
Edwin pergi ke bar karena gagal bercumbu dengan Mumun. Di bar dia bertemu dengan Amelia. Dia memakai jasa Amelia.
Edwin jadi teringat soal tes DNA yang dia ambil. Dia lupa menaruh hasil tesnya.
Firza tengah menyiapkan segala persiapan pertunangan. Mereka akan melangsungkan tunangan malam ini.
"Firza, kamu yakin menikah dengan Jeslyn? Bagaimana kalau mantan kekasih Jeslyn mengganggu kalian?" tanya Om Firza.
"Iya, Om. Aku harus menikah dengan Jeslyn. Soal itu nanti aku urus," jawab Firza
***
Malam itu keluarga Firza bersiap datang ke rumah Jeslyn. Berbagi barang bawaan mereka sudah siap.
"Firza, kalau kamu sudah yakin kami berangkat sekarang," kata Om Firza.
Firza mengangguk, mereka lalu berangkat.
Sementara itu Jeslyn sedang dilanda was-was. Dia takut karena telah membohongi Firza.
"Ma, bagaimana kalau sampai Firza tahu?" tanya Jeslyn.
"Tenang saja, kamu jangan berpikir macam-macam," jawab Helena.
Tidak berapa lama keluarga Firza datang. Mereka menyambut kedatangan keluarga Firza.
Setelah mereka masuk ke dalam rumah, acara pertunangan dilaksanakan. Sambutan dari keluarga Firza di wakili Om Firza. Sementara dari pihak keluarga Jeslyn di wakili oleh kakak Helena.
Kemudian pertukaran cincin di mulai. Saat itu tiba-tiba ada orang yang menyalakan petasan di depan rumah Helena.
Satpam yang menjaga rumah Helena berusaha mengejar orang itu tapi dia berhasil melarikan diri.
"Pak, mana orangnya?" tanya Helena.
"Sudah pergi, Bu. Saya tidak berhasil menangkapnya," jawab satpam.
Helena kesal, setelah itu kembali ke dalam rumah. Acara kembali dilanjutkan.
Baru saja mau melanjutkan acara tiba-tiba ada yang melempari rumah Helena dengan batu. Itu sepertinya ulah para preman. Satpam berusaha untuk menangkap mereka tapi tidak berhasil.
"Kenapa sih banyak sekali pengganggu," kata Firza.
"Maaf ya para tamu, kita lanjutkan saja acaranya," kata Helena.
Acara pertukaran cincin selesai. kini mereka tengah membahas hari pernikahan Jeslyn dan Firza.
Mereka menetapkan pernikahan Firza akan dilangsungkan satu bulan lagi.
Sebenarnya Helena ingin segera dilangsungkan pernikahan. tetapi dia takut jika akan terkesan terlalu cepat.
***
Edwin tersenyum saat melihat para preman yang dia suruh mengganggu rumah Helena beraksi.
"Rasakan kalian berani sama aku sih, itu belum seberapa," kata Edwin.
Mereka semua bubar setelah satpam mengejar mereka.Namun, satpam tak bisa menangkap mereka.
Meskipun tak bisa menggagalkan pertunangan Jeslyn setidaknya Edwin puas karena bisa membuat kekacauan di hari pertunangan Jeslyn.
__ADS_1
Edwin langsung pulang ke rumah Alex. Dia ingin melampiaskan nafsunya pada Mumun. Apalagi setelah dia tinggal bersama Alex lagi dia semakin mudah menemui Mumun.
Beruntung saat Edwin pulang, Alex sudah tertidur pulas.
Edwin segera masuk ke kamar Mumun. Mumun yang sedang terlelap langsung saja diterjangnya.
***
Jeslyn bersyukur acaranya sudah selesai. Dia segera ke kamar untuk merebahkan diri karena merasa lelah.
"Sudah mau tidur, Jes?" tanya Mona.
"Ini lagi rebahan, Kak. Badanku rasanya capek," jawab Jeslyn.
"Jes, apa menurut kamu tadi itu ulah Edwin?" tanya Mona.
"Siapa lagi kalau bukan dia. Sudahlah Kak biarkan saja yang penting acaranya sudah selesai," jawab Jeslyn.
"Ya sudah kamu istirahat saja," ucap Mona lalu ke luar dari kamar Jeslyn.
Mona menginap di rumah Helena, dia tak mungkin pulang karena sudah malam.
***
Alex terbangun, dia tiba-tiba ingin menemui Mumun. Jadi dia mendorong kursi rodanya ke kamar Mumun.
Alex hendak membuka pintu kamar Mumun tapi di kunci dari dalam.
"Mun...Mumun...," panggil Alex.
Edwin bersiap untuk berdiri tapi Mumun melarangnya.
Mereka tidur tak menghiraukan panggilan Alex. Karena pintu tak kunjung dibuka, Alex masuk ke kamar Edwin.
"Edwin kemana? Kok montornya di rumah tapi orangnya gak ada," kata Alex.
Alex memutuskan kembali ke kamar. Dia kembali tidur lagi.
Paginya dia bangun, dia melihat Mumun sedang memasak.
"Mun, semalam kamu tidur pulas banget sampai di bangunin gak dengar," kata Alex.
"Maaf, Pak. Saya kecapean jadi gak dengar," kata Mumun.
"Oh ya semalam kamu lihat Edwin pulang tidak?" tanya Alex.
"Tidak tahu, Pak. Saya tidur sejak sore," jawab Mumun.
Edwin datang, dia baru saja bangun. Melihat Alex di dapur dia hanya tersenyum.
"Semalam pulang jam berapa, Win?" tanya Alex.
"Lupa aku, Om. Emang kenapa, Om?" tanya Edwin.
"Aku lihat motor kamu di rumah tapi kamu gak ada di kamar," jawab Alex.
"Oh mungkin pas aku di kamar mandi," kata Edwin asal.
Alex melihat ada tanda merah di leher Edwin. Dia tahu Edwin pasti semalam habis jajan. Padahal Edwin meniduri cemcemannya Alex.
__ADS_1
***
Mona bangun, dia langsung mandi dan sarapan. Di meja makan sudah ada Bara dan orang tuanya. Namun, Jeslyn tak terlihat.
"Ma, Jeslyn gak sarapan?" tanya Mona.
"Tadi udah mama panggil, katanya dia gak enak badan jadi aku suruh bibi antar ke kamarnya," jawab Helena.
Mona merasa aneh padahal semalam Jeslyn biasa saja. Namun, dia kini mendadak tak enak badan.
Usai sarapan, Mona masuk ke kamar Jeslyn. Dia tengah makan makanan yang bibi antar.
Saat Mona datang, Jeslyn berlari ke kamar mandi. Dia mual-mual sehingga segera ke kamar mandi.
"Jes, kamu kenapa?" tanya Mona.
Jeslyn ke luar kamar mandi dengan memegangi perutnya.
"Entah aku makan tapi malah mual-mual," jawab Jeslyn.
Belum selesai makan, Jeslyn sudah mual lagi. Mona merasa khawatir dia membawa minyak angin untuk Jeslyn lalu mengusap ke tengkuk leher Jeslyn.
Jeslyn terlihat sangat lemas, Mona membantu Jeslyn untuk istirahat.
Jeslyn istirahat sebentar, namun tiba-tiba bangun dan ke kamar mandi.
Mona yang khawatir langsung menyusul Jeslyn ke kamar mandi.
"Dek, kita periksa aja ya!" ucap Mona.
"Gak Kak, nanti juga baikan," tolak Jeslyn. "Tolong mintakan bibi buatin teh anget aja, Kak!" pinta Jeslyn.
Mona segera ke dapur menemui Bibi, di dapur dia bertemu Bara. Bara pamit karena akan berangkat kerja.
"Jeslyn gimana?" tanya Bara.
"Masih muntah," jawab Mona. "Bi, buatin Jeslyn teh hangat ya!" pinta Mona. ''Kalau udah antar saja ke kamarnya," kata Mona.
"Iya, Non," jawab bibi.
Setelah Bara berangkat kerja, Mona kembali masuk ke kamar Jeslyn.
Bibi sudah mengantar teh hangat untuk Jeslyn.
"Terima kasih ya, Bi," ucap Mona.
"Sama-sama, Non," balas bibi.
Setelah Bibi keluar, Jeslyn memijit kaki Jeslyn. Sebenarnya Mona merasa aneh dengan Jeslyn.
"Dek, apa bulan ini kamu sudah halangan?" tanya Mona.
Deg
Jeslyn merasa kalau bulan ini dia belum datang bulan.
Jeslyn menjawab pertanyaan Mona dengan golengan. Seketika Mona langsung terkejut.
"Apa mungkin kamu hamil?" tanya Mona.
__ADS_1
"Hamil," kata Jeslyn seperti tengah berpikir.