
Amelia di rawat di rumah sakit, dia terpaksa badrest kembali. Dokter menyarankan agar Amelia tidak melakukan hubungan suami istri lagi. Semua bisa membahayakan janinnya.
"Kamu kan gak punya suami, kenapa kamu berhubungan suami istri? Apa selama ini kamu kerja jadi...," kalimat itu tak diucapkan Mona.
Setelah Mona pergi, Amelia kembali sendiri. Dia tidak ada yang menunggui.
"Amelia berarti banget ya buat kamu, sayang?" tanya Mona.
"Gak juga sih," jawab Alex.
"Lalu kenapa dia harus tinggal sama kita sayang. Apa dia tidak punya keluarga? Maura juga gitu, dia kan bukan siapa-siapa kamu," protes Mona.
"Mereka adalah tawanan aku," ucap Alex.
"Tawanan? Maksudnya?" tanya Mona.
"Sudahlah, mendingan kamu layani saja suami kamu ini. Sudah lama aku menahannya," jawab Alex.
"Menahan apanya? Tiap malam dia ke kamar Maura dan Amelia," batin Mona.
"Ayolah sayang!" ajak Alex.
"Baiklah! Aku akan turuti mau kamu tapi kamu tanda tangani ini dulu," kata Mona menyerahkan kertas kosong pad Alex.
"Dimana aku harus tanda tangan?" tanya Alex.
"Sebelah sini," jawab Mona menunjukkan tempat di mana Alex harus membubuhkan tanda tangan.
Setelah tanda tangan, Alex mulai merayu Mona. Namun, saat hasratnya sudah tak terbendung, si burung kutilang tak mau berdiri.
Dalam hati Mona ingin tertawa. Padahal Mona sudah siap, tapi malah burung kutilang milik Alex loyo.
"Sayang, kenapa gak dimasukkan?" tanya Mona sok gak sabar.
"Maaf sayang, susah masuk. Burungnya gak mau berdiri," jawab Alex.
"Kok bisa, apa kamu udah gak normal?" tanya Mona kembali memakai pakainnya. "Mendingan kamu konsultasi pada Dokter," ucap Mona.
"Iya, tapi bagaimana ini?" tanya Alex.
"Aku gak mau ah, mana puas kalau loyo kaya gitu," jawab Mona.
Mona malah menyuruh Alex meminum vitamin lagi. Karena frustasi Alex langsung minum dua sekaligus.
"Sabar ya sayang, kamu pasti sembuh," kata Mona.
"Entah mengapa akhir-akhir ini badanku terasa kurang fit. Si burung juga susah buat on," keluh Alex.
"Kamu kurang olah raga mungkin, lagi kamu sudah tua harusnya pensiun saja. Suruh anak-anakmu yang urus perusahaan, apa gunanya punya anak kalau gak bida diandalkan," kata Mona.
"Bagaimana kalau kamu saja yang membantu aku di perusahaan?" tanya Alex.
"Aku, apa kamu percaya padaku?" tanya Mona.
"Tentu, aku lebih percaya padamu di bandingkan anak-anakku," jawab Alex.
"Oke, kalau begitu," ucap Mona tersenyum.
Semakin hari, tubuh Alex semakin kurus. Bahkan dia merasakan tubuhnya seperti sangat lelah.
Saat ini Amelia sudah pulang dari rumah sakit. Dia tidak lagi bekerja, jadi dia hanya duduk manis di rumah.
***
Diam-diam, Eros menemui Bara. Dia menjelaskan pada Bara siap sebenarnya Mona. Bara bahagia namun dia takut jika Mona dalam bahaya.
"Pak Bara tenang saja, aku sudah membantu Bu Mona. Dalam waktu dekat Pak Alex akan mendapat karma dengan apa yang diperbuatnya," kata Eros.
"Kenapa kamu membantu Mona? Padahal kamu anak buah papa?" tanya Bara.
"Non Mona banyak menderita, bahkan dia kehilangan janinnya karena Pak Alex," jawab Eros.
Eros bercerita bagaimana Jesica sampai bisa berubah jadi Mona. Semua Eros ceritakan. Eros juga meminta agar Bara bisa membantu dia dan Mona.
__ADS_1
***
Mona semakin geram, Alex selalu mengajaknya bermain di ranjang tetapi dua selalu mengecewakan Mona. Bagaimana tidak, si burung kutilang tak lagi mau berdiri. Bahkan buruk kutilang itu terlihat loyo.
"Sayang, bagaimana aku puas kalau mau masuk aja susah," keluh Mona.
"Maafkan aku, sayang," ucap Alex.
Alex tak bisa menahan hasrat, dia kembali pada Maura. Namun, Maura juga marah karena Alex tak lagi perkasa. Untuk masuk saja Alex gak bisa.
Hingga akhirnya Amelia yang melayani Alex sebisanya. Mereka sama-sama mempunyai kekurangan. Amelia tak bisa leluasa karena perutnya makin besar. Sementara burung kutilang Alex tak bisa berdiri tegak lagi.
Mona tahu hal itu, tapi dia diam saja. Bahkan Mona sudah mulai masuk ke perusahaan Alex.
Bisnis prostitusi Alex mulai melemah. Alex sudah jarang menemui teman-temannya.
"Sayang, mendingan kamu berobat deh," kata Mona.
"Aku malu lah," kata Alex. "Aku tuh orang terpandang, takutnya ada yang tahu dan jadi viral," kata Alex sedih.
"Ya ampun! Kamu masih mikir gengsi. Bagaimana mau sembuh kalau kayak gitu," ucap Mona.
Mona sudah membujuk Alex namun Alex yang gengsi untuk berobat. Jadi Mona memilih diam saja.
***
Alex jarang ke kantor karena dia sudah mempercayakan semua pada Mona. Dia tidak khawatir Mona akan menghianati dia karena Mona lupa ingatan. Padahal Mona hanya pura-pura lupa ingatan saja demi ambisi membalas dendam pada Alex.
Pagi itu Alex ke luar dari kamar mandi. Tubuhnya sempoyongan. Dia tak bisa menopang badannya hingga ambruk di kamar mandi.
"Mas, Mas Alex...," panggil Mona.
Mona melihat ke kamar mandi, dia melihat Alex tak sadarkan diri di dalam kamar mandi.
"Eros...Mas Alex pingsan!" teriak Mona.
Eros bergegas masuk ke kamar, dia membantu Mona mengangkat tubuh Alex. Alex dibawa ke rumah sakit.
Setelah menunggu beberapa jam, Dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
"Saya, Pak," jawab Mona.
"Bu, mari ikut ke ruangan saya!" ajak Dokter.
Mona mengikuti Dokter, sampai di ruangan Dokter, Mona duduk.
"Bu, Pak Alex menderita kelumpuhan. Beberapa syaraf kakinya tidak berfungsi. Kami belum mengetahui penyebab. Kami akan beritahu setelah hasil lab ke luar," kata Dokter.
"Itu lumpuh sementara apa permanen, Dok?" tanya Mona.
"Sepertinya sudah parah, kita lihat saja nanti hasilnya," jawab Dokter.
Dalam hati Mona tersenyum bahagia, rencana dia dan Eros berjalan dengan lancar. Namun, dia harus bersikap baik pada Alex sementara ini.
"Mona, apa kata dokter?" tanya Alex.
"Mas, kamu yang sabar ya. Kamu lumpuh, Mas," jawab Mona.
"Apa?? Tidak mungkin, Mona," bantah Alex.
Alex mencoba menggerakkan kakinya, namun semua sia-sia. Dia tidak bisa menggerakkan kakinya sama sekali.
"Ini tidak mungkin, Mona. Aku tidak mau lumpuh," ucap Alex.
"Sabar, Sayang. Nanti aku akan cari dokter yang bisa menyembuhkan kamu," kata Mona.
Lain di mulut, lain dihati. Tentu Mona ingin Alex lumpuh selamanya, jika perlu dia mati secara perlahan. Jika mengingat apa yang di lakukan padanya itu tidak seberapa. Mona kehilangan bayinya, kehilangan jati dirinya sebagai Jesica.
Sedih sekali melihat keadaan Alex saat ini. Selain Mona, Amelia terkadang datang menjenguk. Maura sudah pergi dari rumah Alex. Dia tidak tahan karena selalu ditindas oleh Mona.
"Amelia, kamu jaga Mas Alex ya. Aku mau cari info Dokter terbaik untuk Mas Alex," kata Mona.
"Iya, aku akan temani papa," kata Amelia.
__ADS_1
Mona pergi bersama Eros. Dia menemui Bara. Dia sudah merindukan Bara karena sejak lama sudah tidak bertemu.
"Mona, ngapain kamu ke sini?" tanya Bara saat melihat Mona datang di tempat usahanya.
"Bisa kita bicara?" tanya Mona.
"Silahkan kita ke ruangan saya!" perintah Bara.
Setelah sampai di ruangan Bara dan tidak ada yang melihat, Mona memeluk Bara.
"Mas, aku merindukan kamu," kata Mona.
"Aku juga merindukan kamu, Jes," ucap Bara.
Mona menangis dalam pelukan Bara. Dia sangat sedih karena berpisah dari Bara.
"Bantu aku balas dendam terhadap Alex, Mas," kata Mona.
"Tentu, bukannya saat ini Alex tengah sakit?" tanya Bara.
"Ya, aku yang sudan membuat dia sakit. Aku kasih dia obat agar enjakulasi dini dan lumpuh," jawab Mona. "Namun, aku belum puas. Aku ingin dia mati secara perlahan,' sambung Mona.
"Kamu yakin bisa?" tanya Bara.
"Tentu, asal kamu bantu aku. Jangan sampai ada yang tahu siapa aku sebenarnya. Biarlah aku menjadi Mona yang kejam," jawab Mona.
Mereka saling melepas rindu, Mona sangat ingin menemui keluarganya. Namun, rencana dia belum sepenuhmya berjalan. Jadi dia hanya bisa memberikan Bara.
"Mas, bantu aku mengelola perusahan Alex. Aku mau Alex menyerahkan hartanya pada kita dan Kak Marino," kata Mona.
"Sepertinya Kak Marino todak akan mau jika kembali ke perusahan papa," kata Bara. "Dia sudah terlanjur sakit hati," ucap Bara.
"Kalau gitu kamu saja, Mas," kata Mona.
"Baiklah, aku akan tetap bantu kamu tanpa kamu minta," kata Bara.
Mona sangat senang bisa bertemu dengan Bara. Kerinduannya sudah terobati. Namun, dia harus tetap waspada. Dia tak mau Apex tahu keadaan dia yang sebenarnya.
Di luar ruangan Maura ingin bertemu dengan Bara. Namun, dia terkejut saat melihat ada Eros di sana.
"Eros, ngapain kamu di sini? Kalau ada kamu pasti ada Mona. Untuk apa Mona ke sini?" tanya Maura.
"Mana aku tahu, mungkin dia membujuk Mas Bara agar mau maafkan papanya," jawab Eros.
Diam-diam Eros mengirim pesan ke Mona. Namun, pesan itu tak dibaca oleh Mona.
"Minggir, aku mau ketemu Bara," kata Maura.
"Jangan dia sedang mengobrol penting dengan Mas Bara masalah pengobatan Pak Alex!" larang Eros.
"Bara...Bara... Aku mau ketemu kamu," teriak Maura.
Bara dan Mona terkejut mendengar suara Maura. Mereka segera bersikap seakan berbicara seperti biasa.
Maura yang bar-bar berhasil menerobos Eros. Dia terkejut saat melihat Mona bersama Bara.
"Wanita kejam, ngapain kamu di sini?" tanya Maura.
"Oh dia hanya membicarakan penyakit papa. Sebagai anak, aku dimintai tolong agar membantu papa," jawab Bara.
"Kamu yakin? Mendingan kamu balik ke rumah papa kamu deh Bara. Sebelum harta papa kamu di kuasai wanita ini," kata Maut menunjuk wajah Mona.
"Kamu kira aku gila harta? kalau kamu mau, ambil saja. Asal kamu mau merasa Alex yang sedang lumpuh dan sakit-sakitan," ucap Mona.
"Ogah, aku cantik gini mana pantas sama Alex yang tua dan gak bis on lagi," kata Maura.
"Sudah, kalian jangan berdebat," tegur Bara. "Bu Mona,maaf sebelumnya, saya tidak bisa menemui papa kalau tidak papa sendiri yang meminta saya menemui dia," kata Bara.
"Bara, kamu jangan bodoh. Kamu harus kembali ke rumah itu," kata Maura.
"Maura, diam!" bentak Bara. "Kamu bukan siapa-siapa, jangan ikut campur urusan keluargaku!" sambung Bara kesal. "Lebih baik kamu ke luar dari sini!" usir Bara.
"Bara...jangan usir aku!" teriak Maura yang sudah di usir oleh satpam yang di panggil Bara.
__ADS_1
Maura yang marah terus saja mengomel hingga membuat kegaduhan ditempat Bara.