidup.
"Ibu, aku datang untuk bertanya tapi jika dia tidak kesini, aku pulang dulu Bu, ayah," kata Yang Guiha lagi.
Setelah menikah, wanita benar-benar dianggap tamu jika dirinya datang ke rumah. Orang di tahun 70-an ini merasa seseorang begitu kurang ajar seandainya bertamu ketika waktu makan.
Jadi Yang Guiha tahu diri, lagi pula dia datang dengan tangan kosong dan wajar jika kakak ipar tidak suka.
"Tidak ibu, aku harus pulang dan mungkin bisa menemukan seseorang untuk bertanya kabar."
__ADS_1
"Guier, tinggal lah dulu. Menantu perempuan, pergi ke dapur untuk menambah segenggam beras lagi," kata pak tua Yang. Kata-katanya adalah dekrit kaisar, walaupun tidak suka, mau tidak mau menantu perempuan pertama segera bangkit untuk melakukan apa yang diminta oleh nya.
"Ayah, aku minta maaf tapi...
"Ohh sepupu Xionan? Kau di sini, waw ikan yang besar sekali?" segera seseorang berteriak di luar yang menyebutkan nama Fang Xionan.
Yang Guiha terkejut dan langsung bangkit dari duduknya menghambur keluar pintu.
Dia sana dia tercengang karena Fang Xionan yang katanya kabur benar-benar berdiri di sana tanpa kekurangan apapun .Yang lebih mencengangkan lagi dia membawa 3 ekor ikan yang besar kira-kira berukuran 3 sampai 4 kg per ekor.
Ini ikan yang besar sekali untuk ukuran mereka.
"Ibu...
"Xionan kau... kau kemana aja nak? Ibu mencari mu kemana mana!" kata Yang Guiha menampar pundak Fang Xionan dengan keras seraya menangis sedih.
Rasa sedih dan khawatir nya segera berkumpul di sini, jadi air mata nya segera turun bak air hujan.
Fang Xionan dulu berpikir jika ini adalah ibu yang bukan miliknya. Tapi sekarang dia mulai menyadari ini adalah tubuhnya dan dia harus menerima jika wanita yang sedang menangis Ini adalah ibu kandungnya sendiri. Hanya dengan cara seperti itu dia bisa benar-benar bergabung dengan tubuh ini dan tidak lagi ditolak oleh dunia.
Entah apa yang terjadi tapi ketika dia berpikir seperti itu tiba-tiba ada perasaan haru di dalam hatinya seolah-olah itu memang dia, bukan orang lain.
Karenanya dia melakukan pembiaran ketika Yang Guiha menangis dengan cara seperti itu. Hanya setelah dia puas menangis, Fang Xionan membujuknya dengan kata-kata.
"Ibu, bagaimana aku bisa pergi meninggalkan rumah jika kau seperti ini. Aku tidak pergi kemana-mana, aku hanya ke kota untuk mencari pekerjaan. Kupikir menjadi petani seumur hidup itu akan sia-sia, tapi siapa tahu aku pergi dalam dua hari tidak tapi tidak bisa menemukan pekerjaan. Hahaha aku sebenarnya lupa jika aku tidak sekolah tinggi."
Yang Guiha menatap putranya ini dan berpikir, apakah dia sedang demam.
"Kau pikir mudah menjadi pekerjaan di luar sana. Pabrik membutuhkan koneksi dan juga beberapa persyaratan untuk masuk. Kita hanyalah orang desa, nak, jadi itu tidak mungkin." Walaupun demikian, dia sangat senang putranya berpikir seperti itu.
Keluarga Yang tidak begitu memperhatikan Fang Xionan, tapi perhatian mereka fokus pada ikan besar di tangannya.
Ikan juga adalah daging, bukan tidak ada orang yang bisa mengambil ikan di sungai tapi tanpa alat pancing, ikan sebesar ini sama juga jarang di dapatkan.
Fang Xionan baru sadar jika pandangan semua orang mengarah pada ikan yang sedang dia pegang. Menyadari itu, dia kemudian berkata, "Bibi, aku membawa ikannya. Ayo makan ikan untuk makan siang."
Inilah yang namanya mengantuk diberikan bantal, jadi bibi yang awalnya bermasam muka tiba-tiba tersenyum dengan cerah dan mengambil ikan besar itu dari tangannya tanpa banyak bicara .Lalu dia pergi ke dapur dan mencari menantunya untuk mengolah ikan tersebut menjadi ikan rebus.
Jangan pernah bertanya , kenapa sebuah keluarga tidak mengolah ikan menjadi menu yang lain, sayangnya mereka hanya bisa membuat ikan rebus ataupun ikan kukus.
Ini karena tidak semua orang mampu membeli bumbu dan mengolahnya menjadi menu yang lain, bahkan terkadang daging saja juga akan mengalami olahan yang disebut dengan daging rebus.
Fang Xionan sudah mulai menerima jati dirinya sebagai orang di tahun 70-an ini. Jadi dia mulai mengerti tindakan dari semua orang yang sangat menghargai bahan makanan.
Di perjalanan, dia berpikir bagaimana malunya ibunya jika kembali ke rumah kelahiran nya,tanpa membawa apapun, jadi dia mampir sebentar pergi ke sungai terdekat dan mengambil ikan di sana dengan cara mudah sekali.
Tentu saja cara dia mengambil ikan berkaitan erat dengan kemampuan airnya.
Ketika dia pergi ke gunung untuk meditasi, kemampuan airnya menghilang dengan cepat, tapi berdekatan dengan Kiki dengan jarak yang begitu dekat, kemampuannya seperti kembali di awal dan semakin kuat dan semakin kuat saja jika dia berlama-lama bersamanya.
Itulah kenapa kemampuannya datang lagi dan dia bisa meraih beberapa ikan besar seperti yang dia bawa saat ini.
Mungkin karena ikan yang dia bawa, akhirnya Yang Guiha bisa tersenyum lagi dan Fang xionan juga diterima oleh para sepupu dan bertanya tentang beberapa hal.
__ADS_1
Misalnya, bagaimana cara dia mencari pekerjaan di luar.
"Jika kita tidak sekolah, mungkin kita bisa mencari koneksi atau membeli pekerjaan, tapi dengan begitu, kau juga harus memiliki kemampuan untuk menanggung kesulitan. Apakah kau memiliki sesuatu?" tanya sepupunya dengan antusias. Mereka hanya tua beberapa tahun, tapi tentu saja berkeinginan yang sama dengan Fang xionan, di mana mereka juga ingin mencari pekerjaan yang lebih layak.
"Aku tidak tahu bagaimana cara mencari pekerjaan, tapi yang jelas aku bisa membawa mobil, terserah itu mobil apa. Dan juga mungkin bisa memperbaikinya sedikit. Aku juga bisa menanggung kesulitan dengan pekerjaan yang berat. Beberapa waktu ini aku juga sudah menyimpan sedikit uang, jika mencari pekerjaan itu sama artinya dengan membeli, aku sudah siap," kata Fang xionan yang penuh percaya.
Dia sudah membaca memori tentang tubuh ini, memang tubuh ini adalah pria yang tidak tahu apa-apa, hanya bisa membuat keributan saja, tapi itu adalah keuntungan tersendiri bagi dirinya. Artinya setiap orang di keluarga, tidak mengenal baik sisi apa yang dia ketahui dan apa kesukaannya, dan juga karakter dari orang aslinya. Tidak ada orang yang begitu mengerti siapa Fang xionan sebenarnya.
Mendengar penjelasan Fang xionan, beberapa kerabatnya tercengang lagi. Yang membuat mereka tercengang adalah keahlian dia, yang sebenarnya tahu bagaimana cara membawa mobil.
Sebenarnya, mobil adalah barang yang langka, bahkan lebih langka jika dibandingkan dengan sepeda. Namun, tidak semua orang bisa membawa mobil.
Mobil di era ini hanya bisa dihitung dengan jari. Salah satunya adalah mobil transportasi, yang lain adalah mobil traktor di desa, dan juga mobil tentara jika pun ada perbedaan itu adalah bus.
"Sepupu, apakah kau serius memiliki keahlian seperti ini dan juga kau memiliki uang?"
"Tentu saja aku bisa, tapi jika memiliki kemampuan dan uang tidak memiliki koneksi, juga sama saja dengan bohong."
"Sepupuku, aku tidak tahu akan kau memiliki kemampuan seperti ini, tapi bagaimana jika aku mencari tahu? Kebetulan sekali aku juga memiliki beberapa teman yang akrab dengan pekerjaan di kota."
Sepupu lain bertanya tentang uang, ini adalah pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh semua orang.
Fang Xionan juga ingin lebih dekat dengan keluarga ini, yang artinya dia harus memberikan alasan yang masuk akal tentang bagaimana dia mencari uang.
Tanpa diduga, dia langsung mengatakan bahwa dia sering pergi ke pasar gelap dan menyimpan beberapa tabungan uang yang kira-kira cukup jika dia benar-benar ingin membeli pekerjaan di Kota.
"Hah, pasar gelap?"
Segera, orang-orang tercengang lagi. Pasar gelap adalah sesuatu yang tidak akan orang ungkapkan begitu mudah. Tapi Fang Xionan tidak takut mengatakan hal itu tanpa bersembunyi.
Tapi ini juga menyiratkan bahwa dia percaya kepada keluarga Yang.
Yang tidak diduga sama sekali adalah Kakek Yang. Dia tidak saja menyesali tindakan cucunya ini, tapi dia juga berkata dengan senyum yang sedikit mengandung kesedihan.
Zaman sudah berubah tapi semua orang juga masih ingin makan dan hidup nyaman.Tapi hanya segelintir orang yang berani menantang kebijakan zaman.
Dan Fang xionan adalah salah satu nya
Dia tidak tahu, apakah harus tertawa atau menangis.
"Xionan sudah begitu dewasa dan tahu bagaimana caranya berpikir, tapi jangan pernah katakan ini di luar. Jika ada yang memanfaatkan ini dan menjebloskanmu ke penjara, akhirnya tidak akan pernah baik." katanya
"Kakek, aku tahu itu."
Segera para sepupu menyanjungnya , sepupu yang awalnya tidak begitu antusias, sekarang menganggap dia adalah seorang panutan.
Fang Xionan dulunya adalah preman pasar, dan sekarang benar-benar terintegrasi dengan pasar gelap.
Mereka juga pernah melakukan itu sekali-sekali, tapi tidak pernah bisa menyisihkan uang dengan begitu banyak, jadi mereka ingin tahu bagaimana rahasia Fang Xionan dalam mengumpulkan sejumlah uang sampai bisa membeli pekerjaan.
Fang Xionan tidak menyembunyikan dan berkata dengan jujur.
"Aku kuat, jadi aku pergi ke gunung malam hari dan mengambil seekor babi hutan, lalu langsung menjualnya di pasar gelap malam itu juga."
__ADS_1
Lagi-lagi semua orang tercengang. Cara dia berkata, seperti babi hutan itu adalah ayam yang sudah dipelihara di belakang rumahnya.
Apakah ini masuk akal?