
Sampai di rumah ternyata Helena belum pulang. Papa Jeslyn segera mandi dan bersiap ke kantor.
Helena dengan santai masuk ke kamar.
"Papa kok sudah pulang," kata Helena terkejut.
Tadi sengaja Papa Jeslyn menitipkan mobilnya di rumah tetangga. Jadi Helena tak akan tahu kalau suaminya sudah pulang.
"Kenapa kaget? Baru pulang ya. Semalam kemana saja?" tanya Papa Jeslyn dengan santai.
"Aku nginep di rumah teman," jawab Helana.
"Kamu kira kamu itu anak SMA yang suka nginep di rumah teman. Kamu jangan bohong, dari mana kamu?" tanya suaminya.
"Kalau gak percaya ya sudah," jawab Helena.
"Semakin hari kamu semakin membangkang ya. Udah gak mau bantu jaga Mona eh ini malah pulang pagi. Mama macam apa kamu ini," bentak Sang suami.
"Mona kan udah ada Bara. Lagi pula semalam kamu juga di sana kan. Jadi aku gak dibutuhkan lagi," kata Helena.
"Oh gitu ya, kamu mulai gak sayang sama anak-anakmu. Mona itu baru melahirkan dia butuh support kita. Tapi kamu malah mengabaikannya," bentak Suaminya.
"Udah deh Mas gak usah lebay. Mona aja gak kenapa-napa gak aku jaga kok kamu yang sewot," bantah Helena.
"Oh jadi kamu merasa begitu. Percuma saja bicara sama orang egois seperti kamu," kata suaminya hendak keluar dari kamar.
Tangan Helena mencegah lengan suaminya.
"Kamu jangan sok deh, Mas. Kamu kira kamu udah jadi papa yang baik buat anak-anak. Nyatanya kamu malah memasukkan Jeslyn ke kandang singa," ucap Helena.
"Heh aku menikahlah Jeslyn sama Edwin karena bayi yang dikandung Jeslyn anak Edwin. Kamu jangan memutar balikkan fakta," kata suaminya tak mau kalah.
Mana ada seorang suami yang mau direndahkan oleh istrinya apalagi sudah tak dihargai lagi.
"Kalau kamu emang suka keluyuran gak jelas. Silahkan keluyuran sesuka hatimu. Tapi jika ada apa-apa jangan hubungi aku dan anak-anak," kata Suaminya.
"Jahat kamu, Mas," ucap Helena.
"Aku jahat tapi kamu lebih jahat Helena," bantah suaminya.
"Aku bosan hidup sama kamu. Teman-teman aku aja biasa pulang pagi. Suaminya gak pernah marah," kata Helena mulai membandingkan.
"Oh ya, dan kamu mau aku seperti itu. Oke aku ikuti mau kamu," kata suaminya.
"Tentu," kata Helena.
"Mulai hari ini aku bebaskan kamu pergi kemana saja. Tapi aku gak akan peduli jika terjadi sesuatu denganmu," kata Suaminya lalu pergi.
"Gitu kan enak," kata Helena senang.
Sejak saat itu mereka tak lagi saling menyapa. Bahkan mereka seperti dengan orang lain saja.
Mona sudah keluar dari rumah sakit. Dia sudah pulih dan bisa merawat anaknya.
Saat itu mereka tengah membahas acara syukuran Kaisar. Papa Mona tak mau melibatkan Helena. Jadi dia tak mengajak Helena untuk datang berdiskusi.
__ADS_1
"Oh jadi gini ya kalian gak anggap aku ada. Bahas acara syukuran aku gak ikut serta," kata Helena yang baru saja datang. "Tapi dia yang orang lain kalian ikut sertakan," kata Helana menuding Edwin.
"Ma, Edwin suamiku. Bagi kamu dia keluarga kami," bantah Jeslyn.
Edwin meminta Jeslyn untuk sabar. Dia gak mau Jeslyn bertengkar dengan Helena.
Akhirnya papa Jeslyn yang menghadapi Helena.
"Bukannya kamu lebih mentingin teman-temanmu. Kenapa kamu sekarang protes?" tanya Papa Jeslyn.
"Alah kalian aja yang mau ajak aku," bantah Helena.
"Ya kami memang gak mau ajak kamu. Karena bagiku kamu udah gak penting lagi," kata suaminya.
Mona berdiri dan meminta agar papanya sabar. Tapi papanya gak mau karena baginya Helena telah keterlaluan.
"Kamu ingin kebebasan sudah aku biarkan. Tapi apa kamu malah sering gak pulang ke rumah," kata Papa Jeslyn.
"Salah sendiri aku dibebaskan jadi sesuka hatiku," bantah Helena.
"Ma, tolong hargai papa!" Pinta Mona. "Kalau mama gak menghargai papa jangan salahkan papa kalau mama diacuhkan," sambung Mona .
"Oh jadi kalian udah bela papa kalian. Oke mama akan pergi. Lagi pula aku di sini gak dibutuhkan," kata Helena.
Sejak Helena berteman dengan Mumun dia sering keluyuran. Kerajaannya hanya belanja dan keluyuran tak ingat pulang.
Helena ke kontrakan Mumun, di sana dia merasa kesal dan mencurahkan isi hatinya pada Mumun.
"Suami aku berubah. Dia gak lagi sayang sama aku," kata Helena.
Helena yang otaknya sudah di cuci Mumun segera mengikuti Mumun. Mereka pergi ke bar malam itu.
***
Acara syukuran Kaisar, Helena tak datang. Padahal Mona sudah memberi tahu Helena lewat telfon.
"Mama benar-benar berubah," kata Mona sedih.
"Udah biarkan saja," kata Papa Jeslyn.
"Aku merindukan mama yang dulu, Pa," kata Mona.
"Aku juga, Kak. Mama sekarang juga gak pernah ke rumah," sahut Jeslyn.
"Dia pasti sedang bersenang-senang kalian gak usah khawatir," kata papa Jeslyn.
Acara segera di mulai, semua orang bersiap. Memang tak ada Helena tampak beda. Namun, justru Alex datang. Dia membawakan banyak kado untuk Kaisar.
Alex datang tidak sendiri dia bersama Sarah dan Ikbal. Ya Sarah akhirnya mau menikah dengan Alex. Tapi acaranya belum ditetapkan tanggalnya.
"Edwin kemana ibu mertua kamu? Aku lihat tak ada sejak tadi?" tanya Alex.
"Kami sedang marahan sama dia," jawab Edwin.
Acara sudah selesai kini mereka sedang mengobrol.
__ADS_1
"Alex siapa dia?" tanya papa Jeslyn.
"Oh dia Sarah dan ini Ikbal anaknya. Mereka yang akan menjadi keluarga baru ku," jawab Alex. "Marino, Bara maaf jika aku tak memberitahu kalian sebenarnya," kata Alex.
"Gak masalah," kata Marino.
"Senang bisa lihat papa berubah seperti ini. Semoga ini jalan yang terbaik," kata Bara.
"Ya semoga saja," kata Alex.
Alex memperkenalkan mereka satu persatu pada Sarah dan Ikbal. Dia tak lupa memberitahu soal Angel. Sarah merasa iba mendengar cerita Angel dari Alex.
"Marino, boleh aku gendong Angel?" tanya Sarah.
Marino segera memberikan Angel pada Sarah. Saat melihat Sarah, Marino seperti melihat ada Khadijah dalam diri Sarah.
Marino tak henti menatap Sarah sehingga membuat Alex menegurnya.
"Kenapa kamu lihat dia seperti itu?" tanya Alex.
"Gak apa dia mirip sama Khadijah," jawab Marino.
Edwin mendapat sebuah pesan dari Mumun. Pesan itu berisi beberapa foto yang Mumun ambil.
"Astaghfirullah," ucap Edwin.
"Ada apa, Sayang?" tanya Jeslyn.
Edwin segera menyimpan ponselnya. Dia takut kalau harus memberitahu Jeslyn apalagi papa mertuanya.
Edwin tahu jika dia bercerita pasti masalahnya akan semakin gempar. Dan dia gak mau itu terjadi saat ini bukan waktu yang tepat.
"Nyembunyikan apa kamu?" tanya Jeslyn.
"Gak sayang," jawab Edwin.
Alex dan rombongan pamit pulang. Alex senang karena kehadirannya di sambut baik oleh keluarga Jeslyn.
"Mas kamu dari tadi kok gelisah sih, ada apa?" tanya Jeslyn.
"Aku mau kasih tahu tapi kamu jangan sampai heboh," jawab Edwin.
"Ya udah kasih tahu aja Napa," kata Jeslyn.
Edwin mengambil ponselnya dan membuka kembali pesan Mumun.
"Ngapain Mumun kirim pesan kamu?" tanya Jeslyn cemberut.
"Udah jangan cemburu, masalahnya ini lebih penting," jawab Edwin. "Lihat foto yang di kirim Mumun," kata Edwin.
Jeslyn memperhatikan foto itu, mulutnya langsung menganga lebar. Mona yang menyadari hal itu lalu mendekati mereka.
"Ada apa?" tanya Mona.
Mereka terkejut, Edwin segera menyimpan ponselnya ke dalam saku.
__ADS_1