Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Mona Melahirkan


__ADS_3

Setelah beberapa kali mengejan, akhirnya keluarlah bayi Mona.


Oek oek oek


Tangis bayi seketika memenuhi ruangan. Bara mencium Mona.


"Terima kasih sayang, kamu telah berjuang," ucap Bara.


Setelah Mona dan Bayinya di bersihkan, mereka di pindahkan ke ruang perawatan. Tidak lupa Bara mengadzani bayinya.


Bayi laki-laki yang Mona lahirkan sangat tampan. Bahkan wajahnya sangat mirip dengan Bara.


"Jagoannya papa, akhirnya ketemu papa juga kan," kata Bara.


Saking senangnya, Bara tak sadar kalau Helena belum juga datang. Bara lalu menelfon papanya Mona memberitahukan kalau Mona sudah melahirkan.


Selang beberapa menit papanya Mona datang tanpa Helena.


"Loh, papa kok sendiri," kata Bara.


"Aku kira mamamu tadi ke sini. Soalnya kamu bilang udah kamu kasih tahu sejak Mona belum melahirkan," kata Papa Mona.


"Iya, Pa. Katanya akan datang gak tahunya sampai sekarang gak ada," kata Bara.


"Kemana saja dia sampai anaknya lahiran tidak ditemani?" tanya Papa Mona kesal.


Papa Mona menggendong anaknya Bara. Rasa bahagia terlihat saat papa Mona menciumi cucu pertamanya.


"Bara, kamu bakal kesaingan nih sama anakmu," kata Papa Mona.


"Gaklah, Pa. Beda generasi ini," kata Bara.


Tiba-tiba Jeslyn datang, dia bersama Edwin.


"Halo, ini Tante sama Om datang," kata Jeslyn mencium anak Bara yang digendong papa Jeslyn.


"Selamat ya, kak. Kalian sekarang sudah jadi orang tua," ucap Edwin pada Bara.


"Sama-sama kamu juga bentar lagi jadi orang tua," kata Bara.


Saat tengah asyik membahas nama bayi Mona dan Bara, Helena datang.


"Dari mana saja? Bukanya Bara nelfon kamu sebelum Mona lahiran, kanapa baru datang sekarang?" tanya Papa Jeslyn.


"Tadi aku ada acara, dan gak bisa ditinggal," jawab Helena. "Yang penting sekarang aku di sini kan," bantah Helena.


"Dasar ibu gak guna," kata Papa Jeslyn sinis.


"Udah, Pa. Biarkan saja. Jangan buat keributan di sini," tegur Mona.


Helena merebut bayi Mona dari gendongan papanya Mona.


"Mendingan papa sama Edwin balik ke kantor. Ini masih jam kerja," kata Helena.


"Kamu siapa ngatur-ngatur kami," bantah suaminya.

__ADS_1


"Terserahlah," ucap Helena.


Mona sebenarnya kecewa karena Helena tak menemani dirinya saat bertaruh nyawa melahirkan. Sebagai ibu harusnya Helena mendampingi Mona. Tapi ternyata dia malah mementingkan acaranya sendiri.


"Siapa namanya?" tanya Helena.


"Kaisar, Ma," jawab Bara.


Mona masih diam karena perasaan kecewanya pada Helena. Jadi Bara yang mewakili jawaban Mona.


"Nama lengkapnya siapa?" tanya Helena lagi.


"Kaisar Atma Putra Barbara," jawab Bara.


"Bagus juga kalian pandai memilih nama," puji Helena.


Helena sejak datang hanya sibuk dengan cucunya. Dia sama sekali tak mendekati Mona dan menanyakan perasaannya. Jeslyn menyadari hal itu dan mendekati Mona. Dihiburnya sang Kakak dengan leluconnya.


"Sayang, kamu ngapain sih bikin lelucon kaya gitu," kata Edwin.


"Aku tuh menghibur Kak Mona. Biar gak stres karena Ibu habis melahirkan mudah stres," kata Jeslyn.


"Kamu tahu dari mana Jes?" tanya Mona.


"Aku baca artikel di ponsel, Kak. Banyak kok yang bahas soal persalinan, mengurus anak dan yang lain," jawab Jeslyn.


Helena menatap nyalang ke arah Edwin. Tapi Edwin tampak cuek saja. Semua orang menyadari hal itu dan mengacungi jempol untuk Edwin.


"Helena, malam ini kamu menginap di sini. Gantian sama Bara," kata Papa Jeslyn.


"Gak bisa, Pa. Malam ini aku ada acara penting banget. Mama gak mungkin absen," kata Helena.


"Tuh dengar, Bara itu suami pengertian ya pasti siap jaga istrinya dua puluh empat jam. Gak kaya yang satu itu sok baik nyatanya punya selingkuhan," sindir Helena.


Jeslyn kesal dengan mulut lemes sang mama. Padahal gak ada yang bahas Edwin tapi Helena malah memulainya. Bahkan tempat dan waktunya tidak pas.


"Aku kecewa sama kamu," kata Papa Jeslyn. "Sayang, papa pamit ya. Nanti malam papa balik lagi," kata papa Jeslyn.


"Baik, Pa," ucap Mona.


Tidak berapa Jeslyn dan Edwin juga pamit. Kini tinggal Mona, Bara dan Helana.


"Ma, aku nitip Mona bentar ya. Aku mau beli makan di kantin. Mama mau sekalian?" tanya Bara.


"Gak usah aku udah kenyang," jawab Helena.


Bara pergi ke kantin, karena sejak tadi dia belum makan.


Helena memainkan ponselnya, dia mendiami Mona. Jadi Mona memilih untuk berbicara pada bayinya.


"Sayangnya mama, nanti kalau udah besar kamu jagain mama ya. Kaya papa jaga mama," kata Mona.


Helena masih gak peduli dia sibuk dengan ponselnya. Hingga tiba dimana Kaisar menangis karena popoknya basah.


"Ma, bisa minta tolong gantikan popok Kaisar?" tanya Mona.

__ADS_1


"Aduh mandiri dong, kamu kan yang punya anak," jawab Helana.


"Kalau gitu tolong ambilkan popok gantinya, Ma," kata Mona.


Sebenarnya Mona engga minta tolong Helena tapi dia gak bisa mengambil sendiri. Dengan malas Helena mengambilkan popok Kaisar dan melemparnya ke arah Mona. Beruntung Mona berhasil menangkapnya kalau tidak pasti sudah kena wajah Kaisar.


Bara yang baru saja datang langsung membantu Mona mengganti popok Kaisar.


"Sabar, ya," ucap Bara pelan agar Helena tak mendengar.


Helena malah sibuk menelfon temannya. Dia ketawa ketiwi gak jelas. Mona merasa bahwa Helana tak bisa menjadi panutan.


Selesai mengganti popok Kaisar, Mona menyusui Kaisar dibantu Bara. Setelah Kaisar tidur dan ditaruh bok oleh Bara, Mona berbaring menenangkan hatinya.


"Aku mau balik, kan udah ada Bara," kata Helena melenggang pergi.


Bara yang mau menyalami Helena urung karena Helena sudah keluar.


"Mas, besok-besok jangan mama Helena yang nungguin aku. Aku gak mau," kata Mona.


"Iya aku faham," kata Bara.


Malam setelah Isyak Papa Jeslyn kembali menemui Mona. Dia sendiri tidak dengan Helena. Mona merasa lega.


"Tadi aku minta mamamu ke sini tapi gak mau. Malah pergi sama temannya," kata Papa Jeslyn.


"Biarkan saja, Pa. Gak ada gunanya juga di sini. Aku minta bantuin ganti popok Kaisar yang basah aja gak mau. Giliran aku minta diambilkan popok ganti malah ngasihnya di lempar," kata Mona.


"Ya ampun keterlaluan sekali dia. Papa merasa dia sekarang berubah. Pasti dia terbawa pergaulan temannya," kata Papa Jeslyn.


"Udahlah, Pa. Jangan bahas dia," kata Mona.


Mereka lalu membahas nanti acara syukuran pemberian nama Kaisar. Rencananya Bara akan mengundang anak yatim piatu lagi. Serta ada tausiah dari ustadz.


"Oh ya, Pa. Gimana Edwin di kantor?" tanya Mona.


"Dia kinerjanya baik. Ini sedang menjalani satu proyek dan hasilnya susah 50%," jawab Papa Jeslyn.


"Alhamdulillah kalau dia sudah berubah," kata Mona. "Tapi kenapa mama masih saja benci sama Edwin?" tanya Mona.


"Soal itu mama gak tahu, mungkin karena Edwin masuk ke dalam keluarga kita dengan cara yang salah," jawab Papa Jeslyn.


"Tapi dia kan udah berubah, aku lihat dia juga sayang sama Jeslyn," kata Bara.


"Iya juga sih. Tapi kita kan gak tahu apa yang dipikirkan mamamu itu. Nyatanya sama Mona anaknya sendiri aja dia bisa kejam," kata Papa Jeslyn.


Papa Jeslyn menginap di rumah sakit. Dia bergantian menjaga Kaisar dan Mona dengan Bara.


Mona senang papanya tidak seperti sang mama yang tiba-tiba berubah.


Pagi sekali ponsel Papa Jeslyn berdering panggilan dari rumah.


"Ada apa, Bi?" tanya Papa Jeslyn.


"...."

__ADS_1


"Apa Helena semalaman tak pulang?" tanya Papa Jeslyn terkejut


Papa Jeslyn segera pamit pulang.


__ADS_2