Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
64


__ADS_3

Selama beberapa bulan datang ke dunia ini, Kiki belum pernah mengalami yang namanya sakit. Justru karena Fang Xionan mengatakan hal yang sebenarnya dia benar-benar sakit dan tidak ingin bangun dari ranjang.


Fang Xionan tidak datang lagi setelah itu, Kiki tidak tahu apa yang dilakukan oleh pria itu, yang jelas mereka sama-sama mencoba untuk menghindar satu sama lain.


Keberadaan sistemnya benar-benar terekspos begitu saja. Kiki tidak tahu apakah ini adalah hal baik atau tidak, namun begitu masalah kemampuan Fang Xionan juga akan menjadi kartu trufnya seandainya pria itu berencana untuk membuka rahasia ini kepada pihak lain.


Di sisi lain, Fang Xionan sebenarnya pergi ke pegunungan yang dalam. Tingkat percaya dirinya bangkit ketika dia mulai menyadari jika Kiki memiliki sesuatu yang hampir mirip dengannya, yang membuat dirinya berpikir jika mereka berdua berasal dari dunia yang sama.


Tapi sekarang dia kepercayaan dirinya itu mulai tergoncang. Bukan saja mereka berasal dari dunia berbeda, tapi dia bahkan tidak tahu apakah dunia ini asli atau tidak.


Kau tahu, menurut Kiki, dia pernah membaca beberapa judul novel yang bergenre hari kiamat dan juga zombie. Bukankah itu artinya dunia yang dia kenal sebelumnya adalah dunia yang benar-benar tidak nyata atau yang biasa disebut fiktif.


Yang lebih menyedihkannya lagi, Kiki juga mengatakan sesuatu yang membuat dirinya berpikir ulang.


"Apakah aku ini nyata atau tidak? Apakah dunia ku sebelumnya hanyalah sebuah dunia paralel? Ahh, sebenarnya apa yang terjadi di mana aku sekarang? Apakah ini dunia? Apakah ini juga dunia paralel?"


Memikirkan pertanyaan yang bermacam-macam di benaknya, Fang Xionan hampir saja menjadi gila. Air adalah sumber kekuatannya, dan dia sendiri bisa dikatakan terbuat dari air. Karena itu, dalam kondisi seperti ini, dirinya lebih suka merendam seluruh tubuhnya di dalam air jernih.


Sungai kecil di gunung terdalam lebih dingin jika dibandingkan di pedesaan. Mungkin musim dingin sudah malam memperlihatkan tanda-tandanya. Fang Xionan tidak bergerak dalam sungai dingin. Sesekali dia mengangkat tangannya ke atas dan berpikir dalam hati, "Apakah tangan ini benar-benar nyata atau palsu?"


"Jika Tuhan itu ada, apakah ada yang bisa menjawab pertanyaan ini, siapa Aku dan kenapa aku ada di sini?" pikir Fang Xionan lagi.


Karena kebingungan yang terjadi di dalam benaknya,Fang Xionan bahkan tidak pulang ke rumah dalam 2 hari.


Yang Guiha sebagai ibu tentu saja khawatir. Sejak putranya itu menjadi pribadi yang lebih baik, dia masih akan pulang ke rumah walaupun malam sudah hampir berlalu.


Tapi sekarang, Fang Xionan tidak pulang meskipun ini sudah dua hari. Yang paling dikhawatirkan olehnya adalah Fang Xionan yang akan kembali menjadi preman pasar atau yang di yang di akrab disebut dengan pemuda kelas 2.


Kiki tidak tahu apa yang terjadi dengan pria itu, yang jelas dia senang karena dua hari ini Fang Xionan tidak lagi datang mengganggunya dan dia merasa nyaman-nyaman saja.


Tapi pagi itu, Yang Guiha datang berdiri di pagar rumahnya. Entah kapan wanita tua itu berdiri di sana, yang jelas tubuhnya sudah sedingin es. Ini wajar karena cuaca sudah sedikit dingin.


Ladang bahkan sudah mulai membuat persiapan untuk panen menyambut cuaca yang semakin dingin ini.


"Bibi, apa yang kau buat di sini?" Ling Jin adalah orang yang pertama mendapati wanita setengah baya itu berdiri dalam kondisi dingin.


"Eh, Gadis Lingling, bibi... bibi ada sedikit urusan dengan gadis Kiki. Apa dia ada?" katanya dengan sedikit gugup.


"Oh, bibi, kau sudah akan menjadi patung es. Ayo masuk dan hangatkan dirimu dulu," kata Lingling pelan sambil membuka pintu pagar dan ibu Fang Xionan untuk masuk ke rumah.


Yang Guiha masuk dan mengangguk sedikit ke sementara Ling Jin pergi mengetuk pintu kamar Kiki.


Kiki sudah bangun sejak awal, tapi dia pergi ke ladang sistem untuk memanen beberapa hal. Rencananya begitu kembali dari pekerjaan di ladang, baru dia akan menabur beberapa benih.


Ketika dia mendengar pintu kamarnya diketuk, dia langsung keluar dan membuka pintu.


"Kiki, aku baru saja bangun dan mendapati bibi Fang sudah berdiri di pintu gerbang. Katanya dia ingin berbicara denganmu sebentar," kata Ling Jin pada Kiki.


"Bibi Fang, hem, yang mana?" Tanya Kiki yang belum mengerti. Wanita yang sudah menikah , biasa nya akan menggunakan nama keluarga suami.


Ada beberapa keluarga dengan nama Fang di desa ini, jadi dia tidak yakin bibi Fang yang mana.

__ADS_1


"Oh, ini ibu Fang Xionan," jelas Ling Jin.


Mendengar itu, Kiki mengerutkan dahinya. Dia tidak tahu tujuan dari ibu Fang Xionan datang. Ketika Kiki bertanya pada Ling Jin, gadis itu menggelengkan kepalanya dan berkata jika dia tidak tahu.


Karena itu, Kiki pergi ke ruang tamu untuk melihat ibu Fang Xionan duduk dengan segelas air panas yang diberikan oleh Ling Jin.


"Bibi Fang, kata Lingling bibi sedang mencari kili. Emangnya ada apa?" Tanya Kiki yang mengambil kursi di depan bibi Fang.


Yang Guiha meletakkan gelas di atas meja lagi dan menatap Kiki dengan pandangan yang sedikit ragu. Namun, sifat keibuannya mendorong dia untuk bertanya.


"Kiki, bibi ingin menanyakan sesuatu, tapi tidak bermaksud untuk membuat kau sedikit tidak nyaman."kata nya


"Oh, ada apa, bibi? Jika aku tahu, maka aku akan menjawab," kata Kiki yang masih bisa memberikan senyum ramahnya.


Dia ingat bibi ini lah yang malah meminta uang ketika putranya dalam kondisi, padahal putranya yang salah. Dulu Kiki tidak tahu sama sekali, tapi sekarang dia mulai merasakan perasaan bersalah untuk wanita separuh baya ini.


Yang Guiha tidak tahu jika sebenarnya putra kesayangan itu sudah meninggal dunia lebih awal dan sekarang tubuhnya sedang dirasuki oleh seseorang dari dunia yang lain.


Jika saja Yang Guiha tahu, mungkin dia akan pingsan dan tidak akan pernah mau bangun lagi.


Jadi, sedikit sebanyak, Kiki merasa kasihan dengannya.


"Xionan tidak pulang sejak 2 hari. Apakah kau tahu dia pergi ke mana? Eh, bibi bukan ingin menuduhmu, tapi beberapa bulan ke belakang ini dia tidak memiliki teman, tapi hanya kau yang dia perhatikan. Jadi, kupikir kau pasti tahu sesuatu, kan?" kata Yang Guiha lagi.


"Dia tidak pulang, dan itu sudah dua hari?" kata kiki terkejut.


Jika itu adalah dua hari yang lalu, itu artinya pria itu tidak saja tidak datang ke rumahnya tapi juga tidak pulang ke rumahnya sendiri.


"Bibi ,aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengannya tapi dia juga tidak datang kemarin sejak dua hari yang lalu.Maaf bibi Fang,aku benar-benar tidak tahu"kata Kiki dengan rasa bersalah.


Mendengar jawaban, Yang guiha merasa sedih di dalam hatinya. Jika Kiki saja tidak tahu kemana putranya pergi, lalu ke mana dia bisa mencarinya.


"Tapi bibi jangan terlalu khawatir, dia sudah dewasa dan tidak perlu untuk bibi khawatirkan lagi jadi tenang saja dan beristirahatlah agar kau tidak mudah sakit"ujar Kiki .


Yang guiha mendesah, putranya memang sudah besar tapi dia adalah pria dewasa yang paling dikhawatirkan olehnya.


"Bibi sudah meminta Kakak laki-lakinya mencari ke mana dia pergi, tapi kakaknya juga bilang dia sudah begitu besar sampai tidak perlu dikhawatirkan lagi. Sebagai ibu ,bagaimana bibi tidak khawatir. Bibi hanya takut dia kembali seperti dulu, ooh Putraku ,kenapa selalu membuat ibunya khawatir seperti ini huhuhu" keluh Yang guiha lagi.


"Bibi Hem, aku juga tidak bisa membantu bibi tapi ku harap dia akan kembali dalam waktu dekat"kata Kiki lagi.


Yang guiha masih merasa sedih dengan kehilangan putranya ini tapi dia tidak bisa mengganggu Kiki lama-lama. Jadi dia permisi untuk pulang.


Sementara itu Kiki tidak bisa memberikan bantuan apapun. Ini juga masalah keluarga orang lain yang tidak perlu dia untuk masuk campur.


Sementara itu Yang guiha seperti hilang akal. Dia sudah meminta Putra pertamanya untuk pergi bertanya dengan beberapa orang tentang keberadaan Fang xionan.


Tapi hanya omelan menantu perempuan yang dia dengar di rumah sehingga putranya itu menjadi ciut.


Dengan begitu situasi di dalam rumah semakin tidak nyaman karena dia sering bertengkar dengan menantu perempuannya itu sepanjang hari.


Sekarang dia semakin khawatir saja dan tidak bisa melakukan apapun selain pergi meminta bantuan dari Kiki.Tapi Kiki juga tidak tau apa apa.

__ADS_1


"ke mana lagi aku harus mencari bantuan?"pikir nya dalam hati.


Terlanjur kecewa dan sakit hati, Yang guiha pergi melapor kepada kapten dan meminta cuti satu hari.


"Aku ingin kembali ke rumah ibuku untuk melihat apakah mereka bisa membantu aku menemukan xionan"katanya.


Kapten tim merasa Fang xionan sudah berubah beberapa hari ke belakangan ini tapi sekarang dia mulai berpikir Apakah anak itu sudah bosan menjadi pribadi yang baik dan sekarang kembali pada karakter aslinya.


Jika tidak kenapa dia bisa menghilang begitu saja tanpa memberikan kabar berita.


"Bibi Fang, aku tidak memiliki hak untuk ikut campur tapi kupikir dia sudah Cukup dewasa. Pergi dari desa tanpa surat izin juga adalah hal yang sedikit merepotkan. Jadi kupikir dia tidak akan pergi jauh dari sini kok. Bibi Fang juga jangan terlalu mengkhawatirkan dia"


Yang guiha masih ingin menangis dan mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya dia terpaksa menutup. Karakter buruk dari putranya ini sudah mendarah daging dan sulit untuk membuat semua orang berpikir jika putranya ini sudah berubah.


Bahkan menantu perempuan di rumah juga berpikir begitu apalagi dengan orang luar.


Namun sebagai ibu, dia percaya putranya ini masih bisa diubah meskipun rasanya akan sulit.


"Yah begitulah tapi hari ini aku hanya ingin pulang dan melihat apakah dia pernah ke rumah neneknya"katanya beralasan.


Kapten dan kepala desa tidak bisa menghentikan orang untuk meminta cuti. Jadi izin diberikan untuk satu hari Namun bibi Fang diharapkan untuk bekerja besok.


Ohh negara saat ini mengedepankan kolektif di mana semua orang diwajibkan untuk pergi bekerja. seseorang yang tidak pergi bekerja itulah disebut dengan pemuda kelas 2 dan dikatakan sebagai sampah masyarakat.


Hal ini bukan saja akan di gosip kan tapi juga bisa dilaporkan jika kondisinya semakin memburuk.


Jika ditanya kenapa pemuda kelas 2 dan sampah masyarakat tidak dilaporkan, ini karena desa masih berpikir tentang dampak sosial jika masalah ini dilanjutkan ke pihak atas.


Seandainya masalah ini dikedepankan, bukan saja individu yang akan dikaitkan tapi perangkat desa juga akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Akibatnya desa harus membayar beberapa denda. Bahkan desa terkait juga akan dikritik di dalam pertemuan di tingkat kabupaten dan juga provinsi.


Bayangkan bagaimana malunya perangkat desa jika hal itu terjadi.


Karena konsekuensi seperti itu tidak banyak perangkat desa yang ingin melakukan melaporkan masalah warga mereka. Mereka justru cenderung untuk menutup-nutupinya dan menyelesaikan masalah itu di tempat.


"Oke bibi Fang,aku memberikan bibi cuti satu hari.Semoga besok bibi bisa kerja lagi dan Fang xionan ada di rumah neneknya"


"Ya, semoga aja " kata Yang guiha dengan mengusapkan air matanya.


Kapten Tim dan kepala desa mengangguk membiarkan Yang Guiha pergi dengan harapan untuk menemukan jejak Fang Xionan.


Kapten tim juga memikirkan hilangnya Fang Xionan. "Fang Xionan telah berubah beberapa hari ini, tapi sekarang aku mulai berpikir, apakah dia mungkin kembali pada karakter aslinya? Menghilang begitu saja tanpa memberikan kabar berita, ini membuatku khawatir."


Kepala desa juga berkata," sulit untuk tahu ,dia benar-benar berubah atau tidak.Tapi tunggu beberapa hari lagi.Jika masih tidak pulang,ayo bantu cari "


Meskipun begitu , mereka masih berpikir Fang xionan keterlaluan karena membuat semua orang khawatir.


Tapi kemana Fang xionan pergi.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2