Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Aku Tak Puas, Pak!


__ADS_3

Mumun membantu Alex memuaskan hasratnya. Namun, hasrat dia tak terpuaskan oleh Alex.


Setelah permainan ranjang yang hanya menguntungkan Alex, Mumun segera ke kamar mandi. Dia mandi cukup lama lalu kembali.


"Mun, maafkan aku," kata Alex.


"Iya, aku maafkan. Tapi bagaimana denganku?" tanya Mumun. "Cari sepuasan di mana?" tanya Mumun.


"Aku akan berobat agar bisa kembali sehat," jawab Alex. "Aku janji akan memuaskan kamu tanpa kita harus berhubungan," kata Alex.


Mumun diam dia membantu Alex kembali ke kamarnya. Malam itu Mumun kesal karena tak puas dengan permainan Alex.


***


Edwin bahagia karena dia sudah melamar Jeslyn itu tandanya Sebentar lagi rencananya akan berjalan.


"Put, kamu tahu bagaimana caranya agar cewek berlutut dengan cowok? Dan tidak berani untuk putus?" tanya Edwin.


"Gampang, tidurin aja dia sampai hamil. Kalau dia udah hamil maka dia tak akan mau kamu tinggalkan," jawab Putri.


Edwin berpikir tapi dia belum berani melakukan itu pada Jeslyn. Dia takut jika Jeslyn menolak ajakannya untuk tidur bersama.


***


Mumun bekerja seperti biasanya, dia menyiapkan sarapan untuk Alex.


"Mun, kita makan bersama ya," kata Alex.


Dengan malas Mumun duduk dan makan bersama Alex. Mumun sebenarnya malas melayani Alex. Tapi dia berpikir akan memanfaatkan uang Alex.


"Pak, aku butuh uang," kata Mumun. "Aku ingin mempercantik diri agar Bapak makin sayang sama Mumun," ucap Mumun.


"Kamu butuh berapa?" tanya Alex.


"Aku mau beli skincare harganya 1 juta," jawab Mumun.


"Pesan saja secara online nanti aku yang bayar," kata Alex. "Tapi ingat kamu harus menemani aku setiap aku mau," kata Alex.


"Bapak tenang saja," kata Mumun. "Aku pasti akan melayani Bapak," kata Mumun.


"Kenapa kamu tampa lesu, Mun?" tanya Alex.


"Jujur, aku tidak Puas, Pak. Tapi aku sadar diri," jawab Mumun.


"Maafkan aku, Mun," ucap Alex sedih.


Alex hanya bisa membalas Mumun dengan uangnya tidak dengan kepuasannya.


***


Edwin dan Jeslyn mulai merencanakan pernikahan mereka. Dia ingin pernikahan yang mewah.

__ADS_1


"Edwin, kita pestanya sewajarnya aja ya. Aku gak mau ngebebanin kamu," kata Jeslyn.


"Kamu yakin? Gak akan malu dengan teman-teman kamu?" tanya Edwin.


"Gaklah, yang penting kita sah jadi suami istri," jawab Jeslyn.


Helena heran dengan Jeslyn di depan Edwin dia bilang mau resepsi yang sederhana tapi di depan sang papa dia malah minta acara yang mewah.


"Jes, kita undang sedikit orang saja ya," kata Edwin.


"Iya yang penting keluarga dan teman-temanku diundang," kata Jeslyn.


"Jes, yakin mau resepsi sederhana?" tanya Helena.


"Iya, Ma. Aku gak mau ngebebani Edwin," jawab Jeslyn.


"Bagus sih, jadi gak buang-buang uang," jawab Helena.


Setelah dari rumah Jeslyn, Edwin ke rumah Alex. Dia ingin meminta uang pada Alex untuk acara nikahannya dengan Jeslyn.


Saat itu Mona melihat Edwin keluar dari halaman rumah Jeslyn. Mona diam-diam membuntuti Edwin. Mona sebenarnya ingin ke rumah Helena tapi dia penasaran dengan kehidupan Edwin.


"Bukanya ini jalan ke rumah Alex, aa benar dugaan Mas Bara?" tanya Mona.


Mona tetap mengikuti Edwin secara hati-hati.


***


"Mun, kamu memang pandai masak," kata Alex.


Mumun duduk di pangkuan Alex, dia sesekali menggoda Alex.


"Pak, minya uang lagi dong. Aku mau beli lingery yang sangat sexy," kata Mumun.


"Beli saja apa yang kamu mau, nanti aku yang bayar," kata Alex. "Bagaimana kalau gitu setelah Paimin balik kita beli lingery. Aku tahu toko yang menjual lingery bagus," sambung Alex.


"Ah Pak Alex, aku jadi makin sayang," kata Mumun menciumi bibir Alex.


Dua insan yang sedang dimabuk asmara itu bagaikan remaja yang baru merasakan jatuh cinta. Dunia serasa milik berdua.


"Mun, aku mau itumu," kata Alex menunjuk gunung kembar Mumun dengan dagunya.


Mumun segera membuka kancing bajunya dan mengeluarkan dua buah yang sangat di sukai Alex.


Dengan beringas Alex mengendus-endus seperti kucing yang mencium bau ikan. Alex juga gak lupa menjilat buah cery milik Mumun.


"Aaahhh...nikmat, Pak! Lagi dong!" pinta Mumun.


Mumun dan Alex sama-sama dua orang yang punya nafsu besar. Mereka kini saling berciuman dengan salah satu tangan Alex memainkan buah cery milik Mumun.


Sedang asyik dengan kenikmatan dunia, tiba-tiba pintu di ketuk.

__ADS_1


Tok tok tok


"Pak, ada tamu," kata Mumun.


Mumun segera berdiri dari pangukan Alex. Dia merapikan bajunya dan rambutnya lalu beranjak ke pintu utama.


Ketika Mumun membuka pintu, dia melihat cowok tampan di depan sana. Siapa lagi kalau bukan Edwin. Mumun seketika berhasrat melihat Edwin yang tampan.


"Eemm mau bertemu siapa, Mas?" tanya Mumun dengan sedikit bertingkah genit.


"Om Alex ada?" tanya Edwin.


"Ada apa cari aku? Bukannya kamu meminta agar kita tak saling kenal?" tanya Alex muncul sambil mendorong kursi rodanya.


"Om aku mau menikah dengan Jeslyn, aku mau Om bantu biaya pernikahan aku. Biar bagaimanapun aku keponakan Om Alex," kata Edwin.


"Tinggalkan nomor rekening kamu, nanti aku transfer," kata Alex. "Aku harap kamu tidak berbuat jahat pada mereka," kata Alex.


"Udah aku kirim ke ponsel Om Alex," kata Edwin setelah mengirim pesan pada Alex. "Om gak perlu datang," kata Edwin.


"Aku juga tak ingin datang," kata Alex. "Kapan kalian menikah?" tanya Alex.


"Satu bulan lagi," jawab Edwin.


"Kamu hati-hati, Mona bisa jadi monster jika kamu sudah menyakiti adiknya," pesan Alex.


Mona yang saat itu mendengarkan pembicaraan mereka langsung menutup mulut. Dia sadar telah salah menilai Edwin. Bahkan dia rela menuduh Bara yang tidak-tidak padahal apa yang dikatakan Bara benar.


Mona segera pergi dari sana, dia tak mau keberadaan dia diketahui Edwin maupun Alex.


Mona mengurungkan niatnya untuk menemui Helena. Dia bingung harus mengatakan apa pada orang tuanya.


"Sayang, tadi katanya izin ke rumah mama. Kok malah di rumah," kata Bara ketika pulang dari kantor.


"Iya, gak jadi," ucap Mona mulai bingung.


"Kamu kenapa kaya lagi bingung?" tanya Bara.


"Ternyata apa yang kamu katakan benar," jawab Mona.


"Soal apa, Sayang?" tanya Bara.


"Soal Edwin yang keponakan Alex," jawab Mona.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Bara mulai khawatir.


"Aku diam-diam mengikuti Edwin, ternyata dia menemui Alex untuk meminta uang buat acara nikahan dia dan Jeslyn," jawab Mona. "Aku bingung harus bicara apa sama mama dan papa, Mas," sambung Mona.


"Kamu jujur saja sama mereka, kasih tahu yang sebenarnya sebelum Edwin menikah dengan Jeslyn," kata Bara.


"Iya, Mas. Tapi aku takut kalau Jeslyn tidak terima," kata Mona.

__ADS_1


"Tapi kita harus kasih tahu mereka," kata Bara. "Sebelum semua terlambat," kata Bara.


"Kasih tahu apa?" tanya Helena.


__ADS_2