
Sekarang Kiki memiliki hubungan aneh dengan Fang xionan, sebuah hubungan yang saling menguntungkan yang biasanya disebut sebagai simbiosis atau mutualisme.
Kiki telah mengetahui bahwa setiap kali dia bersentuhan dengan Fang xionan selama 3 atau 5 detik, dia akan mendapatkan hadiah, yang seringkali berasal dari dunia modern.
Di sisi lain pula, Fang xionan merasakan bahwa ketika dia berdekatan dengan Kiki, setidaknya selama setengah menit, dia mendapatkan tambahan energi, meskipun dalam jumlah kecil, mirip dengan saat dia menyerap energi dari kristal yang dihasilkan oleh para zombie.
Namun, keduanya tidak pernah inisiatif untuk membicarakan hal ini secara terbuka. Kiki merasa bahwa sistem adalah hal yang paling penting dalam hidupnya, terutama ketika dia mencoba bertahan di dunia yang penuh dengan kelangkaan bahan makanan.
Jadi, dalam hati, Kiki berbicara pada dirinya sendiri, "Jangan terlalu tergoda oleh hadiah. Tanpa bantuan pria keberuntungan, aku juga bisa menghasilkan uang dan memenuhi kebutuhan makananku dengan baik.'"
Berpikir seperti itu, Kiki tetap berniat untuk pergi ke kota kabupaten namun dia akan menunggu waktu sehingga besok pagi.
Tapi malam itu, Kiki memakan mie instan rasa daging sapi yang didapatkan dari hadiah pria keberuntungan. Hanya ******* "ah" yang panjang yang dapat menyiratkan kepuasan Kiki terhadap hadiah tersebut.
Tanpa sadar, satu hari berlalu, dan saat ini Kiki sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kota dengan sepeda kesayangannya. Kali ini, dia sudah mengantongi surat izin dari kepala desa, meskipun sebenarnya tidak diperlukan, karena dia hanya akan pergi ke kota sebentar.
Kepergian Kiki kali ini ke pasar gelap bertujuan untuk membeli soda api yang dia butuhkan untuk membuat sabun. Namun, dia juga berniat untuk menjual buah-buahan yang telah dia kumpulkan selama lebih dari satu minggu.
Lahan yang dimilikinya tidak terlalu besar, tetapi setiap kali menanam, dia bisa menanam 5 hingga 7 batang pohon sekaligus, tergantung pada ukuran pohonnya. Hari ini, menanam berarti dia harus menyimpan energi untuk memanen semua yang telah dia tanam keesokan harinya.
Setiap kali dia menanam, dia hanya akan menanam satu jenis pohon dan akan menyimpan semuanya di dalam laci sistem. Jadi bayangkan berapa banyak jenis buah yang dia simpan jika hanya dalam kurun waktu 10 hari.
Gudangnya sekarang sudah penuh dan dia bingung tentang bagaimana cara menghabiskan semua produk ini. Tetapi jika produk tersebut tidak menghasilkan uang, itu akan menjadi sia-sia.
"Aku tidak tahu apakah ini buruk atau tidak, tapi sepertinya baru satu minggu sejak aku melakukan transaksi terakhir di pasar gelap ini," pikir Kiki di dalam hati.
Sama seperti sebelumnya, Kiki pergi ke kota kabupaten dengan sepeda tanpa menunggu gerobak sapi seperti yang dilakukan orang lain.
Dia mengayuh sepedanya dengan santai menuju kota kabupaten tanpa banyak berpikir. Namun, ketika dia tiba di pintu gerbang masuk kota kabupaten, dia terkejut melihat keberadaan Fang xionan yang berdiri di sana seolah-olah tahu bahwa dia akan pergi ke kota pagi ini.
"Ah, Fang xionan, apa yang kamu lakukan di sini?!" pekik Kiki dengan marah.
Fang xionan, tanpa senyum, berkata, "Aku sengaja menunggumu di sini. Aku melihat tadi pagi kamu keluar dari rumah."
Dalam hati, Kiki berpikir, "Aku bisa melakukan segalanya tanpa dia di sini. Tapi jika dia ada di sini, bagaimana aku bisa pergi ke pasar gelap? Padahal aku ingin menjual buah dan mendapatkan begitu banyak uang."
Fang xionan melihat wajah Kiki yang murung, jadi dia tahu bahwa keberadaannya sekarang tidak menyenangkan bagi Kiki.
Karena itu, dia buru-buru berkata, "Aku tidak akan mengganggumu, kok, karena aku juga memiliki sesuatu yang harus dilakukan di sini. Tapi karena kita sudah di sini, bagaimana kalau kita bertemu sekitar jam 09.00? Itu pun jika urusanmu sudah selesai."
Kiki, yang masih cemberut, mendorong sepedanya dengan terpaksa, tetapi dia masih menjawab, "Tidak tahu apakah urusanku selesai pada jam 09.00. Tapi sebaiknya jangan mencolok terlalu banyak dan aku tidak ingin menjadi bahan gosip lagi."
Sebenarnya, Kiki ingin mengatakan bahwa dia tidak ingin diikuti, tetapi Fang xionan berkata, "Aku tidak akan mencolok dan di kota, orang-orang tidak akan membicarakan kita seperti di desa."
Kiki mendengus dengan kesal dan berkata, "Terserah."
Dengan cara seperti itu, mereka berpisah lagi karena tujuan mereka sangat berbeda.
Yang tidak mereka sadari sebenarnya mereka memiliki tujuan yang sama. Namun keduanya sama-sama harus menggunakan penyamaran untuk pergi ke area yang mereka pikirkan.
__ADS_1
Hari ini, lokasi pasar gelap dipindahkan lagi dan sekarang, pasar gelap berada di belakang rumah sakit di Kota Kabupaten. Untungnya, sistem bisa melacak lokasi pasar gelap tersebut dengan melihat simbol check-in dari sana.
Sama seperti sebelumnya, Kiki juga merubah penampilan dan atributnya menjadi seorang gadis kecil yang familiar bagi empat pria tua yang setia duduk di pintu masuk pasar gelap, bersama dengan empat ekor anjing gagah mereka.
Tanpa menunggu, keempat pria itu sudah menyapa Kiki terlebih dahulu, karena bagi mereka, Kiki adalah salah satu orang yang membawa keuntungan yang tidak kecil untuk mereka secara pribadi.
"Hai, gadis, kupikir dalam 2 bulan ini kamu datang lebih sering. Kali ini ada apa yang kamu bawa di belakang punggungmu? Ayo serahkan semuanya pada kakek," kata seorang kakek yang paling tua di antara mereka. Mungkin waktu mudanya mereka adalah bos besar. Karena sudah begitu akrab, Kiki langsung percaya kepada pria tua ini.
Sebelumnya, kakek tua ini juga telah mengatakan bahwa dia bisa mendapatkan sedikit keuntungan setiap kali melakukan transaksi pribadi dengan Kiki, dan barang-barang tersebut akan ditransfer lagi kepada bos besar atau dia bisa menjualnya sendiri dengan koleganya.
Tapi jika dia nekat untuk melakukan tindakan terakhir mungkin dia akan bermasalah dengan pasar gelap di masa depan.
jadi dia lebih menyukai opsi pertama di mana, dia membeli secara pribadi barang dari Kiki dan kembali menjualnya kepada pihak pasar gelap untuk mendapatkan satu sen atau dua sen sebagai selisih.
Di pihak Kiki, dia tidak mempermasalahkannya, toh, dia tidak memerlukan biaya awal dari bahan yang akan dia jual.
"Kakek, kali ini tidak ada daging, tapi semuanya adalah buah-buahan. Meskipun begitu, berat dari rata-rata buah-buahan ini lebih dari 100 kg. Ada kurma, stroberi, leci, apel, dan anggur hitam. Masih ada juga blewah, markisa, dan persik merah. Tidak tahu apakah kakek menyukainya atau tidak, tapi jika kakek menginginkan setengah di antara mereka juga tidak apa-apa. Aku tahu barang seperti ini lebih cepat busuk jika mereka tidak bisa dijual tepat waktu."
Keempat kakek terkejut mendengar nama buah-buah yang disebutkan oleh Kiki. Apel, stroberi, dan leci memang adalah buah-buahan yang langka, terutama anggur hitam yang bisa dijadikan minuman. Barang-barang ini tidak umum dan harganya fantastis, meskipun begitu peminatnya juga tidak sedikit.
Sedangkan untuk blewah, persik, dan kurma, sepertinya ini bukan waktu yang cocok untuk buah mereka berbuah, sehingga ini adalah buah-buah yang sedang di luar musim.
Pada akhirnya, keempat kakek itu tertawa terbahak-bahak.
"Tidak masalah gadis kecil, serahkan semuanya pada kakek, karena kakek memiliki jalur untuk menelan semua buah-buah yang kamu sebutkan tadi. Tapi, harganya tidak naik, kan? Masih sama seperti sebelumnya?" tanya salah satu kakek.
Kiki tersenyum di balik penutup wajahnya dan berkata, "Tentu saja, kakek, aku tidak akan membohongimu mengenai masalah harga. Ini adalah hubungan kerjasama jangka panjang, hehehe."
Artinya, untuk mendapatkan penghasilan hari ini, dia harus lembur beberapa malam sekaligus. Jadi harga yang dia terima hari ini adalah harga dari kerja kerasnya selama beberapa malam.
Kakek tua itu mungkin tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Kiki, tapi dia tersenyum dan mengangguk setuju untuk pergi ke lokasi yang disebutkan oleh gadis itu.
Sebenarnya, kakek tua ini juga memiliki beberapa pekerja di belakangnya yang segera menimbang semua buah-buahan tersebut. Mengenai ke mana dia akan mengirim barang-barang itu, itu bukan lagi urusan Kiki. Urusannya saat ini adalah bagaimana dia bisa mengumpulkan semua uang yang sudah dihitung oleh Pak tua.
Setelah melalui penghitungan yang akurat, akhirnya Kiki mendapatkan total sebesar Rp26.320, yang setara dengan 26 juta dan 320 ribu rupiah di era modern.
"Ohh lebih baik menjualnya dengan si Kakek ,soalnya nggak ada pembulatan hahaha" kata Kiki setengah bercanda pada kakek itu.
" Gadis kecil, seperti nya kau sedang memprovokasi kami?itu tidak bagus .Sekarang hanya dengan satu kata,bisa membuat hubungan kerjasama batal"kata kakek dengan wajah sedikit serius.
Kiki segera sadar dan buru buru meminta maaf. Untung saja kakek itu tidak memasukkannya ke dalam hati karena berpikir Kiki memang benar-benar adalah gadis kecil yang belum tahu cara kerja pasar gelap.
setelah keluar dari pasar gelap pada akhirnya Kiki mengelus nafas lega dan berpikir dia selamat hari ini hanya karena kebaikan Kakek.
"Uh mulai sekarang kunci mulutnya banyak hati-hatilah dalam berbicara"Kakak kata kiki di dalam hati ketika dia menyelinap ke dalam sebuah lorong dan mengganti pakaiannya lagi dengan berpakaian yang berbeda.
jika sebelumnya dia menutup tubuhnya secara keseluruhan .Sekarang dia memakai pakaian seragam kerja sebuah pabrik yang didapatnya beberapa minggu yang lalu.
dengan cara seperti itu dia masuk lagi ke dalam pasar gelap dan bertindak seolah-olah tidak mengenal kakek tadi.
__ADS_1
"halo permisi pengen masuk , ada yang hilang soalnya" kata kiki seraya meletakkan beberapa sen di atas meja.
Salah satu kakek mengambil uang tersebut dan masuknya ke dalam saku. Mereka benar-benar tidak bisa membedakan kiki dengan pakaian semacam itu, tapi bagaimana dengan 4 ekor anjingnya.
Salah satu dari empat ekor anjing itu mengenali aroma Kiki dengan baik. Mereka tidak bergerak dari tempat mereka bahkan tidak menimbulkan suara sedikit pun. Jika dihadapkan pada pengunjung yang tidak pernah berinteraksi dengan mereka, mungkin mereka akan menggonggong sedikit dan mencium aromanya, untuk membuatnya lebih akrab.
Untungnya, perilaku ini tidak disadari oleh keempat kakek yang masih bermain mahjong sebagai kamuflase.
Dengan cara seperti itu Kiki masuk ke dalam pasar gelap dengan mudah.
Kondisi di pasar gelap benar-benar mirip dengan pasar rakyat pada umumnya, hanya saja mereka tidak menggunakan meja dan sebagainya sebagai tempat meletakkan dagangan. Mereka justru meletakkannya dengan santai di tanah.
Jika itu adalah bahan makanan, mereka mungkin akan meletakkan kain atau apa pun sebagai alas. Ini dilakukan agar mereka bisa kabur dengan cepat jika ada kelompok ban merah yang datang tanpa di undang.
Satu hal yang pasti, ketika Anda berbelanja di sini, terkadang Anda tidak akan melihat barang yang diperdagangkan. Jika pun ingin melihat, Anda mungkin hanya bisa mengintip sedikit. Oleh karena itu, sangat diperlukan mata yang jeli untuk melihat-lihat barang yang diperdagangkan di pasar gelap ini.
"gadis ,bibi memiliki kain berbunga untukmu, apakah menginginkannya?"
"Gadis ,Ayo lihatlah ada sepatu yang bagus"
"Gadis , apakah menginginkan ini, jika mau bisa menukarnya dengan lima kg beras "
Kiki ingin menolak lagi karena itu bukanlah barang yang ingin dia cari tapi kemudian dia memutar kepalanya, karena itu adalah cincin giok.
"Bibi ,apakah ini benar-benar giok?"bisik Kiki.
Orangnya menawarkan itu memutar mata dan melihat ke berapa arah, seolah-olah dia sedang tidak ingin diketahui oleh orang lain.
"ini adalah pusaka keluarga dan bibi tidak akan menjualnya jika tidak terdesak.Hem cuman 5 kg beras tapi jika tidak ada uang juga boleh kok"
Inilah kehidupan di tahun 70-an, di mana semua hal tidak begitu berharga jika dibandingkan dengan bahan makanan.
Sebuah cincin yang terbuat dari batu giok, barang yang dulunya hanya dipakai oleh seorang bangsawan. Sekarang hanya dihargai dengan 5 kg beras itupun bukan beras yang bagus itu hanya beras patah .
Tapi setelah reformasi dan keterbukaan semua hal akan berbalik lagi dan ini adalah hal yang akan menjadi koleksi orang-orang berduit.
Kiki ingin menyimpannya untuk waktu-waktu tersebut.
"baik bibi aku akan membeli Ini" kata kiki dengan serius seraya membuka ranselnya. Dari ransel dia mengeluarkan uang seratus rupiah,5 kg beras, 5 kg ubi jalar dan 5 kg lagi jagung.
Melihat apa yang dia keluarkan bibi itu tercengang dan buru-buru berkata,"bibi mengatakan ini hanya 5 kg beras tidak lebih"
" Tidak apa-apa bibi, kupikir ini adalah barang bagus dan masih setara kok dengan ini"Kata Kiki yang langsung pergi meninggalkan bibi itu.
Tanpa setahu Kiki ,bibi itu menahan bulir air matanya yang akan jatuh. Dia sudah beberapa hari di pasar gelap tapi tidak satupun yang menginginkan cincinnya.
Awalnya dia berniat untuk menjual untuk 10 kg beras. Tapi tidak laku dan lama-kelamaan harganya sudah jatuh lagi menjadi 5 kg beras dan itu pun belum ada yang menawarnya.
Jika tidak karena di rumah anak-anak sudah begitu lapar, mungkin dia tidak akan menjualnya ke pasar gelap dengan harga seperti itu.
__ADS_1
Tapi untunglah Gadis itu begitu masuk akal.