
Air mata Jeslyn tak terbendung, berharap semua hanyalah mimpi belaka. Namun, ternyata malah kenyataan yang pahit. Andai Jeslyn belum terlanjur menyerahkan kesuciannya dia tak akan sesedih ini.
"Jes, bangun!" panggil Helena pagi itu.
Tak ada jawaban, Helena kembali ke meja makan.
"Bi, nanti antar makanan ke kamar Jeslyn ya kalau dia gak kunjung keluar," kata Helena.
"Baik, Bu," ucap pembantu Helena.
***
Mona benar-benar merasa bersalah pada Jeslyn. Andai dia tak menjodohkan Edwin dengan Jeslyn pasti tak akan seperti ini.
"Sayang, sarapan yuk!" ajak Bara pagi itu.
"Kamu duluan aja, Mas," kata Mona.
"Kamu tuh hamil harus makan yang banyak. Aku tahu kamu menyesal atas masalah yang menimpa Jeslyn, tapi kamu gak boleh sampai gak makan," kata Bara.
Akhirnya Mona makan walau hanya sedikit saja. Dia merasa kasihan pada Jeslyn karena pernikahannya harus gagal.
***
Alex dan Mumun dua manusia tengah dilanda asmara. Meskipun mereka bukan sepasang suami istri tapi mereka saling membutuhkan.
Mumun membutuhkan uang Alex dan Alex membutuhkan sentuham Mumun.
"Sayang, kamu makin cantik saja setelah membeli skincare itu," puji Alex.
"Tentu dong, aku cantik kan buat kamu," kata Mumun.
Mumun menyiapkan makanan untuk Alex. Sesekali Alex mencubit manja ****** Mumun.
"Ih Sayang sakit tau," kata Mumun manja.
Usia mereka memang tak lagi muda. Tetapi gairah mereka tengah membara. Jika Alex masih bisa On udah pasti dia akan terus melakukannya dengan Mumun tanpa henti.
"Pak Alex, hari ini ada jadwal berobat, kan?" tanya Paimin.
"Iya, Min," jawab Alex. "Mun, kamu temani saya ya," kata Alex.
"Aku kan harus bersih-bersih, Pak," kata Mumun.
"Alah itu gampang," ucap Alex.
Sebelum berangkat ke dokter, Alex tidak lupa mengajak Mumun bermain lagi. Bagi Alex Mumun adalah miliknya. Dia tak akan mau melihat Mumun dianggurin.
Mereka masuk ke dalam kamar dan memulai adegan panas berdua. Di sini Mumun merasa tak puas tapi dia berusaha untuk menikmatinya.
Mumun tak mau mengecewakan Alex yang telah membelikan semua kebutuhannya.
Tengah asyik dengan urusan ranjang, tiba-tiba pintu kamar Alex di ketuk.
"Pak...Pak Alex, sudah waktunya berangkat," kata Paimin.
"Ihhh Paimin sih ganggu aja, terusin aja, Pak," kata Mumun.
__ADS_1
Alex terus saja memainkan milik Mumun hingga akhirnya Mumun mencapai kenikmatan.
"Pak, nanti terlambat," teriak Paimin.
Mumun dan Alex segera merapikan bajunya. Mumun membuka pintu kamar Alex.
"Ngapain sih, Min. Kamu ganggu saja," kata Mumun.
"Mun, kamu ngapain di kamar Pak Alex? sampai dikunci segala?" tanya Paimin heran.
"Bukan urusan kamu, awas kamu ganggu lagi," jawab Mumun.
Mereka lalu ke rumah sakit, mereka ingin Alex sembuh lagi. Setidaknya Alex bisa On meskipun tidak bisa jalan.
***
Jeslyn lapar sehingga dia keluar dari kamar. Saat dia keluar hanya ada bibi di rumah.
Jeslyn segera makan, saat makan dia mendapat pesan dari Edwin. Edwin akan menjemput Jeslyn ke rumah.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Jeslyn. "Apa aku harus ikut dia atau menolak?" tanya Jeslyn bingung.
Tiba-tiba pintu di ketuk dan Edwin muncul ke meja makan.
"Sayang, kita jalan-jalan Yuk!" ajak Edwin.
"Aku gak izinkan Jeslyn pergi sama kamu," kata Helena yang ternyata sudah pulang. "Kami sudah memutuskan pernikahan kalian batal," kata Helena.
"Gak bisa begitu Tante, tante jangan asal memuduh tanpa bukti," kata Edwin mengelak.
"Mona melihat sendiri kamu datang ke rumah Alex. Kamu minta uang untuk biaya nikahan," kata Helena.
Sudah ketahuan belangnya tapi masih saja mengelak.
"Kalian tidak bisa semudah itu membatalkan pernikahan," kata Edwin.
"Pokoknya pernikahan kalian batal," kata Helena menarik tangan Edwin agar segera keluar dari rumahnya. "Keluar segera dari rumahku," usir Helena.
"Aku gak terima diginikan. Apapun yang terjadi aku akan tetap menikah dengan Jeslyn," kata Edwin marah.
Jeslyn hanya melihat Edwin yang diusir sang mama sia tak bisa berbuat apa-apa.
***
Edwin kesal di perlakukan seperti itu oleh Helena.
"Aku janji akan buat mereka menyesal," kata Edwin. "Pernikahan ini harus tetap berjalan," kata Edwin.
Edwin tak terima jika pernikahan mereka gagal. Apalagi dia sudah hutang pada Bang Roma sebanyak itu.
"Om, tante bantu aku agar keluarga Jeslyn mau nikahkan anaknya sama aku," kata Edwin saat datang ke rumah Santo.
"Bukannya mereka sudah setuju?" tanya Santo.
"Mereka tahu siapa aku sebenarnya," jawab Edwin.
"Edwin...kamu ceroboh sekali sih," kata Santo.
__ADS_1
"Kamu hamilin aja Jeslyn," ucap Putri.
"Kami udah melakukannya. Apa sekali melakukan bisa langsung hamil?" tanya Edwin.
"Ya gak tahu, kamu harus bujuk Jeslyn lagi. Nanti aku bantu biar kamu bisa ketemu dia," jawab Putri. "Rugi dong kalau kamu gak jadi nikah sama dia," kata Putri.
Entah apa rencana Putri tapi Edwin senang dia ada yang bantu.
***
Pulang dari periksa, Alex mengajak Mumun kembali memadu kasih. Padahal Mumun punya banyak kerjaan.
"Mun, ronde ke dua yuk!" ajak Alex.
"Pak kerjaan aku masih banyak," kata Mumun.
"Udah jangan dipikirin," kata Alex menarik tangan Mumun.
Dengan terpaksa Mumun masuk ke kamar Alex.
Mereka kembali memadu kasih berdua. Mumun selalu melakukan apa yang Alex minta.
Kini mereka saling serang satu sama lain. Adx tak mau kalah dengan Mumun yang sudah lihai memainkan miliknya.
Mumun tak pernah puas dengan permainan Alex. apalagi Alex tak bisa On padahal Mumun ingin sekali melakukannya.
Suara-suara kenikmagan itu terdengar indah di telinga Alex.
Mumun beberapa kali mengeluh tapi Alex masih berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk Mumun.
Sementara itu Paimin yang baru saja terlelap mendadak merasa lapar. Dia ke dapur namun tak ada makanan.
"Mumun ngapain aja sih kok belum masak," kata Paimin. "Mun...masak, Mun!" panggil Paimin di pintu kamar Mumun.
Paimin membuka pintu tak ada Mumun di sana.
"Kemana orang ini," kata Paimin kesal.
Di dalam kamar Alex dua orang tengah memadu kasih. Mumun sudah melakukan *******. Sekarang giliran dia yang memuaskan Alex meskipun hasilnya nihil.
"Mun, enak," kata Alex.
Dengan malas Mumun memainkan pusaka Alex yang kecil itu karena tak On.
"Enak Mun, lagi Mun," kata Alex. Alex terus meracau tak karuan.
Tok tok tok
"Pak Alex, Mumun kemana ya kok belum masak," seru Paimin.
"Urus tuh Paimin," kata Mumun menyelesaikan ritualnya. Dia geram karena Paimin mengganggu lagi sudah gitu Alex gak bisa on.
"Pak, Pak Alex di dalam?" tanya Paimin.
Tidak berapa lama Mumun muncul, dia sama sekali tak memakai bajunya.
"Mau makan? Sini!" Mumun menarik Paimin ke kamar Alex.
__ADS_1
Paimin melongo melihat Mumun ********* tanpa sehelai busana. Matanya melotot melihat dua gundukan yang ada di depan matanya.