Skandal Di Rumah Mertua

Skandal Di Rumah Mertua
Penyesalan Marino


__ADS_3

Esoknya Khadijah berangkat kerja seperti biasa. Dia mengabaikan panggilan dari Marino.


"Khadijah, kenapa kamu tak dengarkan aku?" tanya Marino.


"Maaf kalau bukan urusan pekerjaan jangan di bicarakan di kantor," jawab Khadijah.


"Nanti malam aku akan datang menemui Abahmu," kata Marino.


"Anda terlambat tuan, semalam anda kemana saja?" tanya Khadijah laku masuk ke dalam ruangannya.


Marino termenung di depan ruangan Khadijah.


"Ngapain kak di situ?" tanya Bara yang baru saja datang.


"Semalam aku gagal menemui abahnya Khadijah. Akhirnya dia menerima lamaran pria lain," jawab Marino.


"Bukannya kamu semalam bilang sudah siap ke rumah Khadijah? Kenapa bisa gagal?" tanya Bara.


"Saskia datang, dia memberiku obat perangsang dan akhirnya kita melakukannya," jawab Marino.


"Kamu terlalu ceroboh, Kak. Pantas jika Khadijah lebih memilih dilamar orang lain. Apalagi kalau Khadijah tahu kamu tidak datang karena hal kotor seperti itu," kata Bara.


Marino menyesal telah gagal menemui abahnya Khadijah. Dia takut kehilangan Khadijah. Penyesalan memang selalu datang belakangan.


Pagi tadi Khadijah sudah bilang pada abahnya bahwa dia menerima lamaran Umar. Abahnya pun mendatangi kediaman Umar untuk menyampaikan hal itu.


Meskipun Marino menyesal tapi semua sudah terlambat. Khadijah tak mau lagi berharap padanya. Bagi Khadijah pria yang berani berzina tak patut untuk diperjuangkan. Karena besar kemungkinan akan diulang lagi setelah menikah.


***


Edwin menemui Jeslyn di rumahnya. Dia tak pernah takut pada orang tua Jeslyn.


"Jeslyn...apa kabar?" tanya Edwin.


"Edwin, ngapain kamu kemari. Pulanglah ada mama dan papa!" usir Jeslyn.


"Bagaimana apakah benih yang aku semai sudah tumbuh?" tanya Edwin dengan percaya diri.


"Benih kamu tidak akan pernah tumbuh di rahimku," jawab Jeslyn.


"Siapa Jes?" tanya Helena.


Helena melihat Edwin langsung memasang wajah garang. Dia tak suka dengan kedatangan Edwin.


"Jeslyn masuk!" suruh Helena.


Jeslyn masuk ke rumah, kini tinggal Helena dan Edwin.


"Jangan ganggu anakku!" bentak Helena. "Orang jahat seperti kamu tak pantas buat anakku," kata Helena.


"Kalau sampai Jeslyn hamil apa kalian tidak akan memintaku untuk menikahinya? Apa kalian yakin Firza akan menerima Jeslyn?" tanya Edwin.

__ADS_1


Jeslyn mendengarkan dari balik tembok.


"Jeslyn gak akan hamil dengan kamu," kata Helena. "Pergi!" usir Helena.


Edwin pergi tapi dia yakin bahwa sebentar lagi Helena akan memohon padanya.


***


Mona ingin tidur siang tetapi dia tak bisa tidur. Perutnya yang semakin besar membuat dia susah tidur.


"Sayang, kamu gak bisa tidur ya?" tanya Bara yang siang itu pulang untuk makan siang bersama sang istri tercinta.


"Iya, Mas. Ayo kita makan dulu!" ajak Mona.


Bara menceritakan tentang penyesalan Marino yang gagal menemui abahnya Khadijah karena ulah Saskia. Mona kecewa dengan Marino yang tak bisa tegas. Pantas jika sekarang dia menyesal. Mona tak bisa menyalahkan Khadijah karena menerima lamaran pria lain.


Mereka makan siang bersama, setelah itu Bara menemani Mona tidur siang. Setelah Mona terlelap, Bara segera kembali ke kantor.


Wajah kusut Marino menyambut kembalinya Bara.


"Abahnya Khadijah sudah menerima lamaran pria itu," kata Marino.


"Sudah jangan begitu, semua salah kamu sendiri yang terus menunda untuk datang kerumah Khadijah," kata Bara lalu meninggalkan Marino.


Marino ke ruangannya, dia terkejut karena ada Saskia di sana.


"Marino, sudahlah jangan mengharapkan Khadijah lagi. Aku yakin dia gak akan mau sama kamu lagi," kata Saskia.


"Maksud kamu apa?" tanya Marino.


"Kamu mengirim itu pada Khadijah?" tanya Marino.


"Yes, dan aku yakin Khadijah sudah tak mau dengan kamu lagi," jawab Saskia.


Selain menyesal, Marino juga malu pada Khadijah. Dia telah mencampakan orang sebaik Khadijah.


"Hapus foto itu!" perintah Marino.


"Tidak, sebelum kamu janji akan menikahi aku," kata Saskia.


"Gila kamu! Aku gak akan mau menikahi kamu," bentak Marino.


"Kalau gak mau, maka aku akan sebar foto ini. Biar semau orang tahu kelakuan kamu, Marino," ancam Saskia.


Marino pusing menghadapi Saskia. Dia meminta waktu pada Saskia untuk berpikir. Dia tak mungkin jatuh kedua kalinya pada wanita matre seperti Saskia. Dulu aja waktu dia miskin, Saskia tak mau dekat dengannya.


***


Khadijah sebenarnya sedih karena dia tahu kelakuan bejat Marino. Namun, dia bersyukur karen tak jadi di lamar Marino.


"Khadijah, aku dan Marino akan menikah," kata Saskia.

__ADS_1


"Oh ya selamat! Memang lebih baik kalian menikah dari pada terus berbuat dosa," kata Khadijah. "Pak Marino memang pantas dapatkan kamu yang sama-sama murahan," sambung Khadijah.


Saskia marah, dia mendorong Khadijah. Khadijah yang tak siap tentu saja terjatuh. Kepalanya membentur meja sehingga Khadijah tak sadarkan diri.


Saskia ketakutan, dia segera pergi dari ruangan Khadijah. Tidak berapa lama teman Saskia masuk karena ada keperluan dengan Khadijah. Melihat Khadijah tak sadarkan diri dia meminta bantuan.


Marino kaget saat mendengar Khadijah tak sadarkan diri.


***


Jeslyn merasa mual kembali. Dia merasa malas makan karena setiap makan nasi dia terus saja muntah.


"Kamu kenapa?" tanya Helena.


"Masuk angin mungkin," jawab Jeslyn. "Jangan bilang kamu telat datang bulan," kata Helena.


Jeslyn memang sudah telat tapi dia tak mau menceritakan pada siapapun.


"Gak, Ma," ucap Jeslyn.


Dia langsung ke kamar untuk istirahat. Helena tak mau jika Jeslyn hamil. Rencana dia menikahkan Jeslyn dengan Firza bisa gagal.


Di dalam kamar, Jeslyn melihat kalender. Dia menghitung berapa hari dia telat. Setelah dihitung, dia telat sudah hampir dua minggu.


"Apa mungkin aku hamil? Kalau memang iya bagaimana? Aku takut kalau orang tua aku marah," kata Jeslyn.


Jeslyn berjalan mondar-mandir mencari cara agar tak ada yang tahu.


Mona siang itu datang, dia membawa banyak makanan termasuk rujak. Jeslyn langsung melalap rujak yang Mona bawa.


"Jes, kakak minta dong," kata Mona.


Mereka berbagi rujak, Helena yang melihat hal itu menaruh curiga. Dia mulai gelisah karena takut Jeslyn hamil.


"Mona mama mau bicara," kata Helena.


Mereka menjauh dari Jeslyn," ada apa, Ma?" tanya Mona.


"Kamu lihat Jeslyn makan rujak segitu banyaknya. Apa mungkin ya dia hamil?" tanya Helana.


"Aku juga tal tahu, Ma. Coba mama minta bibi beli tespack di apotik terdekat. Nanti kita suruh Jeslyn tes," jawab Mona.


"Ok," kata Helena. "Tapi biar aku aja yang beli, takutnya kalau bibi yang beli malah dia bocor ke orang lain," kata Helana.


Helena pergi ke apotik terdekat. Tidak berapa lama dia kembali.


"Jeslyn, sini ikut mama! Kamu juga Mona," kata Helena mengajak Jeslyn dan Mona ke dalam kamarnya.


"Ada apa, Ma?" tanya Jeslyn.


"Coba kamu tes," jawab Helena menyerahkan tespack itu pada Jeslyn.

__ADS_1


Jeslyn menerimanya dengan tangan gemetar. Dia takut jika apa yang dia khawatirkan terjadi. Jeslyn segera ke kamar mandi dan melakukan tes.


Tidak berapa lama Jeslyn kembali. Dia menyerahkan tespack tersebut pada Helena.


__ADS_2