Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Firza Memutuskan Pertunangan


__ADS_3

Sejak saat itu Firza tak menemui Jeslyn di rumah sakit. Rasa sakit hatinya pada Jeslyn membuat dia malas menemui Jeslyn.


Om Firza yang tahu semua karena Firza susah cerita memberi nasehat.


"Jika kamu gak mau meneruskan semua, bilang pada mereka. Om akan temani kamu," kata Om Firza.


"Baik, Om. Nanti malam temani Firza ya," kata Firza.


***


Keluarga Jeslyn merasa cemas karena Firza sudah tahu semua. Hal yang mereka takutkan terjadi.


"Helena, kenapa kamu sembunyikan kenyataan sebesar ini dariku?" tanya Suami Helena. "Apa kamu sudah tak menganggap aku ada?" tanyanya kesal.


Sebagai seorang suami dia merasa tak dihargai padahal ini masalah besar.


"Kamu kira kamu bisa menyelesaikan sendiri, tidak Helena kamu tetap butuh diriku," kata sang suami.


"Maafkan aku, Pa. Aku gak bermaksud seperti itu," kata Helena.


Sementara Mona dan Bara hanya diam saja. Mereka juga tak bisa melakukan apapun lagi.


Tiba-tiba pintu diketuk, Mona hendak berdiri tapi di cegah Bara. Jadi Bara yang membuka pintu.


Bara melihat Firza dan Omnya datang.


"Silahkan masuk!" Bara mengajak tamunya masuk.


Helena dan suaminya terkejut melihat Firza datang. Mereka duduk dan langsung mengutarakan niat kedatangan mereka.


"Kalian pasti tahu kedatangan kami ke sini untuk membahas apa. Kami selaku keluarga Firza merasa kecewa dengan apa yang terjadi. Maka kami putuskan untuk mencabut semuanya. Pernikahan Jeslyn dan Firza harus batal," kata Om Firza.


"Tidak bisa begitu, Pak. Lalu bagaimana nasib Jeslyn?" tanya Helena.


"Kok tanya pada saya, harusnya kalian datangi orang yang menghamili Jeslyn. Suruh dia tanggung jawab, bukannya dia masih sering mendatangi Jeslyn," jawab Om Firza.


"Pak, kami minta maaf karena telah mengecewakan kelurga Firza. Terutama Firza, saya faham dia pasti sakit sekali melihat kenyataan ini," kata suami Helena.


"Saya memang sangat kecewa, Om. Kalian tega membohongiku tapi aku juga bersyukur karena pernikahan belum terjadi," kata Firza. "Ayo kita balik, Om!" ajak Firza.


Saat mereka hendak pergi Jeslyn datang. Dia meminta maaf pada Firza. Namun, Firza sama sekali tak menghiraukan Jeslyn. Dia memilih pergi begitu saja.


***


Edwin tersenyum bahagia, rencana dia berhasil membuat Jeslyn hamil. Semua informasi dia dapat dari Putri.


"Terima kasih, Put. Kamu udah memberikan informasi yang akurat," kata Edwin.

__ADS_1


"Kabar bahagianya lagi, Firza tak mau melanjutkan pernikahan. Otomatis keluarga Jeslyn akan mencari kamu untuk menikah dengan putrinya," kata Putri. "Ingat kalau berhasil dapatkan harta keluarga Jeslyn, jangan lupa bagianku," kata Putri.


Putri dan Edwin dua orang yang sama. Mereka sama-sama licik dan matre.


Edwin senang, dia akan menguasai dua harta sekaligus. Harta dari Alex dan kelurga Jeslyn.


***


Helena bingung apa yang harus dia lakukan.


"Kita temui saja Edwin. Suruh menikahi Jeslyn secepatnya," ucap papa Jeslyn.


"Gak, Mas. Aku gak mau lakukan itu. Sama aja kita mengirim Jeslyn ke neraka," tolak Helena.


"Lalu kamu punya cara apa untuk menyelesaikan masalah ini?" tanya Papa Jeslyn.


"Bagaimana kalau kita cari suami bayaran untuk Jeslyn?" tanya Helena. "Sepertinya itu lebih baik dari pada kita menyerahkan Jeslyn pada Edwin," kata Helena.


"Lakukan saja kalau kamu bisa," kata Papa Jeslyn kesal.


Helena segera meminta bantuan orang untuk mencari suami bayaran untuk Jeslyn.


Namun, Jeslyn malah tak mau punya suami bayaran. Dia merasa kalau itu akan butuh waktu lama.


Helena marah karena itu dia pergi entah kemana.


***


Marino hanya bisa meratapi nasibnya. Berharap Khadijah akan membatalkan pernikahannya. Namun, Marino juga sadar diri, dia tak pantas untuk Khadijah yang salehah.


"Marino, mana janjimu? Malam ini Khadijah telah bertunangan. Aku mau kamu juga segera nikahi aku. Kalau tidak maka foto kamu akan tersebar," ancam Saskia.


"Berapapun uang yang kamu minta, aku akan berikan. Tapi jangan minta untuk aku nikahi. Aku gak mau melakukan itu," kata Marino.


"Aku memang matre Marino, tapi aku gak mau uang. Aku mau kamu nikahi aku," bantah Marino.


"Aku mau besok malam kamu lamar aku, kalau tidak maka malam itu juga foto kamu akan tersebar," ancam Saskia.


Marino semakin kesal, dia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia mencoba menghubungi seseorang untuk membantunya.


Saskia sudah pulang setelah mengancam Marino.


"Ambil ponsel wanita ini," pesan Marino pada orang suruhannya.


Benar saja saat Zaskia melewati jalan sepi, dia dihadang dua pengendara motor.


"Turun, serahkan barang-barang kamu!" ucap mereka menggedor pintu mobil Saskia.

__ADS_1


Saskia ketakutan, dia keluar dan menyerahkan beberapa uang. Tapi tas dia di rebut. Uang dan ponselnya di ambil lalu mereka kabur.


"Ya ampun ponselku di rampok. Padahal fotoku sama Marino ada di sana," kata Saskia panik.


Saskia segera ke kantor polisi melaporkan kejadian itu.


Sementara itu para perampok menemui Marino. Mereka memberikan ponsel itu pada Marino.


Dibukanya ponsel itu, tapi terkunci. Akhirnya Marino menemui temannya. Ponsel bisa terbuka, Marino menghapus semua fotonya di ponsel Saskia. Lalu Marino mengambil beberapa foto sexy Saskia.


"Tolong kamu buat akun palsu. Sebarkan foto ini sebagai akun opan BO!" perintah Marino.


Karena tak ingin terlacak, Marino segera membuang ponsel Saskia di tempat yang sangat jauh.


***


Sudah dua hari, keluarga Jeslyn belum menemukan orang yang cocok untuk jadi suami bayaran.


Jeslyn menolak, dia tak mau menyakiti hati orang lagi. Cukup saja dia dibenci oleh Firza.


"Aku akan temui Edwin, minta dia untuk tanggung jawab," kata Papa Jeslyn.


"Aku gak setuju," kata Helena.


"Terserah kamu, aku gak peduli," kata Papa Jeslyn.


Beliau pergi mencari Edwin.


Hingga dia menemukan Edwin di salah satu resto sedang makan siang.


"Edwin, aku minta kamu tanggung jawab atas kehamilan Jeslyn," kata Papa Jeslyn.


"Benarkan dia hamil. Apa imbalannya kalau aku menikahi Jeslyn?" tanya Edwin.


"Aku akan berikan jabatan manager di kantor," kata Papa Jeslyn.


"Itu saja? aku gak mau. Aku mau rumah dan mobil sebagai hadiah pernikahan kami. Dan itu semua harus atas namaku. Aku gak mau numpang sama kalian," kata Edwin.


Edwin sengaja memanfaatkan situasi mereka yang terjepit.


"Kenapa harus beli rumah? Rumah yang kami tempati juga nantinya akan jatuh ke tangan Jeslyn," kata Papa Jeslyn.


"Aku tidak mau kalian ikut campur urusan keluargaku nantinya," ucap Edwin.


Papa Jeslyn berpikir sejenak. Dia mencoba untuk bernegosiasi.


"Aku akan belikan kamu rumah dan mobil. Tapi dengan syarat, kamu harus tanda tangan pra nikah," kata Papa Jeslyn.

__ADS_1


"Ok, buat aja suratnya," kata Edwin. "Setelah jadi, temui aku," kata Edwin.


Papa Jeslyn berharap masalah ini akan selesai. Namun, tidak bagi Edwin ini adalah baru tahap awal.


__ADS_2