Soul Caster

Soul Caster
Episode 89


__ADS_3

Flame Sword


"Huh tidur ku nyenyak sekali." Ucap Nchex sambil memeluk istrinya itu.


Pemuda itu terus saja mencium Kartika yang masih terkulai lemas di atas tubuhnya.


"Kamu masih ingin menyiksa ku...?" Tanya Kartika yang sudah sangat lelah.


Setelah semuanya telah selesai.


Pemuda itu memutuskan untuk memperbaiki pedangnya terlebih dahulu.


Dia mulai mengeluarkan beberapa bahan yang dia dapatkan dari Vander.


Serta 3 bahan utama yaitu pedang Hell of Darkness,Pedang 7 Bintang dan Enhancement Stone Weapon.


"Bukankah menggabungkan 2 Atribut yang saling bertolak belakang itu tidak mungkin...?" Tanya Kartika.


"Jika itu tidak mungkin,Maka sekarang kamu masih menjadi hantu Es Hahaha." Jawab Nchex Sambil mengejeknya.


Dari sana Kartika sedikit mengerti bahwa Api dan Es juga saling berlawanan.


Namun anehnya pemuda itu bisa menggabungkan kekuatan Apinya itu untuk membantunya.


Dimulai proses penggabungan itu,yang membuat langit menjadi mencekam.


Petir mulai menyambar seperti hujan, bukit-bukit itu hancur dan terbelah.


Panas yang dihasilkan membakar padang rumput yang hijau,menjadi tandus seketika.


Berubah menjadi tanah yang gersang, Banyak retakan yang terlihat layaknya musim kemarau.


Semakin lama api pembakaran itu membesar menjulang tinggi ke langit.


Kartika mencoba melindungi mereka berdua dengan membuat dinding es disekitar mereka.


Namun proses itu juga menguras habis seluruh soul powernya.


Percikan Api Borealis masih terlalu kuat untuk ditahan.


Tubuh pemuda itu juga ikut terbakar, pakaiannya mulai hangus dan menjadi debu.


"Crimson Spirit Amor" Juga telah dikeluarkan untuk melindungi tubuhnya.


"Kamu harus menjauh dari sini." Ucap Nchex menyuruh Kartika.


Wanita itu mengangguk dan menurutinya,dia sadar api yang dikeluarkan oleh pemuda itu semakin besar.


Namun tubuhnya memiliki 9 Meridian Neraka yang akan membuatnya kebal dengan semua jenis api.


Ditambah Crimson Spirit yang mempunyai Atribut Api,dia tidak perlu khawatir dengan pemuda itu.


Namun dirinya sendiri pasti akan langsung menjadi debu jika mendekati pemuda itu.


Matanya mulai menjadi merah menyala,7 Binatang Spritual dari pedang bintang mulai beraksi.


Suara itu terdengar seperti tangisan Naga dan Raungan Singa.


Disertai dengan cahaya merah terang ketika Binatang Spritual itu mulai menyatu.


Tanpa dia sadari Symbol Api didalam jiwanya juga mulai berguncang.


"Apakah masih ada tingkatan setelah Elemental Lord...?"


Namun pemuda itu tidak berani untuk merubah fokusnya,Badai api terus memutari tubuhnya.


Disertai dengan sambaran petir kedalam pedang itu.


Berbagai macam warna kilatan mewarnai proses penggabungan.

__ADS_1


Hingga akhirnya tersisa 1 warna Cahaya merah terang.


Cahaya itu semakin terang dan mulai menciptakan sebuah bentuk senjata baru.



"Flame Breathing Sword" Sebuah pedang yang diciptakan khusus untuk teknik Flame Berseker.


Dimana pedang ini berada diranah Supreme, Satu level di atas Mystical.


Namun seketika itu juga tempat Alam Rahasia sudah menjadi lautan api dan mulai hancur.


Pemuda itu bergegas membawa Kartika untuk segera pergi dari sana.


Dengan kekuatannya saat ini tentu saja kecepatannya juga sangat meningkat.


Menggunakan teknik "Night Walker" dalam sekejap mereka sudah berada didepan Altar.


Tempat gerbang pintu masuk.


Tiba-tiba altar itu langsung meledak ketika mereka keluar dari sana.


Akibat ledakan itu pula memancing orang-orang untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.


Mata pemuda itu menyapu area sekitar,namun terlihat tidak ada sedikitpun perubahan ditempat itu.


"Apakah aku benar-benar sudah menghilang selama 30 tahun...?"


"Tuan apakah kamu baik-baik saja...?" Tanya Naamah yang datang tiba-tiba.


"Ya tentu,Berapa hari aku sudah berada disini...? Tanya Nchex.


"Kamu sudah tidak berada disana selama 3 bulan dari sejak penyerang Milisi Kecoa." Jawab Naamah.


Pemuda itu memutuskan untuk segera kembali kedalam Aula Istananya.


Tandanya kini akademi yang dia dirikan juga sudah meningkat.


"Tuan sepertinya kita kekurangan Guru sekarang" Ucap Abigail yang datang tiba-tiba.


"Aku akan mencarinya nanti,untuk sementara aku akan menyuruh beberapa penatua memilih murid yang mereka sukai." Jawab Nchex.


Pemuda itu terus berjalan mengitari wilayah kekaisarannya, beberapa penatua yang dipilihnya juga sudah semakin kuat.


Namun itu masih terlalu jauh untuk bersaing dengan Defender of Light.


Dia juga merasakan banyak divisi yang masih kosong didalam kekaisaran ini.


Terlintas didalam kepalanya untuk segera mengajak teman-teman kembali ketempat ini.


Dari kejauhan datanglah Kitsune menghampiri,Dia mengatakan bawah ada orang tua yang menunggunya di aula.


Pemuda itu bergegas kembali menemui orang itu. Ternyata dia adalah Penatua Hao.


"Penatua Hao mengapa kamu bisa berada disini...?" Tanya Nchex sambil menundukkan kepalanya.


"Aku akan di hukum mati jika kaisar menundukkan kepalanya kepada ku." Ucap Penatua Hao


"Haha bagaimana mungkin aku bertindak seperti itu kepada guru ku."


Penatua Hao menjelaskan maksud kedatangannya kesini.


Selain dia mengajak kedua muridnya itu untuk kembali dia juga memerlukan bantuan dari pemuda itu.


Saat ini Guild mereka sedang mengalami banyak kekacauan.


Kayra yang diturunkan dari jabatannya mulai berkhianat dengan cara menculik beberapa murid berbakat.


Disisi lain mereka juga di serang oleh pasukan jenderal perang.

__ADS_1


Hal itu membuat Ketua Guild tidak bisa menyelesaikan kedua masalah ini sekaligus.


Setelah mendengar beberapa penjelasan dari salah satu gurunya itu.


Barulah pemuda itu mengambil keputusan.


"Aku memang tidak keberatan untuk membantu kalian, Tetapi sekarang aku bukanlah murid dari Guild Defender of Light.


Selain itu juga aku tidak akan mengizinkan Kartika untuk kembali kesana.


Jika Penatua mau kalian boleh tinggal disini untuk beberapa waktu." Ucap Nchex.


Mendengar ucapannya itu Penatua Hao tidak memiliki pilihan lagi untuk membantunya.


Mengingat saat ini Statusnya adalah seorang Kaisar,tentu saja tidak ada tawaran menarik yang bisa dia berikan.


"Bagaimana dengan wilayah Kekaisaran Silva...?" Tanya Kartika.


"Karena pengkhianatan yang disebabkan oleh jenderal mereka, kabarnya mereka juga diserang oleh Pasukan Iblis dan SangCaster yang berasal dari benua Nen.


Sebagian Penatua Divisi dari keempat Guild diminta untuk pergi kesana membantu mereka."


Pemuda itu mulai berpikir sejenak, mengingat saat ini level SangCaster yang ada di wilayah itu sangat berbeda dengan pasukan yang ia miliki sekarang.


Kemungkinan hanya ada beberapa orang yang bisa pergi kesana.


Disisi lain dia harus menjaga wilayah sendiri dari ancaman luar.


"Ingat kamu memiliki satu istri lagi yang berada disana, Aku tidak akan memaafkan mu jika membiarkan dia terluka." Ucap Kartika berbisik kepadanya.


"Bukankah dia baru akan keluar 2 tahun lagi...?" Tanya Nchex.


Tiba-tiba Rooney datang menghampirinya,dia meminta pemuda itu untuk datang ke pusat penelitian melihatnya.


Disana terlihat 10 Boneka Baja yang tidak bergerak, bentuknya seperti prajurit robot.


"Prajurit ini akan sangat kuat jika diberikan energi sumber daya yang besar, Tetapi aku tidak memiliki energi yang cukup untuk menggerakkannya." Ucap Rooney menjelaskan.


Pemuda itu mencoba memberikan energi kedalam boneka prajurit itu,dengan cara memasukkan 10 Permata Naga yang dia dapatkan dari Lu Thor.


Seketika Baja yang berwarna hitam itu berubah menjadi merah.


Matanya mulai bercahaya dan memiliki kekuatan yang cukup kuat.


Pemuda itu dapat menyimpulkan bahwa ranah boneka ini bisa menyamai SangCaster level 25.


"Red Dragon Puppet."



"Hahaha dengan ini aku mempunyai prajurit elite yang mudah untuk dibawa kemana saja." Ucap Nchex.


"Sebenarnya aku sangat ingin melihat uji coba dari Boneka ini, Tetapi aku juga terlalu takut untuk pergi kesana." Sahut Rooney.


"Penatua tenang saja, Aku pasti akan memberitahu hasilnya."


Pemuda itu memutuskan untuk pergi bersama Penatua Hao. Kali ini dia menuju Kekaisaran Silva terlebih dahulu.


"Aku tidak menyangka dalam 3 tahun ini kamu sudah melebihi ku." Ucap Penatua Hao yang merasakan kekuatan dari pemuda itu.


"Itu juga berkat bantuan kalian semua yang terus melatih ku." Jawab Nchex.


Penatua Hao bergumam dalam hatinya.


"Tidak mungkin jika hanya mengandalkan latihan saja dapat menembus ranah secepat itu, Sepertinya memang ada yang aneh dengan bocah ini."


Keduanya menambah kecepatan mereka agar bisa sampai dengan cepat.


Mengingat ranah mereka saat ini tidak jauh berbeda tentu kecepatannya akan sangat jauh dari kapal terbang.

__ADS_1


__ADS_2