Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
74


__ADS_3

Tanpa terasa, waktu berjalan seperti air yang mengalir. Tidak ada kabar lain di desa kecuali kegembiraan panen yang benar-benar membuat penduduk memiliki harapan untuk bertahan hidup di musim dingin.


Kehadiran Ling Jin di rumah benar-benar memberikan Kiki kesempatan untuk mengetahui kejadian apa yang terjadi di desa. Gadis itu terlihat begitu lembut, tapi sebenarnya dia suka bergosip.


Seperti Song Dali yang dikirim ke kantor polisi atas tuduhan laporan palsu, dirinya ditransfer ke pertanian yang kondisinya lebih buruk.


Bisa dipastikan, setelah itu kehidupannya di pertanian tidak akan pernah lebih mudah dibandingkan ketika dirinya menjadi tim pemuda pendidikan.


Yang lebih mengejutkan lagi, perpisahan keluarga Fang,benar-benar membuat perubahan yang mencengangkan.


Yang Guiha memisahkan diri dari putra tertuanya dan tinggal di bawah sayap Fang Xionan.


Rumah bobrok di bagi dua, bahkan tanah dan barang barang di rumah juga tidak ketinggalan.


Sebenarnya ini tidak wajar, karena kebanyakan anak laki-laki yang akan bertanggung jawab atas orang tua mereka, tapi ini terbalik.


Fang xionan seorang pria yang belum menikah sebenarnya bertanggung jawab tentang hidup ibunya dan juga adik perempuannya.


"beberapa orang mengatakan jika bibi Fang mungkin akan menyesali tindakannya hari ini dan akan meminta kembali ke rumah Putra tertuanya. ada begitu banyak orang yang tidak percaya dengan kemampuan Fang xionan untuk bertanggung jawab" kata Ling jin berbisik-bisik di tengah perjalanan .


Ling jin banyak berbicara tentang kejadian hari itu, terutama mengenai putra pertama bibi Fang. Awalnya, dia menolak perpisahan, tetapi harus akur ketika istrinya ikut campur.


Kiki . mendengar itu dan tersenyum tipis,di dalam hatinya, dia percaya jika Fang xionan lebih daripada mampu untuk menghidupi dua orang itu.


Namun begitu, Kiki tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain. Diam juga adalah emas kan


Tapi bisakah dia mengatakan dirinya tidak ingin ikut campur?


Ketika Ling Jin bergosip lagi ketika mereka pulang dari ladang dan bersiap-siap membersihkan diri.


Dia berkata, "Barusan aku mendengar dari bibi Hong ,Fang Xionan mendapatkan pekerjaan di tim transportasi di kabupaten. Apa kau percaya itu?"


Kiki tidak menjawab, tapi dia berusaha menanggapi perkataan itu dengan berkata, "Oh, benarkah?"


"Aku tidak menyangka sama sekali jika dia akan mendapat pekerjaan di tim transportasi. Bayangkan itu?"


Pekerjaan tim transportasi bisa dikatakan sebagai pekerjaan idaman setelah menjadi tentara. Kau harus mengerti betapa banyaknya keuntungan yang didapatkan jika orang bekerja di tim transportasi. Ini adalah pekerjaan yang benar-benar diimpikan oleh begitu banyak pemuda. Selain mereka harus tahu bagaimana cara mengemudi, mereka juga harus mengerti bagaimana cara memperbaiki mobil jika terjadi kerusakan di jalan.


Di tahun 70-an, tidak ada bengkel mobil di sepanjang jalan.


"Aku sendiri meragukan jika dia benar-benar bisa membawa mobil. Tapi mungkin dia sudah mempelajarinya ketika menjadi preman pasar di masa lalu," kata Ling Jin sambil tergelak.


"Yah, semua orang harus berubah, dan dia berubah ke arah yang lebih baik, kan?" kata Kiki yang sebenarnya mengetahui hal yang sebenarnya.


"Mengemudi di Tim transportasi sekarang adalah pekerjaan besi,tapi ini tidaklah mudah, jadi sekarang dia menjadi sumber kecemburuan banyak orang di desa."


Ling Jin menatap Kiki sesaat, dan dia juga mengarahkan pandangannya keluar, di mana saat ini musim dingin benar-benar sudah menampakkan diri dengan kepingan-kepingan salju yang mulai jatuh dari langit.


"Kiki, apakah kau benar-benar tidak ada hubungannya dengan dia?"


"Tidak," jawab Kiki dengan singkat.


Ling Jin mengarahkan pandangannya lagi kepada Kiki dan dia berkata, "Kau tahu, beberapa bibi menanyakan hal itu kepadaku. Mereka mengatakan jika Kai tidak berniat untuk menjalin hubungan, maka dia adalah calon yang bagus untuk menjadi pasangan putri mereka. Jadi, Kiki, apakah kau berpikir ulang tentang hubungan ini?"

__ADS_1


Kiki menggelengkan kepalanya lagi, dan dia tidak tahu harus menjawab apa.


Ling Jin tidak menemukan kebohongan dalam reaksi Kiki, jadi dia mengatakan beberapa hal lagi tentang desa yang dia tahu.


Sebelum salju benar-benar menutup jalanan, desa akan disibukkan dengan beberapa hal. Karena Fang Xionan bisa membawa mobil, jadi dia diminta untuk membawa traktor ke kota kabupaten untuk mengirim biji-bijian. Hanya setelah pengiriman itu, warga desa mendapatkan jatah mereka.


Tidak setiap desa memiliki traktor, jadi desa yang tidak memiliki traktor harus antri terlebih dahulu, dan kota kabupaten mengutamakan desa yang memiliki pengemudi traktor sendiri. Ini adalah masalah tersendiri untuk setiap desa. Selain mereka harus menunggu jadwal antrian untuk memiliki traktor, mereka juga harus membayar pengemudi traktor itu sendiri.


Jika kondisi mendesak, warga bisa mengirim sendiri biji-bijian tersebut tanpa traktor, tapi bayangkan betapa sulitnya itu.


Karena Fang Xionan mampu membawa traktor, jadi desa tidak perlu antri lagi, dan jadwal untuk mengirim biji-bijian dimajukan.


"Apakah begitu mudahnya untuk menjadi pengemudi?" tanya Kiki heran.


Fang Xionan, nyatanya, berjanji untuk mengajari beberapa warga yang ingin belajar naik traktor. Karena itu, kepala desa dan sekretaris desa tidak lagi meremehkannya.


Kejadian yang menghebohkan hari ini adalah desa Qingyuan yang segera mengirim beberapa pemuda untuk belajar mengemudikan traktor. Namun, itu tidak gratis.


Siapapun bisa belajar mengemudikan traktor, tapi desa mengatakan bahwa siapapun yang ingin belajar wajib membayar sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran.


Meminjam traktor dari kota juga tidak mudah. Harus memiliki izin, dan izin juga sudah didapatkan, hanya saja perlu menunggu jadwal pengiriman biji-bijian selesai.


Setelah itu, desa masih harus membeli bensin sendiri dengan dana sendiri. Jadi itulah gunanya biaya pendaftaran tadi. Karena itu, nama Fang Xionan segera menjadi populer di desa.


Setelah mengemas makan malam untuk Fang Yan dan Gu Lenglei, Kiki masuk ke kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi ke ladang sistem. Ini adalah rutinitasnya sekarang, dia harus pergi panen dan menabur bibit baru pada hari yang sama. Baru setelah itu, Kiki mandi dan bersiap-siap untuk tidur.


Tapi segera dia merasakan gerakan di ujung ranjang dan sebuah tangan besar melingkar di pinggang Kiki yang ramping. Ini Fang Xionan, siapa lagi.


"Kau pergi ke Tim Transportasi?" kata Kiki tanpa membuka matanya.


Sejak beberapa waktu yang lalu, Fang Xionan tidak lagi memperlihatkan kedekatan mereka di siang hari. Dia juga tidak lagi membantu Kiki untuk pekerjaannya di ladang.


Namun begitu, Fang xionan memindahkan waktu tersebut di malam hari ,di mana dia akan memeluk Kiki untuk beberapa waktu sebelum pergi. Awalnya Kiki sedikit marah dan tidak terima, namun pada akhirnya dia menyerah dan membiarkan pria itu memeluknya sebentar, toh itu hanya sebentar saja.


"Setelah pembagian, aku izin pulang ke rumah. Mungkin aku akan pergi sepuluh hari untuk bolak-balik," kata Kiki.


"Ya, kalau begitu, aku akan lama memelukmu kan?" kata Fang Xionan. Kiki adalah charger hidup, dia perlu diisi ulang. Tapi setelah tubuh ini mampu menerima jiwanya, Fang Xionan sudah tidak repot dengan penurunan energi lagi. Sepertinya energi jiwa tubuh sudah jauh lebih stabil.


"Terserahlah, tapi jika kau pergi, tutup jendela, oke?" kata Kiki yang mengantuk berat.


"Oh ya, aku sudah menjual semua tiketmu, tiket televisi juga habis. Semuanya ada di meja," kata Fang Xionan pelan.


"Oke, aku tahu," jawab Kiki yang ingin tidur.


Fang Xionan membantu Kiki menjual sejumlah tiket yang didapatkan Kiki dari sistem check-in. Semua ini tidak akan berguna untuk Kiki, jadi dia memutuskan untuk menjadikan tiket itu sebagai mata uang keras.


Tetapi beberapa buah-buahan dan barang-barang yang disimpan di laci sistem tidak bisa diberikan Fang Xionan begitu saja karena jumlahnya cukup banyak.


Karena itu, jika Kiki berniat untuk menjualnya, dia harus pergi sendiri ke kota kabupaten.


Tetapi tidak, Kiki memutuskan untuk pulang ke kota kelahirannya pada tahun Imlek. Saat itulah dia akan membuka peta akumulasi di sana dan membelanjakan sejumlah poin yang jumlahnya saat ini sudah mencapai lebih dari 600.


Entah kapan Kiki tertidur nyenyak,tapi ketika Kiki membuka matanya, Fang Xionan tidak ada di sana. Kiki tidak heran dan juga tidak mempermasalahkannya sama sekali.

__ADS_1


Toh, dia juga mendapatkan manfaat yang tidak sedikit dengan rutinitas yang dilakukan oleh pria itu, seperti kopi bubuk dan cokelat bubuk dalam paket besar.


Sebuah hadiah untuk menyentuh pria keberuntungan.


"Ahh, musim dingin paling enak minum coklat panas," gumam Kiki pelan.


Karena pekerjaan di ladang sudah bisa dikatakan selesai, Kiki tidak perlu keluar pagi-pagi untuk bekerja. Jadi dia pergi ke dapur untuk membuat beberapa panci masakan yang sudah jadi. Gu Lenglei pasti datang untuk menjemput sarapannya sebentar lagi.


"Oh, cuaca semakin dingin, apa kabar dengan pria tua di kandang sapi?" pikir Kiki.


Hari ini, Kiki bermaksud untuk pergi mengirimkan beberapa perbekalan makanan lagi.Tapi dia memutuskan untuk memberikan beberapa bahan mentah lagi agar mereka bisa memasak sendiri. Saat cuaca semakin dingin, dia merasa malas untuk keluar.


"Kiki, selamat pagi, sudah bangun ?" sapa Ling Jin dengan matanya yang mirip almond itu, dia sedikit menguap ketika berbicara.


"Selamat pagi, Ling Jin. Aku membuat sarapan terlalu banyak pagi ini. Jika kau mau, ambil saja di dapurku," kata Kiki.


"Eh, benarkah?" tanya Ling jin terkejut.


"Hem, ambil saja, aku sudah makan tadi kok," kata Kiki lagi. Kiki tidak bermaksud pelit, tapi dia hanya bingung harus menghabiskan makanan yang begitu banyak. Lain kali dia akan menemukan beberapa orang lagi untuk diberikan makanan.


Ling Jin sama sekali tidak malu mengambil makanan orang lain. Dia langsung pergi ke dapur milik Kiki dan membantu mengemas kotak makan Gu Lenglei dan Fang Yan. Sisa nya mari pindahkan ke panci milik pribadi di dapurnya sendiri.


Lumayan lah untuk penghematan.


Karena tidak ada pekerjaan di ladang, Ling Jin dan Kiki sedikit malas untuk keluar dan mereka menghabiskan waktu untuk berbicara tentang segala sesuatu yang tidak penting. Tapi baru kemudian Ling Jin ingat akan sesuatu.


"Ops, kenapa kita bisa lupa, ini adalah hari pemotongan babi desa. Kiki, apakah tidak ingin ikut bersenang-senang?" tanya nya


"Hem, ikut. Aku akan bersiap-siap," kata Kiki. Jujur, dalam dua kehidupannya dia tidak pernah melihat bagaimana hewan akan dipotong.


Desa Qingyuan juga berinisiatif untuk memelihara beberapa ekor babi. Babi-babi desa akan dipotong ketika hari raya Imlek akan tiba, dan pada saat itulah penduduk akan menikmati sajian daging di rumah masing-masing.


Tapi sebenarnya pembagian itu tidak banyak. Setiap desa yang memiliki hewan, diwajibkan membayar beberapa kg daging ke stasiun pemotongan daging. Setelah kewajiban dibayar, baru kemudian sisanya dibagi-bagikan lagi kepada penduduk desa menurut poin yang sudah mereka dapat kan selama waktu bekerja di ladang. Jika poin seseorang itu banyak, maka banyak pulalah dia akan mendapatkan daging. Sebaliknya, jika poinnya sedikit, maka itu mencerminkan betapa sedikitnya dia akan mendapatkan daging tahun ini.


Kiki tidak pernah kekurangan daging, dan dia tidak pernah berpikir untuk meraih keuntungan darinya. Tapi Ling Jin berbeda.


"Jika aku mendapatkan daging nanti, aku akan membuatnya menjadi sosis dan daging asap. Ini akan aku bawa untuk pulang ke rumah pada hari Imlek," kata Ling Jin kemaren.


Setiap orang berhak untuk kembali ke rumah kelahiran masing-masing pada hari tahun Baru Imlek. Begitu juga dengan tim pemuda pendidikan yang rumah kelahirannya ada di berbagai kota berlainan.


Artinya mereka akan mendapatkan liburan selama beberapa waktu untuk dihabiskan bersama keluarga. Begitu juga dengan Kiki.


Tapi Kiki tidak akan membawa hidangan daging ini untuk keluarga kelahirannya. Bagi para penduduk desa, sang ayah sering mengirimkan beberapa paket untuknya tapi sebenarnya itu tidak pernah sama sekali.


Jika pun pernah, surat tersebut hanya berisi penjelasan bahwa ayahnya tidak bisa menolak keinginan ibu tirinya.


Kata nya dia tidak berdaya.


Yah, pada akhirnya Kiki juga tidak berdaya untuk membawa oleh-oleh ke rumah kelahiran.


Jadi Kiki dan Ling jin pergi dengan pakaian yang sedikit tebal untuk melihat pembagian daging tahun ini.


Sementara itu beberapa orang kuat di desa sudah dari pagi pergi mengirimkan biji bijian ke stasiun pengumpulan biji-bijian di kota kabupaten.

__ADS_1


Yang pergi juga akan mendapatkan poin untuk mendapatkan kelebihan daging.


__ADS_2