
Marino telah resmi mendapatkan hak asuh Angel dari Amelia. Jadi dia tidak perlu untuk bersembunyi lagi dari Amelia.
"Kak, bagaimana kalau kita adakan syukuran untuk Angel?" tanya Bara. "Sejak dia lahir dan diberi nama belum ada acara syukuran," sambung Bara.
"Benar, dengan syukuran semoga nanti Angel akan jadi anak yang solehah," sahut Liana.
Marino menyetujui, mereka akan mengadakan syukuran di rumah Marino.
***
Edwin tersenyum, apa yang di rencanakan telah berhasil.
"Terima kasih, hasil tesnya bawa saat nanti kita bertemu," kata Edwin.
Bara dan Mona sudah pulang, mereka lalu istirahat. Mona meminta Edwin pulang lebih awal karena di rumah sudah ada Bara.
Edwin tentu senang, dia bisa mengambil hasil tes DNA yang sebenarnya.
Sampailah Edwin di mana dia bertemu orang itu.
"Ini hasil yang asli," katanya.
"Ini bonus kamu," kata Edwin.
Dia membuka hasil tes tersebut. Ternyata memang benar jika Angel adalah anak Alex. Dia harus menyimpan itu dengan aman.
"Terima kasih, kerjamu bagus," kata Edwin.
"sama-sama," katanya lalu mereka berpisah.
***
Marino sibuk menyiapkan acara syukuran untuk Angel. Dia ingin semua orang tahu kalau dia punya putri yang sangat istimewa. Dia tak peduli jika nanti orang akan mencibirnya karena mengadopsi anak cacat.
"Bik, sudah hubungi cateringnya?" tanya Marino.
"Sudah, sebentar lagi pasti datang," jawab Liana.
Marino juga mengundang seorang ustadz. Marino tidak lupa mengundang Keluarga Mona. Jika ada keluarga Mona, pasti Jeslyn selalu mengajak Edwin.
Acara syukuran diawal dengan memberikan santunan pada anak yatim piatu. Lalu acara ceramah hingga acaram pemberian nama untuk Angel.
Semua acara berjalan dengan lancar. Marino sangat menyayangi Angel.
"Marino, kamu terlalu baik jadi orang," kata Helena. "Ibunya saja sudah menyakiti kamu," kata Helena.
"Apa kejahatan harus dibalas kejahatan? Tidak, kan? apalagi anak inu tidak berdosa," ucap Marino.
Khadijah juga datang, dia terlihat sangat cantik. Amelia hanya bisa melihat acara itu dari kejauhan karena dia tak diundang. Dia sudah memberitahu Alex kalau anak itu bukan anaknya. Dia juga meminta salinan hasil tes untuk bukti diberikan Alex.
Alex awalnya tak percaya tapi setelah melihat hasil tes dia percaya.
"Jika dia bukan anakku, berarti dia bukan tanggung jawab," kata Alex. "Jangan lagi ganggu aku lagi," kata Alex.
Sebenarnya Amelia kurang percaya jika anaknya bukan anak Alex. Hanya saja sudah ada buktinya jadi dia tak bisa mengelak.
__ADS_1
Amelia memilih pulang dan mengikhlaskan anaknya bersama Marino. Baginya ini jalan terbaik agar anaknya merasakan hidup enak.
"Dari mana kamu?" tanya Maura.
"Dari rumah Marino, ternyata selama ini yang adopsi anakku dia," jawab Amelia.
"Lalu kamu jadi ambil anakmu?" tanya Maura.
"Gaklah, aku biarkan saja dia bersama Marino. Lagi pula dia bukan anak Alex jadi gak ada gunanya," jawab Amelia.
Amelia kembali bekerja seperti biasa.
***
Edwin pulang, dia senang rencananya berhasil.
"Edwin, anak Amelia sudah terbukti bukan anakku. Jadi selama kamu masih mau merawatku, kamu bisa gunakan uangku," kata Alex.
"Nah benar apa kataku. Dia bukan anakmu untuk apa susah payah cari dia," kata Edwin.
Edwin tidak pernah mengatakan pada Alex soal kedekatannya dengan Jeslyn. Edwin tidak mau Alex tahu dan menggagalkan rencananya.
"Edwin, apa kamu tidak punya pacar?" tanya Alex.
"Belum punya," jawab Edwin.
Edwin berencana mencari Om dan Tante palsu untuk dikenalkan pada keluarga Jeslyn. Dia tidak mau semua rencananya gagal.
Esoknya Edwin menemui sepasang suami istri yang akan dijadikan om dan tante palsunya.
Rencana Edwin benar-benar matang, dia sudah membuat rencana bagaimana awal mereka bertemu. Dan itu harus dipelajari mereka.
"Oke akan kami pelajari," kata orang bernama Santo.
"Mana DP nya?" tanya Kumala istrinya.
"Nih, kurangnya nanti setelah pertemuan kalian dengan Jeslyn," jawab Edwin memberikan uang pada mereka.
Edwin lalu ke rumah Mona untuk bekerja. Dia bilang pada Mona bahwa malam ini dia akan mengajak Jeslyn bertemu Om dan Tantenya.
"Nah begitu, buktikan kalau kamu memang berniat dengan Jeslyn," kata Mona.
"Aku tidak pernah main-main dengan Jeslyn, Bu," ucap Edwin.
***
Bara mendapat kabar dari Mona jika malam ini Edwin akan mengenalkan Jeslyn pada om dan tantenya. Lagi-lagi Bara masih ragu dengan Edwin.
Kedekatan mereka baru berjalan satu bulan tetapi sudah memikirkan ke jenjang yang serius. Bagi Bara semua terlalu cepat.
"Kamu kenapa?" tanya Marino.
"Itu katanya Jeslyn mau ketemu keluarga Edwin. Entah mengapa aku ngerasa gak sreg sama Edwin," jawab Bara.
"Aku lihat Mona dan keluarganya setuju aja. Kenapa malah kamu yang gak sreg?" tanya Marino.
__ADS_1
"Mereka tuh baru dekat sekitar satu bulanan. Belum mengenal satu sama lain, Kak," ucap Bara. "Kita yang udah kenal papa sejak kecil aja masih bisa dibohongi. Padahal dia papa kita sendiri," kata Bara.
"Ya jangan di samakan, siapa tahu Edwin emang orang baik," kata Marino.
"Entahlah tapi aku masih ragu," kata Bara.
Sementara itu Jeslyn senang sekali karena akan di kenalkan pada keluarga Edwin. Dia sudah bersiap-siap sejak sore. Dia ingin tampil yang terbaik di depan keluarga Edwin.
"Tumben jam segini udah mandi," kata Helena.
"Iya, Ma. Tadi Edwin nelfon katanya malam ini dia mau kenalin aku ke Om dan Tantenya," kata Jeslyn. "Ma, baju ini bagus gak?" tanya Jeslyn bingung harus memakai baju yang mana.
Helena membantu Jeslyn memilih baju. Dia ingin Jeslyn diterima dengan baik oleh keluarga Edwin.
"Ma, aku grogi," kata Jeslyn.
"Jangan gerogi! Anggap aja kaya mau ketemu saudara sendiri," kata Helena.
"Iya, Ma," kata Jeslyn.
Sehari isyak Jeslyn sudah menunggu Edwin menjemputnya. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu keluarga Edwin.
"Akhirnya dia datang," kata Jeslyn.
"Cantik amat kamu," puji Edwin.
"Iya, dong. Kan mau ketemu keluarga kamu," kata Jeslyn.
"Eh kamu udah datang," kata Helena. "Jeslyn sampai bingung milih baju," kata Helena.
"Mama jangan gitu ah," kata Jeslyn malu.
"Ayo kita berangkat!" ajak Edwin.
Mereka pamit pada Helena. Edwin membawa Jeslyn ke rumah Santo.
Sampai di rumah Santo, Jeslyn makin gerogi. Namun, Edwin menenangkannya.
"Biasa aja jangan gerogi, mereka orang baik," kata Edwin.
"Eh udah datang," kata Kumala.
"Jes, kenalkan ini Tante Kumala yang selama ini membesarkan aku," kata Edwin.
"Salam kenal, Tante," ucap Jeslyn.
Kumala mengajak mereka masuk. Jeslyn tak menyangka jika Kumala baim sekali. Mereka berempat mengobrol setelah itu makan bersama.
Tiba-tiba Jeslyn melihat foto Kumala dan Santo berfoto dengan seorang anak perempuan.
"Tante, itu foto anaknya ya?" tanya Jeslyn.
"Iya dia anak Om dan Tante," jawab Edwin.
"Kayaknya dia kuliah satu kampus denganku," kata Jeslyn.
__ADS_1
Seketika mereka bertiga melongo. Edwin takut putri Kumala akan membocorkan semua.