Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Menjodohkan Jeslyn


__ADS_3

Jika Kumala dan Santo sudah mengaku maka Edwin tak bisa berbuat sesuatu. Dia tak mau kalau sampai dia juga masuk penjara.


Sementara itu Helena dan suaminya tengah merencanakan sesuatu. Dia akan menjodohkan Jeslyn.


"Mona, mama dan papa akan menjodohkan Jeslyn. Mama sudah punya calonnya," kata Helena.


"Ma, apa tidak terlalu cepat? Apa kata orang nanti?" tanya Mona.


"Tidak, Mona. Jeslyn harus segera dinikahkan sebelum dia hamil," jawab Helena.


"Terserah mama saja,jangan sampai kalian malah nyakitin Jeslyn lagi," kata Mona.


Mona sudah di perbolehkan pulang. Namun, dia harus tetap istirahat.


***


Siang itu seorang pria sudah berada di rumah Jeslyn bersama Helena dan suaminya. Jeslyn yang melihat siapa yang bersama kedua orang tuanyapun kaget.


"Firza, kapan kamu pulang?" tanya Jeslyn.


Firza baru sebulan pulang dari amerika.


"Baru sebulan," jawab Firza. Helena sudah menceritakan semua pada Firza perihal Edwin dan Jeslyn. Helena berharap dengan kedatangan Firza akan menjadi obat untuk Jeslyn.


Jeslyn dan Firza mereka biarkan mengobrol berdua. Firza merupakan teman sekolah Jeslyn. Orang tua Firza sudah lama meninggal jauh sebelum dia ke amerika.


Dulu Firza dan Jeslyn pernah saling mencintai. Makanya Helena berniat menjodohkan mereka.


Benar saja kedatangan Firza membuat Jeslyn kembali cerai. Firza juga membantu Jeslyn untuk menyelesaikan skripsinya.


***


Satu minggu berlalu, hubungan mereka semakin dekat. Itu membuat Helana dan suaminya senang.


"Jes, perasaan aku ke kamu masih sama seperti dulu. Bagaimana dengan kamu?" tanya Firza.


"Maaf Firza," jawab Jeslyn. "Aku tidak seperti dulu lagi," kata Jeslyn.


Jeslyn tak mungkin menceritakan bahwa dirinya sudah tal suci lagi. Dia memilih diam dan hanya menganggap Firza teman.


"Jes, Nak Firza ini baik. Kurang apa lagi sih dia. Kamu juga udah kenal dia sejak dulu bahkan mama tahu kalian dulu saling suka," kata Helena.


"Itu dulu, Ma. Sekarang beda," kata Jeslyn.


"Gak ada yang beda,nyatanya Nak Firza masih cinta sama kamu," kata Helena.


Jeslyn akhirnya sadar bahwa kedatangan Firza merupakan campur tangan orang tuanya. Jeslyn tahu kalau orang tuanya ingin menjodohkan dia dengan Firza. Tetapi Jeslyn masih belum bisa melupakan Edwin. Dia juga merasa tidak pantas untuk Firza.


"Mama harap kalian bisa bersatu," kata Helena.

__ADS_1


***


Mona jarang sekali ke rumah Helena, tapi dia selalu dapat info dari Helena soal Jeslyn san Firza.


Mona berharap Firza mau terima Jeslyn.


"Sayang, ini susunya," kata Bara meletakkan susu di atas meja.


Mona meminum susu itu hingga habis. Dia terlihat bahagia sekali.


"Mas, kira-kira Firza bakal tahu gak ya kalau Jeslyn pernah melakukan itu?" tanya Mona.


"Kalau mereka nikah ya bakal tahu lah, Sayang. Pasti Firza bertanya kenapa kok Jeslyn gak mengeluarkan darah saat malam pertama," jawab Bara.


"Benar juga sih, lalu gimana ya?" tanya Mona.


"Seharusnya Jeslyn jujur saja sama Firza. Entah Firza terima Jeslyn lagi atau tidak itu masalah nanti. Dari pada udah nikah dan Firza kecewa," jawab Bara.


"Mana berani Jeslyn ngomong jujur, Mas. Dia pasti takut Firza jauhin dia. Mama dan papa juga pasti gak bakal kasih izin Jeslyn buat jujur," kata Mona.


"Udahlah jangan dipikirin," kata Bara. "Pikirin tuh si dedek yang di dalam perut udah ngantuk," kata Bara.


Bara mengajak Mona tidur. Bara memeluk Mona dengan posisi tidur.


***


"Jeslyn, mama mohon buka hatimu untuk Firza. Mama yakin Firza pria yang baik. Obat move on adalah dengan membuka hati kita untuk orang lain," kata Helena.


"Kamu sabar, mama akan cari solusinya," jawab Helana.


Jeslyn diantar Firza ke kampus, Putri yang melihat hal itu langsung saja memotret mereka dan mengirimkan ke Edwin.


"Mantan tunangan kamu udah bawa gebetan baru," pesan Putri.


Melihat foto yang dikirim Putri, Edwin langsung marah. Dia gak menyangka Jeslyn bisa berpaling darinya.


Edwin menemui Jeslyn di kampus saat jam kampus usai.


"Jeslyn, kenapa kamu jauhi aku?" tanya Edwin. "Aku sudah tahu orang tua kamu jodohin kamu, kan?" tanya Edwin.


"Edwin, sudah jangan ganggu aku," jawab Jeslyn.


"Ingat Jeslyn kamu gak akan lepas dariku karena aku sudah menanam benih di rahim kamu," kata Edwin.


Jeslyn melihat Firza datang. dia segera menjauh dari Edwin dan mendekati Firza agar tak bertemu Edwin.


"Oh jadi ini ya, cowok yang dijodohkan sama kamu," kata Edwin.


"Siapa kamu?" tanya Firza.

__ADS_1


"Kenalkan, aku Edwin. Mantan tunangan Jeslyn," jawab Edwin. "Kalian gak akan bersama, aku akan tetap mengganggu kalian," kata Edwin.


Jeslyn segera mengajak Firza pergi. dia tak mau melihat Firza dan Edwin bertengkar di kampus.


***


"Kenapa mantan tunangan kamu marah sekali?" tanya Firza. "Sepertinya dia masih suka sama kamu," kata Firza.


"Lupakan saja," kata Jeslyn.


"Jes, aku gak akan biarkan dia merusak hubungan kita. Aku tahu dia pria yang gak pantas buat kamu," kata Firza.


"Terima kasih, Za," ucap Jeslyn.


Sebenarnya Firza penasaran dengan hubungan Edwin dan Jeslyn dulu. Tapi dua memilih diam karena tak ingin membuka luka di hati Jeslyn lagi.


"Cari makan, yuk!" ajak Firza.


"Ayo, aku juga lapar nih!" ajak Jeslyn.


Mereka mampir makan di restoran. Di sana mereka malah bertemu Bara dan Mona. Akhirnya mereka makan bersama dalam satu meja.


"Aku masih ingat waktu kalian dulu bestrit," kata Mona.


"Iyalah, kan Kak Mona yang bantu kami bisa ketemu," kata Firza.


"Mama udah cerita soal aku, kan? Jadi kamu gak kaget waktu lihat wajahku berubah?" tanya Mona.


"Iya, tadi Jeslyn yang cerita waktu lihat kakak," jawab Firza. "udah hamil berapa bulan, Kak?" tanya Firza.


"Udah enam bulan," jawab Mona.


"Semoga lancar sampai persalinan," kata Firza.


Mereka lalu makan dengan sesekali mengobrol.


Mona melihat aneh pada Jeslyn karena Jeslyn makan dengan sangat lahap. Bahkan porsi makannya tidak seperti biasanya.


"Kenapa Jeslyn seperti itu?" batin Mona.


Sementara yang lain masih asyik makan sambil ngobrol ngalor ngidul. Bara dan Firza cepat akrab berbeda saat dengan Edwin. Apalagi Firza orang yang ramah dan mudah diajak bercanda tidak terlalu serius.


Selesai makan, Jeslyn ke toilet. Mona segera menyusul Jeslyn.


"Dek, kamu kenapa?" tanya Mona.


"Apa maksud kakak? Aku gak kenapa-napa," jawab Jeslyn.


"Yakin? Kenapa makanmu banyak sekali tadi?" tanya Mona heran.

__ADS_1


"Oh itu aku tadi lapar banget jadi makannya gak terkendali," jawab Jeslyn.


Tapi Mona masih tidak percaya. Mona takut kalau Jeslyn hamil. Tapi Mona bersikap biasa aja takutnya Jeslyn tersinggung.


__ADS_2