Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Kecurigaan Terbukti


__ADS_3

Edwin dan Jeslyn sudah keluar dari halaman rumah Kumala. Orang suruh Bara mengikuti Edwin hingga ke rumah Jeslyn.


Setelah mengantar Jeslyn, Edwin pulang ke rumah Alex.


"Dari mana kamu? Jam segini baru pulang?" tanya Alex.


"Bukan urusan kamu," jawab Edwin. "Masuk sana! Angin malam gak baik buat orang sakit," kata Edwin.


Alex sangat menyayangi Edwin, meskipun kadang anak itu cuek tapi dia masih peduli dengan Alex.


"Pasti udah punya pacar pantas pulang malam," kata Alex.


"Kenapa emangnya?" tanya Edwin.


"Gak dikenalkan sama Om," kata Alex.


"Gak perlu, yang ada dia kabur aku punya Om cacat," kata Edwin lalu masuk ke dalam kamar.


Sementara itu, Orang suruhan Bara memberikan laporan pada Bara.


Saat Bara bangun dan mengecek pesan orang suruhannya dia terkejut.


"Apa hubungan Edwin dengan Alex?" tanya Bara. "Apa Edwin adalah mata-mata Alex untuk keluargaku?" tanya Bara.


"Ada apa, Ma?" tanya Mona ikut bangun. "Aku dengar kamu nyebut nama Alex," kata Mona.


"Oh gak apa-apa. Ayo tidur lagi!" ajak Bara.


Bara semakin curiga pada Edwin. Dia tidak akan membiarkan Edwin masuk ke dalam keluarganya jika terbukti dia ada kaitannya dengan Alex.


***


Paginya seperti biasa Edwin kerja dengan Mona. Saat sarapan, Mona mengajak Edwin untuk makan bersama.


"Sayang, kamu hati-hati ya! Jaga diri baik-baik," kata Bara sebelum berangkat.


"Kenapa gitu? Kan ada Edwin, Mas," kata Mona.


"Ya hati-hati saja, kita tidak boleh percaya dengan sembarangan orang," kata Bara.


"Mas, jangan gitu. Gak enak sama Edwin," kata Mona.


Bara lalu pamit bekerja sebenarnya dia takut Edwin melukai Mona. Namun, jika dia terlalu menekan Mona pasti Mona marah.


***


Mona tengah pergi bersama Edwin ke tempat Yoga. Edwin menunggu Mona di depan tempat Yona.


Sementara itu, Bara mendatangi rumah Alex. Dia ingin membuktikan semuanya.


Tok tok tok


Alex membuka pintu, dia terkejut melihat Bara datang.

__ADS_1


"Apa kabar, Pa?" tanya Bara.


"Alhamdulillah baik," jawab Alex. "Silahkan masuk!" perintah Alex.


Bara masuk dan melihat sekeliling tidak ada yang mencurigakan.


"Loh dimana Pak Jalal, Pa?" tanya Bara.


"Jalal sedang keluar, dia ada keperluan," jawab Alex. "Ada apa kamu ke sini? Bukannya kamu tidak ingin kita ada hubungan lagi?" tanya Alex penasaran.


Bara mengambil ponselnya, "Apa papa kenal pria ini?" tanya Bara menunjukan foto Edwin bersama dengan Jeslyn.


Alex terkejut melihat foto tersebut. Setahu dia, Edwin tidak kenal dengan Jeslyn.


"Ada hubungan apa papa dengan Edwin?" tanya Bara. "Bukannya dalam perjanjian sudah tertera bahwa papa tidak boleh mengganggu keluargaku?" tanya Bara.


"Saya tidak kenal dia," kilah Alex.


"Papa yakin?" tanya Bara. "Karena jika dia terbukti adalah mata-mata papa maka aku akan memutus pembagian hasil perusahaan pada papa," ancam Bara.


"Pikirkan baik-baik," kata Bara. "Ingatkan anak ini untuk tidak dekat dengan adikku," kata Bara.


Bara lalu pergi dari rumah Alex. Bara yakin Alex tahu sesuatu soal Edwin hanya saja dia sengaja menutupi semua.


***


Alex langsung menelfon Edwin dan memintanya untuk pulang. Namun, Edwin cuek saja.


Sampai di rumah Edwin langsung ditampar oleh Alex.


"Apa maksud kamu mendekati Jeslyn adiknya Mona?" tanya Alex.


"Jeslyn siapa? Aku gak kenal," sanggah Edwin.


"Jangan bohong! Tadi Bara kemari. Dia menanyakan soal kamu," kata Alex.


Edwin terkejut,"Apa yang kamu katakan soal aku?" tanya Edwin ketakutan.


"Aku bilang tidak kenal dengan kamu," jawab Alex.


"Bagus kalau begitu," kata Edwin.


"Jadi benar kamu mendekati adiknya Mona? Apa tujuanmu?" tanya Alex.


"Aku ingin menjadi menantu Helena," jawab Edwin.


"Jangan cari masalah!" larang Alex. " Apa kamu tak lihat apa yang dilakukan Mona padaku? Aku gak mau kamu mengalami hal yang sama," kata Alex.


"Kamu saja yang bodoh mudah percaya dengan perempuan," bantah Edwin.


"Pokoknya aku gak setuju. Kita sudah enak dapat jatah bagi hasil dari Bara tapi kamu malah berulah. Kalau sampai Bara punya bukti lain kamu dan aku adalah saudara dia akan menghentikan bagi hasil yang dia berikan tiap bulan. Itu artinya kita tidak punya penghasilan lagi," kata Alex. "Mau makan dengan apa kita?" tanya Alex.


"Oh jadi kamu takut miskin. Aku gak masalah. Aku akan tetap melakukan rencanaku. Jangan sampai kamu mengaku pada Bara kalau kita saudara. Karena hanya kamu yang tahu kita saudara," kata Edwin. "Aku akan tinggalkan rumah ini dan anggap kamu bukan siapa-siapaku lagi. Tapi ingat jangan buka suara pada siapapun soal aku! Anggap saja kita tidak saling kenal," kata Edwin.

__ADS_1


Sore itu juga Edwin keluar dari rumah Alex. Di sudah tak peduli dengan keadaan Alex lagi.


Ditinggalkannya ATM dan buku tabungan milik Alex setelah semua isinya dia pindakan ke rekening pribadinya. Kini Alex tinggal sendirian.


***


Bara selalu pulang awal, dia merasa lega saat melihat Mona baik-baik saja. Semoga saja ancaman Bara pada Alex bisa membuat Edwin berhenti mendekati keluarganya.


"Sayang, udah pulang?" tanya Mona bangun dari tempat tidur.


"Bagaimana tadi Yoganya?" tanya Bara.


"Alhamdulillah lancar," jawab Mona.


"Oh ya sayang, bagaimana kalau aku carikan kamu supir baru?" tanya Bara.


"Loh kenapa dengan Edwin?" tanya Mona.


"Bukannya Edwin akan menikah dengan Jeslyn. Masa iya dia masih jadi supir kamu?" tanya Bara.


Itu hanya alasan Bara saja agar bisa menjauhkan Mona dari Edwin. Dia takut Mona akan curiga jika alasan lain.


"Iya juga sih, tapi mereka kan belum menentukan tanggal pernikahan," jawab Mona. "Sebelum Edwin menikah dengan Jeslyn, biarkan saja dia kerja di sini dulu. Kasihan kalau kita pecat nanti dia nganggur," kata Mona.


Bara hanya bisa mengalah, dia berharao Edwin tidak nekat. Bara harus selalu waspada.


***


Esoknya Edwin datang seperti biasa ke rumah Mona. Dia bersikap seolah tidak tahu apa-apa.


"Edwin kapan kamu resmikan hubungan kamu dengan Jeslyn?" tanya Mona.


"Saya sih belum punya keputusan, Bu. Lagi pula kami tidak ingin buru-buru," jawab Edwin.


"Menikah itu satu kali untuk selamanya. Memang ada baiknya dipikirkan matang-matang," sahur Bara.


"Iya, Pak. Lagi pula saya minder kalau nikah dengan Jeslyn, saya kan udah gak punya orang tua," kata Edwin.


"Jeslyn cerita katanya Om dan Tante kamu udah setuju. Kenapa tidak kamu lamar saja Jeslyn? Jangan terlalu menunggu lama," kata Mona.


Bara heran yang menikah Jeslyn dan Edwin tapi malah Mona yang ngebet pengen mereka segera menikah.


"Jangan desak Edwin! Mungkin Edwin juga belum siap secara ekonomi. Nikah itu kan juga perlu biaya," kata Bara.


"Benar kata Pak Bara, Bu. Andaikan saya pengusaha seperti Pak Bara pasti akan langsung aku lamar Jeslyn tanpa nunggu lama," kata Edwin.


"Aku harap kamu gak akan mengecewakan Mona yang udah mendukung hubungan kalian," sindir Bara.


"Jangan curiga melulu, Mas!" tegur Mona.


"Bukan curiga tapi aku hanya waspada. sekarang serigala bisa menyamar jadi kucing," kata Bara.


Dalam hati Edwin kesal dengan ucapan Bara. Namun, dia masih bisa menahan emosinya demi kelancaran rencananya.

__ADS_1


__ADS_2