Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Kehilangan Sosok Ibu


__ADS_3

Setelah Ikbal protes bukan membuat Sarah dan Marino sadar. Mereka justru terbuai dengan kisah cinta mereka. Dan mulai melupakan jika Sarah masih punya Ikbal.


Sebulan lebih Ikbal mendapatkan tekanan. Namun, tak ada satupun orang yang memberinya semangat.


Ikbal ingat akan rumah Bara, jadi Ikbal datang ke rumah Bara. Ingin ke rumah Alex tetapi dia tak tahu rumah Alex.


Tok tok tok


Mona membuka pintu, dia terkejut melihat kehadiran Ikbal seorang diri.


"Ikbal, kamu sendirian?" tanya Mona. "Ayo masuk!" ajak Mona.


Ikbal mengikuti Mona yang mengajaknya ke ruang keluarga. Di sana ada Kaisar sedang tiduran.


"Sini bicara sama Tante sambil liatin Kaisar," kata Mona. "Ada masalah apa?" tanya Mona.


"Ibu, Tante. Dia berubah sejak dekat sama Om Marino. Dia gak pernah peduli lagi dengan Ikbal. Dia selalu pulang malam," jawab Ikbal.


"Ya ampun, nanti Tante akan bantu ya. Sekarang Ikbal di sini saja. Siang ini Om Bara juga pulang. Nanti kita cari solusinya sama-sama," kata Mona.


Ikbal bermain dengan Kaisar, setidaknya dia sekarang tidak sendirian.


Mona menelfon Bara agar segera pulang. Tapi Bara tidak bisa karena sedang menangani rapat penting. Bara bilang Marino gak bisa ikut rapat jadi semua di handle Bara.


"Kasihan sekali kamu, Bal," kata Mona.


Mona membawa makanan dan Minuman. Mereka bermain dengan Kaisar sambil nyemil. Ikbal menceritakan semua pada Mona. Mona merasa prihatin dengan Ikbal.


Hingga siang dan Bara pulang. Mona menceriakan semua pada Bara soal Ikbal dan masalahnya.


"Ikbal mendingan di sini aja sama Om Bara dan Tante Mona. Nanti Om akan telfon Om Marino biar kasih tahu ibu Ikbal," kata Bara.


Ikbal mengangguk, supir Mona mengantar Ikbal mengambil beberapa baju dan seragam sekolah.


"Kak, Ikbal tadi ke rumahku. Katanya dia sering ditinggal sama Sarah, jadi aku minta dia tinggal sama kamu dulu," kata Bara.


"Oh gitu memang lebih baik gitu. Dari pada dia kluyuran gak jelas kamu di rumah ada banyak orang biar dia gak kesepian," kata Marino.


"Nitip Ikbal ya, kalau dia nakal pukul aja," sahut Sarah.


Bara kecewa dengan jawaban mereka. Bukannya berusaha agar Ikbal tetap tinggal dan mereka menemani Ikbal malah mengizinkan Ikbal tidak di rumah.


Ikbal kembali ke rumah Mona. Bara tak kembali ke kantor karena urusannya sudah selesai.


"Udah nelfon Kak Marino," kata Mona.

__ADS_1


"Udah katanya biar Ikbal di sini aja," kata Bara.


Ikbal bermain dengan Kaisar hingga bocah kecil itu ketiduran. Karena tak ada teman main, Ikbal memilih untuk menggambar.


"Kaisar sudah tidur ya, kamu buat apa itu?" tanya Mona.


"Buat gambar, Te," jawab Ikbal.


Mona melihat hasil gambaran Ikbal, Mona takjub sekali melihat hasilnya.


"Bagus sekali, bagaimana kalau sore nanti kita ajak Om Bara buat beli alat lukis buat kamu," kata Mona.


"Beneran, Ikbal mau," seru Ikbal senang.


Meskipun Ikbal sudah kehilangan sosok ibu, tapi kini dia bahagia ada orang sebaik Bara dan Mona. Ikbal janji tidak akan mengecewakan mereka.


Sore itu mereka membeli alat lukis. Bara membelikan alat lukis yang bagus.


"Ikbal mau gak les lukis. Biar sepulang sekolah ada kegiatan. Nanti biar sekolah dan lesnya diantar sama supirnya Tante Mona," kata Bara.


"Les lukis pasti mahal. Sedangkan aku bukan siapa-siapa kalian," kata Ikbal.


"Sekarang Ikbal adalah adik Om Bara. Jadi jangan anggap Om dan Tante orang lain. Anggap kami saudaranya Ikbal," kata Bara.


**


Liana menelfon Alex, dia merasa kesal dan kecewa pada Marino. Marino berubah drastis tak lagi memperhatikan Angel. Alex marah dan akan mengajukan pengambilan hak asuh Angel dari Marino.


"Marino, aku dengar kamu jarang di rumah. Kamu juga jarang memperhatikan Angel lagi," kata Alex saat ke rumah Marino malam itu.


"Bukan urusan kamu. Lagi pula dia bukan anakku," ucap Marino.


"Kalau kamu gak sanggup rawat dia lagi. Biarkan aku ambil dia kembali," kata Alex.


"Kamu boleh ambil anak itu, tapi kamu harus bayar ganti rugi selama aku merawat dia," kata Marino.


"Oke berapa kamu minta," kata Alex.


"500 juta," kata Marino.


Alex dan Liana tercengang mendengar jawaban Marino. Uang sebanyak itu sama saja dia menjual Angel pada Alex.


"Kamu tidak punya, kan?" tanya Marino setengah mengejek.


"Aku akan usahakan," jawab Alex.

__ADS_1


Alex tak menyangka Marino akan sepicik itu. Dia menghalalkan segala cara.


Alex bingung harus mencari tambahan uang dari mana. Liana memberi Saran untuk menghubungi Bara dan Amelia.


Alex akhirnya meminta bantuan Amelia. Ternyata Amelia sedang di rawat di rumah sakit.


"Jika kamu butuh uang, di dalam ATM ini sudah ada uang," kata Amelia. "Umurku tak lama lagi, jadi aku mohon sayangi Angel," sambung Amelia.


"Aku akan jaga Angel, kamu jangan khawatir. Kenapa kamu tak pernah cerita kalau sudah sakit separah ini?" tanya Alex sedih.


"Aku sudah banyak membuat orang repot. Aku tak mau merepotkan siapapun lagi," jawab Amelia.


Meskipun mendapatkan uang dari Amelia, ternyata masih kurang. Alex harus meminta tolong pada Bara.


**


Sarah dan Marino datang ke rumah Bara. Bara kira mereka akan menjemput Ikbal. Ternyata dugaan Bara salah.


"Bara, aku dan Sarah akan menikah. Namun kami tidak bisa membawa anak kami," kata Marino.


"Maksudnya apa?" tanya Bara.


"Angel akan ditebus Papa Alex, dan Ikbal aku harap kamu mau merawatnya," jawab Marino.


"Angel ditebus Papa Alex. Maksudnya apa ini?" tanya Bara. Bara saling pandang dengan Mona.


Sementara sejak tadi Ikbal menguping pembicaraan mereka.


"Papa Alex ingin mengambil hak asuh Angel, jadi sebagai syarat aku meminta Papa Alex ganti rugi biaya selama aku merawat Angel," jawab Marino.


"Dan untuk Ikbal terserah kalian mau jadikan apa. Dia bisa bersih-bersih rumah, kalian jadikan pembantu juga gak apa-apa," kata Sarah.


Air mata Ikbal luluh, dia menangis dan segera pergi ke kamar. Tega sekali seorang ibu memberikan anaknya pada orang lain sebagai pembantu.


"Kalian sudah gila! Kalian pikir Ikbal gak akan kecewa. Kalau soal Angel oke memang dia anak papa, tapi minta ganti rugi itu gak bagus," kata Bara.


"Kalian ini kenapa sih, mau menikah harusnya bawa anak masing-masing. Biar ikut bahagia sama kalian," sahut Mona ikut kesal.


"Kalau kalian gak mau merawat Ikbal, biar aku berikan dia pada orang lain," kata Sarah.


"Gak aku izinkan, biarkan Ikbal di sini," kata Bara.


"Oke urusan sudah beres. Sayang, ayo kita pergi!" ajak Marino. "Eh lupa, Bara. Soal perusahaan aku mau kamu handle semua, tapi ingat jangan lupa bagianku. Kalau Papa Alex bisa dapat bagian tanpa harus bekerja jadi aku juga harus bisa. Jangan tidak adil," kata Marino.


Bara sudah emosi, dia menarik kerah kemeja Marino dan melayangkan satu pukulan.

__ADS_1


Bug


Marino meringis kesakitan mendapat serangan dari Bara.


__ADS_2