
Helena tak menjawab, dia justru meninggalkan suaminya.
"Pasti dia merencanakan sesuatu," ucap Suami Helena.
Helena tak suka jika keluarga Jeslyn bahagia. Dia gak suka punya menantu Edwin.
Sementara itu hubungan Jeslyn dan Edwin semakin baik.
***
Alex mendatangi rumah Ikbal, dia beberapa kali menemui anak itu dan berjanji akan membawa Ikbal untuk jalan-jalan.
"Assalamualaikum," ucap Alex.
"Waalaikumsalam," balas seorang wanita.
Sarah membuka pintu, dia terkejut ada Alex di depan rumahnya.
"Maaf, Pak. Mau ketemu siapa?" tanya Sarah.
"Mau ketemu Ikbal. Ini dengan ibunya Ikbal ya?" tanya Alex.
"Om Alex, aku kira Om lupa sama janji Om," kata Ikbal yang baru saja muncul.
"Ya gaklah, gimana kamu sudah siap?" tanya Alex.
"Kalian mau kemana?" tanya Sarah.
"Bu, dia Om Alex orang yang sering Ikbal ceritakan. Hari ini kita mau jalan-jalan, ibu ikut ya!" ajak Ikbal.
Sarah terdiam, mungkin dia takut jika Alex berbuat jahat Ikbal.
"Gak ah, Bal," tolak Sarah.
"Ikbal gak mau ikut kalau ibu gak ikut. Ibu kita kan gak pernah jalan-jalan, apa salahnya kalau kita jalan-jalan sama Om Alex," kata Ikbal terus membujuk Sarah.
Akhirnya Sarah luluh karena Ikbal terus merengek. Alex senang sekali karena Sarah mau ikut. Ini kesempatan untuk dia mendekati Sarah.
Selama perjalanan, Sarah selalu diam. Tapi Ikbal selalu bercerita dengan Alex.
"Mama kenapa diam saja?" tanya Ikbal.
"Gak apa-apa," jawab Sarah.
Mereka sampai di tempat tujuan. Paimin membantu Alex untuk memakai kursi rodanya.
Mereka masuk berempat, tentu semua dibayar oleh Alex.
Ikbal mencoba menaiki beberapa wahana. Beberapa kali Sarah menjerit takut saat mereka berdua naik wahana bersama.
Tiba saat mereka naik wahana bertiga dengan Alex. Dalam hati Alex merasa dag Dig dug.
"Senangnya bisa main banyak wahan," kata Ikbal.
"Ikbal, maafkan Om ya gak bisa nemani. Dengan kondisi Om seperti ini sulit untuk Om naik wahana," kata Alex.
__ADS_1
"Gak apa-apa, Om," kata Ikbal.
Paimin dan Ikbal sengaja untuk meninggalkan mereka berdua. Ikbal dan Paimin izin untuk membeli makanan.
"Dek Sarah senang gak?" tanya Alex.
"Senang, Pak," jawab Sarah.
"Jangan panggil, Pak. Panggil sama Mas Alex atau Alex saja gak apa-apa," kata Alex.
Sarah tersenyum, mereka duduk bersebelahan. Alex banyak bertanya soal Ikbal dan kehidupan keluarga Sarah.
Ikbal dan Paimin sengaja meninggalkan mereka cukup lama. Mereka ingin Alex dan Sarah saling mengenal.
"Bal, kamu mau punya bapak Pak Alex?" tanya Paimin.
"Maulah, Om Alex kan baik. Udah gitu dia juga punya banyak uang," jawab Ikbal. "Pasti semua keinginan aku akan terpenuhi, aku gak akan hidup susah lagi," kata Ikbal.
Mereka akhirnya kembali setelah lama pamit. Sarah menegur Ikbal karena terlalu lama.
Gejolak hati Alex tak terkira. Dia mulai jatuh cinta pada Sarah. Janda beranak satu itu memiliki pesona yang membuat Alex jatuh hati.
Setelah itu mereka mencari makan. Mereka sudah mulai lapar, apalagi hari sudah mulai siang.
***
Edwin janji hati ini akan makan siang ke rumah. Jadi Jeslyn sudah menyiapkan makanan untuk mereka.
"Wah enak nih," kata Edwin. "Belajar masak dong, jangan minta bibi terus yang masak," kata Edwin.
Acara makan siang yang harusnya aman saja mendadak jadi sepi kaya kuburan karena kedatangan Helena.
"Jeslyn, mama gak mau kamu sakit. Jangan pernah nyentuh pekerjaan rumah," kata Helena.
"Kenapa sih, Ma? Apa salahnya kalau Jeslyn ingin mandiri. Lagi pula gak semua Jeslyn kerjakan sendiri, masak juga masih di dampingi bibi," bantah Jeslyn.
"Jangan membantah kata mama!" Bentak Helena.
Jeslyn memilih diam, dia tak maylu terjadi keributan. Edwin mendengus kesal melihat kelakuan Helena. Di mata Helena sebaik apapun Edwin tetap saja dia tak suka.
"Kalau nanti gajian, Jeslyn yang harus mengelola uangnya. Jangan sampai kamu simpan sendiri," kata Helena.
"Iya, Ma." hanya itu jawaban Edwin.
Edwin lalu pamit untuk ke kantor lagi. Padahal sebelumnya berencana akan lebih lama di rumah. Tapi karena ada Helena jadi dia cepat balik.
"Mama tuh kenapa sih selalu begitu sama Edwin," tegur Jeslyn. "Edwin tuh udah berubah, Ma," kata Jeslyn.
"Mama gak akan percaya," kata Helena. "Bagi mama dia tetap penjahat yang ingin menipu keluarga kita," bantah Helena.
"Terserah mama sih, tapi ingat aku gak mau cerai dari Edwin," kata Jeslyn.
Di kantor, Papa Jeslyn bertanya pada Edwin soal rumah tangga mereka.
"Bagus kalau kalian mulai saling membuka hati. Aku tahu kamu pasti bisa berubah, jangan takut dengan istriku," kata Papa Jeslyn.
__ADS_1
"Tapi sepertinya Mama Helena tak akan percaya padaku, Pa," kata Edwin.
"Jangan dipikirkan! Yang penting kamu menjaga Jeslyn dengan baik," kata Papa Jeslyn.
"Iya, Pa," kata Edwin.
Edwin senang papa Jeslyn juga mulai baik padanya dan yakin kalau dia akan berubah. Hanya Helena yang tak suka padanya.
***
Alex mengantar Sarah dan Ikbal pulang.
"Mas Alex terima kasih. Kamu udah membuat hati Ikbal senang," ucap Sarah.
"Sama-sama, Dek," balas Alex.
Ikbal senang ibunya baik pada Alex. Dia berharap ibunya dan Alex akan menjadi suami istri biar dia punya keluarga lengkap.
"Bu, gimana Om Alex menurut mama?" tanya Ikbal .
"Baik, ramah. Emang kenapa?" tanya Sarah balik.
"Ibu mau gak kalau nikah sama Om Alex?" tanya Ikbal.
Sarah terkejut dengan pertanyaan Ikbal. Dia baru sadar, Alex mengajak mereka jalan pasti karena satu tujuan itu.
"Ibu belum kepikiran buat menikah lagi," kata Sarah.
"Kenapa, Bu? Apa ibu gak ingin lihat Ikbal bahagia?" tanya Ikbal.
"Bukan begitu, Bal. Kita belum mengenal betul siapa Alex. Kita tidak boleh mudah percaya juga sama orang baru," jawab Sarah.
"Pokoknya Ikbal mau ibu nikah sama Om Alex titik," kata Ikbal berlari ke kamarnya lalu menutup pintu rapat sekali.
Sarah tak tahu harus berbuat apa. Dulu Ikbal gak mau punya papa lagi karena takut di sakiti. Tapi sekarang malah meminta Sarah menikah dengan Alex orang yang baru mereka kenal.
***
Jeslyn menunggu kepulangan Edwin. Apalagi Edwin janji akan bawakan makanan untuk Jeslyn.
"Kemana sih kok lama amat?" tanya Jeslyn mondar mandir di teras rumah.
Begitulah kalau lagi jatuh cinta baru nunggu semenit terasa satu jam karena segera ingin bertemu.
Tiba-tiba ada taxi masuk ke halaman rumah Jeslyn. Jeslyn menoleh dia penasaran karena mobil itu berhenti tepat di depan rumahnya. Jeslyn terkejut saat melihat siapa yang datang. Jeslyn melongo.
"Halo Jeslyn, apa kabar?" tanya wanita itu. "Apa Edwin ada?" tanyanya. "aku sangat merindukan suami mu," katanya lagi.
Jeslyn hanya diam saja, baru saja dia dan Edwin baikan kini malah ada pelakor datang.
Mobil Edwin masuk ke halaman rumah. Edwin terkejut saat melihat orang yang tak diharapkan berada di rumah dia dan Jeslyn.
"Edwin," Wanita itu memeluk Edwin yang baru saja keluar dari dalam mobil.
Jeslyn mendengus kesal namun dia berusaha untuk mengontrol diri.
__ADS_1