Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Derita Alex


__ADS_3

Alex sudah pulang dari rumah sakit, dia masih bisa menggerakkan tangannya. Hanya kaki yang sementara lumpuh.


Mona sengaja menukar obat yang diberikan oleh Dokter. Dia tidak mau jika Alex sembuh.


Rasa sakit hatinya semakin besar terhadap Alex.


"Mona, mana obatku?" tanya Alex. "Aku ingin segera sembuh," kata Alex.


"Ini obatnya, sayang," ucap Mona menyerahkan obat itu.


Amelia merasa prihatin karena Alex tidak bisa apa-apa. Apalagi sejak ada Mona semua yang menghandel adalah Mona.


"Mona, kenapa kamu tidak bawa papa berobat ke luar negeri?" tanya Amelia.


"Aku sudah mencari dokter terbaik, namun belum menemukannya. Apa kamu tahu Dokter terbaik yang bisa membantu kita?" tanya Mona.


"Mona, lalukan yang terbaik buat papa," kata Amelia. "Jangan sampai dia mati," kata Amelia.


"Amelia, kamu bicara apa sih. Dia gak akan mati," kata Mona. "Kamu kira orang mati itu mudah," ucap Mona kesal.


"Mona...Mona...," panggil Alex.


Mona masuk ke kamar Alex, "Ada apa, sayang?" tanya Mona.


"Tadi aku dengar Amelia bilang akh mau mati?" tanya Alex.


"Ya begitulah," jawab Mona.


"Usir saja dia dari sini!" perintah Alex.


"Kamu yakin? Dia lagi hamil tua, sebentar lagi mau melahirkan," kata Mona.


"Aku udah gak mau lagi menampung wanita itu lagi. Aku sudah tidak seperti dulu lagi," kata Alex.


Mona segera menuruti apa yang Alex mau.


"Amelia, kemari barang kamu sekarang! Mas Alex udah gak mau lihat kamu ada di sini," kata Mona.


Amelia ke kamar Alex, dia membujuk Alex agar tidak mengusirnya.


"Pa, jangan usir aku!" pinta Amelia.


"Kenapa? Aku udah gak butuh kamu lagi Amelia. Sudah ada Mona yang tulus merawat aku," kata Alex.


"Setidaknya izinkan aku di sini sampai bayiku lahir," nego Amelia.


"Bagaimana sayang? Bolehkah dia di sini sampai bayinya lahir?" tanya Alex.


"Boleh aja," jawab Mona. "Tapi setelah itu kamu harus pergi dari sini," kata Mona.


Amelia berterima kasih pada Mona. Dia kembali ke kamar. Amelia mencari cara agar dia bisa tetap tinggal di rumah ini.


Amelia ingat soal kejahatan Alex pada sonya. Bahkan dia punya bukti kejahatan Alex.


"Aku harus gunakan itu untuk membuat Alex takut," kata Amelia.


***


Satu minggu sekali, Mona menemui Bara. Mereka sangat merindukan satu sama lain.


"Ada perkembangan apa di rumah?" tanya Bara.


"Alex mau uisr Amelia setelah dia melahirkan," Jawab Mona.

__ADS_1


"Bagus sekali," jawab Bara.


Semakin hari, Alex semakin sakit-sakitan. Mona sengaja tidak mencarikan Dokter untuk Alex.


"Bagaimana ini kenapa makin lama tanganku juga susah digerakkan? Padahal aku sudah rutin minum obat," kata Alex.


"Sabar, sayang. Nanti pasti sembuh," ucap Mona. "Kamu harus banyak bersabar," kata Mona.


Alex benar-benar frustasi, kesehatannya semakin memburuk.


"Sial! Kenapa hidupku jadi berantakan begini. Bisnis prostitusiku sudah gak berjalan, sekarang hidupku bergantung pada orang lain," sesal Alex.


"Pa, sebentar lagi aku mau melahirkan. Aku mau minta uang," kata Amelia.


"Uang, kamu bukan tanggung jawabku lagi," kata Alex.


"Papa lupa aku memegang rahasia papa soal mama Sonya. Aku bisa aja bongkar semua ke Bara dan Marino," ancam Amelia.


"Berani sekali kamu mengancamku. Kamu kira aku takut," bantah Alex.


"Kenapa aku harus takut? Papa aja sekarang gak bisa apa-apa loh," ledek Amelia. "Papa gak ingat, kemungkinan besar ini anak papa, kalau papa gak mau biayai lahiran aku, maka aku bongkar semua. Biar Mona juga tahu kalau papa tuh penjahat," sambung Amelia.


"Dasar gak tahu untung, beraninya mengancam orang yang lemah," kata Alex. "Mona....Mona...," panggil Alex.


"Ada apa, Sayang?" tanya Mona setelah sampai di kamar Alex.


"Kasih uang Amelia buat lahiran. Setelah itu usir dia!" perintah Alex.


Mona langsung mengeluarkan cek, tapi Amelia kembali mengancam Alex.


"Aku mau kamu belikan aku rumah," kata Amelia.


"Rumah? Mas, dia sudah ngelunjak minta rumah sama kamu," kata Mona.


"Mama Sonya? Siapa dia?" tanya Mona.


"Dia istri pertama papa Alex, dia mati mendadak setelah sakit beberapa bulan," jawab Amelia.


"Memang ada apa dengan kematian Sonya?" tanya Mona.


"Mona, sudah jangan dengarkan dia. Belikan saja dia rumah," jawab Alex.


Mona tentu merasa curiga terhadap Amelia dan Alex. Mereka menyembunyikan soal kematian Sonya.


"Mas, apa kamu melakukan sesuatu pada istri pertama kamu?" tanya Mona.


"Tidak, jangan percaya sama dia," jawab Alex.


"Baiklah aku akan belikan dia rumah," kata Mona.


Mona bukan orang yang bodoh, dia membelikan rumah sederhana untuk Amelia.


***


Alex tak habis pikir, semakin lama Amelia semakin berani padanya. Alex meminta orang kepercayaannya untuk datang ke rumah.


"Bagaimana perusahaan?" tanya Alex.


"Perusahaan baik-baik saja, Pak," jawabnya.


"Tidak salah aku mempercayakan perusahaan pada Mona," kata Alex. "Aku mau segera menikah ulang dengan Mona, maksud aku menikahi Mona," sambung Alex.


"Bagaimana bisa, Pak?" tanyanya. "Bu Mona dalam keadaan lupa ingatan," katanya.

__ADS_1


"Tidak masalah, kamu atur saja," jawab Alex. "Aku ingin memiliki dia sebelum ada yang tahu siapa dia sebenarnya," kata Alex.


"Baiklah, akan saya urus," katanya lalu pergi dari kamar Alex.


Mona yang menguping pembicaraan mereka terkejut saat mendengar Alex akan menikahi dia. Dia tidak bisa tinggal diam, dia harus mengambil tindakan.


***


Mona menemui seorang ustad, dia meminta pendapat bagaimana menikah saat dalam keadaan lupa ingatan.


"Aku tak mau jika Alex menikahiku," kata Mona.


Alex belum tahu jika Mona hanya pura-pura lupa ingatan. Dia masih bersikap baik pada Mona.


"Mona, aku ingin kita menikah lagi," kata Alex.


"Bukannya kamu suamiku? Kenapa harus menikah lagi?" tanya Mona.


"Siapa tahu dengan kita menikah lagi, kamu alan sembuh," jawab Alex.


"Maaf, aku gak mau kita menikah lagi," kata Mona. "Kalau kita memang suami istri, untuk apa kita menikah lagi?" tanya Mona. "Aku rasa tidak perlu," sambungnya.


***


Alex semakin tak bisa apa-apa. Dia selalu bergantung pada Mona. Bahkan, makan saja dia tak bisa.


"Aku gak berguna lagi," kata Alex. "Mona, apa kamu akan meninggalkan aku?" tanya Alex.


"Sayang, aku tulus mencintaimu," jawab Mona. "Aku tidak akan meninggalkan kamu, kecuali kamu telah membuatku sakit hati," sambung Mona.


Saat tengah mengobrol, mereka mendengar Amelia berteriak.


"Tolong...Tolong...aku mau melahirkan!" teriak Amelia.


Mona langsung ke kamar Amelia, dia melihat Amelia tengah kesakitan di atas ranjang.


"Mona...Tolong bawa aku ke rumah sakit!" pinta Amelia.


Mona segera membawa Amelia ke rumah sakit.


Amelia di dalam sana tengah menjalani proses melahirkan. Sementara Mona menunggu di luar ruangan.


"Dengan keluarga Amelia?" tanya Dokter.


"Iya, saya Dok," jawab Mona.


"Bu Amelia sudan selesai melahirkan hanya saja ada masalah pada bayinya," kata Dokter.


"Bayinya kenapa Memangnya, Dok?" tanya Mona.


"Bayinya....," Ucapan Dokter terhenti karena mendengar suara teriakan.


"Tidak mungkin...dia bukan anakku," teriak Mona.


Dokter terpaksa menyuntikkan obat penenang karena Amelia sangat marah dan mengamuk.


"Kenapa dia begitu, Dok?" tanya Mona.


"Sepertinya Bu Amelia tidak mau mengakui anaknya," jawab Dokter. "Bu Mona silahkan lihat bayinya jika mau keadaannya," kata Dokter.


Mona mendekati bok bayi yang ada di dekat Amelia. Mona.terkejut saat melihat keadaan bayi kecil itu.


"Pantas jika Amelia tidak terima," kata Mona.

__ADS_1


__ADS_2