
Kiki menceritakan permasalahan ayah nya dengan Xu jie, apapun terjadi Dia adalah putra satu-satunya pria tersebut.
Xu jie hanya tersenyum sedikit tapi tidak memikirkannya lebih lanjut.Adik dan kakak merasa jika masalah pernikahan ayah bukan lah masalah mereka.
Yang penting sekarang, Kiki pulang ke rumah nenek dan kakek di desa bendera merah karena ingin merayakan tahun baru di sana.
Orang baru dan di tempat yang baru pula.Sedangkan Fang xionan di minta untuk bertemu ke rumah pada tahun baru.
dari kota qingchen dan desa bendera merah memakan waktu 1 hari dengan bus. meski sebenarnya tidak begitu jauh tapi Desa masih adalah tempat kecil di mana bagi warga kota itu masih tempat yang mengerikan.
Situasi desa terlihat lebih jelek jika di bandingkan dengan Qingyuan sendiri. Mungkin itu karena Desa Qingyuan memiliki produk sampingan yaitu sabun, yang membuat Desa menjadi lebih baik.
"Kakak ,apa kakak ingat dimmana rumah nenek?"
"Sudah lama sekali kan, tapi tunggu sebentar " kata Xu jie yang memberhentikan sepeda nya ketika melihat seseorang yang lewat.
Saat ini suasana pertanian agak sepi,sama seperti desa Qingyuan sendiri , mereka juga punya pemuda pendidikan tapi rata rata sudah pulang ke rumah kelahiran masing-masing untuk merayakan tahun baru.
Pekerjaan di ladang juga sudah panen, warga desa di sini tidak akan berkerja sampai tahun baru selesai.
"Halo, permisi"kata Xu jie melihat seseorang yang lewat dengan keranjang di punggung yang penuh dengan kayu bakar.Di desa bendera merah, tidak ada pegunungan, jadi mereka mengandalkan pepohonan mati atau batang jagung sebagai bahan bakar.Jika ada uang dan tiket beli lah batu bara.
"Ya kamerad?"
"Hem rumah nenek Ying di mana ya,itu Paman Ying Cha"
Xu jie segera mengatakan beberapa hal lagi yang pada akhirnya orang ini bersedia mengantar kan adik dan Kakak ke pintu rumah.Setelah mengucapkan terima kasih keduanya langsung mengetuk pintu pagar halaman.
tidak lama kemudian, seorang gadis usia belasan tahun dengan kulit hitam,datang dan bertanya," Cari siapa?"
"Sepupu Ying,ini aku Xu ximei"kata Kiki tersenyum.
"Ah apa, sepupu ximei? Kiki? Kau kah ini?"
"Hahah sepupu yang baik,ini aku " kata Kiki yang langsung mengenali sepupu ini melalui memori aslinya.Dia adalah gadis kecil sejak pertemuan terakhir, sekarang dia sudah bertunangan dan akan menikah tidak lama lagi.Dunia berputar dengan cepat.
"tidak mungkin,kau tidak mungkin Kiki kan?" kata sepupu Ying lagi dengan pandangan tidak percaya.
"Lho kenapa tidak?" tanya Kiki .
"Kiki dikirim ke pedesaan kan seharusnya dia hitam dan jelek seperti aku tapi kau seperti peri " jelas ada kekecewaan di nada bicaranya tapi tidak ada kebencian sama sekali.Di pedesaan akan umum jika pemuda pemudi nya akan berkulit gelap karena sering berjemur tapi kulit Kiki terlindungi dan makin transparan saja.Jadi dia merasa cemburu dan ini wajar kan.
Tapi sebagai sepupu yang baik, dia juga ikut bahagia.
"Aku cantik Alami, matahari tidak mempan tapi kau kenapa bisa gosong sih?" balas Kiki bercanda
"Aku? kau! Kiki kau tidak berubah ya hum"
"Ah bercanda hahaha "
Dua sepupu yang jarang ketemu ini segera masuk kedalam rumah, Xu jie di tinggal untuk mengurus barang barang di sepeda.Ketika dia masuk, nyatanya Kiki sudah duduk cantik di samping nenek nya.
"Nenek, kakek,apa kabar?"
Wajah pasangan tua itu, terlihat rapuh dan uzur, Xu jie merasa bersalah karena tidak pernah mengunjungi mereka setz ibu meninggal dunia.
Ini salah Xu jie karena tidak berbakti.
"Oh kemari lah jijie,kau sudah besar,ah aku sudah terlalu tua kan, sebelah kaki sudah jatuh ke kuburan "katanya dengan wajah tersenyum.
__ADS_1
"Nenek akan berumur panjang, menikmati kemakmuran dan bersenang-senang di hari tua,, jangan khawatir nenek"
"Oh cucu ku yang bermulut manis,nenek akan hidup seribu tahun lagi untuk membesarkan cucu buyut ku hehehe "
Tiba-tiba saja seorang pria separuh baya datang dengan senyum di bibirnya.Ini adalah Paman Kiki dan istri nya. seseorang datang dan bertanya jika ada tamu di rumah jadi mereka buru-buru untuk kembali. Baru kemudian mereka sadar, sebenarnya ini adalah dua keponakan yang sudah bertahun-tahun tidak datang.
"Paman,bibi"sapa Kiki dan Xu jie sopan.
"Kalian datang? Kiki kau baik baik saja?"kata Paman dengan pandangan tajam menatap Kiki dari atasnke bawah. mengetahui jika keponakan ini dipaksa pergi kepada saat dia sangat marah sampai mengamuk ke rumah mantan ipar.
Terlepas dari keponakan yang dikirim ke pedesaan, sebenarnya Xu xin bisa saja minta diubah lokasi menjadi ke desa mereka. Dengan begitu dia bisa menjaga keponakan ini dengan baik di sisinya. Tapi sayang mantan ipar masih mendengarkan kata-kata istri barunya.
Dia sebagai Paman terlalu lemah sampai keponakannya diinjak-injak di rumah sendiri. Jadi dia merasa bersalah dengan Kiki.
Tapi melihat kiki yang sedang berdiri di depan matanya ini dan terlihat baik-baik saja hatinya yang menggantung sekarang menjadi lebih lega.
Kiki tidak buruk.
"paman aku baik-baik saja seperti yang Paman lihat,aku dan Kakak berencana untuk menghabiskan tahun baru di sini. Apakah Kami tidak akan merepotkan?" kata kiki.
Mata kekek dan nenek jadi berbinar karenanya dan mereka tersenyum menganggukkan kepala.Dua cucu yang lama tidak terlihat sebenarnya berniat untuk menghabiskan tahun baru di rumah mereka.
Tentu saja ini akan disambut.
"ini adalah rumah ibumu Kenapa kalian tidak disambut, Ying an,bawa Kiki ke kamar mu"kata Bibi dengan bijak.
Rumah di pedesaan tidak memiliki ruang yang cukup besar dan biasanya rumah mereka berdinding tanah. Tapi rumah nenek memiliki keunggulan tersendiri, karena ada Putra yang menjadi tentara. Apalagi Paman ini juga mengirimkan sejumlah uang yang rutin setiap bulannya. Jadi masih akan terlihat perbedaan antara rumah mereka dan rumah warga desa yang lain.
"Ya bibi tapi mana sepupu yang lain?"
"Mereka masih di ladang, sebentar lagi sudah selesai "kata bibi dengan ringan.Dia melihat kondisi kulit Kiki yang sangat berbeda dengan kulit putrinya jadi Ada kecemburuan di sini. Untung saja kecemburuan itu adalah kecemburuan yang positif.
Barang barang yang dikirim juga mampu membeli hati nenek dan kakeknya.
Ngomong ngomong soal hadiah, Xu jie tiba tadi ingat dengan barang-barangnya dan Dia berkata" oh lupa, Paman ada beberapa barang di sini, ini dari Kiki dan aku"
Segera Xu jie membuka tas yang mereka bawa.Ada dua sepatu boot,lima pasang sarung tangan untuk paman dan bibi.Ada kain bunga dengan tiga warna berbeda yang cocok untuk wanita muda .Ada juga kain untuk nenek dan kakek.
"apa ini, hadiah apa yang perlu untuk mengunjungi orang tua Hem"kata nenek marah tapi sebenarnya hati nya senang.
"Nenek ini dari Kiki bukan aku"kata Xu jie malu.Dia hanya menawarkan sebungkus rokok dan sebotol minuman untuk Paman dan kekek.Sedangkan Kiki menawarkan kain dan barang yang menurut nya, pasti menelan banyak biaya.
"Kiki ,kau bilang ada usaha sampingan di desa mu, jangan gunakan untuk hal yang sia sia, simpan untuk kegunaan darurat "kata kekek dengan wajah tersenyum.
Siapa yang tidak senang dengan cucu yang berbakti kan.
"Kakek nenek,aku gadis kaya di desa jadi jangan khawatir ,eh kakky mana dagingnya?"
"oh lupa masih ada di sepeda "kata Xu jie yang menampar kepalanya sendiri.Dia bergegas keluar dan masuk lagi dengan dua kilogram daging dan ayam jantan yang masih hidup.
"Nenek aku datang untuk makan masakan nenek, sudah lama sekali dan aku lupa rasanya kan"Kata Kiki pelan.
"Anak ini,ah ..
Bibi terlihat sedikit marah tapi sebenarnya dia senang dengan daging dan ayam yang di bawa oleh dua keponakan nya, segera dua hal ini di bawa ke dapur.lumayan untuk tahun baru.
Kiki tidak tahan dengan kulit Hitam sepupu nya jadi dia menarik paket besar perawatan kulit.Ini bukan yang buatan sendiri tapi hal hal baik yang dia dapatkan ketika menyentuh pria keberuntungan.
Merk dengan nama yang tidak bisa di sebut ini,tidak hanya menjadi skincare terbaik di dunia, tetapi juga menjadi produk rekomendasi para dokter kulit di drugstore internasional. Semua bahan-bahan yang digunakan dalam produk skincare merk ini didukung secara ilmiah dalam formula yang dibuat untuk mengatasi setiap dan setiap masalah kulit, mulai dari jerawat hingga penuaan.
__ADS_1
Ada juga Skincare untuk kulit kusam yang mengandung niacinamide , skincare ini bisa membantu kulit kusam terlihat lebih cerah.Selain itu, produk ini juga mampu mengurangi masalah kulit lainnya seperti jerawat, noda hitam, dan flek hitam.Tak hanya itu saja, di dalam skincare untuk kulit kusam ini ada kandungan kolagen yang bisa menjaga elastisitas kulit.
"Kiki apa ini?"
"Is sepupu,kau akan menikah Tapi kulit mu jelek, pakai ini dan kulit mu akan sebagus aku, paling tidak kau tidak akan menjadi pengantin hitam kan"kata Kiki bercanda.
Mendengar itu,bukan bahagia tapi ada riak sedih di wajahnya.Dia sebenarnya tidak ingin menikah dini tapi...
"Ada apa?"
"Tidak,ah aku ingin bantu ibu di dapur,kau istirahat lah dulu nanti jika sudah selesai akan aku panggil"kata Ying an mengelak.Kiki tidak menahan nya tapi dia justru bertanya tanya apa yang terjadi.
Kiki tidak bisa istirahat ,dia keluar untuk jalan jalan ,ini adalah desa tempat di mana ibu yang sudah meninggal lahir dan di besar kan.Jadi Kiki jadi bersemangat untuk tahu lebih banyak lagi.
Desa bendera merah tidak memiliki pegunungan mereka hanya memiliki sedikit gurun dan lembah dengan sebuah sungai kecil. Kehidupan di sini sedikit buruk karena hal-hal tersebut. Tidak begitu banyak barang yang bisa ditanam karena jenis tanah. Ada juga beberapa kali terjadi banjir yang membuat Desa mengalami kerugian.
Jadi mereka tidak sebaik desa Qingyuan kan.
Kiki berjalan-jalan di desa Bendera Merah, merasakan keramahan masyarakat setempat saat dia melintasi jalan-jalan yang sepi. Tiba-tiba, dia bertemu dengan seorang pria yang sedang melintas . Setelah saling sapa, pria itu memperkenalkan diri sebagai Kapten desa bendera merah
Kiki, yang penasaran tentang kondisi desa ini, bertanya kepada Kapten Tim, "Mengapa desa ini belum memiliki proyek sampingan untuk membantu meningkatkan pemasukan warga?"
Kapten Tim dengan nada yang penuh pertimbangan menjawab, "Kami memang telah berpikir banyak, tapi hingga sekarang, kami belum memiliki ide yang tepat."
Siapa yang tidak ingin memiliki lebih banyak uang di lahan mereka tidak cocok untuk ditanami padi dan gandum. Jika pun ditanam hanya akan menghasilkan sedikit penghasilan dan itu tidak banyak.
Tak lama setelah itu, Kapten Tim bertanya, "Siapakah gadis ini?"
Kiki tersenyum, dia lupa jika dirinya belum memperkenalkan diri."Aku adalah cucu dari nenek Ying yang baru datang. Kebetulan, aku juga berada di tim pemuda pendidikan yang sedang berlibur di sini."
Kapten Tim merasa seperti itu . "Rupanya, kau adalah cucu dari nenek itu. Tidak heran wajahmu tampak akrab."
Dia pun tertarik dengan pernyataan Kiki tentang tim pemuda pendidikan yang dikirim ke desa ini. "Bagaimana kabar desamu? Apakah di sana ada proyek sampingan?"
Kiki menjawab dengan bangga tapi masih rendah diri, "Kami membuat sabun, dan ternyata cukup populer."
Kapten Tim tertarik, ada berita sebelum ini mengenai sebuah pedesaan yang bisa menghasilkan proyek sampingan dan kebetulan itu adalah sabun."Sabun? Saya pernah mendengar tentang sabun buatan dalam negeri yang setara dengan sabun impor. Apakah sabun ini memiliki merek Qingyuan?"
Kiki tersenyum dan menjawab, "Ya, itu sabun buatan desa kami."
Kapten Tim tertawa dan berkata dengan semangat, dia sampai menampar pahanya dengan keras. Desa juga memiliki pemuda pendidikan tapi sama sekali tidak memiliki ide bagaimana cara memajukan Desa namun di depannya ini ada seorang gadis yang juga pergi ke pedesaan. Tapi sepertinya dia lebih menjanjikan dan yang lebih bagus dia masih memiliki asal usul di desa bendera merah"Sungguh inspiratif! Bagaimana menurutmu jika Desa Kita juga mencoba membuat proyek sampingan?"
Kapten ini tampak begitu antusias, dan dia menggunakan kata "kita" ketika berbicara tentang desa. Kiki segera menyadari bahwa dia tidak hanya diterima sebagai pengunjung, tetapi sebagai bagian dari desa ini, dan dia merasa memiliki hak untuk memberikan inspirasi.
Kiki menjawab, "Dilihat dari kontur tanah, awalnya saya tidak yakin ada yang cocok, tapi bagaimana jika kita mencoba membuat proyek obat nyamuk bakar? Saya punya resepnya, jika Kapten mau."
Kapten Tim segera tercengang lagi dia tidak percaya jika gadis di depan ini memiliki sebuah resep. "Ah, obat nyamuk bakar? Apakah kita bisa melakukannya di sini?"
Kiki tertawa lagi karena Kapten masih menggunakan kata kita, tapi kali ini Kiki menerimanya dengan senang hati.
"Kapten aku memang memiliki resep yang bagus untuk itu karena kakek dan nenekku ada di sini mungkin aku bisa berkontribusi dengan memberikan resepnya"
Kapten Tim mengganggukan kepala, demi wajah kakek neneknya ,dia memberikan resep itu dan ini benar-benar adalah cucu yang berbakti"Mungkin desa perlu memikirkannya dengan serius tapi bisa membaca Sebenarnya cukup bagus."
"Selain ide obat nyamuk bakar, Kapten Tim juga bisa mempertimbangkan untuk menanam beberapa pohon di gurun. Meskipun tidak akan memberikan hasil dalam waktu dekat, aku yakin bahwa dalam beberapa tahun pohon-pohon itu akan menghasilkan buah, yang nantinya dapat membantu mendongkrak pemasukan warga desa"
Kiki yang awalnya hanya berniat untuk jalan-jalan sekarang, menghabiskan beberapa waktu untuk berbincang-bincang dengan Kapten yang semakin lama semakin bersemangat.
Yah tidak apa-apa lah memberi sedikit ide untuk membangun desa kelahiran ibu yang sudah meninggal.
__ADS_1