
Helena melihat taspack yang dia pegang. Dia terkejut karena benar garis dua yang terlihat. Itu tandanya Jeslyn hamil.
"Kita harus sembunyikan ini sampai pernikahan kamu dan Firza berjalan. Aku gak mau ada yang tahu selain kita bertiga," kata Helena.
"Tapi Ma, aku takut membohongi Firza," kata Jeslyn.
"Apa kamu mau menikah dengan Edwin? Kamu harus ikuti kata mama," bentak Helena.
"Aku gak mau," kata Jeslyn lalu pergi dari kamar Helena
"Ma, biarkan Jeslyn sendiri dulu. Dia butuh waktu untuk sendiri," kata Mona.
"Aku gak mau kalau pernikahan dia dan Firza gagal, Mona. Kamu tahu kan aku benci sekali dengan Edwin," kata Helena.
"Iya Mona faham," ucap Mona.
Jeslyn menangis di dalam kamar. Di saat dia mulai melupakan Edwin justru masalah ada lagi.
***
Alex dan Edwin tengah sarapan. Mereka tidak pernah lupa sarapan bersama.
"Hutang kamu bisa kamu lunasi, aku sudah tahu Roma," kata Alex.
"Terima kasih, Om," ucap Edwin. "Kamu hari ini sibuk tidak?" tanya Edwin pada Alex.
"Tidak, kenapa?" tanya Alex.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan berdua?" tanya Edwin.
"Boleh saja," jawab Alex.
Selesai sarapan mereka berangkat jalan-jalan.
***
Jeslyn teringat soal garis dua tadi. Dia semakin merasa bersalah pada Firza.
"Bagaimana kalau Firza tahu?" tanya Jeslyn. "Aku takut sekali," kata Jeslyn.
Jeslyn berharap Firza tak akan tahu. Tapi dia tak yakin sebab semakin besar kehamilannya.
"Jes, boleh kakak masuk?" tanya Mona.
"Masuk saja, Kak," jawab Jeslyn."Kak aku takut Firza tahu, dia pasti marah sekali," kata Jeslyn.
"Lambat laun dia akan tahu," kata Mona.
Mona merasa kasihan pada Jeslyn. Dia mengandung benih pria jahat seperti Edwin.
Sementara itu Edwin yang sedang jalan-jalan melihat Helena. Dia melihat Helena dan menyapanya.
"Halo tante Helena? Apa kabar tante?'' tanya Edwin.
"Bukan urusan kamu. Jangan ganggu aku!" bentak Helena.
Suasana hati Helena sedang tak baik-baik saja di tambah ketemu dengan Edwin.
"Bagaimana tante, apa Jeslyn sudah mengandung benih dariku?" tanya Edwin.
"Jeslyn tidak akan mengandung benih dari pria biadab seperti kamu," bantah Helena. "Kamu gak pantas buat Jeslyn," sambung Helena.
"Tidak mungkin, aku yakin dia pasti hamil," kata Edwin.
__ADS_1
Alex tak berani menyusul Edwin. Dia hanya melihat dari kejauhan saja apa yang mereka ucapkan.
"Aku yakin tante akan menemuiku," kata Edwin lalu meninggalkan Helena.
Saat sudah di depan Alex, Edwin bersikap biasa saja.
"Win, aku dengar pembicaraan kamu dan Helena. Apa benar kamu menghamili Jeslyn?" tanya Alex.
"Ya, kenapa Om?" tanya Edwin. "Mereka harus membayar karena telah membuatku malu," kata Edwin.
"Sudahlah, berhenti mengganggu mereka," kata Alex.
"Tidak, Om. Aku sakit hati, mereka merusak rencanaku," bantah Edwin. "Aku gak akan biarkan mereka bahagia," kata Edwin.
"Terserah kamu," kata Alex pasrah. Dia sudah tak bisa menasehati keponakannya.
***
Sampai di rumah Helena marah karena kesal dengan Edwin.
"Mama kenapa?" tanya Mona.
"Mama ketemu Edwin eh dia malah nanyain soal Jeslyn," jawab Helena. "Aku gak mau punya menantu seperti dia," kata Helana.
"Sabar, Ma," ucap Mona.
Sore itu Mona di jemput Bara. Mereka pulang, Mona tak bisa tidur tanpa Bara di sampingnya.
"Mas, aku mau bicara," kata Mona saat mereka dalam perjalanan pulang.
"Bicara apa, Sayang?" tanya Bara menoleh ke arah Mona.
"Jeslyn hamil," jawab Mona.
"Berapa minggu?" tanya Bara.
"Kami gak berani bawa dia ke dokter," jawab Mona. "Yang tahu hal ini baru aku sama mama dan kamu," sambung Mona.
"Itu pasti anak Edwin, bagaimana kalau Firza tahu? Dia pasti gak akan mau menikahi Jeslyn," kata Bara.
"Maka dari itu kami memilih diam dan menunggu sampai mereka menikah," kata Mona.
"Kasihan juga Jeslyn, dia pasti terpukul. Di saat udah move on dari Edwin dia malah hamil anak Edwin," kata Bara.
Sampai di rumah Bara meminta Mona untuk istirahat. Soal Jeslyn biar menjadi urusan orang tua Mona saja.
***
Firza mengajak Jeslyn untuk memesan undangan dan gaun pengantin. Mereka sudah tak sabar untuk segera menikah.
"Jes, apa kamu sakit?" tanya Firza.
"Gak, kok. Aku baik-baik saja," jawab Jeslyn.
"Wajahmu pucat gitu loh, kalau sakit langsung ke dokter aja," kata Firza.
"Gak usah istirahat aja nanti di rumah," tolak Jeslyn.
Mana mungkin Jeslyn mau diajak ke dokter. Dia takut jika kehamilannya terbongkar.
Mereka memesan undangan kemudian ke tempat fitting baju pengantin.
"Mbak saya mau fitting baju pengantin atas nama Firza," kata Firza.
__ADS_1
"Oh ya, Mas. Mari saya antar!" ajak pelayan salon.
Mereka mencoba beberapa baju, setelah di rasa cukup Firza mengajak Jeslyn untuk makan malam.
"Mbak aku pesan spagetti aja ya," kata Jeslyn.
"Apa kenyang makan spagetti aja. Kamu kan paling gak bisa makan tanpa nasi?" tanya Firza yang hafal kebiasaan Jeslyn.
"Iya gak apa-apa," kata Jeslyn.
Mereka lalu makan mendadak Jeslyn ingin muntah. Dia segera pamit ke toilet sebelum Firza curiga.
"Kamu kok lama di toilet?" tanya Firza.
"Iya antri," jawab Jeslyn.
Mereka lalu pulang karena Jeslyn ingin segera istirahat.
"Besok kita ada acara buat foto preweding, aku jemput kamu ya," kata Firza.
"Iya, jemput aja," kata Jeslyn.
"Tapi kalau semisal kamu gak enak badan bisa kita cancel dulu," kata Firza.
"Gak usah, Za. Aku gak apa-apa," kata Jeslyn.
Sampai di rumah Jeslyn langsung istirahat.
***
Jeslyn dan keluarganya tengah sarapan. Mereka melihat Jeslyn tampak pucat dan beberapa kali ke kamar mandi.
"Anak kamu itu sakit apa?" tanya Suami Helana.
"Masuk angin biasa," jawab Helana. "Entar juga sembuh," kata Helana.
Jeslyn kembali duduk, dia hanya minum susu saja dan roti. Dia tak bisa makan nasi karena selalu mual.
"Jeslyn, kamu sakit apa?" tanya Sang papa.
"Masuk angin, Pa," jawab Jeslyn.
"Kamu yakin hanya masuk angin? Sebentar lagi kamu menikah, jangan sampai masih sakit-sakitan," kaga papa Jeslyn.
"Gak, Pa. Papa tenang aja," kata Helena. "Jeslyn baik-baik saja," kata Helana.
"Kalian tidak menutupi sesuatu kan?" tanya sang suami.
"Gak, Pa. Papa jangan gitu ah. kita lanjut makan," jawab Helena.
"Aku takut saja," kata suami Helena.
"Takut apa, Pa?" tanya Helena.
"Takut apa yang dikatakan Edwin benar kalau Jeslyn hamil anaknya," jawab suami Helena.
"Papa ketemu dia?" tanya Helena.
"Iya kemarin dia menemui papa," jawab Suami Helena. "Aku berharap Jeslyn tidak hamil anak dia," kata suami Helena.
"Tenang aja, Pa. Itu gak mungkin terjadi sebentar lagi Jeslyn kan akan menikah dengan Firza," kata Helana.
"Assalamualaikum," ucap Firza.
__ADS_1
Semua orang menoleh melihat Firza sudah datang. Mereka takut jika Firza mendengar pembicaraan mereka.