Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
107


__ADS_3

Kiki masih tertidur ketika Fang xionan kembali dengan sertifikat yang sudah diverifikasi. bukan itu saja dia juga membawa beberapa orang untuk membersihkan halaman rumah.


ketika Kiki bangun dari tidurnya Itu sudah lewat dari jam makan siang dan pada saat itu dia mulai menjaga diri jika sejumlah orang sudah pun mengemas halaman yang membuat perubahan begitu besar.


Halaman yang tadinya penuh dengan gulma sekarang terlihat rapih dan Sebenarnya ada tiga pohon buah , dua pohon Persik dan juga kesemek.


Kiki memandang ke segala arah dan tersenyum puas.


"Kau sudah bangun?"sapa Fang xionan ketika dia melihat Kiki datang.Kiki hanya mengangguk kepala dan mengatakan hum dengan samar.


"Ayo makan siang di restoran milik negara,aku tidak tahu menu apa yang ada hari ini"kata Kiki yang sudah tidak sabar untuk check in di Beijing.


Pemandangan kota Beijing pada tahun 70-an mencerminkan dominasi ideologi negara .Patung-patung besar dan slogan-slogan revolusioner menghiasi banyak sudut kota.


 Salah satu tempat penting adalah Lapangan Tiananmen, yang menjadi tempat upacara- upacara besar dan demonstrasi politik. Di tengah lapangan, terdapat patung besar Mao yang menghadap ke arah pintu gerbang Kota Terlarang. Pintu gerbang ini, yang dahulu merupakan tempat masuk eksklusif untuk Kaisar Tiongkok, adalah simbol transisi dari masa lalu imperial Tiongkok menuju masa depan komunis.


Seiring dengan semangat Revolusi Kebudayaan, banyak situs bersejarah di Beijing mengalami perubahan. Beberapa situs bersejarah yang terkenal, seperti Kuil Surga dan Tembok Kota Terlarang, mengalami pemulihan dan perawatan yang terus menerus, sementara yang lain dihancurkan atau diganti dengan simbol-simbol komunis.


Selain itu, banyak institusi milik negara yang mendominasi lanskap kota. Gedung-gedung pemerintah dan kantor Partai adalah struktur yang mendominasi skyline Beijing. Salah satunya adalah Zhongnanhai, kompleks yang digunakan oleh kepemimpinan pemerintah pusat Tiongkok, terletak dekat dengan Kota Terlarang. Di sini, keputusan-keputusan penting dibuat dan kebijakan-kebijakan negara dirumuskan.


Namun, walaupun pemandangan kota Beijing pada era ini diwarnai oleh ideologidan kekuasaan negara, kehidupan sehari-hari masyarakat juga mencakup sejumlah kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi yang beragam.


Pusat-pusat seni dan kebudayaan terus berfungsi, meskipun dalam kerangka yang lebih sesuai dengan ideologi negara.Meskipun perubahan besar terjadi, ada juga unsur-unsur kontinuitas dari sejarah panjang Beijing yang dapat ditemui di antara tanda-tanda perubahan revolusioner.


Kiki semangat benget untuk... hehehe check in tentunya.


Fang xionan mengangguk dan dia berbicara beberapa hal dengan shitou sebelum mengajak Kiki keluar. Ketika tidak melihat ada orang di sekitar mereka berdua memilih pergi ke sebuah gang sempit .Tidak lama kemudian mereka keluar lagi dan kali ini disertai dengan sebuah sepeda.


Kiki membawa serta sepedanya ,karena dia pikir berjalan di kota sebesar ini akan sedikit merepotkan.Bisa saja sih menggunakan bus tapi dia tidak akan bisa melakukan check in dengan cara itu.


Begitu dia meninggalkan lokasi ,Kiki langsung meminta sistem untuk memindai area sekitar. Pada saat itulah dia menyaksikan begitu banyak titik-titik check in yang berbagai jenis.


"Ahh Untung saja berarti sistem sudah aku, ohh tabungan poinnya juga melimpah hehehe"kata Kiki senang.


Fang xionan yang sedang mengemudikan sepeda hanya tersenyum dan menganggukkan kepala. Gadis di belakangnya ini tidak lagi menyembunyikan diri seperti kura-kura diet secara terang-terangan mau bercerita tentang apa itu sistem yang dia miliki.


Jadi Fang xionan merasa dirinya diistimewakan dalam hal ini.


Kiki dan Li tiba di restoran milik negara setelah beberapa kesulitan mencari alamatnya, mengingat mereka pertama kali mengunjungi Beijing. Namun, sistem navigasi memandu mereka dengan baik, dan mereka akhirnya sampai di tempat tujuan.


Restoran ini jauh lebih besar daripada yang biasa mereka temui di kota Qingyuan, dengan bangunan yang megah dan mencolok. Mereka kaget saat sistem memberi tahu bahwa lokasi ini memiliki nilai 10 poin. Biasanya, menjelang Tahun Baru Imlek, mereka akan dikenakan biaya lebih dari 20 poin, ditambah hadiah-hadiah khas yang biasanya diterima selama perayaan tersebut.


Kiki bertanya pada sistem, "Kenapa harga makanan di sini begitu murah, ya?"


Sistem menjawab, "Harga makanan di ibu kota mendapat diskon 80% selama 10 hari sebelum Tahun Baru Imlek, dan tidak berlaku setelah Tahun Baru."


Kiki terkejut mendengar penjelasan ini. Aslinya harga check in di ibu kota seharusnya mahal, tapi ada diskon besar khusus yang membuatnya terkejut. Namun, ini hanya berlaku selama 10 hari sebelum Tahun Baru, dan saat itu, dia sudah di Qingchen.


Kiki awalnya berencana tinggal di Beijing selama liburan Tahun Baru dan pergi ke Qingchen dua hari sebelum perayaan tersebut.Kiki juga berencana untuk berbelanja poin sistem selama periode khusus ini di sana.


Wah, pengaturan dari sistem ini sepertinya mengirim bantal kepada orang yang mengantuk, hahaha.

__ADS_1


"


Fang xionan melihat wajah Kiki yang berkedut dan tiba-tiba tertawa. Dia tidak tahu apa itu tapi instingnya mengatakan itu adalah hal baik. Jadi dia membiarkan Kiki dengan kegilaannya untuk sesaat.


"Masuk?"tanya Fang xionan yang sudah memarkirkan sepedanya lebih dulu. hari ini, laci sistem sudah dikosongkan di pasar gelap jadi tidak ada apa-apanya di sana. karenanya mereka berdua serius untuk makan dengan jujur di restoran milik negara ini.


Kiki yang sedang bahagia menganggukkan kepala dan berkata dengan sedikit keras ,"Oke aku check in hahaha"


("selamat tuan rumah karena sudah check in di restoran milik negara, dapatkan zat makanan hari ini lengkap dengan rp2.000 ditambah dengan amplop merah")


Kiki tidak bisa menyembunyikan senyumnya kali ini dia benar-benar mendapatkan rp2.000 yang mungkin disebutkan sebagai uang , padahal sejatinya hari ini bukan hari gajian loh.Dan amplop merah untuk tahun baru.


Kiki mendapatkan begitu banyak amplop merah tahun baru dan itu adalah di qingchen.Rata-rata amplop itu memiliki nilai yang sama dengan uang yang sebutkan.Ahh ini namanya rezeki nomplok.


Yang terpenting adalah menu di restoran milik negara di Beijing tentu saja berbeda dengan menu yang ada di kota kecil.Ahh Apakah ada sesuatu yang istimewa, ohh sebenarnya Beijing sangat terkenal dengan bebek panggangnya.Ah air liur Kiki sudah mulai menetes.


Fang xionan menggelengkan kepalanya melihat perilaku jujur yang seperti anak-anak. Tapi dia juga menyadari jika orang lain yang mendapatkan sistem keberuntungan seperti Kiki ini, mereka juga akan memiliki perilaku yang sama.


Kau tahu terkadang ada jiwa anak-anak di dalam tubuh orang dewasa.


Kiki dan Fang Xionan memasuki restoran besar yang memiliki suasana kantin internasional. Mereka duduk di salah satu meja yang nyaman dan segera ditandatangani oleh seorang pramusaji yang ramah. Pramusaji itu bertanya, "Apa yang ingin Anda pesan?"


Pelayan di restoran milik negara ini tidak memiliki senyum di wajahnya namun ini masih lebih baik jika dibandingkan Qingyuan sendiri. di restoran milik negara Qingyuan, tidak ada tidak akan ada pramusaji yang menghampirimu tapi anda harus memesan sendiri ke pintu dapur.


Jadi layanan seperti ini masih lebih baik.


Tapi mereka tidak melihat buku menu di meja mereka. Sebaliknya, ada sebuah papan besar yang terpampang di samping pintu masuk ke dapur restoran. Papan itu berisi daftar menu yang ditulis dengan besar-besar.


Fang Xionan menatap papan menu dengan seksama dan menjawab, "Mungkin kita bisa mencoba Peking Duck. Itu pasti salah satu hidangan ikonik Beijing."


Pramusaji menjawab, "Baiklah, satu Peking Duck. Apa lagi yang ingin Anda pesan?"


Kiki berpikir sejenak dan berkata, "Kita juga ingin mencoba Jiaozi, sup panas yang lezat, dan Mie Beijing. Semua itu terdengar luar biasa!"


Pramusaji mencatat pesanan mereka, "Baik, satu Peking Duck, Jiaozi, sup panas, dan Mie Beijing. Terima kasih atas pesanannya."


Saat mereka menunggu hidangan mereka, Kiki dan Fang Xionan merasa terkesan dengan suasana restoran yang begitu berbeda dari tempat makan biasa mereka di Qingyuan. Mereka sangat bersemangat untuk mencicipi hidangan-hidangan khas Beijing yang legendaris ini.


Mereka duduk bersama dengan harapan tinggi, menunggu pesanan mereka tiba. Tidak butuh waktu lama sebelum pramusaji kembali, kali ini membawa hidangan-hidangan yang telah mereka pesan. Meskipun wajah pramusaji terlihat serius dan tanpa senyum, pelayanan restoran ini cukup cepat.


Ketika hidangan-hidangan itu diletakkan di meja mereka, aroma harum mulai menguar di sekitar mereka. Kiki dan Fang Xionan tidak sabar untuk mencicipi hidangan khas Beijing ini.


Mereka mulai dengan Peking Duck. Pramusaji dengan hati-hati memotong potongan daging yang renyah dan gurih. Kiki mencoba memadukan potongan daging dengan saus hoisin dan daun bawang, lalu membungkusnya dalam selembar kulit tipis. Dia mengangkat panci kecil yang berisi potongan daging dan tersenyum, "Ini sangat lezat, Fang Xionan. Tekstur dagingnya sempurna."


Fang Xionan mencoba Jiaozi, dimakan dengan taburan bawang goreng yang segar. Ia mengangguk setuju, "Benar, Jiaozi ini lezat dan gurih. Saya suka tekstur kulitnya."


Mereka juga menikmati hidangan sampingan seperti sup panas yang menghangatkan dan Mie Beijing yang dihidangkan dengan saus kacang yang kaya rasa.


Setelah beberapa gigitan dan pertukaran pujian, Kiki dan Fang Xionan mulai merasa puas. Mereka menikmati makanan khas Beijing yang mereka cicipi, sambil berbagi cerita dan tawa. Meskipun suasana restoran ini mungkin tidak begitu ramah, hidangan yang mereka nikmati telah membuat pengalaman makan mereka menjadi tak terlupakan.


Kiki dan Fang Xionan menghabiskan hampir setengah jam di restoran milik negara, menikmati hidangan khas Beijing yang luar biasa. Setelah membayar, mereka keluar dari restoran tanpa terburu-buru, memutuskan untuk menjelajahi Beijing secara perlahan.

__ADS_1


Mereka memutuskan untuk menggunakan sepeda untuk berkeliling, dan meskipun sepeda yang tersedia adalah tipe khusus wanita, Fang Xionan dengan senang hati mengendarainya dengan Kiki duduk di belakangnya. Mereka terlihat seperti pasangan yang tak biasa, bayangkan saja ,dengan Fang Xionan yang besar dan berotot mengayuh sepeda sementara Kiki dengan tubuh kecilnya sedang duduk di belakangnya.


Aneh banget kan


Namun, Fang xionan tidak peduli dengan pandangan orang lain,dia lebih mementingkan kebahagiaan Kiki yang berada di belakang. Kiki mengajukan ide untuk pergi ke mal internasional, tempat di mana ia berharap bisa menggunakan poinnya untuk mendapatkan tiket industri internasional.


"Oke bos"


Fang Xionan mengayuh sepeda menuju lokasi yang ditunjukkan oleh Kiki, dan mereka tiba di mal internasional yang tampak sangat modern.


Ketika Kiki mencoba untuk melakukan check-in, sistem memberikan informasi tentang biayanya, ("Terdeteksi tempat check in mall internasional dengan biaya 20 poin, Apakah tuan rumah menginginkannya?")


Kiki mendengar biayanya dan dengan senang hati berteriak, "Oke, aku check in!"


Sistem memberi kabar bahwa dia telah berhasil check-in, dan dia mendapatkan beberapa hadiah, termasuk tiket internasional khusus. Kiki sangat senang dan dengan terlalu bersemangatnya, dia memeluk Fang Xionan tanpa sadar. Namun, dia segera menyadari tindakannya ketika sistem berteriak lagi dan mengatakan beberapa hadiah karena sudah menyentuh pria keberuntungan.Segera Kiki tersipu, meminta maaf.


Fang Xionan hanya tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa. Ayo masuk. Mungkin kamu ingin berbelanja?"


Kiki tersenyum ceria lagi dan melupakan rasa malunya, "Aku tidak yakin. Mari kita lihat dulu. Aku memiliki tiket industri internasional, jadi aku bisa membeli banyak barang sekaligus!"


wanita umumnya adalah makhluk yang paling suka berbelanja dan Kiki adalah gadis dengan tipe itu. ditambah lagi dia tidak perlu mengambil menghabiskan uangnya sendiri ketika ingin berbelanja secara real. Dia punya uang kok dari hasil check in secara gratis.


Fang Xionan tersenyum, meskipun dalam hati ia merasa agak tidak nyaman juga. Dia merasa bahwa sistem ini adalah sebuah keberuntungan yang terus menerus akan berpihak pada Kiki, dan jika hal ini terus berlanjut, bukan kah suatu hari,ia mungkin hanya menjadi pria yang pasif di sisinya.


Tapi masa depan adalah sesuatu yang tidak akan ada orang mengetahuinya akan jadi apa.


Kiki dan Fang Xionan naik ke dalam gedung, dan mereka menemukan bahwa bangunan ini memiliki beberapa lantai. Yang membuatnya agak tidak nyaman adalah absennya lift atau tangga otomatis, sehingga mereka harus naik tangga secara manual.


Meskipun melelahkan, Kiki melihat ini sebagai tantangan yang menarik, terutama karena dia belum terlalu berpengalaman dalam berbelanja selama tahun ini.


Fang xionan sebenarnya juga penasaran. Dia pernah hidup di era sebelum terjadinya hari kiamat pada saat itu dia juga sudah akrab dengan mall-mall besar seperti ini tapi itu sudah begitu lama sekali.


Memasuki mall internasional ini membuat dirinya bernostalgia tentang masa lalu.


"Kok tidak seramai koperasi pemasukan dan pengadaan ya?" tanya Kiki. Kiki pernah masuk ke koperasi pemasukan dan pengadaan di Qingyua.Namun pada saat sampai saat ini dia merasa trauma. jelas itu adalah sebuah koperasi besar tapi rasanya anda sedang memasuki pasar sayur.


Tapi di mall international ini, tidak begitu banyak orang, sedikit tertib dan bersih juga benar-benar memancarkan cikal bakal mall masa depan. Jadi berbelanja di sini Sebenarnya sedikit nyaman. apalagi barang-barang di dalamnya adalah barang-barang yang branded yang Bahkan jika anda simpan bisa menjadi sesuatu yang berharga untuk dipertontonkan kepada anak cucu.


"ini loh barang ini , nenek beli di mall international pada tahun sekian"


Ah banggakan jika bisa memamerkan hal seperti itu di depan para cucumu.


Fang Xionan tidak tahu apa yang dipikirkan oleh gadis di sampingnya ini tapi dia menjawab, "Tidak banyak orang yang berbelanja di sini karena tiketnya sulit dicari."


Kiki mengangguk, "Oh begitu kah?"


Memang sih tiket internasional semacam ini sulit dicari tapi tidak sesuai itu bagi Kiki.


Ah adalah sebuah keberuntungan untuk berbelanja poin di Beijing jadi Kiki menyukai ide untuk datang ke Beijing setiap tahun .


Hei hal apa yang lebih baik, dengan berbelanja bagi seorang gadis, ketika anda hanya melambaikan tangan dan segalanya bisa dibeli.

__ADS_1


Segera jiwa shopaholic-nya meronta-ronta keluar, aku bebas.


__ADS_2