Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Keputusan Helena


__ADS_3

"Ma, bagaimana kalau mama tinggal di sini saja?" tanya Jeslyn. "Aku butuh mama," kata Jeslyn berusaha membujuk Helena.


"Maaf, mama gak bisa," tolak Jeslyn.


Jeslyn tak menyerah, dia meminta bantuan pada Mona. Dia berharap mamanya mau tinggal bersamanya.


Mona sebenarnya tak mau memaksa Helena. Hanya saja dia kasihan dengan Jeslyn.


"Ada apa sayang?" tanya Bara.


"Oh ini, Jeslyn minta aku buat bujuk mama biar mau tinggal sama dia," jawab Mona.


"Ya bujuk aja mama, kasihan sekali kalau Mama tinggal di luar," kata Bara.


"Iya, Mas. Nanti aku bujuk mama," kata Mona.


Sejak dikaruniai Kaisar, mereka sangat bahagia. Tak ada lagi masalah yang membuat mereka terpisah lagi. Perjuangan untuk kembali bersama tidaklah mudah.


Sementara itu, Alex di rumahnya sangat bahagia karena dia bisa bersama putrinya. Walaupun Angel anak yang cacat, Alex tetap memperlakukannya dengan baik.


"Kesayangan papa makin besar aja," ucap Alex mencium pipi Angel yang mulai cabi.


"Alex, kamu tidak ingin menikah lagi?" tanya Liana.


"Entahlah, aku hanya fokus membesarkan Angel. Aku sudah patah hati dengan Sarah tak mau aku mengulanginya lagi. Lagi pula tak akan ada wanita yang mau untuk bersanding denganku," kata Alex.


"Aku mau terima kamu apa adanya," ucap Liana.


"Hah kamu? Maksudmu aku menikah dengan Kamu?" tanya Alex.


Liana mengangguk pelan, sementara Alex masih takut untuk menikah lagi. Pasalnya dia sudah tak bisa memberi nafkah batin jika menikah lagi.


"Maaf Liana, sebaiknya kita begini saja. Aku gak mau menyakiti kamu. Kamu tahu sendiri keadaan aku seperti apa," tolak Alex.


Liana kecewa, tapi dia tak bisa memaksa Alex.


**


Usaha Sarah makin maju, dia juga sudah bisa membiayai sekolah Ikbal.


"Ma, apa ibu akan menikah lagi?" tanya Ikbal.


"Entah, ibu belum tahu," jawab Sarah. "Memang kenapa?" tanya Sarah.


"Ikbal takut kalau ibu akan ninggalin Ikbal lagi," jawab Ikbal.


Ada rasa trauma pada diri Ikbal setelah ditinggalkan Sarah di rumah Bara. Meskipun Bara dan Mona sangat baik padanya tetap saja dia lebih suka hidup dengan Sarah walaupun dalam keadaan susah.


"Maafkan, mama. Mama gak bermaksud menyakiti kamu," kata Sarah.


Sarah memeluk Ikbal, dan mereka kini bahagia walau hidup berdua saja.


**


Satu bulan kemudian

__ADS_1


Kini Mona tengah di rumah Jeslyn.


"Mama, gimana mama tinggal sama Jeslyn aja ya," kata Mona.


Helena terdiam sesaat,"Baiklah," ucap Helena.


Jeslyn dan Mona senang karena pada akhirnya Helena mau tinggal bersama Jeslyn. Walaupun dia bukan istri papanya lagi tapi Helena tetap orang tua Jeslyn dan Mona.


"Terimakasih, Ma," ucap Jeslyn langsung memeluk Helena.


Rencana awal Helena hanya tinggal satu bulan. Tetapi sekarang dia ambil keputusan untuk tinggal bersama Jeslyn.


**


Hari berganti Minggu lalu berganti bulan, Semakin besar saja Kaisar. Dia sangat menggemaskan sekali.


"Kaisar sayang, makin tampan aja ini anak," puji Mona.


"Siapa dulu papanya," kata Bara dengan percaya diri. "Tampannya kan nurunin bapaknya," sambung Bara.


"Iihhh percaya diri amat," kata Mona.


"Harus dong, nunggu kamu yang muji aku ya gak mungkin," kata Bara.


"Ogah," kata Mona.


Mona lebih sering di rumah, dia ingin melihat perkembangan putranya sebelum remaja. Dia tak mau ketinggalan masa-masa bahagia bersama Kaisar.


**


Sejak sudah bisa berjalan, Angel semakin aktif. Dia sering jalan mondar-mandir gak jelas. Namanya juga anak kecil pasti suka banget jalan.


"Udah biarkan aja, yang penting diawasi," kata Alex pada Liana.


"Kalau jatuh gimana, nangis kamu mau nenangin?" tanya Liana.


"Ya kamulah, mana aku bisa," jawab Alex.


Setelah berpikir selama beberapa bulan, Alex akhirnya memutuskan menikahi Liana. Setidaknya biar Angel punya orang tua lengkap.


Status mereka saat ini adalah suami istri. Alex perlahan mulai bisa on lagi sedikit demi sedikit. Liana selalu menemani dia untuk berobat.


"Mas, tungguin ya. Aku mau ke belakang sebentar," kata Liana.


Liana langsung ngacir ke belakang, mungkin dia sedang kebelet.


Saat itu Alex melihat Angel berjalan ke gerbang, Alex langsung khawatir.


"Min...Paimin...ambil Angel tuh biar gak keluar," teriak Alex.


Tapi Paimin sama sekali tak menjawab, pasalnya Paimin sedang bermimpi. Karena tak ada kerjaan dia tiduran.


"Kemana ini Paimin," kata Alex mulai khawatir.


"Liana...,cepat balik itu Angel mau ke luar," teriak Alex.

__ADS_1


Liana yang baru keluar dari kamar mandi segera ke depan. Melihat tak ada Angel di tempatnya semula dia panik.


"Angel mana,Mas?" tanya Liana.


"Tuh keluar," jawab Alex.


Liana berlari keluar, beruntung tak ada kendaraan lewat. Langsung di gendongnya Angel kembali masuk ke dalam rumah.


"Angel...bikin papa khawatir," omel Alex. "Gara-gara aku lumpuh jadi gak bisa jaga Angel," kata Alex menyalahkan dirinya sendiri.


"Udah jangan gitu, sekarang kita masuk aja!" ajak Liana.


Mereka masuk ke dalam rumah, Liana mulai mencuci tangan dan kaki Liana. Lalu dia menidurkan Liana di kamar.


**


Di saat orang lain bahagia, Marino merasa putus asa. Tak ada orang yang menjenguknya saat di penjara.


Terkadang Sarah, tapi itu tidak tiap bulan. Sudah dua bulan lebih Sarah tak datang.


"Aku memang salah, tapi kenapa tak ada yang menjengukku?" tanya Marino. "Bara juga sepertinya udah lupa sama aku," sambung Marino.


"Dari pada ngomel melulu, pijitin aku sini!" perintah teman Marino.


"Gak mau, aku sendiri juga capek. Kamu kira kamu saja yang capek," bantah Marino.


Marino biasanya tak pernah membantah. Tapi karena lelah dan merasa diinjak-injak terus akhirnya dia membantah.


"Berani membantah kamu," kata pria itu.


"Kenapa? Kita di sini sama-sama narapidana, untuk apa aku takut dengan kamu," ucap Marino.


"Kamu akan tahu akibatnya," kata pria itu berdiri dan langsung memukul Marino.


Terjadilah pertengkaran antara Marino dan pria itu yang tak dapat dielakkan. Mereka saling serang sementara yang lain hanya menonton.


Pertengkaran berakhir dengan Marini yang babak belur. Selama di penjara badan Marino tak sekuat dulu. Dia semakin lemah.


"Stop," teriak salah satu polisi.


Mereka di pisahkan, Marino dibawa ke rumah sakit karena dia tak sadarkan diri.


**


Saat Marino membuka mata, dia melihat Bara di dekatnya.


"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Marino.


"Kalau kamu tidak membuat masalah sampai babak belur, maka aku tidak akan datang kemari," jawab Bara.


"Kalau gak mau ke sini pergi sana. Aku juga gak butuh kamu," usir Marino.


Merasa tak dibutuhkan Marino, Bara memilih pergi. Dia malas jika harus meladeni sang kakak. Alasannya tak mau menjenguk Marino selama ini karena dia ketahuan menipu Bara. Proyek yang dia tangani ternyata proyek bohongan.


"Kamu bukan lagi adikku, aku tak suka punya adik sepertimu," omel Marino.

__ADS_1


"Terserah," balas Bara.


__ADS_2