Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
58


__ADS_3

Setelah sibuk beberapa jam di kota provinsi, Kiki kembali ke kota kabupaten menggunakan bus.


Ketika dia tiba di kota kabupaten, sudah jam 11.00, di mana semua orang sedang bersiap untuk makan siang atau pergi ke restoran negara.


Kiki berpikir bahwa dia belum melakukan check-in di restoran negara yang telah terakumulasi di kota kabupaten.


Ketika dia berada di pasar gelap provinsi, dia sudah berhasil menjual segala masakan yang tersisa di dalam laci sistemnya. Namun, itu tidak termasuk dengan makanan yang baru saja dia dapatkan ketika melakukan check-in di provinsi tadi.


Karena itu, dalam sistemnya, hanya tersisa masakan yang mengepul dari dapur restoran milik negara yang ada di provinsi.


Meskipun dia telah mendapatkan begitu banyak makanan gratis, dia pasti tidak akan melewatkan kesempatan baik untuk makan di restoran milik negara bagian kabupaten.


Sistemnya sekali lagi memberikan respon, ("Selamat karena sudah check-in di restoran milik negara. Dapatkan 500 Rupiah, paket panci masakan komplit, 5 tiket umum, dan 5 tiket kain.")


Karena merasa lapar, Kiki duduk dan memesan semangkuk bihun goreng dengan bakso ikan.


Dalam hati, Kiki berpikir, "Setiap bulan ada pergantian menu, dan kali ini menu yang tersedia kebanyakan adalah mie. Ini masih bisa dimakan."


Entah apa yang terjadi, tetapi dia tidak bertemu dengan Fang Xionan hari ini. Namun, ada Fang Yan dan Gu Lenglei yang juga memesan makanan.


"Kiki, kau juga datang?" sapa Gu Lenglei pada Kiki.


"Hmm, aku lapar, jadi aku singgah dulu sebelum pulang," kata Kiki dengan ramah.


Kiki merasa Fang Yan sedikit berubah. Biasanya, jika mereka bertemu secara tidak sengaja seperti ini, dia akan menyapanya terlebih dahulu atau paling tidak akan menawarkan senyum manis. Tapi hari ini, pria itu hanya diam saja dan tampak acuh tak acuh.


Namun begitu, Kiki juga tidak bermaksud untuk mendekati dua pria ini.


"Oh, aku lupa, biasanya pada tanggal seperti ini kau mengambil paketmu, kan? Apa paketmu datang lagi?" kata Gu Lenglei.


Kiki menganggukkan kepalanya sedikit dan berkata, "Ya, tidak banyak, tapi kebanyakan hanya tiket."


"Sebenarnya, kau cukup beruntung. Meskipun itu hanya tiket, tidak banyak orang yang mampu mendapatkan tiket akhir-akhir ini. Lihat aku, keluarga hanya mengirimkan beberapa barang dan uang, tapi tidak ada tiket," keluh Gu Lenglei.


Jelas dia merasa iri dengan Kiki yang katanya adalah anggota keluarga yang tidak disukai di rumahnya. Tapi nyatanya dia mendapatkan kiriman rutin setiap bulan ditambah dengan beberapa gulungan tiket yang tidak semua orang bisa mendapatkannya.


Gu Lenglei menyikut Fang Yan dengan siku nya. Pikir Kiki tidak melihat itu, apalagi Fang Yan hanya mengangkat kepalanya sedikit dan menundukkan kepalanya lagi untuk makan.


Gu Lenglei merasa tidak nyaman dengan atmosfer seperti itu. Setau nya Fang Yan memiliki sedikit perasaan terhadap Kiki, tapi sekarang dia sepertinya sudah menyerah sejak Fang Xionan mulai mendekati Kiki.


Gu Lenglei tidak bisa mengerti kenapa semudah itu Fang Yan menyerah pada gadis yang dia suka.


"Kiki, hari masih sore, mari pergi menonton bioskop. Apa kau mau?" kata Gu Lenglei lagi.


Kiki sudah selesai makan dan benar-benar ingin pulang, jadi dia berkata, "Aku lelah, lebih baik pulang lebih awal dan beristirahat di rumah. Lagi pula, paketku begitu besar untukku bawa kemana-mana."


Gu Lenglei hanya mengatakan "oh" dengan panjang.


"Hmm, aku sudah selesai, jadi aku pulang dulu ya," kata Kiki lagi.


Dia sangat menyukai bihun goreng yang dia pesan hari ini, tetapi dia mendapatkan satu panci besar dengan banyak bakso ikan sebagai topingnya. Kiki tidak bermaksud untuk menyia-nyiakan ini. Lebih baik mengirimkan setengahnya pada seorang pria tua yang tinggal di kandang sapi.


Mendengar Kiki bersiap-siap pulang, Fang Yan mengangkat kepalanya dan memandang Kiki dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. Tapi, pada akhirnya, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, dan Kiki juga tidak menunggu dia berbicara.


Jadi, Kiki meninggalkan restoran negara itu dengan lancar dan seperti biasa, dia mengambil kotak paketnya dari laci sistem untuk diikat pada kursi belakang.


Segera, Kiki pulang ke desa dengan hati yang bahagia.


Semua rutinitasnya berjalan seperti biasa tapi yang tidak diketahui oleh Kiki adalah beberapa pria sedang menunggu dia lewat di ladang jagung, yang saat ini sudah setinggi pinggang pria dewasa.


Ini adalah orang bayaran Lin xuni.


Melihat Kiki yang datang dari jauh dengan sepedanya, mereka mulai saling pandang dan tersenyum. Ini adalah 3 laki-laki dewasa dengan niat yang tidak bagus.


Begitu Kiki lewat mereka langsung keluar dari tempat persembunyian membuat Kiki terpaksa mengerem sepedanya secara mendadak.


Ciiiittt...


"Hei apa apaan ini?" kata kiki terkejut


"Cantik, jam segini kamu itu dari mana? ini panas, ayo duduklah berteduh dengan kakak di ladang jagung hahaha"


Segera Kiki memucat, saat ini semua orang sedang beristirahat di rumah masing-masing dan tentu saja tidak ada orang yang lewat.

__ADS_1


Hal ini benar-benar akan merugikan Kiki sementara dia hanyalah gadis berusia 14 tahun.


Seorang pria maju ke depan sehingga dia dengan mudah menarik sepeda Kiki ke samping.


"Kalian ini..ah. tolong..tolong"


Kiki berteriak dengan keras tapi mereka adalah pria dewasa yang sudah sering melakukan tindakan semacam ini.Dengan cepat, seseorang menutup mulut Kiki dengan sesuatu.


Dalam hitungan detik saja, mereka berhasil menyeret Kiki ke dalam ladang jagung.


"Gadis jangan melawan,ini adalah berkah untuk mu karena di layani oleh tiga pria kan Hahaha"


Kiki yang masih di pegang oleh satu pria, tidak tahu apa yang harus di lakukan.Yang jelas ada asap.kecll yang di nyala kan seseorang.


Asap ini sengaja di hidup kan olehnya.


Yang lain bertugas untuk memberikan Kiki afrodisik keras yang di berikan oleh Lin xuni.


"Tolong lah, apakah plot cerita akan berubah lagi sekarang?"kata Kiki dalam hati.


Kiki sudah berhasil menghindari plot kematian beberapa waktu yang lalu .Tapi sekarang plot masih tidak berubah dan sepertinya kejadian masih akan sama.


Pria itu tertawa dengan hehehe di mulut nya sementara Kiki memutar matanya untuk melihat apakah ada barang barang di sekitar untuk dia mempertahankan dirinya.


Dalam waktu itulah, Kiki menangkap siluet seseorang yang sedang bersembunyi di balik semak-semak.


"Lin xuni? rupanya ini adalah pekerjaan dia? aku sudah menghindarinya beberapa kali tapi dia masih saja mengejar aku?"pikir Kiki


Pria itu semakin dekat tapi Kiki masih bisa menghentakan kaki nya pada kaki pria yang memegang dia.


"Awww..sialan kau...!"


Segera pria itu menjerit tapi dia masih tidak melepaskan Kiki hanya saja postur tubuhnya agak melengkung .


Akibatnya Kiki menyikut dia dengan keras pada bagian perut dan pegangan segera terlepas.


Ini di manfaatkan Kiki dengan menendang pria yang sedang maju dengan afrodisik di tangan.


Tendangan Kiki jatuh pada kantong buah nya sehingga dia melupakan obat tadi.


Dengan cepat kantong obat di ambil Kiki dan langsung di masukin ke mulut mereka . Meskipun sedikit tapi efeknya masih akan terasa cepat atau lambat.


Kejadian ini hanya di hitung detik jadi baik Lin xuni atau pria ketiga tidak sempat bereaksi.


Tujuan Kiki bukan pria itu tapi Lin xuni yang sedang bersembunyi di bawah batang jagung.


Lin xuni tidak akan pernah berpikir jika dia sudah ketahuan.Tapi sudah terlambat bagi dia untuk kabur.


Dengan cepat, setengah obat afrodisik nya sudah masuk ke perut Lin xuni.


"Kiki kau...ahh"


Mata Lin xuni membesar,ini adalah obat yang dia beli di mall masa depan. kadar keracunannya akan lebih tinggi dibandingkan obat yang diproduksi sini.


Menurut label yang dia baca ,hanya sepersekian detik, obat akan langsung bekerja dan seseorang yang sudah meminum ini tidak akan bisa lari dari akibat yang diberikan oleh obat ini.


Lin xuni tidak tahu harus melakukan apa. Dia memegang lehernya dengan keras dan mencoba memuntahkan apa yang sudah dia telan.


Sementara itu Kiki tidak ingin tetap di sini, jadi dia segera meninggalkan ladang jagung dengan cepat dan pergi mengambil sepedanya lagi.


Dalam durasi itu dia berjalan pergi dengan sepedanya menuju pintu masuk desa. Hanya setelah itu dia bisa bernafas lega dan duduk di sana tanpa bergerak.


Yang Kiki tidak tahu sebenarnya Lin xuni mencoba untuk masuk ke dalam mall masa depan tapi entah apa yang terjadi mall menolaknya saat itu. Dengan begitu dia tidak bisa kabur untuk mengobati dirinya sendiri.


Pada saat itulah dua pria yang sudah menenggak pil afrodisiac yang sama, juga mengalami reaksi .Mereka berdua memandang Lin xuni seperti daging yang siap santap.


Pria kurus mengetahui efek dari pil tersebut.Tapi dia tidak ingin berada di lokasi karena sebentar lagi warga desa akan berdatangan.


Bukan karena ada yang memberitahu, tapi karena asap yang baru saja dia buat.


Pria kurus ini langsung meninggalkan lokasi tanpa peduli bagi dengan dua bawahannya yang saat ini terlena dalam pesona obat.


Lin xuni mencoba kabur tapi dia ditangkap, akibat nya reaksi obat semakin kuat dan pikirannya semakin kabur.

__ADS_1


"Tidak, jangan aku "


Dalam menit-menit berikutnya, Lin xuni benar-benar melupakan lingkungan sekitar. Sekarang dirinya juga larut kedalam reaksi obat yang sudah dipesannya sendiri.


Pada saat itu, beberapa warga desa yang sedang bersantai melihat asap tadi yang berasal dari ladang jagung.


Ladang jagung sendiri adalah sumber bahan makanan mereka. Tanpa itu warga desa mungkin akan mengalami kelaparan lagi seperti tahun-tahun yang lalu.


Jadi melihat ada asap di ladang jagung mereka merasakan ketakutan yang tersendiri.


"Api..api .. tolong ada api di ladang jagung"


"kepala desa, ada api di ladang jagung"


Segera penduduk jadi ribut dan beberapa orang tanpa dikemandokan, segera bangkit dan berebut pergi melihat situasi di ladang jagung. Beberapa orang kuat bahkan langsung memikul tong air di pundak mereka.


Tapi semakin dekat dengan lokasi mereka menjadi semakin bingung Yang ada hanya asap tapi tidak ada api sama sekali.


Jika pun ada itu hanya beberapa titik kecil.


Tapi....


Beberapa orang yang datang awalnya ingin menarik nafas lega. Tapi mereka justru dikejutkan dengan suara-suara aneh di balik ladang jagung, yang pada saat ini hanya setinggi pinggang pria dewasa.


"kepala desa itu ..


"Ahh sepertinya ada yang sedang bercinta di siang hari bolong, hahaha apa tidak bisa menunggu malam"


"His jangan berisik mari kita tangkap dan lihat siapa orang yang berani melakukan hal semacam ini di ladang jagung"


"Ya.. betul!"


Di dalam kelompok itu masih ada beberapa anak yang nakal .Mereka mencoba masuk lebih ke dalam tapi ditarik oleh beberapa orang tua.


Anak-anak tidak akan mengerti tapi bagi mereka yang sudah menikah akan segera paham ,suara apakah itu sebenarnya.


Jangan pengaturan dari kepala desa tidak semua orang yang maju ke depan, mereka juga berjalan dengan hati-hati agar tidak mengejutkan pelakunya.


Begitu mereka tiba di lokasi, ada pertunjukan hebat di sana.


Lin xuni sedang melayani dua pria sekaligus dan dia tidak lagi mengenakan sehelai benang di tubuhnya.


Pria dewasa yang datang justru tertarik dan bersiul dengan suara rendah.


"Ahh cantik "


"mulus banget kan,suit suit"


"Oh astaga,aku khilaf melihat ini,ini dosa tapi tidak sengaja melihat nya tidak apa apar kan.ohh cantiknya "


Lin xuni dan yang lain segera sadar dengan situasi ketika mendengar siulan dan suara berisik. Mungkin karena mereka mengkonsumsi obat cuman sedikit jadi reaksinya hanya sebentar.


Tapi yang sebentar itu lah yang membuat Lin xuni hancur.


"Ahhh...


betapa terkejutnya dia ketika menyadari saat ini dirinya sudah dikelilingi oleh orang-orang desa yang mengenal dirinya dengan cukup akrab. yang buat yang bikin terkejut adalah dia yang saat ini tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya alias telanjang.


Segera dia meraba pakaiannya yang tergeletak di tanah dan pergi ke sisi lain ladang jagung untuk menggunakan pakaiannya kembali.


tapi bisakah dia selamat hanya karena dia bisa menghindar.


Tiga orang bibi yang sudah tua segera mengikutinya dari belakang. Mereka tidak ingin melihat pelakunya kabur dengan alasan memakai pakaiannya kembali. Toh semua orang sudah melihat bagaimana bentuk tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Hei aku bertanya-tanya dari mana kau hidup tanpa memikirkan masalah makanan ?dan lihat saja betapa kulitmu cantik dan begitu mulus ,rupanya ini yang kau lakukan hanya untuk mengisi perutmu?"


" bahkan janda di sebelah lebih baik daripada kau Ckckck "


"Is untung saja Putraku tidak tertarik, hei xuni berapa rupiah yang Kau dapatkan untuk sekali jalan Hem "


Lin xuni sama sekali tidak bisa menjawab dan dia hanya bisa menitipkan air mata penyesalan.


"Kiki ini semua gara-gara kau, Kau yang sudah menghancurkan hidupku.Kiki meskipun aku mati aku tidak akan pernah membiarkan kau bahagia, tidak akan "

__ADS_1


Kiki yang sedang dipikirkan oleh Lin xuni, sebenarnya baru saja mengayuh sepedanya lagi dan pura-pura baru tiba di lokasi.


__ADS_2