Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Suami Siaga


__ADS_3

Mumun tak mau berhenti untuk mengganggu Edwin. Dia akan terus melakukan sampai Edwin jatuh ke tangannya.


"Mun, kamu harus lebih cepat lakukan rencana kita selanjutnya," ucap Helena.


"Tenang saja, Bu," kata Mumun.


Akhirnya Mumun dan Helena jadi melanjutkan rencananya.


***


Mona sudah mulai malas-malasan, dia jarang keluar rumah. Walaupun itu hanya sekedar untuk membeli makanan.


Jadi Bara memilih untuk jarang ke kantor untuk menemani Mona di rumah. Apapun yang Mona mau selalu dia turuti. Bahkan dia selalu siaga saat Mona tertidur pulas.


"Mas, mau rujak," kata Mona.


"Boleh makan rujak, tapi jangan sama sambal," kata Bara.


Bara membelikan Mona rujak, lalu di makan bersama.


"Enaknya kalau punya suami perhatian," ucap Mona.


"Ya haruslah, kan aku ini suami siaga," kata Bara dengan penuh percaya diri.


Mereka saling bermesraan, momen saat ini sangat berarti bagi mereka.


"Kata Jeslyn, Mumun mengganggu Edwin," kata Mona.


"Biarlah itu urusan mereka. Aku yakin mereka bisa mengatasinya," kata Bara mencium kening Mona.


"Kok cuma mamanya yang di cium, adiknya mana?" tagih Mona.


Cup


Bara mencium perut Mona. Mereka lalu tidur siang bersama.


***


Sejak tak ada Khadijah, Marino lebih fokus ke pekerjaannya. Dia tak mau memikirkan yang lain apalagi soal Saskia yang masih mendekatinya.


"Kamu ngapain?" tanya Marino melihat Saskia datang ke ruangannya.


"Aku ya menemui kamu, sayang," jawab Saskia. "Aku merindukan dirimu," Saskia mendekati Marino.


"Pergi dari sini!" Usir Marino. "Jangan ganggu aku!" Bentak Marino.


Namun, Saskia tak mau pergi. Jadi Marino yang keluar dari ruangannya.


Saskia mendengus kesal karena tak ada Marino sekarang. Dia keluar dari ruangan Marino dengan wajah ditekuk.


"Saskia, kamu gak hentinya ganggu Pak Marino. Gak takut kalau di pecat?" tanya salah satu teman Saskia.


"Dia gak akan pecat aku," jawab Saskia dengan percaya diri.


***


Bara membantu Mona ke kamar mandi. Dia tak mau terjadi sesuatu dengan Mona. Bara benar-benar siaga dengan apa yang diperlukan Mona.


"Mas, bikinin susu!' pinta Mona.


Bara membuatkan susu untuk Mona. Dia membuat susu itu dengan rasa cinta.

__ADS_1


"Ini susunya," ucap Bara memberikan segelas susu.


"Oh iya, terima kasih, Mas," kata Mona.


Mona minum satu gelas susu itu sampai habis. Dia tak pernah menyisakan susunya.


"Kamu mau apa lagi?" tanya Bara.


"Aku mau apel," jawab Mona.


Bara segera mengupaskan apel untuk Mona. Dia tak mau jika nanti Mona akan menunggu lama.


Mona memakan beberapa potong apel. Setelah itu dia kembali istirahat.


***


Mumun menemui Edwin di kantor. Di kantor dia mengaku selingkuhan Edwin. Beberapa orang tercengang dengan pengakuan Mumun.


"Mbak, jangan ngaco! Mana mungkin Mas Edwin suka dengan wanita seperti Mbak ini," kata seorang karyawan.


"Iya, Mbak ini pantasnya jadi ibunya Mas Edwin," sahut yang lain.


"Kalian gak percaya," kata Mumun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto mesra dia dan Edwin waktu itu.


Saat itu Papa Jeslyn tengah berada di kantor. Dia melihat Mumun dengan tatapan aneh.


"Ikut ke ruanganku," kata Papa Jeslyn.


Mona ikut keruangan Papa Jeslyn.


"Mau apa kamu ke sini?" tanya Papa Jeslyn.


"Mau bertemu Edwin, dia berjanji akan menikahi aku," jawab Mumun.


Mumun menunjukkan foto-foto mesra antara Mumun dan Edwin. Papa Jeslyn terkejut dan langsung memanggil Edwin.


"Edwin apa maksudmu? Kamu selingkuh dari Jeslyn?" tanya Papa Jeslyn.


"Aku menjalin hubungan dengan Mumun sebelum aku menikah dengan Jeslyn, Pa. Dan sekarang aku sudah memutuskan hubungan dengan dia. Foto yang dia perlihatkan hanya foto lama," kata Edwin.


"Aku gak mau tahu, kamu harus selesaikan masalah dengan wanita ini," kata Papa Jeslyn sedikit kecewa.


Seorang papa gak akan tega jika tahu anaknya di selingkuhi itulah yang Papa Jeslyn rasakan. Walaupun Edwin tak mencintai Jeslyn tapi jangan sampai dis selingkuhi.


"Baik, Pa," kata Edwin.


"Sayang, aku rindu kamu," kata Mumun memeluk Edwin di depan papa Jeslyn.


Edwin mendorong Mumun, dia tak mau ada salah faham antara dia dan papa mertuanya.


"Tolong jangan ganggu aku! Kalau kamu minta uang akan aku kasih tapi jangan ganggu aku dan Jeslyn lagi," ucap Edwin.


Papa Jeslyn terkejut mendengar ucapan Edwin.


"Aku mencintai Jeslyn, dia adalah masa depanku. Jadi aku mohon jangan sampai kamu ganggu kamu lagi. Berapapun akan aku bayar asal kamu jangan ganggu kami," kata Edwin.


"Kamu kira aku butuh uangmu, tidak akan," bantah Mumun. "Aku maunya kamu ya hanya kamu," ucap Mumun.


"Sudah jelas kalau Edwin gak mau sama kamu. Pergi atau aku usir secara paksa!" Perintah Papa Jeslyn.


Tak mau diusir, Mumun segera pergi.

__ADS_1


***


Mona merasa perutnya mules, dia meminta Bara untuk mengantarnya ke kamar mandi.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Bara.


"Iya gak apa-apa," jawab Mona.


Mona kembali istirahat, Bara setia mendampingi Mona.


Hari itu Helena datang, dia membawa makanan untuk Mona.


"Ma, mama gak nginep sini?" tanya Mona.


"Gak, Mon. Mama masih banyak urusan," jawab Helena.


"Wah padahal Mona mau mama nginep semalam saja," kata Mona kecewa.


"Kan ada Bara. Jadi mama gak perlu nginep sini," kata Helena. "Mama lagi mengkhawatirkan Jeslyn, mama dengar Edwin selingkuh," kata Mama.


"Mama jangan mudah percaya sama orang lain," kata Mona. "siapa tahu itu hanya gosip belaka," sambung Mona.


"Gak mungkin, mama yakin Edwin punya hubungan dengan wanita itu," bantah Helena.


"Terserah mama sajalah," kata Mona mengalah.


Tak akan selesai kalau semua pada egois sendiri-sendiri. Yang ada malah terjadi pertengkaran. Mona tak suka jika terjadi pertengkaran antara dia dan Helena.


Kalau memang Helena tak mau menginap tak masalah. Helena mungkin lebih fokus ke rumah tangga Jeslyn. Lagi pula ada Bara yang siaga


Setelah Helena pulang, Mona segera istirahat karena dia sangat mengantuk.


Tiba-tiba Mona merasa ada yang keluar dari tubuhnya.


Mona segera ke kamar mandi di bantu Bara. Cairan bening keluar dari tubuh Mona.


"Kenapa ini?" tanya Mona.


Mona segera memberitahu Bara. Bara langsung saja membawa Mona ke rumah sakit karena takut terjadi sesuatu dengan Mona.


"Kalian jangan khawatir, itu hanya air ketuban," kata Dokter.


Mona kembali pulang karena belum waktunya lahiran. Hingga akhirnya siang itu Mona kembali mengeluarkan air ketuban dan lebih banyak.


Perut Mona juga merasa mules sekali dan itu terjadi lebih sering.


Bara langsung membawa Mona ke rumah sakit. Dokter memeriksanya, ternyata baru bukaaan dua.


Bara menghubungi Helena memberitahu kalau Mona sudah bukaan dua. Mona sering mules seperti ingin buanga air besar. Tapi kali ini pasti dia akan segera melahirkan.


"Mas, sakit," ucap Mona.


Bara menenangkan Mona yang mulai gelisah. Mona juga dituntun untuk membaca doa oleh Bara.


"Bismillah," ucap Mona di sela-sela rasa sakit yang dia rasakan.


Air ketuban yang keluar semakin banyak. Mona terlihat meringis kesakitan. Bayinya seperti sudah ingin keluar.


"Bagaimana, Sok?" tanya Bara khawatir.


"Sudah bukaan lengkap, ayo Bu Mona mengejak seperti yang saya ajarkan," kata Dokter.

__ADS_1


Mona beberapa kali mengejan, Bara yang melihatnya merasa kasihan pada Mona. Tapi itulah pengorbanan seorang istri.


__ADS_2