Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Syarat Cinta


__ADS_3

"Oh itu, Ma. Soal Edwin," ucap Mona. "Apa yang dikatakan Mas Bara waktu itu benar, Edwin keponakan Alex," kata Mona.


"Hah, kamu tahu dari mana Mona?" tanya Helena.


"Tadi siang aku mau ke rumah mama. Aku lihat Edwin keluar dari rumah mama aku buntuti ternyata dia datang ke rumah Alex. Dia meminta uang pada Alex untuk biaya pernikahan dia dan Jeslyn," jawab Mona.


Meskipun kenyataan ini menyakitkan tetap saja Mona harus jujur pada Helena.


"Ma, maafkan Mona ya. Mona gak tahu," sesal Mona.


"Ya sudah tak apa, mereka baru tunangan masih bisa gagal," kata Helena.


"Mona menyesal sekali menjodohkan Edwin dengan Jeslyn, Ma," kata Mona.


"Sayang, kamu gak perlu menyesal. Semua belum terlambat," kata Bara.


***


Sore itu Edwin ke rumah Jeslyn mereka janjian akan pergi bersama.


"Ayo kita berangkat!" ajak Edwin.


"Kalian mau kemana?" tanya Papa Jeslyn.


"Kami mau jalan sekalian cari cetak undangan, Pa," jawab Jeslyn.


Mereka lalu pergi setelah mendapat izin dari papa Jeslyn.


Setelah mencari tempat percetakan, dan memilih desain undangan mereka jalan-jalan.


"Sayang, kamu mau gak ikut aku ke kosan?" tanya Edwin.


"Mau. Kamu gak ikut sama Om Santo?" tanya Jeslyn yang baru tahu jika selama ini Edwin kos.


"Gak, sayang. Aku gak mau merepotkan mereka," jawab Edwin.


Mereka lalu ke kosan Edwin. Edwin ingin melakukan saran dari Putri untuk melakukan itu dengan Jeslyn.


"Sayang, kamu cinta gak sama aku?" tanya Edwin.


"Ya cinta sayang," jawab Edwin.


Mereka telah sampai di kos Edwin.


"Duduk dulu sayang," kata Edwin. Jeslyn melihat-lihat kamar kos Edwin rapi dan bersih. "Nih minum," kata Edwin.


"Kamu udah lama kos?" tanya Jeslyn.


"Udah," jawab Edwin. "Sejak aku pindah ke kota ini," kata Edwin. "Sayang kita kan udah tunangan, aku boleh minta gak?" tanya Edwin.


Jeslyn duduk di samping Edwin," Minta apa?" tanya Jeslyn.


"Minta tidur sama kamu," bisik Edwin.


"Gak mau ah," tolak Jeslyn.

__ADS_1


"Kenapa? Katanya sayang. Kalau sayang harus mau dong," kata Edwin. "Lagian kita udah mau nikah," sambung Edwin.


"Emang harus gitu ya," kata Jeslyn.


"Kalau kamu cinta dan mau nikah sama aku syaratnya itu sayang," kata Edwin.


Jeslyn terus berpikir, Edwin masih tak menyerah untuk membujuk Jeslyn. Hingga Jeslyn luluh karena janji yang di ucapkan Edwin bahwa dia akan tanggung jawab pada Jeslyn.


Terjadinya pergumulan antara Jeslyn dan Edwin. Bahkan Edwin bersikap lembut pada Jeslyn agar Jeslyn ketagihan.


Ponsel Jeslyn berdering tapi tak dihiraukan.


Setelah mereka selesai baru Jeslyn angkat telfon.


"Jes, pulang!" kata Helena. "Mama mau bicara sama kamu," kata Helena.


"Iya bentar lagi Edwin antar aku pulang. Ini lagi di kos Edwin," kata Jeslyn.


"Di kos, ngapain?" tanya Helena terkejut.


"Main, Ma. Aku baru tahu kalau selama ini Edwin kos gak tinggal sama Om dan tantenya," jawab Jeslyn.


"Udah cepat pulang!'' kata Helana.


Mendengar Jeslyn di kosan Edwin, perasaan Helana tak enak. Dia takut jika mereka melakukan sesuatu.


***


Edwin mengantar Jeslyn pulang. Setelah Edwin pergi Helena segera mengajak Jeslyn bicara. Sebelumnya Helena sudah menceritakan semua dengan suaminya.


"Ma...Pa ada apa ini? Kenapa mama minta pernikahan aku batal?" tanya Jeslyn.


"Mama punya alasan yang tepat kenapa mama tak ingin kamu melanjutkan semua," kata Helena.


"Apa, Ma? Katakan!" perintah Jeslyn.


"Edwin keponakan Alex," kata Helena.


"Siapa yang bilang? Jangan ngarang cerita, Ma. Sudah jelas yang datang melamar itu om dan tante Edwin. Edwin gak kenal sama Alex," kata Jeslyn.


"Kakakmu, Mona mergoki Edwin menemui Alex," jawab Helena.


"Jes, sebelum terlambat kita batalkan saja," kata papa Jeslyn.


"Gak, aku gak mau pernikahan ini batal. Pasti Kak Mona salah, Ma," bantah Jeslyn. "Aku gak mau kalian seperti ini," kata Jeslyn.


Tentu Jeslyn tak mau kalau pernikahan mereka batal. Baru saja dia menyerahkan kesuciannya pada Edwin karena dia yakin akan menikah dengan Edwin. Tapi malah orang tuanya meminta dibatalkan.


"Aku gak mau pokoknya," kata Jeslyn. Dia masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu rapat-rapat.


**** ************* masih terasa sakit karena percintaan dengan Edwin tadi. Malah ini ditambah hatinya yang sakit karena orang tuanya mau membatalkan pernikahan.


"Ini tidak mungkin. Apapun yang terjadi aku harus tetap menikah dengan Edwin," kata Jeslyn.


***

__ADS_1


Edwin senang dia berhasil mendapatkan kesucian Jeslyn. Dia ingin Jeslyn cepat hamil agar pernikahan mereka tidak ada yang mengganggu.


"Ide Putri brilian banget," kata Edwin.


Edwin membayangkan percintaannya dengan Jeslyn tadi. Ini pertama kalinya Edwin melakukannya dengan perawan.


Ponsel Edwin berdering ada panggilan dari Jeslyn.


"Edwin, aku mau kita nikah segera," kata Jeslyn. "Mama sama papa mau batalin pernikahan kita," kata Jeslyn.


"Kenapa? Apa alasan mereka?" tanya Edwin.


"Katanya kamu keponakan Om Alex. Apa semua itu benar?" tanya Jeslyn.


"Jangan percaya sayang! Aku gak kenal Alex," sanggah Edwin. "Kamu kan tahu Om aku ya Om Santo," kata Edwin.


Dalam hati Edwin kesana rahasia dia terbongkar. Dia yakin Alex yang membocorkan semua. Tapi dia juga senang karena di saat mereka tahu kenyataannya, dia sudah berhasil


menodai Jeslyn.


"Tenang saja apapun yang terjadi pernikahan kita akan tetap berjalan. Kamu mau tetap menikah denganku, kan?" tanya Edwin.


"Tentu, aku udah serahkan kesucian aku sama kamu. Gak mungkin aku gak nikah sama kamu," jawab Jeslyn.


"Kalau gitu ikuti caraku," kata Edwin.


"Apa itu?" tanya Jeslyn.


"Nanti kalau kita bertemu lagi akan aku katakan," jawab Edwin.


Jeslyn berharap orang tuanya tidak serius. Dia tidak mau pernikahan dia gagal.


***


Setelah menelfon Edwin, Jeslyn menelfon Mona.


"Kak, kenapa kakak tega rusak kebahagiaan aku? Kenapa?" tanya Jeslyn.


Mona langsung faham arah pembicaraan Jeslyn.


"Dek, aku hanya mau kamu gak disakiti Edwin. Aku takut dia punya niat jahat sama keluarga kita," jawab Mona.


"Kakak yang punya niat jahat. Kakak udah dipengaruhi Kak Bara," bantuan Jeslyn. "Aku gak mau batal nikah, apapun yang terjadi aku harus menikah dengan Edwin. Aku sangat mencintai dia," kata Jeslyn.


"Apa kamu siap jika di sakiti Edwin?" tanya Mona.


"Dia sayang sama aku. Dia gak akan nyakitin aku, Kak. Di sini yang jahat dan nyakitin aku itu kakak," jawab Jeslyn. "Kakak yang jahat," ucap Jeslyn.


Mona tak menyangka akan seperti ini. Andai dia waktu itu percaya pada Bara maka tidak akan seperti ini. Namun, menyesalpun sudah tak ada guna.


"Kamu harus batal nikah sama Edwin," kata Mona.


"Gak bisa, kami udah melakukan...," Ucapan Jeslyn terhenti. Dia tak mungkin menceritakan pada Mona.


"Melakukan apa? Apa yang sudah kalian lakukan?" tanya Mona.

__ADS_1


Jeslyn diam, hingga akhirnya dia memilih mematikan panggilannya dengan Mona dan menangis.


__ADS_2