Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
38


__ADS_3

Sejak kejadian hari itu, Fang Yan mencoba untuk tidak terlalu dekat dengan Lin Xuni. Meskipun dia tidak memiliki bukti mengapa dia merasa seperti itu, tapi intuisinya berbicara. Setiap kali mereka berdekatan, Fang Yan merasakan reaksi yang sama.


Ada waktunya mereka berdua terpaksa ditempatkan dalam ruangan yang sama. Fang Yan mencoba untuk duduk di posisi paling jauh. awalnya semuanya biasa-biasa saja tapi jika keseringan seperti ini beberapa orang curiga Terlebih lagi dengan gu Lenglei dan Ling jin.


Mereka berdua adalah saksi di mana saat itu Lin xuni mencoba mempraktekkan holiganisme dengan Fang Yan.


Secara tidak langsung keduanya berpikir, jika Fang Yan tidak nyaman dengan itu dan mencoba untuk menjauhi Lin xuni.


Tapi tebakan mereka sepertinya setengah benar.


Kejadian ini semua didasari dengan perasaan aneh yang menyelimuti Fang Yan, begitu juga setiap kali dia dan Lin xuni dekat. Tapi karena tidak memiliki bukti dia hanya berpikir dan merasakan ragu


Jadi dalam hati, Fang Yan bergumam, "Apakah yang aku lakukan ini benar?"


Beberapa saat kemudian dia berkata lagi di dalam hati."lebih baik menghindar walaupun tidak ada bukti tapi jika sudah terlanjur maka tidak ada gunanya menyesal"


l


Jadilah semua orang mulai merasakan perubahan besar antara keduanya.Lin Xuni juga merasakan perubahan dalam perilaku Fang Yan dan menyadari bahwa dia mulai curiga.


Dalam hatinya, Lin Xuni berpikir, "Botol aromaterapiku sudah tinggal setengah tapi Fang Yan belum terpengaruh. Apa yang harus aku lakukan lagi?"


"bukan tidak mungkin aku membeli satu botol lagi tapi harganya itu, ahhh. Padahal itu udah dengan diskon masih mahal juga"keluh Lin xuni.


Ini berlangsung beberapa waktu . Tanpa sadar, musim semi akan berakhir dengan menampakkan musim panas.


Meskipun cuaca mulai panas tapi para petani tidak bisa berhenti bekerja di ladang. Itulah kenapa kebanyakan gadis desa tidak ada memiliki kulit putih.


Mereka harus segera berjemur demi point yang akan dihitung pada 6 bulan sekali.


Jagung dan gandum ,semuanya sudah di serahkan pada stasiun pengumpulan biji-bijian di.


Kemarin sisanya diserahkan pada penduduk desa dan poin mereka dihitung pada saat ini.


Ada yang mengambil produk tapi juga yang menukarnya dengan uang sedangkan tiket dibagi mengikuti poin masing-masing.


Meskipun tidak banyak, tapi karena itu. Warga desa tidak benar-benar mati kelaparan .Meskipun sebenarnya mereka tidak makan dengan kenyang.


Yang paling bahagia pada penukaran pohon ini adalah, Yang guiha.


"pencetak skor ,apakah putraku memang mendapatkan poin itu?kau kau tidak bohong kan?"


Pencetak skor itu adalah wanita yang awalnya juga pemuda pendidikan yang datang di tahun-tahun awal. Tapi dia menikah dengan penduduk desa yang dianggap sebagai penduduk asli desa Qingyuan ini.


"Bibi Fang, Kau pikir aku akan mencuri poin putramu?"


Yang guiha tersedak karena pencetak skor benar-benar salah paham. jadi dia buru-buru berkata,"bukan begitu, Kakak laki-lakinya bekerja sepanjang tahun tapi poinnya tidak sebanyak dia, sementara dia bekerja hanya di pertengahan jalan"


Pencetak skor akhirnya mengerti tujuan pertanyaan itu dan dia yang awalnya ingin marah tiba-tiba tersenyum.


"Fang xionan awal Minggu dia ikut ke ladang masih mendapatkan 100 poin , baru kemudian dia mendapatkan poin penuh 10 poin setiap hari. jadi tidak ada kesalahan di sini"


"aahh begitu?"Bisa di lihat, bagaimana bahagianya dia.


Putranya yang pemalas rupanya berhasil menyumbangkan poin terbanyak di dalam rumah mereka.

__ADS_1


Padahal dia hanya bekerja di pertengahan, poin yang dia miliki selalu penuh setiap hari. Ini melebihi poin yang dibawa oleh Putra tertuanya ke rumah.


Alhasil Yang guiha di anggap ibu yang pintar mengasuh anak. Warga desa memiliki ingatan yang pendek .Mereka lupa jika dulunya pria ini ,adalah pria paling malas di desa yang bahkan mendatangkan perasaan yang menghina dan juga memalukan.


"ohh bagian Fang xionan , tukar dengan uang dengan tiket dulu"kata Yang guiha.


Sekretaris desa mengangguk dan menukar jatah Fang xionan jadi uang dan tiket.


Sementara poin semua orang termasuk dirinya, akan diubah menjadi makanan yang seharusnya bertahan atau sampai mereka panen lagi.


"Kiki.. apa kau juga ingin menukar poin-mu dengan sesuatu? ku pikir kau tidak kekurangan tiket?"kata pencetak skor ketika tiba giliran nya maju.


memang tidak seramah di awal-awal kedatangannya, tapi dia juga tidak mau provokasi penduduk desa untuk bertengkar


Tapi kisah tentang Kiki yang setiap bulan mendapat kiriman dan juga puluhan tiket sudah menjadi buah bibir di pedesaan.


Jatah dari pemerintah khusus untuk pemuda pendidikan cuman 6 bulan. jadi mulai saat ini para pemuda pendidikan yang datang bersama Kiki tidak akan mendapatkan jatah lagi.


Jadi mereka harus bertahan hidup dengan pekerjaan yang dihitung menurut poin ini. Atau mereka bisa menunggu kiriman dari rumah.


"Bibi aku tidak kekurangan tiket jadi tidak apa-apa berikan uang saja"kata Kiki.


"Ohh Jadi kau makan apa jika semuanya diubah jadi uang? punya uang tapi tidak punya tiket sama aja bohong" kata seorang bibi mencoba menasehati Kiki.


"Tidak apa-apa bibi, aku cuman sendiri. kebun lahan sayurku sudah Cukup aku makan untuk berapa bulan.Belum lagi dengan gunung yang menyediakan segalanya secara gratis. sedangkan tiket aku punya banyak bahkan bersedia menukarnya dengan orang yang menginginkan"


orang-orang yang hadir di situ terkejut mendengarnya. dulu mereka pikir Kiki bukanlah gadis yang bisa dibawa bicara baik-baik.


tapi lama-kelamaan mereka menyadari jika gigi adalah pribadi yang mandiri. meskipun dia cukup mudah namun dia adalah gadis yang pemarah.


Tapi jika seseorang berbicara sopan dan santai , maka kiki masih akan sopan dan santai juga.


Sekarang warga desa kekurangan uang dan juga tiket. Sekarang Kiki bersedia menggantinya, maka semua orang buru-buru berkata baik-baik lagi dengan kita.


tapi keinginan semua orang segera diblokir oleh Kepala desa.


"Kiki, sekretaris desa harus pergi jauh-jauh ke stasiun penjualan tiket. baru kemudian kami mendapatkan tiket yang tentu saja harganya bervariasi. jika kau berkeinginan untuk menukarkan tiket itu dengan uang lebih baik memberinya kepada desa agar tidak disebut sebagai spekulasi"


Kiki mengerti jika kepala desa ingin dia berbisnis secara transparan. Kejahatan spekulasi akan dihukum bunuh jika transaksinya besar.


Kiki buru-buru berkata, "kepala desa aku tidak ingin berniat untuk menjualnya hanya menukarnya saja dengan beberapa produk yang setara. ini bukan spekulasi? tapi saran dari kepala desa itu lebih baik, maka aku akan menyerahkan semuanya kepada kepala desa"


Kiki segera mengeluarkan beberapa tiket harian yang dia miliki yang tentu saja didapatkan dari sistem.


Dia tidak kekurangan bahan makanan sekarang. jadi tiket-tiket ini tidak berguna jika berada di tangannya. Bahkan setengah dari tiket itu sudah dijualnya ke pasar gelap.


Melihat jumlah tiket yang diletakkan Kiki di atas meja ,semua mata yang memandang ke arah itu membulat.


"Ah begitu banyak sekali?"


"oh ini simpanan sejak aku datang ke desa, aku tidak punya waktu untuk membelanjakannya jadi kupikir tiket ini akan kadaluarsa" kata kiki dengan matanya yang polos.


Semua orang percaya begitu saja dan buru buru menemukan kepala desa untuk minta tiket tambahan.


Jadi itu adalah hari lain di mana Kiki menambah simpanan nya yang semakin gemuk.

__ADS_1


Dengan uang tambahan di tangannya, Kiki bersenandung kembali ke rumahnya lagi.


Dia tidak tahu jika Lin xuni , semakin tidak nyaman melihat dia bahagia.Ada pun Fang Yan terasa lebih jauh saat ini seperti bulan yang tidak bisa digapai.


Kiki tidak tahu jika sebenarnya, Fang Yan, sering menghabiskan malam di dengan memandang ke arah rumah Kiki.


Mungkin karena kejadian terakhir, Fang Yan takut akan ada kejadian yang kedua. Jadilah dia security tanpa bayaran Kiki di sana .


Bagaimana mungkin bisa menerima nya .


"Ohh jika aku tidak bahagia maka jangan harap kau bisa bahagia Kiki.Hei aku tahu, mungkin parfum aromaterapinya tidak akan berfungsi pada Fang Yan tapi jika ini pada yang lain maka...ahh .Kenapa aku tidak berpikir seperti ini dari kemarin?"


"Oh ini adalah rencana yang bagus.Kiki Fang Yan adalah milikku di dalam kehidupan ini dan selalu menjadi milikku.Fang Yan tidak akan menyerah tapi aku akan membuat dia menyerah kali ini, hehehe "


Selagi dia berpikir cantik, Fang Yan lewat.


"kakak Fang,mau kemana?"kata Lin xuni yang mengejar Fang Yan dengan setengah berlari.


Fang Yan tidak ingin berhenti sama sekali yang membuat lin Xuni menjadi curiga.


"Kakak Fang, apa kau ingin pergi rumah Kiki lagi? apa kau ingin memberikan dia jatah mu?"


Mendengar itu Fang Yan baru berhenti.


"Kamerad Xuni,jatah ku sendiri kan.Tapi dari mana kau berpikir jika aku akan pergi kepadanya? apa kau memata-matai aku selama ini?"


Fang Yan menyadari jika dirinya memiliki perasaan yang berbeda dengan Kiki. Tapi Gadis itu masih 14 tahun mungkin beberapa bulan lagi baru 15 tahun. Masih terlalu kecil untuk berbicara tentang pernikahan.


Jadi dia bersikap tahu diri dan menunggu waktu yang tepat, untuk menyatakan kesediaannya berhubungan secara resmi dengan Kiki.


Tapi baru-baru ini dia menyadari jika dia diikuti oleh seseorang.Melihat dari cara dia berbicara tentu itu adalah Lin xuni.


"Kakak Fang, tidak perlu memata-mataimu. Semua orang di tim pemuda pendidikan, juga menyadari kau akan hilang di sepertiga malam. kemana kau pergi jika tidak ke rumahnya? Kau menunggu di sana seperti orang bodoh.Kakak sendiri tahu kan jika kiki itu pikirannya beda dengan kita. Dia benar-benar tidak layak untuk kakak peduliin"kata Lin xuni dengan air mata sedih.


"Ohh Jika dia tidak layak apakah kau layak? aku tidak melaporkan tapi mungkin akan ada kasus baru tentang Hooligan di kota kabupaten " kata Fang Yan lagi.


Kata kata itu, membuat Lin xuni mati kata. beberapa waktu ini dia memang sering menempel seperti lem dengan Fang Yan.


Selalu menambah aroma terapinya lebih pekat jika mereka lebih dekat. tapi entah apa yang terjadi Fang Yan sama sekali tidak memiliki reaksi apapun.


Tapi perilaku dia menempel tadi ,segera menjadi topik pembicaraan diantara tim pemuda pendidikan.


Lin xuni adalah penjahat holigan wanita.


Tapi pembicaraan itu hanya di belakang mereka berdua.Jadi lin Xuni tidak tahu, tapi itu baru bukan berarti Fang Yan juga tidak tahu kan.


Setelah mengatakan seperti itu Fang Yan menjauh dari tempat itu dan pandangannya membuat sensasi tidak nyaman di hati Lin xuni.


Dia tidak bisa marah dengan Fang Yan tapi semua kemarahan itu diarahkan kepada Kiki.


Awalnya dia hanya berpikir sedikit tapi sekarang tekadnya untuk menjebak Kiki semakin kuat saja.


"Kiki , Kenapa kok bisa bahagia tapi aku tidak? Kenapa? apa sebenarnya tujuan dari kelahiran kembali .Jika aku tidak bisa mendapatkan kebahagiaan?"


"Kiki, jangan pernah salahkan aku karena semua ini adalah salahmu sendiri" gumamnya.

__ADS_1


Tidak ada yang tau, jika Kiki sedang di rencanakan oleh seseorang. Tapi sebenarnya wajah yang penuh kebencian itu benar-benar dilihat langsung oleh Fang xionan.


__ADS_2