Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
37


__ADS_3

Pada sore hari Kiki langsung mendapatkan lokasi pekerjaan membersihkan ladang jagung.


Karena sekarang dia kurang bergaul dengan warga desa. Jadi Kiki melakukan pekerjaan sendiri ,meskipun pada akhirnya dia hanya mendapatkan empat poin paling banyak.


Lagipula dia tidak akan bergantung untuk makanan yang dikirim oleh desa nantinya.


Memikirkan begitu banyak makanan di laci sistemnya, membuat dia berdesah.


Apa yang harus dilakukan dengan makanan sebanyak itu. Jika terus seperti ini besar kemungkinan bulan depan dia masih akan mendapatkan makanan lagi di sistemnya.


Karena tidak ada sabit,lagi lagi Kiki harus melakukan pekerjaan dengan tangan kosong.Cabut satu persatu batang jagung yang sudah mati.Dan ikat menjadi bundaran besar untuk disingkirkan.


Ladang jagung desa Qingyuan, sekitar 30 atau empat puluh hektar. Ini sangat besar sekali tapi jika dikerjakan bersama-sama, maka semuanya tidak begitu berat.


Untuk musim panas yang akan datang, caption mengatakan mereka akan menanam ubi jalar yang akan dipanen sebelum musim dingin.


Hanya pada musim dingin ,tidak ada pekerjaan lagi di ladang dan kebanyakan orang harus menghabiskan waktu di rumah


"aaw.."


1 jam di ladang jagung dengan menarik batang-batang jagung ini ,membuat jari jemari Kiki menjadi lecet sehingga ada beberapa yang kapalan.


"Ahh sakit banget"kata Kiki.


Beberapa meter dari Kiki, seorang pria tua bersandar pada pohon besar.Wajahnya berkerut memperlihatkan usia nya yang tidak lagi muda.


Sekilas Kiki tau, siapa dia.


Pak tua Wei.


"Kasihan, orang-orang berbakat negara yang tertindas karena zaman.Ku harap, dia akan bertahan 3 tahun lagi sampai saat semuanya berbalik"kenang Kiki.


Tahun ini ada begitu banyak orang berbakat dan orang berjasa bagi negara jatuh terlindas zaman seperti Pak tua wei.


Terkadang hanya sedikit masalah orang seperti dia bisa dikirim ke pedesaan dan menjadi tahanan reformasi.


Tahanan reformasi adalah orang orang yang di tangkap karena bersinggungan dengan pihak asing. Seperti menyimpan buku berbahasa asing, bahkan memiliki koneksi ke negara asing.


Ada banyak hal seperti itu.


Tapi di awal 77, negara kamu hapuskan dilarang tahanan reformasi ini dan mengembalikan mereka pada posisi awal.


Misalnya jika itu seorang jenderal ,maka dia akan kembali ke posisinya menjadi jenderal .Jika dia seorang guru di universitas ,maka dia kembali menjadi guru di universitas.


Tapi karena terhimpit zaman hanya segelintir orang yang bisa hidup menunggu fajar.


Kau tahu, ketika mereka dikirim ke pedesaan mereka tidak memiliki rumah tapi tinggal di bekas hunian sapi.


sapi saat ini dibawa ke rumah orang yang mengemudikan gerobak sapi. kandang sapi itu kosong. Sekarang ketika tahanan reformasi tiba, kandang sapi akan di alih fungsikan menjadi rumah mereka.


Bayangkan itu.


Belum lagi mereka tidak dianggap manusia di desa, jika pun mereka bisa bekerja mendapatkan 10 poin. Itu hanya akan dihitung setengah dari nilai pekerjaan orang lain.


Selain itu tahanan reformasi juga dilarang untuk mendapatkan bantuan sosial seperti ke rumah sakit.


Yang paling buruk adalah, jika penduduk desa kedapatan bergaul dengan pertahanan reformasi mereka juga akan dikritik.


Dengan persyaratan seperti itu, tidak ada warga desa yang mencoba berinteraksi dengan mereka.


Akibatnya mereka dijauhi, dan kehidupan semakin terhimpit dengan tidak adanya makanan.


Kebanyakan orang seperti ini, keluarga akan memutuskan hubungan terlebih dahulu. jika tidak keluarga terkait juga akan ditangkap dan menjadi tahanan reformasi.


Jika anak-anak memiliki hati nurani, mungkin mereka akan mengirimkan beberapa perbekalan ke kandang sapi. Tapi anak-anak terlalu takut jika ketahuan berinteraksi dengan orang tua mereka.


Jadilah mereka hidup dalam kesengsaraan di kandang sapi.


Akan panas di musim panas dan akan dingin di musim dingin karena tidak ada pemanas yang cukup.

__ADS_1


Bahkan mereka jarang mendapatkan selimut. Jika pernah ada ,mungkin itu dibawa ketika mereka pertama kali pergi ke desa.


"mereka adalah orang yang akan mengubah dunia tapi terhina sedemikian rupa karena zaman.Ahh pantasan saja warga desa enggan menyekolahkan anak-anak mereka kan".kata Kiki sambil melirik Pak tua Wei lagi.


Warga desa bilang ,untuk apa menjadi pintar dan mengenal huruf. Jika untuk itu kamu hanya akan tinggal di kandang sapi.


"seandainya aku bisa membantu mereka bertahan untuk 3 tahun lagi, ah seandainya saja"


"Eh tunggu dulu...


Tiba-tiba saja kiki mendapatkan ide bagus.


"Kapten,aku izin ke toilet dulu"seru Kiki pada kapten Tim.


"Cepatlah,kau tidak banyak poin hari ini kan" kata kapten dengan keras.


"Baik kapten "seru Kiki yang langsung lari cepat.


Yang sebenarnya Kiki tidak berlari ke toilet umum, tapi berbelok menuju ke kandang sapi. Pada jam seperti ini biasanya, semua orang akan bekerja di ladang.Begitu juga dengan penghuni di kandang sapi.


Kandang sapi tidak begitu besar tapi 5 sampai 6 orang, dijajalkan begitu saja bersama-sama.


Sangat mengerikan tidak ada privasi sama sekali.


Memanfaatkan waktu semacam ini Kiki masih mencoba melihat kiri dan kanan, agar tidak ada yang mengetahui apa yang sedang dia lakukan.


Setelah memastikan tidak ada orang di kandang sapi, Kiki pelan-pelan masuk. Ada beberapa panci di sini mungkin setiap orang memiliki pancinya masing-masing.


"aku tidak tahu ini punya siapa tapi manfaatkan apa yang ada aja deh"pikirnya di dalam hati.


Dengan cepat mengisi setiap panci-panci itu dengan bubur putih. Ada juga beberapa mangkok pecah yang diisinya dengan sup ikan dan acar timun.


Setelah melakukan itu dia langsung meninggalkan lokasi karena takut ketahuan.


"maaf ya Pak tua ,kalau itu cuman bubur" kata Kiki.


Setelah itu Kiki kembali lagi ke posisi semula dan mengerjakan tugasnya lagi.


Awalnya ada lah istri pak tua Wei,weiniang. Dia pulang lebih awal daripada yang lain. Berniat untuk memasak agar ketika suaminya pulang bisa makan.


Sebenarnya tidak repot-repot masak makanan itu hanya ubi jalar yang direbus. Jika beruntung akan ada papeda.


begitu dia masuk ke kandang sapi tidak ada kejadian apapun bahkan tidak ada jejak-jejak kaki orang yang pernah masuk ke dalamnya.


Lagian ,apa yang dicari orang ke dalam kandang sapi?


Tidak ada yang berharga di sana. Jika pun berharga itu adalah, kandang babi di sebelah. Kau harus tahu babi saat ini lebih berharga daripada tahanan reformasi.


Tapi ketika dia akan mencuci panci, dengan cepat matanya berubah.


Panci yang dia tinggalkan tadi pagi, sebenarnya sekarang sudah penuh dengan bubur. Dan ini masih bubur kental bukan bubur tipis seperti yang dikonsumsi warga desa pada umumnya.


Merasa sedikit takut dia menyembunyikan panci itu tapi untuk membuangnya sayang banget.


"Udah lama sekali nggak melihat sebutir beras, tapi ada racunnya nggak ya?"


Karena khawatir keracunan jadi dia mau cari mangkok untuk mengisikan bubur tadi dan memutuskan untuk memasak ubi jalar.Tapi siapa sangka, jika sebenarnya mangkuk juga sudah penuh dengan beberapa hal yang sudah tidak lagi mereka makan,sejak beberapa tahun yang lalu.


"Apa?si.. siapa yang memberikan ini?"


Sekarang semua orang sulit untuk makan ,termasuk juga dengan penduduk desa .Jadi tidak mungkin penduduk desa yang memberikan mereka barang berharga seperti ini.


Sedikit bingung dia duduk di papan yang di susun menyerupai ranjang.


Sejak lama kemudian seseorang juga kembali, itu saja tujuannya juga memasak. Mereka masih tinggal satu tempat tapi masak adalah hal yang tidak bisa dibuat bersama-sama.


Ketika dia membuka panci dia sama terkejutnya dengan weiniang.


Weiniang awalnya berpikir jika panci dia saja yang berisikan barang tersebut. Tapi kemudian dia tahu jika bukan dia saja yang beruntung.Tapi semua orang juga mendapatkan satu panci penuh bubur nasi yang kental.

__ADS_1


Jadi ketika Pak tua Wei pulang, apa yang dilihatnya adalah teman-teman yang tinggal di kandang sapi ,semuanya duduk termenung.


Ketika ditanya sebabnya, Pak tua Wei juga terpana.


"jadi Kenapa kalian tidak makan?"tanyanya pada semua orang yang hadir.


"suamiku apa kau tidak takut keracunan?"


"Hahaha siapa yang ingin membunuhku, tidak perlu dibunuh kita juga akan mati lama-lama di sini. lebih baik mati dalam perut kenyang daripada mati dalam kondisi kelaparan"


Tanpa menunggu jawaban dia mengambil bubur itu dan makan dengan lahap. Karena tidak sudah tidak lama menyentuh nasi matanya berlinangan ketika dia menyesapnya.


Kehidupan makmur yang pernah dijalani dulu tiba-tiba terpampang di depan mata. Juga kekecewaan yang dia rasakan dengan anak-anaknya sendiri.


Memang bagus memutuskan hubungan atas kertas tapi itu bukan berarti mereka tidak bisa mengirimkan barang untuk orang tua sendiri.


Jika makanan ini beracun maka biarlah.


Melihat suaminya yang makan dengan ketegasan, weiniang juga pemimpin resiko itu dan makan dengan lahap.


Meskipun bubur itu banyak tapi perut mereka sudah lama kosong.Dalam sekejap apa bubur sudah habis setengah.


"Ohh sepertinya tidak ada racun, kalau begitu aku makan juga"


"Ya aku juga, jika makanan ini tidak beracun artinya orang yang mengirimkannya adalah orang yang baik"


Satu persatu dari mereka langsung makan terima kasih seperti kata Pak tua wei, jika pun mati maka matilah dengan perut kenyang.


Tapi sampai keesokan harinya, mereka tidak merasakan reaksi apa-apa jadi diputuskan jika makanan itu sama sekali tidak mengandung racun.


"tapi siapa yang mengirimkannya warga desa jelas tidak mungkin?"


"Entahlah, tapi kurasa orang ini hanya ingin membantu tapi juga tidak ingin kita mengetahuinya. Jadi kuharap kalian diam saja ,jangan jangan pernah menyebalkan ini di luar. Jangan sampai orang itu terkena masalah hanya gara-gara memberi kita makan" kata Pak tua Wei lagi.


Semuanya setuju dengan ide itu, jadi setengah mangkok bubur tadi kembali dikasih air dan dipanaskan untuk makan siang.


Mereka berpikir tidak mungkin dermawan itu akan mengirimkan mereka makanan lagi. Jadi segala sesuatunya harus dihemat. Setengah panci bubur bisa ditambahkan air dan menjadi bubur yang encer,ohh mari tambahkan sayuran liar di dalamnya. Dibandingkan dengan ubi rebus ini masih jauh lebih baik.


Sebenarnya Kiki datang lagi keesokan harinya persis seperti kemarin, ketika semua orang sedang sibuk. Tapi mendapati pria yang tinggal di kandang sapi ini lebih cerdik untuk menghemat makanan mereka.


"Hem, kalau begitu aku akan datang lagi besok saja, jangan terlalu mencolok juga"kata Kiki pelan.


Hari ketiga, sepanci bubur dari Kiki benar-benar habis.Pak tua Wei makan dua suap bubur itu di pagi hari dan itu adalah bubur yang terakhir.


"Suamiku, meskipun ini adalah bubur yang terakhir tapi ini masih lebih bagus daripada putra-putra kita sendiri kan"kata istrinya yang memandang ke atas langit.


Betapa sulitnya seorang wanita ketika hamil dan melahirkan, belum lagi membesarkan anak-anak. Tapi ketika bencana tiba, semuanya berpaling dan bertindak untuk hidup mereka sendiri.


Sekarang ada seseorang yang mengirimkan hal yang tidak pernah dikirimkan oleh anak-anak sendiri. jadi itu masih berharga dibanding dengan segalanya.


Semua orang mengatakan perkataan yang hampir sama .Siapapun orang yang mengirim bubur ini adalah dermawan mereka.


Jadi mereka pergi bekerja seperti biasanya, tapi siapa sangka ketika pulang makan siang.Bubur yang tadinya kosong menjadi penuh lagi.


Kali ini ada pancake kentang yang harum. Seperti dihitung setiap orang mendapatkan 2 pancake kentang.


Juga ada daging babi yang di masak dia kali.


"Ini...


"jangan banyak bicara, makan saja"


Semua orang hari itu benar benar sedang menggigit daging.Rasa ini adalah sesuatu yang paling enak yang pernah mereka rasakan sejauh ini.


Mungkin rasa enak itu berasal dari efek, karena sudah lama tidak makan daging.


Sejak itu, tahanan reformasi di kandang sapi sebenarnya mendapat kiriman bubur putih setiap 3 atau 4 hari sekali. Cari dia melakukannya para pertahanan reformasi ini ,mengerti jika dia tidak ingin dikenali .Jadi semuanya bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi


Jadi begitulah cara Kiki berbagi di tahun 70-an.

__ADS_1


Seperti kata orang, ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak akan pernah tahu. Ini hanya salah satu dari contoh kata pepatah itu


__ADS_2