
Kembali Ke Desa.
Setelah tiba di pusat kota,mereka mendatangi toko pernak pernik.
Toko itu menjual berbagai macam barang Roh tingkat rendah.
Diang melihat boneka kayu berbentuk kelinci.
"Kakak Nchex aku mau boneka ini."
Nchex bertanya kepada pemilik toko.
"Tuan berapakah harga boneka ini...?"
"Itu harganya,5400 Pills Energy,"Ucap Pemilik toko.
"5400 Pill Energy bukan kah itu sangat mahal untuk sebuah boneka."Ucap Oda.
Pemilik toko kembali menjelaskan.
"Tenang dulu tuan ... Boneka ini bukan boneka biasa.
Dia bisa di gerakan dengan energi soul sang pemilik.
Selain boneka ini dapat menjadi teman bermain dia juga bisa membawa keberuntungan.
Hanya dengan memberikan setetes darah seorang langsung bisa untuk memilikinya."
"Apakah tuan tertarik..?"
Kelompok Nchex langsung terdiam mendengar ucapan pemilik toko mereka hanya bisa menatap satu sama lain.
"Apakah adik Diang ingin boneka ini?"
"Iya kak,"jawab Diang dengan polos.
"Baiklah kakak akan membelikan nya untuk mu."
Diang dengan senang mengambil boneka itu,setelah di berikan setetes darah dari Diang.
Boneka itu langsung hidup menjadi seekor kelinci,dia langsung memeluknya.
Diang kemudian menatap ke arah Nchex.
"Kakak pelit,"dia menjulurkan lidah nya kepada Nchex.
Nchex dan yang lainnya hanya bisa tertawa menghadapinya.
Kama bertanya kepada Ayume.
"Apakah tidak masalah nona,itu adalah jumlah yang banyak. kami tidak yakin dapat membayarnya."
"Anggap saja itu hadiah karena teman mu telah menolong ku."
Ayume menatap ke arah Nchex dengan senyum.Ayume kembali bertanya ke arah Nchex.
"Apa kamu tidak ingin membeli sesuatu..?"
"Aku hanya ingin berjalan-jalan melihat kota ini."
"Sepertinya tuan bukan berasal dari daerah sini ya."
"Ya kami berasa dari desa,kami kemari hanya untuk menjual hasil buruan kami."
Mereka terus berjalan sampai keluar toko.
Diang tiba - tiba berlari kesana kemari dengan kelinci,kama dan yang lainya ikut mengejarnya.
"Jika urusan mu sudah selesai kami akan menunggu mu di depan gerbang."Ucap Matsu.
"Baik,"sambil menganggukkan kepala.
Melihat Nchex yang akan pergi,Ayume memegang tangan Nchex.
"Bisakah kamu menemani ku sebentar...?"
Tampaknya wanita ini sangat kesepian,orang-orang di dekatnya hanya menghormati ayah nya saja.
Kalau bukan seorang anak ketua Sekte mungkin dia sudah di hina oleh orang.
Nchex mengangguk dan mendorong kursi rodanya dengan perlahan.
"Nona Ayume bolehkah saya tahu kenapa anda bisa duduk di kursi roda."
Ayume terdiam mendengarnya,nampak wajah sedih terlihat.
Dengan sangat enggan Ayume menjawab.
"Beberapa tahun yang lalu,ketika aku ingin menerobos ke tahap Soul Jenderal.
Aku tidak dapat mengendalikan aura soul yang berada di dalam tubuh ku."
"Apakah itu tidak bisa di sembuhkan..?"
Ayume hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ayah ku telah mencoba mengundang beberapa SangCaster tipe Healer namun tidak ada seorang pun dari mereka yang dapat menyembuhkannya."
Di alam jiwa Nchex.
"Seperti nya dia terkena racun bunga api. itu cukup kuat untuk menekan energi kultivasi."
"Dari mana kau bisa tahu..?"
"Apa kah meremehkan ku,pada saat dia menyentuh tangan mu tadi.
Aku bisa merasakan aura racun terkandung di dalam tubuh nya."
"Apa kau masih tidak percaya..?"Tanya Black Dragon.
__ADS_1
"Bagaimana cara kita membantunya?"
"Sepertinya kau punya selera yang tinggi..?Mungkin jika dia menjadi istri mu aku akan membantunya."
Black Dragon mulai menggoda Nchex
"Naga sialan."
Melihat Nchex yang diam ... Ayume kemudian menatap Nchex.
"Apa kamu malu berteman dengan orang cacat..?"
"Tidak ... tidak aku hanya memikirkan cara untuk menyembuhkan mu.
Sepertinya itu adalah racun bunga api."
"Benarkah itu..? apa kamu bisa menyembuhkan ku..?"
"Untuk sekarang mungkin kemampuan ku masih belum cukup untuk melakukannya.
Namun aku berjanji jika aku sudah berada pada tahap itu,aku akan membantu mu."
Mendengar ucapannya pipi Ayume berubah menjadi merah.
Nchex terus berjalan mendorong Ayume.
Ayume menunjukan beberapa tempat di kota,sampailah mereka di taman air mancur.
"Kemana tujuan mu selanjutnya..?"
"Aku akan kembali ke desa dan mengikuti kompetisi kaisar sekte."
"Kaisar sekte ya,itu akan di mulai 1 bulan lagi."
"Apa kamu sudah mendaftar...?"Tanya Ayume.
Melihat Nchex yang terdiam,dia tahu bahwa Nchex dan temannya adalah orang miskin dari desa.
"Aku punya beberapa lencana untuk mu,ini dapat membantu mu untuk mendaftar."
"Benarkah itu,"Nchex sangat senang mendengarnya.
"Ya lencana ini bisa kalian pakai untuk mendaftar."
"Terima kasih Nona Ayume,suatu saat nanti aku pasti akan membalas kebaikan mu."
Ayume yang dulu hatinya sedingin es,kini agak tertarik dengan Nchex.
"Jadi kapan kita akan bertemu lagi..?"
"Sebelumnya aku akan kembali ke desa dulu."
Kemudian mereka berpisah di depan gerbang Vien city.
"Hemm pemuda yang menarik ku harap kita bisa bertemu lagi."
Di tengah perjalanan Nchex menceritakan kejadian itu kepada 3 saudaranya.
"Itu adalah lencana 9 Gerbang sekte,dengan lencana itu kita tidak perlu Melawati tahap awal kompetisi."
"Jika itu benar berarti masalah keuangan kita sudah teratasi."
Mereka semua gembira,Nchex membagikan lencana itu satu persatu-satu kepada mereka.
"Saudara Nchex,dari mana kah kamu mendapatkan lencana ini."
"Ayume memberikannya pada ku."
"Benarkan kakak Ayume itu sangat baik,aku yakin itu."Ucap Diang.
"Sepertinya dia menyukai mu."
Kama mulai menggoda Nchex,di ikuti oleh yang lainnya.
Nchex hanya bisa tersenyum mendengarnya.
"Baik sekarang kita tinggal mencari binatang iblis yang cocok untuk kalian."
"Siap!"
Setelah 3 hari sampailah mereka di desa,penduduk desa menyambut kedatang mereka semua.
Yinsa yang awal nya khawatir dengan keadaan Diang dia langsung memeluk anak nya itu.
Diang menceritakan kejadian di kota kepada para penduduk desa.
Dia menceritakan apa saja yang dia lakukan di kota.
"Ibu lihatlah ini."
Diang mengeluarkan Boneka Kelinci yang dia beli di Vien City.
"Dari mana kamu mendapatkannya..?"
"Kakak Ayume membelikannya untuk ku."
Dia menjawab dengan sangat polos.
Yinsa kemudian berpikir,dari mana mereka semua mendapatkan uang sebanyak itu.
"Sebelum kedatangan kalian,aku mendengar beberapa kabar.
Katanya ada seorang pemuda yang menghajar habis anak ketua Sekte api."
"Apakah itu kalian ..?"Tanya Jiatso.
Mereka semua hanya bisa menggelengkan kepala,tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Namun Diang langsung menjawabnya.
__ADS_1
"Iya kek,kakak Nchex menghajarnya karena dia ingin menolong kakak Ayume."
"Kamu benar-benar bocah ceroboh."
"Apa kalian semua tahu jika Sekte Api itu marah,desa kita ini dapat mereka musnahkan."
Ucap Jiro.
"Jika itu terjadi,mereka harus membayarnya dengan banyak darah."
Tetua suku terkejut mendengar ucapan Nchex, "Sungguh bocah yang luar biasa."
Melihat Tetua suku yang marah Kama kemudian berbicara.
"Kami berencana untuk mengikuti kompetisi Kaisar sekte, apakah kalian mengizinkan kami ikut."
"Kita tidak mempunyai uang untuk mendaftar."Ucap Yinsa.
"Tenang saja bibi saudara Nchex sudah menyelesaikan masalah itu."
Matsu maju ke depan sambil mengeluarkan Lencana yang di berikan Nchex kemaren.
"Itu adalah Lencana 9 Gerbang sekte dari mana kalian mendapatkannya."Tanya Jiro dengan terkejut.
"Aku mendapatkannya dari seseorang kalian tenang saja,aku tidak mencurinya."Jawab Nchex.
Mereka menghela nafas lega.
"Tetua suku aku memiliki beberapa masalah,bisa kah aku berbicara dengan mu."
"Hemm mari kita berbicara di dalam."
Mereka semua mengikuti Jiatso masuk ke dalam rumah nya.
"Apa yang ingin kau bicarakan."
"Berhubung kami akan mengikuti kompetisi,aku membutuhkan bantuan kalian semua untuk berburu binatang iblis."
"Binatang iblis seperti apakah yang kamu cari."
Jiro bertanya dengan serius.
Melihat binatang roh yang di miliki Nchex saat ini adalah naga bencana.
Dia khawatir jika Nchex mengajaknya berburu binatang iblis yang kuat.
"Haha tidak perlu yang kuat,aku hanya ingin mereka bertiga memiliki binatang roh"
Nchex menatap Kama dan yang lainnya,mereka semua mengangguk dengan setuju.
"Lalu apa hal serius yang ingin kamu bicarakan."
"Apakah Tetua Suku tahu tentang Racun Bunga Api..?"
Jiatso mulai mengelus jenggotnya.
"Racun bunga api ini memang sangat mematikan itu terbentuk dari Sun Scorpion meskipun itu adalah tehnik rahasia yang sulit di pahami.
tetapi ada beberapa Klan yang bisa menggunakannya."
"Adakah cara untuk menyembuhkannya."
Jiatso menatap Nchex dengan tajam.
"Racun bunga api hanya dapat di sembuhkan dengan ecensi Phoenix salah satu dari burung legendaris.
Tetapi binatang iblis itu tidak berada di wilayah 9 sekte besar.
Selain itu binatang itu juga sangat kuat untuk level kalian saat aku,aku yakin kalian semua pasti akan terbunuh hanya dengan sayapnya.
Tetapi di dalam hutan ini aku juga mendengar bahwa ada permata teratai biru.
Meskipun itu tidak sebanding dengan ecensi Phoenix,tetapi aku yakin itu juga dapat menyembuhkan nya meskipun agak lama."
"Baiklah kalau begitu aku akan mencari ecensi itu."
"Sebenarnya untuk apa kamu ingin mencari item itu...?"Tanya Jiro.
"Ayume memberikan kami lencana ini,tidak mungkin kami tidak membantu nya."Ucap Kama.
"Ayume putri dari gerbang sekte Cahaya..?"
Jiatso yang tidak mengetahuinya terkejut mendengar ini.
"Bocah kecil,kau memang selalu membuat masalah."
Nchex hanya dapat menggaruk kepalanya.
"Jadi kapan kita akan berburu."
Secepatnya jawab mereka berempat.
"Mungkin aku tidak bisa memberikan banyak hal untuk kalian.
Tetapi mungkin aku dapat melakukan sesuatu."
Ucap Jiatso.
Keesokan harinya, Jiatso membawa mereka semua ke dalam altar suku.
Ini adalah altar kuno suku angin.
Aku akan membuka portal ini untuk yang terakhir kalinya.
Disana kalian dapat meningkatkan tehnik bertarung kalian.
Tempat itu juga di penuhi dengan banyak binatang iblis kuno.
Satu bulan di dalam sana,sama dengan 1hari di dunia luar.
__ADS_1
Tetapi aku dan Jiro tidak bisa membantu kalian semua di dalam sana,semua tergantung kepada keputusan kalian.
Kami semua akan saling menjaga dengan baik.