Sistim Check In Di Tahun 70an

Sistim Check In Di Tahun 70an
49


__ADS_3

Tujuh putra tanpa seorang istri di antara mereka, semuanya dikarenakan kemiskinan.


Awalnya, putra pertama sudah menikah, tetapi istrinya meninggal lebih awal ketika melahirkan bersama calon anaknya. Dia kemudian menikah lagi, tetapi istrinya juga meninggal dunia karena penyakit yang tidak diketahui, karena orang desa takut kehilangan uang untuk biaya perawatan di rumah sakit.


Inilah sebabnya mengapa pria yang baru saja tampil di awal tiga puluhan, sekarang hidup melajang dengan rumor yang mengatakan bahwa dia membunuh istri-istrinya.


Putra kedua dan ketiga sudah bertunangan, tetapi hingga saat ini, belum ada uang untuk mahar, sehingga pernikahannya ditunda.


Putra keempat belum menemukan pasangannya tahun ini.


Sementara putra kelima, keenam, dan ketujuh masih di bawah umur. Yang paling muda berusia 10 tahun.


"Sejak aku tinggal di rumah itu, aku merasa aneh tapi tidak begitu mengerti. Baru kemudian, bibi Wang menjelaskan betapa bagusnya putra-putranya. Dia menggoda dan mengatakan aku bisa memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan suami. Hahaha, apakah bibi Wang berpikir aku begitu bodoh sehingga ingin menikahi seorang petani miskin?" Kata Ling jin dengan wajah cemberut.


"Apakah sekarang kau meremehkan petani? Atau apakah kau ingin ditangkap karena ideologi itu?" kata Kiki, yang tidak bermaksud untuk merendahkan petani.


Tapi di era ini, setiap perkataan harus dipikirkan dan diperhitungkan sebelum diucapkan, jika tidak ingin masalah dengan pihak berwenang.


Ling jin juga mengerti itu dan dia menutup mulutnya kembali.


"Menjadi petani itu tidak masalah, tapi menjadi orang yang tidak tahu malu yang membuat masalah," katanya mengadu nasib.


Bibi Wang menyadari bahwa jika dia ingin memiliki menantu, dia harus bertindak dengan agresif. Sebenarnya, jika seseorang memiliki kulit tebal, tidak sulit untuk mendapatkan menantu, seperti yang dilakukan oleh bibi Wang.


Baru-baru ini, putra-putra bibi Wang rajin membantunya di ladang dan di rumah, mereka menjadi sangat ramah dan memberikan bantuan. Ling Jing akan bodoh jika dia tidak mengerti maksud bibi ini.


Di tambah lagi, akhir-akhir ini mereka berani masuk ke dalam kamarnya tanpa izin. ini yang Ling jin semakin tidak nyaman saja


"Kiki, rumahmu cukup luas, bisakah aku pindah ke rumahmu? Akhir-akhir ini mereka selalu masuk ke kamarku tanpa izin. Aku khawatir. Hem, kau mengerti, kan?" Kata Ling jin dengan nada memelas.


"Jingjing, bukan aku tidak mau, tapi apakah uang yang sudah dibayar di rumah mereka bisa dikembalikan?" kata Kiki, mencoba memberikan alasan. Sebenarnya, bukan karena dia tidak mau, tapi karena situasinya tidak memungkinkan.


Jika mereka pindah ke rumah Kiki, bagaimana nantinya Ling jin akan menyadari keanehan-keanehan tertentu yang terjadi di dalam rumah.


"Kiki, aku tahu kau mungkin tidak nyaman, tapi tolong bantu aku, oke? Aku hanya minta satu kamar saja dan aku tidak akan mengganggumu yang lain. Masalah makanan masih bisa diatasi di tim pemuda pendidikan, tidak apa-apa. Aku hanya butuh tempat untuk tidur," ujarnya.


Dia sudah membicarakan masalah ini dengan tim pemuda pendidikan, tetapi tempatnya sudah penuh dan tidak ada yang mau menukar kamar dengannya. Sekarang, satu-satunya harapannya adalah Kiki.


Fang xionan selalu datang, dan tampaknya dia akan terus melakukannya jika karakternya dilihat. Namun, jika Jing Lin ada di rumah, mungkin pria itu akan sedikit menahan diri.


"Oke, aku setuju. Tapi aku ingin mengingatkan lagi, kau hanya bisa mendapatkan satu kamar dan tidak lebih. Memasak juga harus masing-masing tanpa campur tangan. Jika kau setuju dengan syarat-syaratku, selamat datang di rumah Kiki."


Mendengar jawaban dari Kiki, tiba-tiba Ling jin berteriak dan memeluknya dengan erat.


"Oh, terima kasih, Kiki! Kalau begitu, aku akan segera mencari kepala desa dan memberi tahu mereka bahwa aku akan pindah hari ini juga. Selamat tinggal, keluarga Wang! Hahaha!"


Setelah mengucapkan terima kasih beberapa kali, akhirnya gadis itu berlari mencari kepala desa.


Sementara itu, Kiki menggelengkan kepalanya dan duduk kembali di bawah pohon yang rindang. Beberapa saat kemudian, Fang xionan juga tiba-tiba muncul di bawah pohon dengan cangkul yang diletakkan di sudut pohon.


Kiki melihat sekitar dan melihat bahwa dia sudah menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu kurang dari satu jam. Ini masih sangat pagi, dan keluarga yang mengirimkan sarapan juga belum tiba.


"Sudah siap?" tanya Kiki padanya.


"Sudah, aku akan pergi ke tempat ibu. Eh, mana sarapanku?" tanyanya dengan jujur.

__ADS_1


Kiki segera mengeluarkan dua kotak aluminium yang masing-masing berisi makanan.


Sebenarnya, Kiki telah menyiapkan satu kotak tambahan ketika dia tahu bahwa Fang xionan benar-benar ingin sarapan darinya.


Fang xionan mengambil kotak makanan tanpa ragu dan membukanya. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, melainkan langsung makan seperti orang yang lapar.


Dalam waktu lima menit, satu kotak makanan itu sudah habis, tanpa menyisakan satu butir nasi pun.


Sementara kotak makanan Kiki bahkan belum terbuka, membuat Fang xionan merasa sedikit malu.


Akhir-akhir ini, dia sudah makan lebih banyak dari biasanya, dan sekarang rasa laparnya sudah terpuaskan. Dia juga sadar bahwa ini bukan hari kiamat di mana makanan tidak akan tersedia sama sekali, jadi dia perlu mengendalikan nafsu makannya.


Lagi pula, dia tidak ingin menjadi seperti pria tua buncit yang terlihat overeating.


"Terima kasih atas sarapannya, Kiki," ucapnya.


Kiki yang kaget dengan pertanyaan tiba-tiba ini, dengan refleks akan menawarkan kotak makanan miliknya kepada Fang xionan.


"Mau menambah?" tanyanya tanpa berpikir panjang.


"Ehem, ehem, aku sudah makan, tapi kau belum, kan?" tanya Fang xionan dengan sedikit ragu.


Kiki tertawa kecil dan menjawab, "Aku tahu bagaimana cara kau makan, jadi ambil saja. Lagipula, aku tidak akan pergi bekerja hari ini, jadi nanti aku bisa pulang dan makan di rumah."


Fang xionan merasa ragu sejenak, tetapi akhirnya dia mengambil kotak makanan Kiki juga.


Sama seperti sebelumnya, dia menyantap makanan dengan cepat, bahkan sebutir telur besar dimakan dalam satu gigitan.


Seluruh kotak makanan itu habis dalam lima menit.


"Darimana kau tahu?" tanya Kiki kaget. Sejauh yang dia ingat, dia belum memberitahu siapa pun tentang hal ini.


"Tadi aku mendengar kalian berbicara. Sebenarnya, jika itu dia, tidak masalah. Tapi jika pemuda pendidikan dengan Lin xuni, sebaiknya tidak usah."


Reaksi Fang xionan membuat Kiki terkejut. "Mengapa?" tanya Kiki.


"Sama seperti yang aku rasakan pada mu, aku merasakan sesuatu tentangnya, tapi rasanya itu bukan hal yang baik. Setiap kali dia menyentuh seseorang, ada cahaya aneh yang keluar dari orang itu. Aku tidak tahu apa itu, tapi itu tidak terasa baik. Sebaiknya kau tidak terlalu dekat dengan dia, oke?"


"Ah, apa itu cahaya aneh yang keluar dari tubuh seseorang? Aku belum pernah mendengar tentang hal itu sebelumnya," kata Kiki bingung.


Fang xionan hanya mengangkat bahu dan pergi ke arah rumah ibunya. Kejadian ini membuatnya berpikir, dan dia merasa perlu waspada terhadap Lin xuni.


Sekarang dia harus pergi ke tempat ibunya, dan kebetulan saudara iparnya juga baru tiba dengan membawa sarapan pagi.


"Fang xionan, kau seperti memiliki hidung anjing. Kau bisa tahu jika saudara iparmu membawa makanan, hahaha," kata Yang guiha sambil tertawa.


Dia tahu bahwa putranya membantu Kiki terlebih dahulu sebelum membantu dirinya. Tidak masalah, jika semuanya berjalan lancar, maka Kiki akan menjadi menantu perempuannya suatu hari nanti di rumah mereka.


Fang xionan menerima papeda yang dibawa oleh kakak iparnya.


"Ibu, berikan saja jatahku kepada adik perempuan. Di mana dia sekarang?" tanyanya.


Yang guiha merasa senang ketika putranya menanyakan tentang adik perempuannya. Dia menyadari bahwa Fang xionan mulai peduli dengan keluarganya, termasuk adik perempuannya yang berusia 12 tahun.


Baru-baru ini, Fang xionan sering membawa pulang susu bubuk sari gandum, yang diminum oleh adik perempuannya dan keponakan satu-satunya di rumah.

__ADS_1


"Adikmu hari ini sedang memotong rumput bersama keponakan di gunung," kata Yang guiha.


"Dia belum sarapan, biarkan saja jatahmu untuk dia."


Yang guiha terkejut, meskipun senang dengan perhatian Fang xionan pada adik perempuannya, dia juga butuh makanan.


"Tidak, kau adalah pria besar dengan pekerjaan berat. Ayo makan dulu," tolak ibunya.


"Aku sudah makan dengan Kiki, tiga roti kukus dengan acar dan satu telur," jawab Fang xionan.


Yang tidak diungkapkan adalah bahwa itu adalah satu porsi makanan, sementara dia makan dua porsi lengkap dengan tambahan nasi putih, roti, telur rebus, acar yang segar dan tumisan kangkung liar.


Kakak ipar menatapnya dengan pandangan berbeda. Kapan hubungan antara adik ipar dan gadis itu menjadi lebih dekat sampai bisa makan masakan gadis itu?


Kakak tertua lebih terkejut lagi, hampir saja ia tersedak dengan papeda yang baru saja dimakannya. Bagaimana bisa Fang xionan makan papeda, sementara adiknya hanya ingin tiga roti kukus dan belum merasa cukup dengan nasi, roti, telur rebus, acar yang harum, dan... Papeda yang tadi dia telan, sekarang terasa sangat pahit di tenggorokannya.


Beberapa orang yang duduk agak jauh dari kelompok mereka mendengarnya dan tertawa terbahak-bahak, mengeluarkan komentar positif tentang Fang xionan.


"Kakak ipar sepertinya tidak lama lagi kita akan makan permen pernikahan dari putramu, hahaha."


"Kupikir Kiki itu anak yang sulit dibujuk, tapi rupanya dia masih harus tunduk pada Xionan. Hah, kuburan leluhur Fang sekarang pasti sedang berasap."


Yang guiha mendengar semua itu dan merasa bangga, jadi dia berkata, "Putraku adalah pria terbaik dalam radius 10 mil dari desa ini. Bagaimana mungkin gadis itu bisa menolak pesonanya, hahaha."


"Ibu..."


"Hei, lihatlah, Fang xionan sekarang memerah, dia malu, hahaha."


Fang xionan sekarang bisa dianggap Pria tampan sedesa, kualitas dirinya sekarang menyemai pemuda pendidikan dari kota. Dia tidak lagi kumal dan jorok tapi menjadi pria bersih dengan aroma segar di sekitarnya.Jika orang melihatnya sekilas mungkin mereka akan berpikir dia adalah pria yang berasal dari kota.


Di bandingkan dengan Fang Yan, yang memiliki penampilan yang rapi dan terawat. Matanya tajam dan cemerlang, mencerminkan pengetahuannya yang luas.


Rambutnya selalu terjaga dengan baik, dan pakaian yang dikenakannya selalu sesuai dengan gaya tren terkini.


Sementara itu, Fang xionan memiliki penampilan yang kontras. Meskipun terlihat acak-acakan dan lebih kasual, dia memiliki kulit putih yang bersih dan halus, meskipun terpapar sinar matahari selama berjam-jam di ladang.


 Tubuhnya dipenuhi oleh otot-otot yang keras dan darah yang berjalan kuat di dalam dirinya, hasil dari kerja kerasnya di ladang dan pekerjaan fisik lainnya. Pakaiannya seringkali terlihat kotor karena pekerjaan lapangan, tapi hal itu hanya menambahkan kesan bahwa dia adalah pria yang tangguh.


Tapi jika ada pemilihan pemuda tampan sedesa ,tentu saja warga desa lebih memilih Fang xionan karena dia terlahir di desa di bandingkan dengan Fang Yan yang berasal dari kota.


"Oh pemuda pendidikan itu hanya tampan ketika mereka tiba di desa tapi setelah bergaul selama berbulan-bulan di desa ketampanan itu luntur kan.hei lihatlah Fang xionan kami,tampan nya awet hahaha"


"Bibi Fang, Putramu kuat, kenapa tidak pergi mendaftar masuk ke tentara? Aku yakin dia akan menjadi seseorang yang dilirik oleh atasan melihat cara dia bekerja"


"Ya dengan tubuhnya yang seperti itu, rasa dia cocok masuk ke dalam tentara kan"


Yang guiha sama seperti warga desa yang lain ,ketika mendengar seorang tentara ,semua orang memandang itu adalah hal yang paling mulia. tapi kemudian dia menjalankan kepalanya dengan lemah.


"Putraku sudah berusia 23 tahun ini, Jadi sudah tidak layak lagi masuk tentara"


Sekarang Fang xionan sedang membantu pekerjaan ibunya mencabut gulma.Nanti siang semua orang akan mulai menaburi benih di tanah.


Jadi gulma harus selesai di cabut sebelum itu.


Fang xionan menarik gulma seperti sedang menarik tepung, dia melakukannya dengan lembut dan tidak tergesa-gesa .Namun begitu otot-otot tangannya menguntip keluar dan membuat beberapa gadis menelan air ludah.

__ADS_1


Ulala....


__ADS_2