
Papa Jeslyn duduk di dekat Helena, sehingga membuat Helena semakin malu dan canggung.
Dalam hati dia kesal pada anak-anaknya mereka bilang tak akan ada papanya tapi ternyata papanya juga datang.
"Papa ngapain ke sini?" tanya Edwin memecahkan kesunyian.
"Tadi aku nelfon kamu tapi gak kamu angkat. Aku kira kamu cuti terjadi sesuatu dengan Jeslyn makanya aku datang ke sini," jawab Papa Jeslyn. "Ternyata malah ada acara dan aku tidak di libatkan," sambung Papa Jeslyn.
"Maaf, Pa. Sebenarnya ini rencana Jeslyn agar Kak Mona bisa ketemu mama," kata Jeslyn.
Mereka mengobrol, Jeslyn tahu ada rasa canggung dalam hati Helena setelah ada mantan suaminya.
"Bagaimana kabarmu, Helena?" tanya Papa Jeslyn.
"Baik," jawab Jeslyn. "Kamu sendiri bagaimana?" tanya Helena dengan kepala menunduk.
"Ya beginilah keadaanku," jawab Papa Jeslyn.
Edwin memberi minuman untuk papa mertuanya agar suasana tidak terlalu tegang. Dia juga membaur lelucon sehingga ketegangan antara Helena dan Papa Jeslyn tak terlihat lagi.
Jeslyn dan Mona tersenyum saat bisa berkumpul bersama kedua orang tuanya. Meskipun tidak lagi dalam satu keluarga.
**
Marino sudah mendapatkan dana yang dia inginkan. Dia akan mengajak Sarah untuk berbelanja. Sebenarnya Sarah tidak tahu dari mana uang yang Marino dapat, setahu dia itu uang bagi hasil dari laba perusahaan tiap bulan.
"Sayang aku ingin liburan," kata Sarah.
"Boleh saja, tapi jangan hari ini kita pergi. Bara sedang tak ada di kantor," kata Marino.
Marino membelikan apa saja yang Sarah mau. Tas mahal, perhiasan dan juga sepatu. Semua yang Sarah beli barang mahal semua. Sejak dia dekat dengan Marino, gaya hidupnya berubah drastis. Dia yang dulu sederhana sekarang menjadi bak wanita sosialita.
"Sayang, terimakasih sudah membuat aku bahagia," kata Sarah.
"Sama-sama sudah kewajibanku untuk membahagiakan istriku," ucap Marino.
Tiba-tiba Marino melihat seseorang yang dia kenal berada di tempat yang sama dengan Marino.
Marino meninggalkan Sarah yang sedang mencoba baju. Jadi Marino melihat Khadijah sekarang diri.
"Khadijah," panggil Marino.
"Pak Marino, bapak dengan siapa?" tanya Khadijah menoleh ke kanan kiri tapi gak ada siapapun.
"Aku sendiri," jawab Marino. "Kamu sendiri dengan siapa?" tanya Marino.
"Aku diantar supirnya Mas Umar," jawab Khadijah. "Aku duluan ya, Pak," kata Khadijah.
Marino senang saat melihat Khadijah, dia terlihat lebih cantik dari Khadijah yang dulu.
"Mas, ngapain kamu di sini?" tanya Sarah.
__ADS_1
Marino terkejut dengan kehadiran Sarah, beruntung Khadijah sudah pergi. Jadi Marino tidak ketahuan kalau mengikuti Khadijah.
"Oh tadi mau ke toilet," jawab Marino bohong.
"Waktunya bayar, Mas," kata Sarah.
Setelah membayar belanjaan Sarah, mereka makan. Dan lagi-lagi Marino melihat Khadijah dengan seorang laki-laki.
"Mas, kamu lihat apa sih?" tanya Sarah.
"Oh gak, kamu pesan aja makanannya," jawab Marino.
Saat Marino melihat Khadijah ke toilet, dia segera izin ke Sarah untuk ke toilet tentu saja untuk menemui Khadijah.
"Khadijah, bisa aku minta alamat kamu?" tanya Marino.
"Maaf, Pak. Saya gak bisa," jawab Khadijah.
"Kalau nomor ponsel kamu boleh gak?" tanya Marino.
Khadijah tak menjawab ada panggilan di ponselnya sehingga Khadijah menjauhi Marino. Ternyata panggilan dari Umar, setelah menerima panggilan Khadijah langsung pergi.
**
Sarah kesal karena Marino lama di toilet sementara dia belum memesan makanan. Akhirnya Sarah memesankan makanan untuk Marino.
"Kok kamu pesan banyak makanan," kata Marino saat melihat makanan yang datang banyak sekali.
Mereka makan bersama, karena lapar Sarah hampir memakan semua makanan yang dia pesan. Marino sempat geleng kepala melihat kelakuan Sarah.
"Dasar wanita kampung, baru lihat makanan enak aja matanya ijo," batin Marino.
**
Selesai dari acara di rumah Jeslyn, Helena di antar pulang Papanya Jeslyn. Sebenarnya dia sempat menolak tapi Jeslyn meminta agar Helena mau.
"Terimakasih, Mas," ucap Helena.
"Sama-sama," kata Papa Jeslyn.
Helena tidak pulang ke rumahnya melainkan ke toko. Dia tak mau kalau sampai tokonya tutup jadi dia datang siangan.
Setelah Papa Jeslyn pergi, Helena merasa lega. Sebab sejak tadi dia gugup dan malu tak karuan.
Helena membuka toko, walaupun sudah siang setidaknya ada satu dua orang yang beli.
**
"Mas, ku lihat kamu sering bengong sejak di mall tadi. Emang ada apa?" tanya Sarah.
"Tidak ada apa-apa kamu istirahat saja," jawab Marino.
__ADS_1
Di saat Sarah sudah terlelap, Marino mencaritahu info soal Khadijah. Dia ingin tahu alamat dan nomor ponsel Khadijah. Marino tak peduli lagi kalaupun Khadijah merupakan istri orang.
"Aku harus mendapatkan hati Khadijah," kata Marino.
Marino masih asyik dengan media sosialnya hingga dia tak menyadari Sarah bangun dan mendekati dia.
"Mas, kok belum tidur," kata Sarah.
"Ni mau tidur. Ayo kita tidur!" ajak Marino sambil menggandeng Sarah.
Sarah merasa aneh dengan Marino. Tetapi dia tak mau berburuk sangka pada suaminya. Baginya yang penting apapun yang dia mau dipenuhi oleh Marino.
**
Khadijah melihat ada notifikasi di aplikasi biru miliknya. Ada pesan dari Marino, Khadijah mengabaikan pesan tersebut. Dia saade bahwa dia adalah istri orang, dia gak akan dekat dengan pria manapun sekalipun itu Marino. Pria yang pernah berlabuh di hatinya.
"Sayang, tugasnya sudah selesai? Kalau udah kita tidur saja," kata Umar.
Mereka lalu masuk ke kamar, Umar tak tahu jika Khadijah diganggu lagi oleh Marino. Jika dia tahu pasti dia tak akan tinggal diam.
**
Sarah bangun, ternyata Marino masih tidur pulas. Sarah melihat jam di ponsel Marino. Entah mengapa hati Sarah ingin sekali membuka ponsel Marino. Hingga akhirnya dia membuka ponsel Marino.
Sarah terkejut saat melihat galeri Marino penuh dengan foto seorang wanita berhijab. Dia tahu kalau foto itu di ambil saat Marino berada di kantor.
"Siapa wanita ini?" tanya Sarah.
Marino akan bangun, jadi ponsel milik Marino dia kembalikan ke tempat semula.
Sarah sangat penasaran dengan wanita yang ada di ponsel Marino. Dia akan menyelidiki wanita itu.
Sarah kembali datang ke rumah Mona. Mungkin Sarah bisa mendapatkan informasi dari Mona.
"Mona, apa di kantor Mas Marino ada yang kerja pakai hijab?" tanya Sarah.
"Gak ada, memang kenapa?" tanya Mona.
"Pernah gak, Mas Marino dekat dengan wanita berhijab?" tanya Sarah.
Mona langsung teringat dengan Khadijah.
"Iya, sekertaris Kak Marino yang dulu pakai hijab. Tapi dia udah nikah," jawab Mona.
"Siapa namanya?" tanya Sarah antusias.
"Namanya Khadijah," jawab Mona.
Sarah yakin jika wanita itu adalah mantan sekertaris Marino. Tapi untuk apa Marino menyimpan foto wanita itu terlalu banyak? Sarah semakin penasaran.
"Mereka dulu saling suka," kata Mona yang seketika membuat Sarah menganga.
__ADS_1