
"Waalaikumsalam," jawab mereka serentak.
"Firza, kamu sudah lama datang?" tanya Helena.
"Baru saja, tante," jawab Firza. "Sayang, apa kamu sudah siap?" tanya Firza.
"Iya sudah," jawab Jeslyn.
"Kamu tidak sarapan dulu, Za," ucap Helena.
"Saya udah sarapan, Tante," kata Firza.
Mereka lalu pergi ke tempat preweding. Dalam perjalanan Firza tampak khawatir melihat wajah pucat Jeslyn.
"Sayang, kamu yakin gak kenapa-kenapa?" tanya Firza.
"Iya, Za. Kamu tenang saja," jawab Jeslyn.
Sampai di tempat tujuan mereka segera ganti baju. Setelah itu mereka melakukan sesi foto.
***
Mona dan Bara tengah pergi ke kantor. Mona bosan di rumah sehingga dia memilih ikut Bara ke kantor.
"Mas, aku ke ruangan Khadijah ya," kata Mona.
"Iya, sayang," kata Bara.
Mona menemui Khadijah, dia meminta maaf atas apa yang dilakukan Marino pada Khadijah.
"Kamu gak perlu meminta maaf. Yang melakukan kesalahan aja gak minta maaf. Allah udah menunjukkan kebenarannya aku bersyukur," kata Khadijah.
''Maksudmu apa?" tanya Mona.
"Aku tahu Marino masih ada hubungan dengan Saskia. Buktinya mereka telah melakukan hubungan terlarang," jawab Khadijah.
Mona tak bisa berkata apa-apa, semua salah Marino yang mudah saja terayu Saskia.
"Saskia bilang, mereka akan menikah," kata Khadijah.
"Ah gak mungkin mereka menikah," kilah Mona.
"Mendingan mereka nikah dari pada zina terus malah nambah dosa," kata Khadijah.
Mona lalu pamit ke ruangan Bara. Dia malu sama Khadijah karena ulah Marino.
***
Jeslyn beberapa kali merasa mual, bahkan dia muntah di tempat preweding.
"Sayang, kita istirahat saja ya," kata Firza.
Jeslyn mengangguk, mereka istirahat sebentar. Sekaligus makan siang, Jeslyn langsung mual saat melihat nasi di depannya.
"Uek...uek..," Jeslyn segera ke kamar mandi.
"Mas, makan siangnya minta mie aja ya! Dia lagi gak makan nasi," kata Firza.
Firza menyusul Jeslyn ke kamar mandi. Firza merasa aneh karena sejak tadi Jeslyn mual dan tak mau makan nasi. Namun, dia tak mau bertanya pada Jeslyn karena jawabannya akan sama dia baik-baik saja.
"Gimana udah mendingan belum? Aku udah minta mie sama masnya," kata Firza.
"Iya udah mendingan," jawab Jeslyn.
Mereka kembali makan siang bersama lalu lanjut sesi preweding selanjutnya.
***
"Mas Bara, aku malu sekali sama Khadijah. Ternyata dia tahu kalau malam itu Kak Marino tidur dengan Saskia," kata Mona. "Dia malah meminta Kak Marino menikah dengan Saskia dari pada terus zina," sambung Mona.
"Apa yang dikatakan Khadijah memang benar. Tapi itu sih terserah Kak Marino saja. Aku udah gak mau ikut campur lagi," kata Bara.
"Malu banget aku kalau ketemu Khadijah," kata Mona.
"Sudah jangan dipikirin, mendingan kamu istirahat," kata Bara.
Mona menunggu Bara sambil makan camilan dan membaca koran. Dia merasa mengantuk dan tidur di sofa.
Bara merasa kasihan, jadi Bara meminta OB untuk membawakan kasur dan batal ke ruangannya.
__ADS_1
"Ya ampun, kenapa aku jadi tidur di sini," kata Mona.
"Udah sana pindah ke kasur aja," kata Bara.
Mona langsung tidur nyenyak di kasur. Bara sangat pengertian sekali pada istrinya yang tengah hamil itu.
***
Alex merasa aneh, Mumun jarang lagi mau melayani dirinya.
"Mun, kenapa kamu gak mau layani aku?" tanya Alex. "Apa uang yang aku berikan kurang?" tanya Alex.
"Sebenarnya gak kurang, Pak. Hanya saja aku lagi betek," jawab Mumun.
"Betek kenapa?" tanya Alex.
"Orang tuaku di kampung minta uang terus. Jadi uang dari Pak Alex sudah habis," jawab Mumun.
"Ya sudah nanti aku transfer lagi. Tapi sekarang kamu temani aku," kata Alex.
Mereka masuk ke kamar Alex lalu melakukan hubungan terlarang.
Edwin mencari Mumun tapi tidak ketemu. Akhirnya dia tanya pada Paimin.
"Pak Min, Mumun mana?" tanya Edwin.
"Paling juga di kamar Pak Alex," jawab Paimin. "Hayo mau ngapain cari Mumun?" tanya Paimin.
"Kepo sih, Pak," jawab Edwin lalu masuk ke kamarnya.
Edwin menghubungi Putri, tapi Putri belum punya informasi terbaru tentang Jeslyn.
Edwin memilih tidur karena Mumun tak kunjung keluar dari kamar Alex.
***
Marino ke ruangan Bara, dia melihat Mona tidur di ruangan Bara.
"Tumben banget dia ikut?" tanya Marino.
"Bosan di rumah terus," jawab Bara. "Oh ya Kak, Mona katanya malu sama Khadijah. Karena Khadijah tahu kamu malam itu tidur dengan Saskia. Khadijah malah meminta kamu nikah sama Saskia saja dari pada zina terus," kata Bara.
"Kamu kam udah dekat sama Khadijah, tapi kamu menyia-nyiakan kesempatan yang dia berikan padamu," kata Bara.
Marino pergi dari ruangan Bara, dia malas karena Bara menyalahkan dia terus.
Bara kesal karena Marino tak pernah mau mendengarkan nasehatnya.
***
Saat hampir selesai foto, Jeslyn tiba-tiba pingsan. Firza panik, dia langsung membawa Jeslyn ke rumah sakit terdekat.
Dokter memeriksa Jeslyn, sementara Firza menunggu di depan. Firza belum berani memberi kabar orang tua Jeslyn.
"Dia kenapa ya? Kalau sakit kenapa gak mau ke rumah sakit? Aku merasa dia menyembunyikan sesuatu," kata Firza.
Dokter belum keluar juga dari ruangan.
"Apa mungkin yang dikatakan Edwin benar kalau Jeslyn...ah rasanya tidak mungkin," ucap Firza.
Firza mengambil ponsel, dia melakukan pencarian di google ciri-ciri wanita hamil muda.
Tanda-Tanda Hamil yang Penting Diketahui
Selain dapat diketahui dari alat tes kehamilan test pack, tanda-tanda kehamilan juga dapat diperhatikan dari perubahan fisik hingga suasana hati. Berikut masing-masing penjelasannya.
Terlambat Menstruasi
Perubahan Payudara
__ADS_1
Muncul Flek Darah dan Kram Perut
Mual dan Kelelahan
5. Mood Swing
Sering Buang Air Kecil
Nyeri Kepala dan Punggung
Indra Penciuman Lebih Sensitif
Suhu Tubuh Meningkat
Dokter keluar dari ruangannya, dia mengajak Firza masuk ke dalam ruangannya.
"Bagaimana keadaan Jeslyn, Dok?" tanya Firza khawatir.
"Selamat ya, Pak!" ucap Dokter.
"Selamat buat apa, Dok?" tanya Firza tak mengerti apa maksud Dokter.
"Loh bapak belum tahu ya kalau Bu Jeslyn tengah mengandung. Usia kandungannya 4 minggu," jawab Dokter.
Firza melongo mendengar apa yang barusan dokter katakan padanya. Jeslyn hamil, itu tandanya apa yang dikatakan Edwin benar.
Firza merasa dibohongi oleh Jeslyn dan keluarganya. Dia sangat kecewa sekali pada Jeslyn yang sudah merusak kepercayaannya.
"Pak Firza, kenapa bingung? Harusnya bapak senang istrinya hamil," kata Dokter.
"Dok, apa Jeslyn harus di rawat?" tanya Firza.
"Iya, kandungan dia sangat lemah. Dia sangat kecapean dan kekurangan asupan," jawab Dokter.
Firza mengirim pesan pada Helana, dia tak mungkin menunggui Jeslyn terus.
Keluar dari ruangan dokter, Firza mengurus administrasi agar Jeslyn segera di pindahkan ke ruang perawatan.
"Jes, siapa yang menghamili kamu?" tanya Firza saat mereka sudah di ruang rawat.
Jeslyn tak menjawab pertanyaan Firza.
"Aku kecewa sama kamu," kata Firza. "Aku mau pulang, sebentar lagi orang tua kamu datang," kata Firza lalu berdiri dari ruangan Jeslyn.
"Firza...," panggil Jeslyn tapi diabaikan Firza.
Jeslyn hanya bisa menangis melihat Firza mengabaikannya.
__ADS_1