Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Rencana Edwin


__ADS_3

Amelia benar-benar marah karena tahu Bara terlibat. Dia tidak suka terus dibohongi.


Amelia janji akan merebut kembali putrinya. Dia yakin jika putrinya adalah anaknya Alex.


Sementara itu tes DNA Angel dan Alex akan segera diketahui.


Kata Dokter yang melakukan tes, dua hari lagi hasilnya muncul. Jadi Bara akan menunggu hasilnya. Dia berharap Angel bukan anak Alex agar dia tak punya masalah lagi dengan Alex.


"Mas, kapan tes DNA Angel keluar?" tanya Mona.


"Dua hari lagi," jawab Bara.


Saat itu Edwin tengah lewat di depan kamar Mona. Dia mendengar hal itu menjadi penasaran.


"Siapa Angel?" tanya Edwin.


Edwin sengaja menguping pembicaraan Mona dan Bara.


"Jika memang Angel anak Alex dan Amelia bagaimana?" tanya Mona. "Apa mungkin Kak Marino akan menyerahkan angel pada mereka?" tanya Mona.


"Entahlah aku tak tahu. Kalau soal itu urusan Kak Marino. Aku berharap sih Angel bukan anak Alex, supaya Amelia tidak lagi mencari Angel," jawab Bara.


Pertanyaan Edwin terjawab juga, dia baru tahu kalau selama ini Marino dan Bara yang menyembunyikan anak Amelia. Bahkan anak itu di beri nama Angel.


"Jadi mereka sudah melakukan tes DNA?" tanya Edwin. "Aku harus merencanakan sesuatu," kata Edwin.


"Edwin, kamu ngapain di sini?" tanya Murni.


"Eh gak ngapa-ngapain, Bik," jawab Edwin.


"Jangan nguping pembicaraan orang gak baik," ucap Murni.


Edwin lalu pergi meninggalkan Murni. Dia tidak mau kalau sampai Mona dan Bara tahu dia menguping.


***


Edwin berencana untuk mencuri hasil tes tersebut sebelum jatuh ke tangan Bara. Dia juga ingin agar hasilnya Angel bukan anak Alex. Dia ingin menguasai harta Alex.


Edwin mencari tahu dimana rumah sakit tempat Bara melakukan Tes DNA. Setelah dia tahu, dia akan meminta orang untuk membuat hasil tes palsu. Dia ingin menukar hasilnya.


"Edwin, sedang apa kamu?" tanya Mona.


"Gak ngapa-ngapain, Bu," jawab Edwin.


"Apa ibu mau diantar ke suatu tempat?" tanya Edwin.


"Iya, aku mau ke tempat yoga," jawab Mona.


"Baik, Bu. Saya siapkan mobilnya," ucap Edwin.


Mereka lalu berangkat ke tempat Yoga. Sementara Bara kembali ke kantor karena akan ada rapat.


***


Edwin senang karena Mona orangnya terbuka apalagi kalau soal Jeslyn.


"Edwin kapan kamu kenalkan Jeslyn pada keluarga kamu?" tanya Mona.


"Sebentar lagi, Bu," jawab Edwin. "Jeslyn masih sibuk dengan urusan kampus," ucapnya.


"Oh iya, dia sedang membuat skripsi," kata Mona.


Sampai di tempat Yoga, Edwin menunggu hingga Mona pulang. Edwin malah bertemu Amelia.

__ADS_1


"Ngapain kamu di sini?" tanya Amelia.


Beruntung saat ada Amelia, Edwin sudah tidak ada di mobil Mona. Bisa ketahuan kalau dia masih di dalam mobil Mona.


"Oh lagi ngantar, Bos," jawab Edwin.


"Kamu cuma supir?" tanya Amelia.


"Iya, kenapa? Masalah buat kamu?" tanya Edwin.


"Aduh gak level buat aku," jawab Amelia lalu pergi.


"Aku juga ogah sama kamu," ucap Edwin namun Amelia sudah pergi jauh.


Tidak berapa lama ternyata Mona sudah selesai yoga. Dia segera mengajak Edwin pulang.


***


Edwin sudah berhasil membuat salinan tes DNA. Tinggal menunggu hari di mana dia akan menukar hasil tes tersebut.


Dua hari kemudian, Mona dan Bara ke rumah sakit. Mereka tidak meminta diantar oleh Edwin. Jadi Edwin santai.


"Lakukan apa yang saya katakan!" perintah Edwin.


Sementara Mona dan Bara sudah sampai di rumah sakit. Marino juga sudah ada di sana.


"Bara, kita temui dokternya sekarang," kata Marino.


Mereka ke ruangan Dokter karena sudah membuat janji.


"Bagaimana hasilnya, Dok?" tanya Marino.


"Sus, ambilkan hasil tes tadi!" perintah Dokter.


"Ini hasil tesnya," kata Dokter menyerahkan amplop coklat tersebut pada Marino.


***


Amelia geram karena Alex terus mendesaknya. Bahkan dua belum menemukan keberadaan anaknya lagi. Padahal dia sudah menghabiskan banyak uang.


"Bagaimana apa kamu sudah mendapatkan alamat barunya?" tanya Amelia.


"Belum, tapi mereka tengah di rumah sakit," jawab orang itu.


"Di rumah sakit?" tanya Amelia. "Untuk apa mereka di rumah sakit?" tanya Amelia.


"Yang aku dengar mereka melakukan tes DNA untuk bayi kamu dan Alex," jawabnya.


"Baiklah, awasi mereka," kata Amelia.


Mereka melihat Bara dan yang lain keluar dari rumah sakit. Mereka mengikuti kemana Bara dan Marino pergi.


"Sepertinya ini tempat persembunyian mereka," katanya.


Bara, Mona dan Marino keluar dari mobil. Liana keluar dengan membawa bayi itu. Orang suruhan Amelia segera memberikan alamat tersebut pada Amelia.


Amelia yang mendapat pesan alamat baru anaknya langsung berangkat. Dia tidak ingin kecolongan lagi.


***


"Kak, lihat dulu hasilnya," kata Bara.


"Aku masih takut," kata Marino.

__ADS_1


"Biar aku yang lihat hasilnya," kata Bara.


"Bagaimana kalau Angel memang anak Alex?" tanya Marino.


"Saran aku kembalikan saja dia pada mereka. Jangan sampai gara-gara Angel kakak bermasalah dengan mereka lagi," jawab Bara.


"Aku gak sanggup Bara. Aku terlanjur mencintai Angel. Aku gak bisa hidup tanpa Angel," kata Marino.


"Kita gak boleh egois, Kak," kata Bara.


"Aku setuju sama Mas Bara. Dari pada kita hanya menebak, mendingan kita buka saja hasilnya," kata Mona.


***


Amelia langsung menuju alamat yang diberikan anak buahnya. Dia sengaja memarkir mobilnya agak jauh dari rumah itu agar tidak terlihat.


"Kalian yakin anakku ada di rumah itu?" tanya Amelia.


"Benar tadi kami melihat anak ibu dibawa wanita tua itu dari dalam sana," jawabnya.


"Baiklah," kata Amelia.


Bara, Marino dan Mona berusaha lapang dada apapun hasilnya. Perlahan Marino membuka amplop berwarna coklat itu.


Saat melihat hasilnya, senyum merekah dibibirnya.


"Bagaimana hasilnya, Kak?" tanya Bara.


"Iya, Den. Apa benar Angel anak Alex?" tanya Liana tal sabar.


Marino menggeleng,"Di sini tertulis bahwa kecocokan antara Angel dan Alex hanya 30% itu tandanya Angel bukan anak Alex," jawab Marino.


"Coba saya lihat!" Bara mengambil hasil tes tersebut dari tangan Marino.


Bara dan Mona membaca hasilnya, benar yang dikatakan Marino bahwa Angel bukan anak Alex.


"Akhirnya aku merasa lega," kata Marino.


"Aku juga," sahut Bara.


Pintu tiba-tiba terbuka, semua orang terkejut dengan adanya Amelia.


"Kembalikan anakku!" teriak Amelia mendekati Liana dan merebut bayi itu dengan paksa.


"Amelia, aku tahu kamu butuh dia karena kamu yakin dia anak Alex. Tapi sayang harapan kau tidak sesuai kenyataan," kata Marino.


"Apa maksud kamu?" tanya Amelia.


"Kami sudah melakukan tes DNA anakmu dengan Alex dan hasilnya mereka tidak cocok," jawab Bara.


"Kalian bohong. pasti kalian manipulasi agar bisa merebut anak ini dariku," bantah Amelia.


"Ini suratnya kalau tidak percaya," kata Mona.


Amelia mengambil surat tersebut lalu membaca hasilnya. Dia tak percaya, dia malah menuduh Marino memanipulasi tes tersebut.


"Tidak mungkin, kalian pasti yang memanipulasinya," kata Amelia.


"Terserah kamu, karena hasilnya tidak cocok maka aku akan tetap adopsi dia," kata Marino.


Amelia bingung anaknya sudah ditemukan tapi hasilnya tidak sesuai. Dia tidak mau ambil pusing jadi dia memilih untuk mengembalikan anak itu.


"Tanda tangani surat ini," kata Marino.

__ADS_1


Amelia sedikit ragu, tapi dia menandatangani surat penyerahan hak asuh Angel pada Marino. Marino tersenyum bahagia.


__ADS_2