
Marino sudah masuk jeruji besi, dia merasa menyesal atas apa yang dia lakukan. Dia meminta pengacaranya untuk membelanya di pengadilan. Namun, bukti yang di punya polisi sangat kuat.
"Maaf Pak Marino, anda tetap dihukum. Jika anda mau bernegosiasi mungkin hanya ada pengurangan masa tahanan," kata Polisi.
Selain Pembantu Sarah yang melaporkan Marino. Ternyata Umar juga melaporkan Marino ke polisi. Karena dorongan yang dilakukan Marino, Khadijah mengalami keguguran.
"Khadijah keguguran semua karena kamu," kata Umar. "Dia kini tengah berduka, aku gak akan memaafkan perbuatan kamu," kata Umar.
Mendengar Khadijah keguguran, Marino tambah menyesal. Dia telah menyakiti Khadijah lagi wanita yang sangat dia sayangi.
Bara tak bisa membantu Marino. Dia terbukti bersalah dan pantas mendapatkan hukuman.
"Bara, aku menyesal telah mendorong Khadijah," kata Marino saat Bara dan Mona berkunjung di kantor polisi.
"Makanya sebelum berbuat pikir dulu. Lagian untuk apa Kak Marino mendekati Khadijah. Kak Marino sudah punya Sarah. Dan kini Sarah sudah meninggalkan Kak Marino," kata Bara.
"Kak Marino sudah menyakiti Khadijah untuk yang ke dua kalinya. Harusnya yang pertama jadi pelajaran buat Kakak, bukan malah mengulangi kesalahan," kata Mona.
Marino terdiam, dia tidak lagi menjawab apa yang dikatakan Mona. Dia terlalu serakah, padahal dia sendiri sudah menikah dengan Sarah. Kini dia mendapatkan karma atas apa yang di perbuatnya.
**
Sarah dan Marino sudah resmi bercerai. Kini Ikbal sudah kembali pada Sarah. Dia tinggal bersama Sarah di rumah barunya. Sementara rumah lamanya dikontrakkan.
Sarah kini sudah menjadi janda yang punya usaha sendiri. Walaupun begitu, dia tetap tidak lupa pada Marino. Dia sekali-kali menjenguk Marino di kantor polisi.
"Sarah, maafkan Mas!" ucap Marino. "Aku menyesal karena telah mengkhianati kamu," sambungnya.
"Sudahlah, semua sudah berlalu. Aku juga minta maaf karena aku hanya memanfaatkan kamu selama ini," kata Sarah. "kita sama-sama punya kesalahan, aku melakukannya karena aku gak mau jadi janda miskin lagi," ucap Sarah.
Namun saat itu datang Khadijah, dia datang seorang diri. Marino terkejut dengan kedatangan Khadijah.
Pandangan mata Khadijah tertuju pada Marino lalu beralih ke Sarah. Khadijah ingat wanita yang bersama Marino adalah wanita yang tersedat di restoran.
"Akhirnya kamu mendekam di penjara," kata Khadijah. "Kamu pantas dapat semuanya," ucap Khadijah sinis.
"Kamu berubah," kata Marino.
"Semua orang bisa berubah jika hatinya di sakiti terus-terusan," kata Khadijah. "Kamu sendiri berubah, sudah tidak lagi menghargai hubungan," kata Khadijah.
__ADS_1
Sarah dan Marino diam, "aku hanya memastikan kalau kamu memang di penjara," kata Khadijah lalu pergi.
Marino tertunduk, dia merasa sudah tak berguna lagi. Di saat semua penyesalannya menghampiri, Marino malah ingat pada Angel. Anak kecil yang selama ini dia rawat tapi sudah dia sia-siakan.
"Apa kamu pernah mendengar kabar Angel?" tanya Marino.
"Tidak, tapi aku telah mengambil Ikbal kembali. Aku tidak sejahat yang kamu mau, aku gak sanggup jika kehilangan anakku satu-satunya. Siapa yang akan menjagaku kalau aku tua nanti kalau bukan anakku," jawab Sarah.
Ucapan Sarah membuat air mata Marino terus mengalir. Dia baru sadar kalau dia telah melakukan kesalahan besar. Dia mandul, tapi saat diberi kesempatan untuk membesarkan Angel malah dia sia-siakan.
**
Alex sedang menikmati masa tuanya menjaga sang buah hati. Walaupun dia anak itu cacat tetap saja dia adalah kebanggan Alex.
"Liana, apa Angel sudah tidur?" tanya Alex.
"Sudah, Pak," jawab Liana. "Oh ya, Pak. Saya dengan Pak Marino di penjara," kata Liana.
"Iya, Bara sudah bercerita," ucap Alex. "Tapi mau bagaimana lagi, dia memang bersalah," kata Alex.
"Aku gak menyangka menikah dengan Sarah malah membuat Dan Marino berubah. Apa Sarah seburuk itu membuat pengaruh bagi Den Marino?" tanya Liana.
"Entahlah, orang bisa berubah kapan saja," jawab Alex.
**
Jeslyn yang kehamilannya sudah besar tinggal menunggu kelahiran. Sementara Helena susah sekali dihubungi. Pasalnya sejak tokonya bangkrut Helena menjual rumahnya dan hidup di gang sempit yang kumuh.
Tentu Helena tak ingin memberitahu kedua putrinya itu terlebih Jeslyn.
Helena memulai usaha jualan kecil-kecioan di depan rumahnya.
"Bu Helana kayaknya dulu kaya ya, kok sekarang mau tinggal di tempat kaya gini," kata salah satu warga.
"Sekarang mampunya tinggal di tempat seperti ini, Bu," kata Helena.
Banyak pria di komplek tersebut mengidolakan Helena. Apalagi Helena masih terlihat cantik walaupun tidak pernah perawatan lagi.
**
__ADS_1
"Mas, aku udah seminggu gak ketemu mama," kata Jeslyn. "Kamu antar aku ke tokonya ya," kata Jeslyn.
Edwin mengantar Jeslyn ke toko milik Helana yang sudah di beli oleh Mumun.
"Mbak Bu Helana ada?" tanya Jeslyn.
"Maaf, Mbak. Toko ini sudah di jual. Pembalunya namanya Bu Mumun," jawab karyawan.
"Hah Mumun," pekik Jeslyn kaget.
"Iya, Mbak. Beliau juga yang punya toko di sebalah sana," kata karyawan tersebut lalu menunjuk sebuah toko baju.
Jeslyn dan Edwin masuk kembali ke mobil. Dia tak bisa lagi mencari Helena. Jeslyn memberitahu Mona, Mona juga kaget saat tahu toko baju Helena di jual pada Mumun.
"Mas, mama sepertinya dalam masalah. Kita harus bantu dia," kata Jeslyn. "Kamu minta bantuan papa ya buat cari mama," kata Jeslyn.
"Iya, kamu tenang saja," ucap Edwin.
Mereka pulang, di rumah sudah ada Mona dan Kaisar. Mona tampak khawatir sekali.
"Dek, mama gimana udah ketemu?" tanya Mona.
Jeslyn menggeleng, dia mengajak Mona masuk ke dalam rumah.
**
Kebencian Khadijah sangat besar terhadap Marino. Karena Marino dia kehilangan bayi yang selama ini dia nantikan.
Khadijah sering murung di kamar. Dia jarang berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain kecuali Umar.
"Sayang, sudah jangan sedih. Allah SWT pasti akan memberi kita amanah lagi," kata Umar.
"Aku sakit hati, Mas," kata Khadijah.
"Iya, aku faham. Tapi kamu tidak boleh menyimpan dendam. Nanti kamu malah tidak tenang," kata Umar.
Awal menikah Khadijah memang tak mencintai Umar. Tapi karena kegigihan Umar dalam mengambil hati Khadijah sehingga dia mulai mencintai Umar. Saat dia tahu hamil, keluarga besarnya dan keluarga Umar sangat bahagia. Tapi kini kebahagiaan itu sirna karena ulah Marino.
"Aku mau dia menderita," kata Khadijah.
__ADS_1
Khadijah mengepalkan tangannya penuh amarah. Sesaat kemudian Khadijah mengamuk dan berteriak dia belum bisa menerima kenyataan jika dia telah keguguran.
Walaupun Marino telah di hukum, tetapi luka hati Khadijah sulit di sembuhkan. Dia trauma dan jiwanya terguncang.