
Mak comblang benar-benar tiba di tempat tim pemuda pendidikan dalam cuaca sedingin itu. Melihat bagaimana giginya dia untuk menemukan di mana rumah, jelas sekali imbalan yang akan dia terima tidak kecil.
Tapi kegigihan yang dia buat sebenarnya adalah sia-sia ketika dia bertemu dengan pemuda pendidikan yang tinggal di sana.
"Apa? Gadis itu tidak tinggal di sini? Tapi katanya dia adalah pemuda pendidikan?" tanya Mak comblang dengan terkejut.
Jelas informasi ini diberikan langsung oleh orang yang bersangkutan, tapi kenapa gadis itu tidak tinggalkan di tempat pemuda pendidikan.
"Oh, sebenarnya dia sudah membangun rumah sendiri, dan rumah itu hanya beberapa langkah saja dari rumah kepala desa," kata seorang gadis dengan wajah yang sedikit cemberut.
Kiki dulu tidak begitu populer, tapi akhir-akhir ini ada begitu banyak orang yang bertanya kepada pemuda pendidikan tentang latar belakang dan juga karakter dari Kiki.
Tapi sekarang Mak comblang datang langsung untuk bertanya.
Hei, setiap orang sebenarnya memiliki nasibnya masing-masing.
"Oh, jika begitu, Bibi akan pergi dulu untuk mencari rumahnya," kata Mak comblang itu dengan wajah kesal sekaligus malu.
Ketika Mak comblang itu pergi, Gu lenglei yang baru saja keluar segera berbisik, "Kiki begitu populer akhir-akhir ini kan, Fang Yan, kau tidak tergerak kah?"
Fang Yan yang berada di belakangnya hanya mendengus dan berbalik masuk ke dalam kamarnya lagi.
Jika Kiki sekarang menjadi lebih populer, jadi apa hubungannya dengan tim pemuda pendidikan, terutama dengan dia?
Fang Yan melihat ke atap, dia seperti sedang berpikir tentang masa lalu.
"Kiki seperti sebuah bintang yang tidak akan pernah bisa aku gapai," kata-kata nya dalam hati.
Jujur, Fang Yan masih menyimpan rasa pada Kiki. Tapi pada kejadian terakhir kali dia sudah memalingkan wajahnya. Kiki adalah gadis yang berkomitmen untuk dirinya sendiri begitu keras kepala bahkan mampu merelakan sebuah reputasi untuk apa yang dia percayai.
Sebuah pemikiran yang tidak bisa dimengerti oleh Fang Yan.
Gu Lenglei entah kapan masuk dan duduk di ranjangnya. Dia mendengus pada Fang Yan.
"Ayan, pemikiranmu itu begitu kuno, benar Kiki memiliki reputasi buruk karena kejadian itu, tapi itu juga bukan kehendaknya. Ini bukan berarti Kiki itu adalah gadis yang tidak baik," kata Gu Lenglei.
Fang Yan hanya diam saja, tapi bukankah semua orang seperti itu, mengedepankan sebuah reputasi di atas segalanya?
Jadi apa yang dia pikirkan sebenarnya juga tidak salah.
"Aku pernah mendengar sebuah kejadian yang hampir mirip, haha tidak bisa dikatakan mirip sih tapi mendekatilah," kata Gu Lenglei.
Dia menceritakan sebuah kisah yang terjadi beberapa tahun sebelum mereka datang ke desa ini.
Seorang gadis berusia belasan tahun jatuh di sungai dan kebetulan ditolong oleh pemuda kelas 2 ataupun preman pasar. Sebenarnya orang itu hanya berinisiatif untuk menolong, tapi gadis tersebut tidak terima dan menganggap tubuh dan reputasinya buruk setelah kejadian itu.
Apalagi dia menjadi buah bibir di desa selama berhari-hari. Di rumah gadis itu juga dipukuli oleh keluarganya dan mengatakan jika dia adalah sumber masalah dalam keluarga.
Jadi gadis itu dinikahkan dengan paksa pada penyelamatnya. Lagi-lagi gadis itu menjadi buah bibir karena menikah dengan pria yang tidak baik.
__ADS_1
"Tapi itulah penduduk desa, ketika gadis itu tidak ingin menikah, mereka akan mati-matian mendorongnya untuk pergi menikah, tapi setelah menikah mereka juga akan mencacinya karena tidak bisa menemukan suami yang tidak baik."
Pernikahan seperti itu tidak akan membuahkan hasil yang baik. Gadis tersebut dipukuli setiap hari, pemukulan itu bahkan tidak berhenti ketika dirinya hamil. Tapi pada suatu hari, warga segera heboh mendapati satu keluarga dari rumah itu sebenarnya mati akibat minum racun.
Katanya racun tersebut sengaja ditaburkan olehnya pada makanan, dan kabar ini segera membuat desa geger lagi.
Jadi apa yang salah dengan gadis itu?
"Kiki sudah benar menolak pernikahan semacam itu. Pernikahannya dipaksakan pasti tidak akan pernah berbuah manis. Aku merasa Kiki adalah gadis yang istimewa dan luar biasa karena dia berani menentang pendapat orang atas nama sebuah reputasi," kata Gu Lenglei.
Tapi Gu Lenglei malah meremehkan Fang Yan yang berpikir kuno.
Ini lucu karena situasi negara sudah tidak lagi mendukung pemikiran feodal semacam itu. Bahkan jika seseorang kedapatan berpikir dengan caraku seperti itu, ini juga bisa dilaporkan dan mendapatkan hukuman penjara.
Tapi kenapa banyak warga yang tidak pernah berpikir ulang.
Fang Yan tidak menjawab sama sekali, memang sulit untuk mengubah cara pemikiran seseorang. Dan inilah yang terjadi pada Fang Yan.
Tapi ketika Gu Lenglei menceritakan kisah tragis, dia juga mulai berpikir, apakah cara berpikir dia yang salah sebenarnya.
Selagi Fang Yan mencoba mengerti kepribadian Kiki, Mak comblang yang sebelumnya bertanya, sekarang sudah menemukan pintu rumah Kiki berkat petunjuk dari kepala desa.
Tok, tok, tok...
Tidak lama setelah pintu diketuk, seseorang membuka pintu, dan itu adalah Lin Jin, yang baru saja kembali dari tanah kelahirannya dua hari sebelum ini.
"Halo, ini kamu, Xi ximei?" tanya Mak comblang itu.
Lin Jin menggeleng kepala dan berkata, "Bukan, tapi dia ada di dalam."
Mak comblang memiliki prestise yang tidak sedikit di kalangan warga. Menurut mereka, seseorang yang bergelar Mak comblang bukanlah seseorang yang bisa anda usir. Ini juga menyangkut reputasi dan nama baik orang yang dia datangi. Karena itu, Mak comblang dibiarkan masuk ke dalam rumah, apalagi cuaca yang benar-benar tidak mendukung untuk berlama-lama di ambang pintu.
Segera pintu kamar Kiki diketuk. Apa yang dikatakan oleh Lin Jin membuat Kiki menjadi pusing sendiri. Tapi Kiki tetap harus sopan, sementara keluarga yang duduk di ruang tamu. Sementara itu, Lin Jin pergi untuk mengambil aglo untuk memanaskan ruangan.
Kau tahu, ranjang kang tidak begitu besar, hanya bisa menghangatkan satu orang saja. Jadi ruang tamu dan ruangan yang lain hanya bisa dihangatkan dengan aglo.
"Bibi, aku Xu ximei, tapi bibi bisa panggil aku Kiki kok," kata Kiki tanpa senyum.
Tapi dasar Mak comblang, dia menatap gigi Kiki dari atas sampai ke bawah lalu mulai melancarkan puji-pujian. "Oh, jadi ini yang namanya Kiki, pantas saja Kang Yuan terpesona, hehehe."
"Kang Yuan? Siapa dia?" tanya Lin Jin yang sudah datang dengan pemanas portabel.
Sebenarnya, Mak comblang ini merasa Kiki tidak begitu baik ,karena di musim dingin seperti ini .Biasanya orang rumah akan mengajak tamu untuk berbicara di atas kang, karena lokasi itu adalah tempat yang paling hangat. Tapi gadis ini tidak berniat untuk membawanya ke sana, malah membawa pemanas portable.
Tapi karena niatnya, maka dia harus mengatakan sesuatu yang manis agar pekerjaan ini bisa lancar. "Hahaha, apa Bibi belum mengatakannya padamu? Ohh maaf ya jika Bibi lupa, dia adalah seorang pekerja di pabrik sepatu di kota. Meskipun hanya pekerjaan sementara, tapi dia sangat menjanjikan, loh"
Cara dia berbicara seolah-olah orang ini adalah anaknya sendiri bukan orang lain. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipelajari dalam waktu yang sekejap.
"Keluarganya juga berlatar belakang bekerja di pabrik, jadi jika menikah dengannya, hidupmu akan baik-baik saja, dan kau tidak perlu mencangkul dan membajak lagi di ladang." tambahnya lagi dengan mata yang berbinar-binar.
__ADS_1
Semakin dia berbicara, semakin banyak informasi yang ditekankan di telinga Kiki, seolah-olah tidak ada lagi pria yang lebih baik dibandingkan pria yang ditawarkan tadi. Kiki tidak mengatakan apapun, hanya membiarkan dia mengatakan sesuatu yang menurutnya baik tadi.
Sementara itu, Lin Jin datang lagi dengan segelas air gula merah yang panas.
"Oh, anak baik, kudengar kalian berdua adalah pemuda pendidikan ya?" tanya nya balik. Namun begitu matanya jatuh kepada Lin Jin yang menurutnya memiliki karakter yang lebih baik dibandingkan dengan Kiki.
Lin Jin sudah repot-repot membawakan dia pemanas portable, dan sekarang juga membawakan dirinya segelas air hangat, berbanding terbalik dengan Kiki yang hanya duduk menemaninya dan tidak menawari dia segelas air panas pun.
"Ya, bibi, aku dan Kiki sama-sama pemuda pendidikan. Ah, pria yang diperkenalkan oleh Bibi sepertinya adalah kandidat yang baik untuk suami masa depan. Tapi sayangnya aku sudah memiliki tunangan di rumah," kata Lin Jin yang langsung memblokir keinginan Mak comblang itu.
Segera matanya yang tadinya bersinar dengan terang tiba-tiba menjadi redup seketika.
Kiki ingin tertawa, tapi dia hanya menutup mulutnya karena takut Mak comblang akan tersinggung dan reputasinya hanya akan semakin memburuk.
"Yah, sayang banget, soalnya Bibi mau memberi memiliki beberapa kandidat yang baik, dan Bibi pikir pasti ada saat salah satu di antara mereka yang cocok untukmu, tapi kalau kamu sudah memiliki pasangan ,tidak apa-apa," kata Mak comblang lagi, yang kembali memamerkan senyum terbaiknya.
"Ohh, nak Kiki, belum punya pasangan kan, Kang Yuan ini juga belum memiliki pasangan, dan dia bisa dikatakan sebagai pria yang mapan lho. Beberapa minggu yang lalu ibunya ketemu sama Kiki di kota, jadi dia suka dan bertanya. Jadi, bibi hanya memperpanjangkan kata saja." katanya dengan serius
"Siapa dia? Aku tidak pernah bertemu dengan seorang wanita secara khusus di Kota. Apa bibi yakin dia cocok dengan aku?" kata Kiki yang terkejut, tapi pura-pura saja.
"Tentu saja, kau berasal dari kota dan berpendidikan. Jadi, kau begitu cocok dengan Kang Yuan. Ini bisa dikatakan seperti panci yang ketemu dengan tutupnya, hehehehe," jawab Mak comblang itu lagi dengan jawaban yang serius.
"Ya, bibi, sebenarnya aku juga tidak menolak calon yang Bibi katakan ini, tapi aku pernah berhubungan dari kulit dan kulit dengan seorang pria di desa. Juga bermasalah dengan gaya hidup. Bukan itu saja, aku pernah mengalami pelecehan oleh beberapa pria sekaligus. Bukan apa-apa, jika pihak di sana bisa menerima kondisi, maka aku setuju saja," kata Kiki seperti sedang mengeluh.
Mak comblang segera pucat mendengarnya. Dia tidak tahu Kiki memiliki masalah sebesar itu.
Segera Kiki menambahkan minyak ke dalam api dengan berkata, "Bibi, aku menyukai pasangan yang ditawarkan, tapi maukah dia tinggal di rumahku? Rumah ini kuberi sendiri dan biayanya juga tidak murah. Sayang sekali jika ditinggalkan."
Ling Jin awalnya tidak ingin ikut campur, tapi dia bisa melihat sekilas bahwa Kiki tidak suka.
"Oh, bagaimana dengan itu, bibi? Kiki juga memiliki bakat dalam menghasilkan uang. Jadi, dia yang menikah di rumah ini juga sama saja kan?"
Implikasinya adalah menjadi pihak yang masuk ke rumah. Jika Kiki pergi ke rumah yang terbaik, artinya Kiki akan menikah, tapi jika pihak yang masuk ke dalam rumah itu, artinya akan berbeda.
Di desa ini disebut sebagai "menantu laki-laki". Segala apa yang akan terjadi di dalam rumah tangga ini akan dimonopoli oleh pihak wanita, termasuk dalam keputusan dan juga nama belakang anak-anak. Pria semacam ini juga banyak, tapi kehidupan mereka lebih sering direndahkan dan dicemoohkan seumur hidup, seperti seseorang yang tidak memiliki harga diri.
Kiki tidak menolak, justru menceritakan kelebihan apa yang dia punya di dalam rumah. Pada akhirnya, Mak comblang tidak bisa berkata apapun. Tapi dia merasakan sesak di dalam jiwanya.
"Kiki, dengan reputasi yang kau punya, bibi pikirkan jarang bertemu dengan laki-laki ini menikah denganmu. Jadi sama sekali tidak masuk akal," katanya dengan menahan amarah.
"Bibi, inilah masalahnya. Bibi katakan kondisiku pada pihak lain. Jika mereka setuju, oke, kita akan membuat surat hitam putih dengan beberapa saksi, termasuk kepala desa dan juga kantor polisi."
Segera, Mak comblang merasakan ada api di bokongnya. Jadi dia tidak lagi merasakan dingin yang menusuk tulang. Namun, dia langsung pergi meninggalkan rumah Kiki tanpa ada basa-basi lagi.
Hanya setelah Mak comblang pergi, Kiki dan Ling Jin tertawa terbahak-bahak. Kenapa itu bisa menjadi begitu lucu. Mereka berdua tertawa dengan renyah, tapi tidak pernah berpikir bahwa itu hanyalah awal dari semua masalah ini.
Besoknya, Mak comblang lain datang lagi. Dan segalanya seperti sebuah dejavu saja, sampai Kiki melarang Ling Jin membuka pintu, juga ada seseorang yang tidak dikenal mengetuk pintu lagi.
Mak comblang sialan.
__ADS_1