
Alex sudah dapat supir baru, namun dia masih butuh pembantu baru. Jadi dia meminta supirnya untuk mencarikan pembantu.
"Min, tolong carikan aku pembantu baru!" pinta Alex.
"Mau yang muda, tua atau bagaimana, Pak?" tanya Paimin.
"Yang muda, tapi jangan yang muda banget entar kerjaannya gak bisa," jawab Alex.
"Oke Bos," jawab Paimin.
Paimin segera menghubungi istrinya, dia meminta istrinya mencarikan pembantu baru untuk Alex.
***
Bara sebenarnya takut jika Edwin nanti menyakiti Jeslyn. Namun, dia juga tak akan lagi ikut campur. Dia tidak mau Mona marah lagi padanya.
"Mas, jangan lupa pulang awal! Kita akan menyambut lamaran Edwin," kata Mona saat Bara pamit kerja.
"Siap, Bos," ucap Bara lalu mencium kening Mona.
Bara melambaikan tangan dan meninggalkan Mona. Edwin belum resmi keluar dari pekerjaannya tapi dia hari ini izin.
Sementara itu di rumah Kumala sedang menyiapkan barang apa saja yang akan dia bawa ke rumah Jeslyn.
"Ini lamarannya hanya ini aja?" tanya Putri.
"Iyalah, mau apa lagi?" tanya Edwin.
"Gak bawa emas gitu," kata Putri.
"Emas entar aja kalau jadi nikah," kata Edwin.
"Kalau aku jadi Jeslyn ogah nikah sama kamu," kata Putri.
"Kenapa? Aku cakep loh," kata Edwin dengan percaya diri.
"Cakep tapi miskin," kata Putri.
Edwin kesal dengan ucapan Putri barusan.
***
Istri Paimin membawa seorang pembantu ke rumah Alex. Pembantu tersebut seorang janda.
"Pak Alex, ini namanya Mumun. Dia yang akan bekerja di sini," kata istri Paimin.
Mumun terlihat ndeso sama seperti Paimin dan istrinya. Namun, Mumun terlihat lebih berisi dan canti dari pada istri Paimin.
"Mumun, perkenalkan saya Alex!" ucap Alex.
"Salam kenal kembali, Pak," ucap Mumun.
Paimin menunjukkan kamar Mumun. Kamar Mumun merupakan kamar pembantu.
Alex seng melihat Mumun yang semok itu. Bahkan Alex merasa berhasrat saat melihat Mumun.
Sore itu Paimin pulang, tinggal Mumun dan Alex.
"Pa, saya menemukan ini di kamar situ," kata Mumun memberikan sebuah amplop coklat.
"Oh ini pasti milik ponakan saya, biar saya simpan," kata Alex lalu menaruh amplop tersebut di almarinya.
__ADS_1
Alex mencoba untuk main ke ranjang tapi tidak bisa.
"Mun...Mumun...," panggil Alex.
"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Mumun.
"Bantu saya naik ke atas ranjang," jawab Alex.
Mumun membantu Alex naik ke atas ranjang. Saat berdekatan dengan Mumun Alex mencium bau parfume mumun.
"Ada perlu lagi,Pak?" tanya Mumun.
"Tidak, terima kasih," ucap Alex.
Mumun keluar dari kamar Alex. Di melanjutkan pekerjaannya.
***
Pukul 18.45 Edwin dan keluarga Putri bersiap ke rumah Jeslyn. Barang bawaan sudah lengkap, mereka segera menuju rumah jeslyn.
"Gimana ya tidur di rumah orang kaya," kata Kumala. "Edwin, kalau udah nikah sama Jeslyn jangan lupa sama kami," kata Kumala.
"Iya, tante," jawab Edwin.
Rombongan keluarga Edwin telah spai di rumah Jeslyn. Mereka di sambut baik oleh Keluarga Jeslyn.
Santo sebagai Om Edwin meminta izin untuk melamar Jeslyn untuk Edwin.
Sementara pihak Jeslyn langsung menerima lamaran tersebut. Mereka bertukar cincin, kebahagiaan terpancar di wajah Jeslyn dan Edwin.
"Mas, lihat mereka bahagia kan?" tanya Mona.
"Iya mereka bahagia," jawab Bara.
"Edwin, Om senang kamu membuktikan keseriusan kamu pada Jeslyn," kata papa Jeslyn. "Bagaimana kapan renacana kalian menikah?" tanya Papa Jeslyn.
"Pak, sebaiknya mereka kita nikahan segera. Tidak baik jika ditunda terlalu lama," kata Santo.
"Benar, saya setuju dengan Pak Santo," kata papa Jeslyn.
Akhirnya mereka menentukan tanggal pernikahan mereka satu bulan lagi. Baik keluarga Edwin maupun Jeslyn sudah sama-sama setuju.
"Asyik mereka akan menikah," kata Mona.
"Yang mau nikah kan Jeslyn. Kenapa kamu yang kegirangan?" tanya Bara.
"Kalau Jeslyn senang, aku juga ikut senang, Mas," jawab Mona. "Emang kamu gak ikut senang?" tanya Mona.
"Senang hanya saja gak seperti kamu yang girang banget," jawab Bara.
Jeslyn senang sekali sebentar lagi dia akan menjadi istri Edwin. Setelah sekian lama menjomblo akhirnya dia ketemu jodoh.
"Edwin, terima kasih kamu udah buktikan kalau kamu serius sama aku," kata Jeslyn.
"Sama-sama. Aku gak mau dianggap gak serius sama kamu. Aku sangat menyayangi kamu, jadi aku akan lakukan apapun untuk bahagiakan kamu, Jes," kata Edwin.
"Awas jangan berduaan entar ada setan," kata Putri.
"Putri, aku senang kita akan jadi saudara," kata Jeslyn.
"Aku juga siapa tahu nanti aku dapat suami orang kaya," kata Putri.
__ADS_1
"Kamu belum punya pacar?" tanya Jeslyn.
"Belum, aku gak mudah percaya sama pria. Apalagi pria yang gak jelas statusnya," jawab Putri.
"Maksudnya apa?" tanya Jeslyn.
"Gak apa-apa jangan di pikirkan," kata Putri.
Sudah malam keluarga Edwin pamit pulang. Mereka satu persatu pamitan.
***
Alex merasa haus di meja kamarnya persediaan airnya sudah hanya. Jadi dia terpaksa ke dapur. Dia mendorong pelan kursi rodanya menuju dapur.
Alex mengambil air satu gelas dan meminumnya di dapur. Tiba-tiba Alex mendengar suara aneh.
"Ahaaa," Alex menajamkan pendengarannya.
Suara itu dari kamar Mumun, Alex mendekati pintu kamar Mumun. Ternyata pintu kamar Mumun tidak di kunci.
"Aaahh...aahh," Suara itu terdengar sangat menggoda.
Alex yang sudah lama merindukan suara-suara itu mencoba mengintip dengan membuka pintu sedikit dan pelan-pelan.
Alex melihat Mumun tengah berbaring di tempat tidur dengan posisi terlentang dan mengangkang.
"Wah pemandangan langka," batin Alex.
Mumun sama sekali tidak memakai baju, dia telanjang bulat. Tangan kiri Mumun diarahkan ke dalam lubang kenikmatan miliknya. Jarinya maju mundur seiring dengan suara kenikmatan yang terus Mumun ucapkan.
Alex mendadak bernafsu, apalagi mendengar ******* Mumun yang sangat menggoda itu.
Alex tanpa sadar mulai membuka resleting celananya dan memainkan miliknya. Meskipun miliknya tak bisa berdiri tegak namun dia masih punya hasrat untuk bercinta.
"Aaahhj....aaahhhh," Suara itu sangat menggemaskan ditelinga Alex.
Mumun tak menyadari jika aksinya di tonton gratis oleh Alex.
"Aaaahhh...aaah...nikmatnya, aku mau lebih dari ini," kata Mumun.
Mumun mengambil sesuatu di sampingnya lalu memasukkannya ke dalam lubang kenikmatannya.
"Aaah...nikmatnya," ucap Mumun.
Alex tak tahan lagi, dia membuka pintu kamar Mumun lebar-lebar. Mumun terkejut melihat Alex di depan kamarnya.
"Pak Alex," Mumun segera mengambil dasternya dan memakainya asal dan mendekati Alex.
"Mumun...kita sama-sama ingin. Apa kamu mau melakukannya?" tanya Alex.
"Tapi Pak...," ucapan Mumun terhenti.
Alex sudah lebih dulu melihat bibir Mumun. Mumun tak peduli jika Alex adalah bosnya. Dia mengikuti permainan Alex.
Mumun membantu Alex ke atas ranjang dan mereka segera memulai permainan panas mereka.
"Pak, kenapa tidak bisa berdiri?" tanya Mumun saat melihat milik Alex yang tidak tegang sama sekali.
"Aku sakit, Mun. Burungnya gak bisa berdiri lagi," kata Alex.
"Lalu bagaimana bapak memuaskan aku?" tanya Mumun.
__ADS_1
Alex terdiam mendengar pertanyaan Mumun.