Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Mbah Cakep


__ADS_3

Amelia sampai tak berkedip melihat dukun tampan itu.


"Aku memang tampan, banyak sekali wanita yang terpesona padaku," ungkap Dokter yang dijuluki Mbah cakep itu.


"Maafkan teman saya, Mbah," kata Kiki.


"Ini asli apa pakai susuk, Mbah?" tanya Amelia. Dia susah terhipnotis dengan ketampanan Mbah Cakep.


"Asli dong, saya memang suka pasang susuk tapi ketampananku ini asli," jawabnya.


"Mbah, aku mau cantik biar aku bisa menggaet mantan suamiku lagi," kata Amelia.


"Oke, Kiki kamu bisa keluar dulu!" perintah Mbah Cakep.


Setelah Kiki keluar, Mbah Cakep mengunci pintu. Amelia tak peduli jika dia hanya berdua dengan dukun tampan itu.


"Kamu sudah tahu syaratnya?" tanya Mbah Cakep.


"Belum, Mbah," jawab Amelia.


"Buka semua kain yang melekat pada tubuhmu!" perintah Mbah Cakep.


Amelia menuruti apa kata Mbah Cakep. Bahkan dia pun rela jika harus melayani Mbah Cakep.


Setelah Amelia telanjang bulat, Mbah Cekap mengambil sesuatu di almari. Dibukanya kota kayu itu. Di sana terdapat banyak jarum. Ada yang berwarna emas.


"Ini adalah susuk yang cocok buat kamu," kata Mbah Cakep memilih jarum berwarna emas. "Mau di taruh di mana? " tanya Mbah Cakep.


"Di wajah, Mbah. Biar semua pria yang melihat aku terpesona dengan kecantikanku," jawab Amelia.


Mbah Cakep merapalkan sebuah mantra. Lalu menusukkan jarum itu ke pipi, hidung dan dagu Amelia.


"Apa ada tempat lain yang ingin di pasang susuk?" tanya Mbah Cakep melihat ke arah gunung kembar Amelia. "Orang seperti kamu dan Kiki biasanya memasangnya di sana," kata Mbah Cakep sambil menunjuk ke arah gunung kembar Amelia.


"Saya mau, Mbah," ucap Amelia.


"Jika kamu kau yang lebih lagi, maka kamu harus melayaniku," ucapnya. "aku akan mengirim susuk dalam tubuhmu lewat cairan milikku," ucapnya.


"Aku mau Mbah," kata Amelia lagi.


Akhirnya dua gunung kembar Amelia di pasang susuk. Setelah itu Amelia melayani Mbah Cakep.


Saat bergumul dengan Mbah Cakep, Amelia merasa aneh. Dia melayani satu orang tapi rasanya lebih dari satu orang.


Amelia sampai terkulai lemas setelah melayani Mbah Cakep.


"Ingat, jangan makan daging kambing," kata Mbah Cakep. "Itu pantangannya," kata Mbah Cakep.


"Kalau dilanggar apa yang terjadi, Mbah?" tanya Amelia.


"Tubuhmu akan terbakar," jawab Mbah Cakep.


"Baik, Mbah," kata Amelia. Dia lalu menyerahkan amplop untuk Mbah Cekap.


Setelah memakai kembali bajunya, mereka keluar dari kamar tersebut.


Kiki sampai ketiduran karena menunggu Amelia. Amelia membangunkan Kiki, mereka segera pulang.


***


Esoknya Amelia mendatangi Marino. Dia ingin membuktikan keampuhan susuk Mbah Cakep.


"Pak Marino, Bu Amelia ingin bertemu anda!" kata resepsionis dalam panggilan telfon.


"Suruh masuk saja," kata Marino.


Resepsionis meras aneh, bosnya biasanya gak mau bertemu Amelia. Tapi ini malah di suruh masuk.


"Di suruh masuk Pak Marino, Bu," ucap Resepsionis.


Amelia masuk, dia bertemu dengan Saskia dan teman kerjanya.


"Amelia cantik banget," kata Saskia.


"Iya, gak kaya biasanya," sahut teman Saskia.


Amelia masuk ke ruangan Marino. Di sambut baik oleh Marino. Amelia mengajak Marino untuk makan siang bersama.


Amelia senang karena susuk dari Mbah Cakep sangat manjur.


"Kalau kamu ingin mantan suami kamu bertekut lutut sama kamu, ajak dia bergumul," pesan Mbah Cakep.


Dia tak akan menyia-nyaikan kesempatan untuk mendapatkan Marino.


Semua karyawan kagum dengan kecantikan Saskia. Bahkan banyak yang memujinya.


***


Sejak Mona hamil, Bara jarang ke kantor. Ada Marino jadi dia percayakan pada Marino.


Apalagi besok Marino akan punya sekertaris baru yang akan membantu pekerjaan Marino.


"Sayang, aku tadi lihat status Amelia, dia makan siang sama Kak Marino. Kok bisa ya?" tanya Mona.


"Ah masak," kata Bara tak percaya.


"Iya, ini lihat sandiri," kata Mona memperlihatkan status WA Amelia.


"Aneh sih," kata Bara.


"Aku lihat Amelia makin cantik deh," kata Mona.


"Udahlah, paling Kak Marino ngerjain Amelia lagi," kata Bara.


Bara gak yakin jika Marino mau makan siang dengan Amelia tanpa alasan.


***


Amelia senang sekali bisa makan siang dengan Marino. Sayangnya dia belum bisa membawa Marino ke atas ranjang.


"Amelia, kamu cantik sekali," ucap Marino.


"Benarkah? Padahal aku gak pakai make up loh," ucap Amelia.


"Gak usah pakai make up pun kamu udah cantik," puji Marino.


Marino merasa aneh, dia mendadak memuji kecantikan Amelia. Bahkan dia tak kuasa menolak ajakan Amelia untuk makan saing.


"Marino, aku masih mencintaimu," ucap Amelia.

__ADS_1


Marino terdiam, dia tak ingin kembali pada Amelia. Namun, dia juga tak mau jauh dari Amelia.


"Kenapa aku merasa aneh?" tanya Marino dalam hati.


"Aku tahu kesalahan aku banyak sama kamu. Tapi aku berharap kita bisa memulainya dari awal," kata Amelia.


"Maaf Amelia," ucap Marino.


"Maaf apa?" tanya Amelia.


"Lebih baik kita berteman saja," jawab Marino.


Amelia kesal sekali karena ditolak oleh Marino. Dia kira Marino akan menerima dia lagi. Amelia merasa kalau susuk Mbah Cakep kurang manjur.


Setelah makan siang dengan Marino, Amelia ke bar. Dia bertemu dengan Kiki, dia ceritakan semua pada Kiki.


"Aku kira Marino akan terima aku eh malah masih di tolak," ucap Amelia.


"Sabar dong, semua butuh proses Amelia," kata Kiki. "Jangan meragukan susuk Mbah Cakep!" ucap Kiki meyakinkan.


"Aku mau komplain sama Mbah Cakep," kata Amelia.


"Jangan Amelia! Kamu harus sabar jangan sampai Mbah Cakep marah dan susuk kamu malah mencelakai dirimu sendiri," cegah Kiki.


Hari itu Amelia mendapatkan banyak tamu. Semua tamunya puas dengan pelayanan Amelia. Amelia tak meragukan susuk dari Mbak Cakep.


***


Bara menjenguk Angel, dia membawakan keperluan Angel dan Liana. Bara tidak mengajak Mona karena Mona sedang dalam fase malas keluar rumah.


"Saya dengar Non Mona hamil, Den?" tanya Liana.


"Iya, Bik. Makanya gak kau ikut ke sini. Dia sedang dalam mode mager," jawab Bara.


"Biasa orang hamil memang gitu, Den," kata Liana. "Oh ya Den, sepertinya Den Marino gak pernah ke sini, apa ada masalah?" tanya Liana.


"Tidak, mungkin dia takut saja kalau diikuti Amelia," jawab Bara.


"Den, sebaiknya Angel melakukan tes DNA. Biar jelas Angel ini anak siapa," kata Liana.


"Saya sudah pernah suruh Kak Marino, Bik. Tapi katanya dia gak perlu itu," kata Bara. "Siapapun ayah Angel dia akan tetap merawat Angel," kata Bara.


"Tapi apa Den Bara tidak penasaran?" tanya Liana.


"Saya penasaran, Bik. Hanya saja sekarang Alex tidak bersama kami jadi agak susah kalau mau ambil sampel rambutnya," jawab Bara.


Marino tiba-tiba datang, dia tampak lelah sekali.


"Kak, kamu tadi makan siang dengan Amalia?" tanya Bara.


"Iya, aku merasa aneh kenapa aku malah mau diajak makan siang. Udah gitu aku pakai memuji kecantikan dia," jawab Marino.


"Hati-hati, Kak," pesan Bara. "Tadi Bik Liana membahas bagaimana kalau kita lakukan tes DNA pada Angel dan Alex," kata Bara.


"Apa kalian yakin Angel anak Alex?" tanya Marino.


"Justru karena kami belum yakin, maka untuk memastikannya kita harus tes DNA," jawab Bara.


"Kalau kamu mau lakukan itu gak apa-apa," kata Marino.


Marino juga penasaran dengan hasilnya. Jika terbukti bukan anak Alex maka dia gak akan menyerahkan Angel pada Amelia.


***


"Mbah Cakep, kenapa aku malah keringat Mbah sih," kata Amelia.


Malam itu Amelia tidur, dia bermimpi bertemu Mbah Cakep dan bercinta dengannnya.


Pagi harinya Amelia merasa badannya sakit semua. Dia hanya tidur biasa tapi seperti habis bercinta.


"Kenapa mimpi semalam sepertinya nyata?" tanya Amelia.


Dia bergegas mandi, badannya sudah bau keringat.


***


Amelia selalu mendatangi Marino di kantor. Dia selalu mengajak Marino makan siang. Sekertaris Marino sudah mulai bekerja.


"Maaf, mau bertemu siapa, Bu?" tanya Sekretaris Marino yang bernama Khadijah.


"Kamu siapa? Kok gak kenal aku?" tanya Amelia.


"Saya sekertaris baru Pak Marino, Bu," jawab Khadijah.


Khadijah melihat ke arah Amelia. Dia mendadak merasa takut melihat wajah Amelia.


"Kamu kenapa kok jadi takut gitu?" tanya Amelia.


"Tidak, Bu. Silahkan masuk!" Khadijah membuka pintu ruangan Marino.


Amelia masuk, dia langsung memeluk Marino.


"Khadijah, kamu bisa keluar," kata Marino.


"Baik, Pak. Pak Marino hati-hati ya," kata Khadijah lalu pergi.


Di luar Khadijah bertemu dengan Saskia.


"Mbak Saskia, yang ke ruangan Pak Marino siapa ya?" tanya Khadijah.


"Dia Amelia mantan istrinya Marino," jawab Saskia. "Sepertinya Amelia ingin kembali sama Marino lagi," kata Saskia.


"Wajahnya aneh," kata Khadijah.


"Aneh gimana? Bukannya dia malah makin cantik?" tanya Saskia.


"Masa sih, Mbak. Aku lihat tadi malah wajahnya gosong banyak luka bakar," jawab Khadijah.


"Gak mungkin ah, jangan ngarang kamu. Semua orang tahunya dia itu cantik gak akan ada yang percaya sama kamu," kata Saskia.


Khadijah lupa bahwa dirinya bisa melihat jati diri seseorang yang sebenarnya. Dia juga bisa membaca isi hati seseorang.


"Ya udah, Mbak. Saya mau lanjut kerja," kata Khadijah.


Di meja kerjanya, Khadijah memikirkan kejadian Amelia tadi. Dia yakin ada yang tidak beres. Bahkan saat dia melihat Marino, ada aura hitam dibelakang Marino.


***


Amelia berhasil makan siang dengan Marino. Tapi dia masih belum mendapatkan hatinya.

__ADS_1


Tiba-tiba Amelia malah ingat dengan Mbah Cakep saat bersama Marino.


"Amelia...Amelia...," panggil Marino karena sejak tadi Amelia melamun.


"Iya, ada apa Mbah?" tanya Amelia keceplosan.


"Mbah, sejak kapan kamu panggil aku, Mbak?" tanya Marino.


"Maaf aku tadi ingat sama Mbahku dulu waktu masih hidup," jawab Amelia asal.


Selesai makan siang, mereka berpisah. Marino kembali ke kantor dan Amelia ke bar.


"Kiki, kenapa aku merasa aneh ya?" tanya Amelia.


"Ada apa emangnya?" tanya Kiki.


"Aku kok jadi ingat Mbah Cakep terus sih. Bahkan saat tadi aku makam siang sama Marino juga. Semalam juga aku mimpi bercinta dengan Mbah Cakep dan mimpi itu seperti nyata banget," jawab Amelia.


"Kamu suka sama Mbah Cakep?" tanya Kiki.


"Gaklah," sanggah Amelia. "Ngapai juga suka sama Mbah Cakep. Mbah Cakep mungkin yang suka sama aku," kata Amelia percaya diri.


"Masa sih," kata Kiki tak percaya.


***


Di tempatnya, Mbah Cakep merasa senang. Dia berhasil masuk ke dalam mimpi Amelia.


Entah mengapa bagi Mbah Cakep, Amelia berbeda dengan wanita yang lain.


"Mbah, ada pasien lagi," kata asistennya.


"Iya, bawa kemari," kata Mbah Cakep.


Pasien itu merupakan seorang istri yang ingin mengikat suaminya kembali karena tergoda pelakor.


Kali ini Mbah Cakep hanya memberinya sebuah ramuan saja.


Ternyata hanya dengan Amelia saja Mbah Cakep melakukan hubungan suami istri. Dia sengaja mengikat jiwa Amelia dengan jiwanya. Pantas jika Amelia selalu mengingat Mbah Cakep.


***


Setiap malam Amelia selalu bermimpi bercinta dengan Mbah Cakep. Dia selalu bangun dengan tubuh capek dan penuh keringat.


"Mimpi lagi, sebenarnya ada apa ini?" tanya Amelia bingung.


Dia segera mandi agar badannya segar kembali. Sejak memakai susuk dari Mbah Cakep, uang yang dihasilkan Amelia semakin banyak. Orang-orang membayar lebih atas jasa Amelia. Dia juga akan membeli mobil baru.


Maura yang tahu hal itu menjadi kepo sekali. Dia ingin tahu apa yang membuat Amelia jadi laris manis.


"Amelia, benaran kamu ke dukun waktu itu?" tanya Maura.


"Iya," jawab Amelia. "Kamu mau ke sana juga?" tanya Amelia.


"Gak ah aku takut," jawab Maura.


Sebenarnya Maura penasaran hanya saja dia takut akibat yang akan terjadi.


***


Mona benar-benar menikmati kehamilannya kali ini. Bagaimana tidak mandi saja dia malas. Makan nasi jarang sekali.


"Mas, kamu kerja hari ini. Aku ikut ya," kata Mona.


"Ya sudah mandi sana!" suruh Bara.


Mona terpaksa mandi, dia tak mungkin ke kantor tanpa mandi terlebih dahulu.


Sampai di kantor, Mona mengobrol dengan Khadijah. Mereka terlihat cocok sekali.


"Gak nyangka kamu pernah mondok," kata Mona. "Pasti kamu pintar ilmu agama," puji Mona.


"Gak juga, Bu," kata Khadijah.


Mona melihat Marino masuk ke ruangannya.


"Kak Marino menurut kamu bagaimana?" tanya Mona.


"Pak Marino baik," jawab Khadijah.


"Sayang, dia jomblo," kata Mona. "Apa kamu mau aku jodohkan dengannya?" tanya Mona.


"Bu Mona apa-apaan sih. Mana mungkin, jangan ngaco, Bu!" ucap Khadijah.


Mana mungkin Khadijah yang karyawan baru berani dijodohkan dengan Marino. Apalagi saingannya Amelia yang terlihat sangat obsesi banget dengan Marino.


"Aku gak ngaco," kata Mona.


***


Edwin diam-diam mengawasi Amelia. Dia terkejut saat mendengar pembicaraan Amelia dan Kiki.


"Jadi Amelia memakai susuk, pantas akhir-akhir ini terlihat cantik," kata Edwin.


Edwin ingin Amelia benar-benar dekat dengan Marino. Sehingga dia tak mencari lagi anaknya. Dengan begitu Edwin tak akan takut Amelia merebut bagian Alex.


"Halo, cakep," Kiki mendekati Edwin.


"Hai...Kiki ya," kata Edwin sok kenal.


"Iya, kayaknya aku baru lihat kamu," kata Kiki.


"Iya, aku jarang kemari," ucap Edwin.


"Mau booking gak?" tanya Kiki.


"Oh tidak," tolak Edwin.


Kiki kesal karena baru kali ini dia di tolak pria.


"Siapa sih sia?" tanya Kiki.


"Amelia...," panggil Edwin melambaikan tangan pada Amelia.


Kiki terkejut karena Edwin kenal Amelia.


"Edwin, ada apa?" tanya Amelia. "Maaf aku udah ada yang booking setelah ini," kata Amelia.


"Kamu kira aku memanggilmu hanya untuk booking kamu? Tidak," kata Edwin. "Susuk kamu gak mempan buat aku," bisik Edwin.

__ADS_1


Amelia terkejut karena Edwin tahu dia memakai susuk.


__ADS_2