
Setelah Paimin masuk ke kamar Alex, Mumun mengunci kamar itu lagi.
"Mun, ngapain kamu ajak Paimin?" tanya Alex.
"Aku kurang puas,Pak. Jadi biar sama-sama puas kita bertiga saja. Bapak gak boleh protes," jawab Mumun.
"Mun, jangan, Mun!" larang Paimin.
Paimin tentu takut jika istrinya tahu dia main sama Mumun. Walaupun dia tergoda oleh tubuh sexy Mumun.
"Gak ada yang boleh nolak," kata Mumun.
Mumun langsung beraksi di depan Paimin. Sementara Paimin terdiam seperti patung.
"Sini," kata Mumun mengajak Paimin ke atas ranjang.
Paimin benar-benar tergoda tapi dia masih takut untuk melakukannya.
"Min, kalau mau silahkan!" ucap Mumun.
Paimin melihat ke Alex, Alex mengangguk. Sehingga Paimin melakukan apa yang Mumun suruh.
Mereka bertiga berada dalam satu ranjang.
***
Putri menelfon Jeslyn, dia meminta Jeslyn bertemu dengan dia. Jeslyn tentu saja mau dengan ajakan Putri.
"Mau kemana?" tanya Helena.
"Mau ketemu teman kampus, Ma," jawab Jeslyn.
"Yakin, awas kamu ketemu Edwin," kata Helena.
"Gak, Ma. Ini mau ketemu teman kampus," kata Jeslyn.
Jeslyn menemui Putri di restoran.
"Put, ada apa?" tanya Jeslyn.
"Jes, Edwin sangat sayang sama kamu. Dia gak mau kalau pernikahan kalian batal. Dia frustasi, Jes." Putri bersikap sok baik pada Jeslyn. "Aku takut dia nekat bunuh diri karena gagal menikah," kata Putri.
"Tapi, Put. Orang tuaku gak ngizinin aku ketemu dia," kata Jeslyn. "Aku juga berat ninggalin dia," kata Jeslyn.
Tiba-tiba ponsel Putri berdering, nama Edwin di layar.
"Halo, Win ada apa?" tanya Putri.
"Put, aku mau mati aja," jawab Edwin.
"Louspeker," kata Jeslyn.
Putri menuruti Jeslyn, panggilan Edwin di louspeker.
"Jangan mati, Win. Jeslyn sayang sama kamu," kata Putri.
"Gak Put, aku mau bunuh diri aja," kata Edwin.
"Edwin, ini aku Jeslyn. Kamu jangan lakukan itu," kata Jeslyn.
"Kalau gitu temui aku di kos," kata Edwin.
__ADS_1
"Iya aku akan ke sana sama Putri," kata Jeslyn.
Jeslyn panik, dia langsung mengajak Putri ke kos Edwin. Mereka sampai di kos Edwin, Edwin yang tahu Jeslyn datang langsung pura-pura mau bunuh diri.
"Aku mau mati saja kalau Jeslyn gak nikah sama aku," kata Edwin. Edwin pura-pura akan memotong nadinya dengan pisau.
Jeslyn yang baru saja datang panik melihat Edwin bunuh diri.
"Edwin jangan lakukan itu," kata Jeslyn. "Berikan pisaunya sama aku, kita akan tetap menikah," kata Jeslyn.
Edwin memberikan pisaunya pada Jeslyn. Pisau itu Jeslyn letakkan di meja.
"Jangan sakiti dirimu, aku sayang sama kamu. Aku akan lakukan apapun biar lita bisa menikah," kata Jeslyn.
Jeslyn memeluk Edwin hingga Edwin merasa tenang. Jeslyn meminta Edwin untuk istirahat.
"Jes, minum dulu gih," kata Putri menyodorkan air jus pada Jeslyn. "Kamu sabar ya, semua pasti ada solusinya," sambung Putri.
Jeslyn meminum jus dari Putri. Dia tiba-tiba merasa pusing dan tak sadarkan diri.
Edwin yang melihat Jeslyn tak sadarkan diri langsung saja membawa Jeslyn ke kamarnya.
"Put, terima kasih ya udah bantu aku," kata Edwin.
"Kalah udah selesai kamu hubungi aku," kata Putri.
Putri pergi dari kos Edwin. Sementara Jeslyn ditinggal bersama Edwin.
Edwin tak mau tinggal diam, dia langsung melakukan aksinya lagi. Kali ini Edwin tak hanya sekali melakukannya tapi dua kali.
***
Di rumah Alex, Paimin tengah melakukannya bersama Mumun. Mumun merasa terpuaskan dengan adanya Paimin.
Tangan Mumun masih terus memainkan milik Alex.
Paimin berharap godaan besar ini tidak diketahui istrinya. Apalagi Mumun dan istrinya berhubungan baik.
Mereka kembali dengan adegan panas tersebut. Mumun terbantu dengan adanya Paimin.
Akhirnya mereka mencapai ******* bersamaan. Tubuh Paimin lemas, dia tiduran di samping Mumun.
"Terima kasih, Min. Aku harap istrimu tak akan tahu," kata Mumun. Mumun memakai bajunya dan membantu Alex memakai bajunya.
Sementara Paimin sudah selesai memakai baju dan keluar kamar duluan.
***
Jeslyn terbangun, dia merasakan sakit diantara pahanya.
"Edwin...," kata Jeslyn kaget karena dia telanjang di kamar Edwin.
Sementara Edwin tertidur pulas, Jeslyn segera memakai pakaiannya.
Dia keluar dari kamar Edwin dan mencari Putri. Ternyata Putri tertidur si sofa.
Jeslyn melihat ada dua gelas jus, itu tandanya Putri juga minum jus yang sama dengan Jeslyn.
"Put, bangun," kata Jeslyn menggoyangkan tubuh Putri. Tetapi Putri tak bergeming. "Put..bangun! Ayo kita balik!" ajak Jeslyn.
Edwin ternyata sudah bangun,"mau kamana, Jes?" tanya Edwin.
__ADS_1
"Aku mau pulang, kamu masukkan apa ke minuman aku dan Putri?" taya Jeslyn.
"Gak masukin apa-apa. Malah kamu yang tiba-tiba masuk ke kamarku dan mengajak kita melakukannya," kata Edwin sengaja memutar balikkan fakta.
"Tidak mungkin," kata Jeslyn.
Putri bangun, dia terkejut karena tertidur di sofa.
"Apa yang terjadi?" tanya Putri.
"Put, ayo pulang!" ajak Jeslyn.
Putri lalu pulang bersama Jeslyn, Putri tidak mengantuk Jeslyn sampai rumah karena Jeslyn takut Helena tahu.
"Jes, apa yang dilakukan Edwin?" tanya Putri sok tak tahu padahal semua sudah dia dan Edwin rencanakan.
"Edwin meniduriku, Put. Dia sepertinya memasukkan obat ke minuman kita," jawab Jeslyn. "Aku taku hamil, Put," kata Jeslyn.
"Pernikahan kalian harus tetap berjalan, Jes. Jangan sampai kamu nanti hamil tanpa suami," kata Putri.
"Iya, Put," kata Jeslyn. "Aku pulang ya. Kamu hati-hati," kata Jeslyn lalu berjalan menuju rumahnya.
Edwin dan Putri senang rencana mereka berjalan lancar.
***
Sore itu Mumun tengah menyapu di halaman belakang. Paimin sedang di minat Alex membersihkan rumput di halaman belakang.
Mumun memakai kaos ketat dengan belahan dada rendah serta rok mini jika dia ******** sedikit saja maka akan terlihat.
"Godaan lagi," kata Paimin.
Dua gundukan kembar milik Mumun yang besar dan ****** sangat menggoda Paimin.
"Min, ngapain lihat-lihat? Mau ?" tanya Mumun pelan agar Alex tak dengar.
"Iya mau kalau dikasih gratis," jawab Paimin.
"Sini," panggil Mumun.
Paimin langsung mencuci tangannya dan mendekati Mumun. Mereka duduk di lantai, Mumun langsung mengeluarkan dua gundukan kembar itu. Tanpa aba-aba Paimin langsung saja nyosor.
Mumun merasa keenakan, dia mencari pusaka Paimin lalu di mainkannya.
Mumun langsung saja meminta Paimin berbaring di lantai. Mumun ******** pusaka Paimin hingga Paimin merem melek.
Suasana baru dengan bermain di luar ruangan membuat sensasi yang berbeda.
"Mumun...Mumun...kamu dimana? Lihat Mas Paimin gak?" tanya Istri Paimin yang bingung melihat keadaan rumah sepi.
Istri Paimin mencari Paimin karena tak kunjung pulang padahal biasanya jam segitu dia sudah pulang.
Mumun dan Paimin segera mengakhiri permainan padahal sedang enak-enaknya. Mereka segera merapikan baju mereka dan pura-pura dengan aktivitas mereka sendiri.
"Kalian di sini toh," kata Istri Paimin.
"Iya ini lagi nyapu," kata Mumun.
"Mun, itu di bibir kamu ada apanya?" tanya istri Paimin sambil mengambil sesuatu di dekat bibir Mumun.
Mumun terkejut karena istri Paimin menemukan bulu pusaka Paimin di dekat bibir Mumun.
__ADS_1
"Ini kan bulu...," kata Istri Paimin sambil menatap Mumun penuh tanya. "Punya siapa ini, Mun?" tanya Istri Paimin curiga.