Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Melepas Rindu


__ADS_3

Mona mengambil Angel dari gendongan Liana. Seketika Angel langsung saja berhenti menangis.


"Bara, apa maksudnya?" tanya Marino.


"Kak Marino, Mona adalah Jesica," jawab Bara.


"Tidak mungkin, wajahnya saja sudah beda," bantah Marino.


"Benar, Kak. Papa sudah melakukan operasi pada wajah Jesica," kata Bara.


"Lalu apa maksudnya menjadi istri papa?" tanya Marino.


"Jesica berhasil di nodai papa, padahal saat itu Jesica hamil anak kami. Karena ulah papa, Jesica mengalami keguguran. Jesica dan Pak Eros melakukan rencana untuk balas dendam pada papa dengan cara pura-pura hilang ingatan. Namun, Mona sekarang sudah membongkar semua di depan papa," tutur Bara.


Marino hanya menggut-manggut kepala tanda faham. Mereka merasa aneh karena Angel justru diam dalam gendongan Jesica.


"Ada hal yang perlu kakak ketahui. Ini masalah kematian mama," kata Bara.


"Ada apa dengan kematian mama?" tanya Marino.


"Mama ternyata tahu jika papa dan Amelia selingkuh. Lalu papa membuat mama mati secara mendadak dengan memberinya obat. Semua papa lakukan demi merebut harta mama," jawab Bara.


"Kurang ajar! Ternyata musuh kita orang dalam," kata Marino marah. "Aku gak akan maafkan papa," ucap Marino.


"Tenang saja, semua sudah aku balasan," kata Mona.


"Bagaimana bisa? Bagaimana cara mu balas dendam?" tanya Marino.


"Selama aku pura-pura hilang ingatan, aku memberi Alex obat agar dia tidak bisa on lagi. Setelah itu aku beri dia obat agar syarafnya tidak berjalan," jawab Mona. "Aku sakit hati, karena Alex aku kehilangan bayiku," kata Mona.


"Dia memang jahat, tidak bisa diberi ampun," ucap Marino.


"Sekarang semua harta Alex sudah ditanganku. Oh ya soal bayi ini, Amelia sedang mencarinya. Itu semua karena Alex menjanjikan jika anak ini terbukti anaknya maka sebagian harta Alex diberikan pada Amelia," kata Mona.


"Mana bisa? Semua yang Alex punya milik mama. Dia itu hanya pria yang numpang hidup di rumah mama," bantah Marino. "Jangan sampai ada yang ngasih tahu Amelia soal bayi ini," kata Marino.


Marino dan Bara berjanji tidak akan mengampuni Alex. Dia tak peduli jika Alex adalah papanya.


Setelah dari rumah Marino, Mona mengajak Bara ke rumah mamanya. Dia sudah rindu dengan sang mama.


"Mama," panggil Mona seraya memeluk Helena.


Helena dan Jeslyn terkejut, mereka merasa asing dengan Mona.


"Bara, siapa dia?" tanya Helena.


"Dia Jesica, Ma," jawab Bara.


"Jesica mana mungkin wajahnya saja berbeda," bantah Helena.


"Benar, Ma. Sebenarnya aku diculik Alex, dia bahkan telah memperkosaku hingga aku keguguran. Setelah itu dia menyuruhku operasi wajah saat aku pura-pura lupa ingatan," sahut Mona.


"Benar kamu ini anakku," kata Helena memeluk Mona. "Kenapa kamu gak kabari mama?" tanya Helena.


"Aku baru membongkar kebohongan aku pada Alex, Ma. Dia sekarang tengah sakit lumpuh," jawab Mona.


"Syukurin, kenapa gak mati saja dia," omel Helena.


Helena terus saja memeluk dan mencium Mona. Setelah melepas rindu brsama keluarga, Mona pulang. Dia pulang membawa Bara.


"Halo Alex, sepertinya kamu baik-baik saja," kata Mona.


"Dasar wanita jahat!" teriak Alex.


"Ya, aku jahat. Bahkan aku sudah membuatmu tak berdaya," ucap Mona.


"Halo, Pa!" sapa Bara.


Alex terkejut melihat Bara di rumahnya.


"Perkenalkan, aku suami sah dari Jesica alias Mona!" ucap Bara.


"Kalian harus pergi dari rumah ini," usir Alex.


"Oke, kita pergi tapi aku jamin kamu gak akan tenang," kata Mona. "Kami akan siaga untuk membuat kamu menderita," sambungnya.


Alex langsung saja marah,namun dia malah terjatuh saat akan turun.


"Jalan aja kamu gak bisa, bagaimana kamu melawan aku," kata Mona.


Alex hanya bisa menggerutu sendiri atas kebodohannya. Ternyata dia mudah hancur hanya karena satu wanita yang jadi obsesinya.


"Aku akan balas sakit hatiku padamu atas kematian mama," kata Bara. 'Kamu akan merasakan hal yang lebih dari yang mama rasakan," ucap Bara.


Tak ada yang bisa menolong Alex. Semua temannya sudah tak peduli padanya.


Bahkan mereka malah berfoya-foya karena Alex tidak lagi bisa apa-apa. Alex yang terkenal angkuh banyak sekali yang membencinya.


***


Amelia mulai frustasi, dia belum menemukan anak tambang uang baginya. Dia belum mengetahui mengenai Mona.


"Kemana lagi aku harus mencari? Kalau tidak demi mendapatkan harta dari Alex, aku gak akan susah payah cari anak cacat itu," omel Amelia.


Dia terus menyusuri jalan, tanpa sengaja dia melihat Marino.

__ADS_1


"Marino...," panggil Amelia.


Marino menoleh, dia tahu itu Amelia. Jadi dia menyembunyikan belanjaannya. Bagaimana tidak, belanjaan itu berisi susu dan popok untuk Angel.


"Ternyata kamu jadi miskin ya, mana ada yang mau nikah sama kamu, apalagi kamu mandul," ucap Amelia.


"Tidak masalah, lagi pula aku tidak punya urusan denganmu," kata Marino lalu bergegas naik ke motornya dan pergi.


Marino malas sekali meladeni Amelia, dia terpaksa cepat pergi agar Amelia tidak melihat barang belanjaannya.


Sampai di rumah dia langsung mengunci pintu. Di lihatnya Angel tengah tidur di box bayi.


"Den, kenapa buru-buru?" tanya Liana.


"Aku ketemu Amelia, Bik. Takutnya dia membuntutiku," jawab Marino.


Liana mengintip dari balik korden, di luar tak ada orang yang mencurigakan.


"Sepertinya tidak, Den. Di luar tidak ada siapa-siapa," ucap Liana.


Tiba-tiba saja Angel bangun dan menangis. Liana segera memberinya susu namun tangis Angel tak kunjung reda.


"Apa badannya panas, Bik?" tanya Marino.


"Tidak, Den," jawab Liana.


***


Mona tengah bersih, dia akan bermalam di rumah Helena.


"Mbak, nanti kalau Alex bangun bilang aku ke rumah mama," kata Mona. "Dia jangan diizinkan macam-macam loh ya," kata Mona.


"Bu, kenapa ibu sering pergi? Saya takut kalau di rumah sendiri hanya dengan Pak Alex," ucap Perawat yang bernama Sindi.


"Kenapa kamu? Apa Alex melakukan sesuatu?" tanya Mona.


"Pak Alex kemarin berusaha melecehkan saya, Bu," jawab Sindi.


"Jangan takut, dia kan gak bisa apa-apa. Lagi pula tuh burung dia gak bisa On mana mungkin dia memperkosa kamu," kata Mona.


"Baik, Bu," ucap Sindi.


Mona langsung ke rumah Helena, dia akan menginap di sana karena Helena mintanya untuk menginap.


Ternyata Helena mengadakan acara syukuran atas kembalinya Jesica. Meskipun banyak yang tak percaya jika Mona adalah Jesica.


"Sayang, mama kangen sekali," ucap Helena memeluk Mona. "Mama tak peduli walaupun sekarang kamu menjadi Mona, asalkan kamu tetap anak mama," ucap Helena.


"Udah mama jangan sedih," kata Mona mengusap air mata Helena.


"Apa rencana kalian setelah ini?" tanya Helena pada Bara dan Mona.


"Kami akan menikah lagi, Ma," jawab Bara. "Sebagian orang pasti tidak tahu jika Mona adalah Jesica," kata Bara.


"Lalu bagaimana dengan Alex?" tanya Helena.


"Itu akan menjadi urusan kami nanti. Yang penting sekarang kami ingin meresmikan hubungan kami," jawab Bara.


Helena senang melihat Jesica kembali. Rasa rindu yang selama ini mereka rasakan kini terobati.


"Mama sayang sama kamu. Makanya saat mama tahu kamu tiada mama stres," kata Helena.


"Iya, Kak. Aku sampai bingung harus menasehati apa pada mama," sahut Jeslyn. "Kak, hati-hati ya. Aku gak mau kakak sampai di siksa lagi sama Alex," kata Jeslyn.


"Tenang aja, Alex udah gak bisa apa-apa. Dia sekarang lumpuh," ucap Mona.


Malam itu, Mona dan keluarganya melepas rindu. Selesai syukuran, Helena meminta Mona tidur bersamanya.


"Ma, Kak Mona sudah besar. Kenapa kamu ajak tidur bareng?" tanya Jeslyn.


"Mama tuh masih pengen kangen-kangenan sama kakakmu," jawab Helena.


Malam itu, mereka tidur bersama. Mona tak masalah karena dia juga merindukan Helena. Mona anak kesayangan Helena, makanya saat Jesica dinyatakan tiada dia orang yang paling shok.


***


Amelia kembali menjajakan dirinya, dia mulai open BO kembali. Bagaimana tidak, dia butuh biaya untuk hidup. Dia tak bisa mengandalkan Alex lagi.


"Amelia...sekarang tidak ada Alex. Kamu justru bisa bebas," kata salah satu teman Alex bernama Bimo.


"Tentu, Om. Lagian kerja sama dia hanya bikin dia kaya tapi akunya gak dapat apa-apa," kata Amelia.


"Sepertinya Alex sudah dikuasai oleh Mona. Gak nyangka seorang Alex sekarang gak bisa apa-apa," kata Bimo.


"Sudah, Om. Kita bersenang-senang saja. Jangan mikirkan Alex," ucap Amelia.


Akhirnya pergumulan antara Amelia dan Bimo terjadi. Amelia lebih suka tanpa Alex, dia bisa mendapatkan uang hasil kerjanya secara utuh.


***


Angel terus menangis, Marino san Liana bingung bagaimana menenangkan anak itu.


"Marino, kalau gak bisa ngurus bayi kembalikan aja sama ibunya," tegur tetangga rumah Marino.


Suara tangis Angel mengganggu mereka. Marino tak bisa membuat Angel diam.

__ADS_1


"Den, sebaiknya hubungi Den Bara. Biar dia ajak Mona ke sini. Sepertinya Angel lebih senang dalam gendongan Mona," kata Liana.


"Kalau sampai Mona berbuat jahat bagaimana, Bik? Aku gak mau kehilangan anak ini," kata Marino.


"Yakinlah, dia hanya jahat pada Alex. Den Marino kan tahu sendiri kalau dia adalah Non Jesica," kata Liana.


Setelah yakin, Marino menelfon Bara. Sayang, Bara tidak bisa membawa Mona malam itu karena ada acara syukuran di rumah Helena.


"Besok saya akan ajak Mona ke sana," kata Bara.


Bara sebenarnya kasihan mendengar tangis Angel. Tetapi dia juga tak bisa mengganggu acara Helena. Apalagi Helena sudah lama tidak bertemu Mona.


"Ya sudah, besok datang saja," kata Marino.


Tiba-tiba Angel berhenti menangis, dia menyusu lalu tidur. Liana dan Marino merasa aneh.


***


Pagi itu Bara mengajak Mona ke rumah Marino. Benar saja, Angel yang saat itu menangis langsung saja diam.


Mona kasihan pada Angel, dia dibuang oleh Amelia. Mona janji tidak akan membiarkan Amelia membawa Angel.


"Kemarin aku sempat ketemu Amelia. Beruntung dia tidak melihat belanjaanku. Kalau lihat pasti curiga karena aku membeli susu dan popok," kata Marino.


"Aku dengar dia kembali menjual diri pada pria hidung belang," kata Mona.


"Benarkah? Dia sangat susah sekali saat ini," kata Marino. "Pas ketemu aku aja ngeledek aku karena miskin. Ternyata sekarang dia lebih miskin dari pada aku," sambung Marino.


Ponsel Mona berdering, panggilan dari Sindi.


"Halo, Sindi!" ucap Mona. "Ada apa?" tanya Mona.


"Ibu kapan pulang? Pak Alex tanyain ibu terus," jawab Sindi.


"Siang ini aku pulang," jawab Mona.


Setelah dari rumah Marino, Mona dan Bara mampir makan siang. Dia tadi tidak mau makan ditempag Marino karena merasa tak enak hati.


"Bara...," panggilan itu sangat Bara kenal. Siapa lagi kalau bukan Maura. "Kenapa kamu makan sama dia?" tanya Maura.


"Kenapa tidak boleh, dia kan istriku," jawab Bara.


"Bara, dia itu Mona bukan istrimu tapi istri papaku," bantah Maura. "Jangan menghalu kamu," ucap Maura.


"Maura, sini deh duduk aku jelasin!" perintah Mona.


Maura duduk dan menatap Mona.


"Kenalkan, aku Mona alias Jesica," kata Mona mengulurkan tangannya.


"Gak, kalian pasti ngeprank aku. Jesica udah mati," Maura masih tak percaya.


"Alex mengoprasi wajahku, lalu namaku dirubah jadi Mona saat aku lupa ingatan. Kalau kamu gak percaya ya sudah," kata Mona. "Oh ya satu lagi, aku dan Bara akan segera menikah ulang," kata Mona membuat Maura tercengang.


"Tidak mungkin, ini pasti mimpi." Maura mencubit pipinya namun terasa sakit. "Ternyata bukan mimpi," kata Maura.


Selesai makan, Bara mengantar Mona ke rumah Alex. Alex yang sedang duduk di kursi roda di temani Sindi tampak muram.


"Halo Alex, kamu masih gini-gini aja," kata Mona. "Sindi, kamu masuk biar Alex sama saya," kata Mona.


Sindi langsung saja masuk ke dalam rumah.


"Alex bagaimana kalau sampai aku mendorong kamu dari kursi roda ini?" tanya Mona. "pasti sakit, tapi lebih sakit hati ini," sambung Mona.


"Mona, jangan bunuh aku!" larang Alex. "Aku masih ingin hidup," kata Alex.


"Untuk apa hidup, kamu udah gak berguna," sahut Bara. "Tapi tenang aja, aku gak akan membunuh kamu." Bara tersenyum. "Aku akan membuat kamu merasakan sakit dan akhirnya mati dengan sendirinya," kata Bara.


"Bara, aku ini papamu. Kenapa kamu ikutan jahat?" tanya Alex.


"Kenapa aku harus baik pada pria yang udah membuat mama meninggal? Udah bikin Jesica keguguran, apalagi udah bikin Jesica dianggap mati," kata Bara. "Kamu bukan lagi papaku, sejak aku tahu kejahatan kamu," kata Bara.


"Oh ya kita punya kabar gembira buat kamu," kata Mona.


"Apa itu? Apa kalian akan memaafkan aku dan membiarkan aku hidup?" tanya Alex.


"Hahahaha...berharap sekali kamu," kata Mona tertawa.


"Lalu apa? Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Alex penasaran.


"Kepo sekali ternyata dia," jawab Mona. "Sayang, kasih tahu tidak ya?" tanya Mona pada Bara.


"Kasih tahu aja dari pada kepo," jawab Bara.


"Alex, aku dan Bara akan segera menikah lagi," kata Mona.


"Apa? Tidak mungkin. Mona kamu milikku bukan milik Bara," bantah Alex.


"Alex, maaf. Aku tidak suka sama kamu. Kamu udah tua, enjakulasi, udah gitu lumpuh. Aku hanya mengambil apa yang telah kamu rebut dari mama sonya," ucap Mona.


"Kalian jahat," bentak Alex hendak memukul Mona namun dia malah jatuh tersungkur dari kursi roda.


"Alex....jangan berharap bisa merebut aku dari Bara kembali," kata Mona.


Alex hanya bisa menangis di depan Bara dan Mona. Apa yang dia ambil dari Sonya sudah kembali pada Bara dan Mona. Alex tidak terima dirinya ditipu mereka.

__ADS_1


__ADS_2