
Papa Jeslyn sudah tak mau lagi untuk mempertahankan Helena. Dia menggugat cerai Helena ke pengadilan agama. Bahkan dia sudah memblokir akses kartu kredit milik Helena.
Sementara itu Alex menghubungi Amelia. Dia mengatakan kalau akan mempertemukan Amelia dengan Angel. Amelia senang sekali namun dia takut ketahuan Marino. Alex menjamin Amelia jadi Amelia merasa tenang.
"Alex, kamu menghubungi Amelia,'' kata Liana.
"Ya, kasihan. Aku lihat tadi dia mengintip ke rumah Marino terus," kata Alex.
"Aku juga sering melihat Amelia, tapi aku tak berani untuk mendekatkan Non Angel," kata Liana.
"Ya sudah yang penting kamu bantu aku," kata Alex.
Tidak berapa lama, Amelia datang. Dia membawakan banyak baju dan makanan untuk bayi. Angel memang sudah suka nyemil jadi dia bawakan camilan bayi.
"Bi Liana, Terima kasih udah bantu saya," kata Amelia sambil menggendong Angel.
"Sama-sama, semua rencana Alex. Aku hanya mengikuti saja," ucap Amelia.
Seharian Amelia menemani Angel, bahkan Amelia menginap di rumah Alex. Malam itu Marino menelfon Alex, dia ingin mengecek keberadaan Angel.
Alex meminta Amelia untuk sembunyi agar tak ketahuan oleh Marino.
Malam itu Amelia manfaatkan sebaik mungkin. Karena dia tak akan bisa bertemu dengan Angel lagi. Amelia ternyata sedang sakit, dan dia sedang menjalani pengobatan.
"Obat apa ini?" tanya Liana saat melihat Amelia minum obat sebelum tidur.
"Aku sakit, Bi. Mungkin usiaku tak akan lama lagi," jawab Amelia. "Makanya aku gunakan waktu malam ini sebaik mungkin untuk bersama Angel. Bi Liana jangan bilang siapapun termasuk Papa Alex," kata Amelia.
Walaupun dulu Amelia jahat tapi Liana tetap merasa kasihan padanya. Di saat dia sakit tak ada saudara yang menemani dia.
Selesai minum obat, Amelia tidur bersama Angel. Sementara Liana tidur di ruang tamu.
**
Helena terkejut bukan main saat tahu kartu kreditnya di blokir. Dia yang akan membayar belanjaan terpaksa tidak jadi belanja.
"Kalau gak punya uang jangan belanja, Bu," tegur karyawan.
"Eh aku bukannya gak punya uang, tapi kartu kreditku diblokir," bantah Helena.
"Sayang, kamu bikin aku malu," kata Sultan.
"Tenang saja, aku akan minta uang sama suamiku," kata Helena.
__ADS_1
Sepulang dari mall, Helena ke rumah. Dia terkejut saat semua barang-barangnya sudah tertata rapi di dalam koper.
"Kamu tak ingin mempertahankan pernikahan kita, kan. Aku sudah menggugat cerai kamu. Jadi sekarang kamu pergi dari rumahku," kata Papa Jeslyn.
"Aku minta harta gono-gini," kata Helena.
"Ya nanti saat sidang di pengadilan. Tenang saja, aku gak akan licik sama kamu," kata Papa Jeslyn. "Tapi kamu harus ingat, semua yang kita punya adalah jerih payahku sendiri. Jadi bagian kamu paling hanya seperempat saja," sambung Papa Jeslyn.
Jeslyn yang tahu kedua orang tuanya akan bercerai merasa kasihan pada sang papa. Demi menjaga kebahagiaan Jeslyn, Papa Jeslyn rela mempertaruhkan rumah tangganya.
"Pa, Memaafkan Jeslyn. Kasihan mama kalau kalian bercerai," kata Jeslyn saat papanya datang ke rumah.
"Mau bagaimana lagi, mama kamu sudah setuju," kata Papa Jeslyn. "Dan jalan ini yang dia harapkan," sambung Papa Jeslyn.
Jeslyn memeluk sang papa. Jika Helena tak mau baikan percuma saja Jeslyn membujuk sang papa.
**
Saat Angel akan kembali ke rumah Marino, Amelia memeluk erat Angel. Air matanya seketika luruh begitu saja.
"Maafkan mama, Nak. Semoga kelak kamu jadi anak yang sukses dan Solehah," ucap Amelia.
Dia dengan berat menyerahkan Angel ke Liana. Mereka berangkat ke rumah Marino. Amelia melihat Angel dari kejauhan.
"Amelia sepertinya sayang sekali dengan Angel," kata Alex.
Sementara itu, Marino mendatangi rumah Sarah. Dia ingin mendekatkan diri pada Sarah.
"Siapa ya?" tanya Sarah. Dia baru bertemu dengan Marino satu kali saat di rumah Mona, jadi dia tak mengenali Marino.
"Saya Marino, anaknya Alex," jawab Marino.
"Maaf ada apa ya?'' tanya Sarah.
Mereka lalu bicara di dalam rumah Sarah. Sarah merasa nyambung saat berbicara dengan Marino. Tiba-tiba ada rasa nyaman di hati Sarah.
**
Alex sampai lupa kalau dia masih menunggu jawaban dari Sarah. Hingga siang itu dia mendatangi Sarah. Namun, Sarah tak ada di rumah. Kata tetangganya Sarah pergi dengan sekarang pria berjas.
"Min, siapa ya yang pergi sama Sarah?" tanya Alex.
"Mana aku tahu, Pak. Mungkin saudaranya," jawab Paimin.
__ADS_1
Alex menghubungi Sarah tetapi nomornya tidak aktif. Hingga membuat Alex merasa sedih sekali.
Sementara itu Sarah dan Marino terlihat mengobrol berdua di sebuah cafe. Bersama Sarah, Marino seperti melihat Khadijah, sayangnya Sarah tak berhijab.
Ada panggilan dari ponsel Marino, dilayar tertera nama Alex. Marino sengaja tak mau mengangkatnya apa lagi ada Sarah di dekatnya.
"Sarah, bagaimana hubungan kamu dengan papa?" tanya Marino.
"Sepertinya aku gak bisa meneruskan hubungan dengan papamu. Aku gak sanggup jika harus dihina orang karena punya suami lumpuh," jawab Sarah.
"Kalau memang kamu gak bisa, kamu bicarakan baik-baik dengan papa," kata Marino.
Sarah mengangguk, hingga malam itu saat Alex kembali ke rumah Sarah. Sarah memberikan jawaban untuk Alex.
"Maaf, Mas. Saya tidak bisa menerima kamu. Saya tidak sanggup," kata Sarah.
Harapan Alex untuk berumah tangga dengan Sarah kandas begitu saja. Namun, dia sadar tak akan ada yang mau menikah dengan pria lumpuh dan tak bisa on seperti dirinya.
"Baiklah, aku terima. Aku juga sadar diri karena aku memang tak pantas buatmu," kata Alex.
Lepas dari Alex, Sarah justru dekat dengan Marino. Mereka sering keluar bersama bahkan Ikbal pun mulai menerima Marino.
Alex berusaha melupakan Sarah, walaupun itu sangat sulit. Alex memutuskan untuk tidak menikah saja. Dia tak sanggup jika harus patah hati lagi.
**
Siang itu, Sarah, Ikbal dan Marino jalan-jalan. Mereka mengunjungi sebuah tempat wisata bertiga.
"Ikbal, bagaimana kamu suka?" tanya Marino.
"Iya Om aku suka," jawab Ikbal.
Mereka bertiga berkeliling di tempat wisata tesebut. Apa yang diinginkan Marino tercapai. Dia diam-diam sengaja mendekati Sarah tujuannya untuk mengambil hatinya karena Sarah hampir sama dengan Khadijah.
Selesai dari tempat wisata mereka mampir makan di salah satu restoran besar. Mereka terlihat kompak layaknya satu keluarga yang utuh.
Mereka memesan makanan, Marino beberapa kali memuji Sarah. Sehingga membuat Sarah tersipu malu.
"Marino, Sarah," panggil seseorang.
Mereka menoleh, wajah mereka sangat terkejut melihat siapa yang memanggil mereka. Sarah menunduk karena malu dan takut. Sementara Marino terdiam.
Orang itu mendekati Marino dan melayangkan sebuah tamparan.
__ADS_1
Plakk
Marino merasakan panas di pipinya. Namun, dia sadar akan kesalahannya karena mendekati Sarah